PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
281. Menyiksa Zhang Rui


__ADS_3

"Ha ha ha kau memuji ku. " Ucap nya dengan malu malu.


"Haih, aku tidak memuji mu. Tapi kalau kau menganggap itu pujian maka itu tidak menjadi masalah. " Kata Tu Long dengan ekspresi pusing.


"Ayo pergi ke tempat Fan Liu Jing dan Ye Rongrong, mereka telah meningkat pesat di banding kan terakhir kau melihat mereka. " Kata Tu Long mengalihkan pembicaraan.


"Hm, aku penasaran dengan mereka. Apa kah mereka berlatih dengan giat selena aku tidak di sini ?" Tanya nya.


"Sehari mereka bisa berlatih sampai 15 jam, sebelum memutuskan untuk beristirahat. Aku bahkan tidak bisa melakukan itu, makan, kultivasi, istirahat dan terus begitu. Itu terlalu membosankan, tapi tekad mereka sangat kuat dan sanggup melawan rasa membosankan itu. " Kata Tu Long.


"Humph, jangan banding kan mereka dengan diri mu. Mereka masih kecil dan sudah menanggung banyak luka, bukan seperti diri mu yang takut dengan luka. " Ejek nya.


"Kau ! Kenapa kau sangat suka membahas hal itu ?" Tanya Tu Long dengan kesal.


" Itu terserah pada ku, jika aku mau maka aku akan memberi tahu nya kepada semua orang dan seluruh keluarga mu. " Ucap nya tak peduli.


"Jangan, ayo lah Zhang Wei. Bisa bisa aku di usir oleh orang tua ku karena hal ini. " Kata Tu Long dengan memelas.


"Tidak apa apa di usir, tenang lah, aku akan memungut mu. " Jawab nya dengan santai.


Sedang kan Tu Long terdiam dan tak bisa berkata kata lagi.


"Apa kau berniat untuk kembali ke keluarga mu ?" Tanya nya.


"Mungkin." Jawab Tu Long sambil menyeringai.


"Bagus lah, dengan begitu makanan di dimensi akan lebih hemat. Sana pulang lah, aku tidak akan menahan mu. " Ucap nya sambil menyembunyikan kesedihan nya.


Hap


Pelukan hangat terasa dari belakang nya.


"Aku tidak akan pergi, aku akan menemani mu di sini. Aku sudah bilang bukan ? Aku tidak terlalu di butuh kan di keluarga ku. Jadi bisa di bilang kita satu nasib." Mendengar ini, pikiran nya melayang menuju kejadian hari itu.


Kejadian di mana dia di usir oleh keluarga nya sendiri, memikir kan membuat nya tidak bisa tidak untuk menghela nafas.


"Apa kau yakin ? Kau tidak akan pulang ?" Tanya nya.


"Tentu saja, aku sudah nyaman di sini. Di sini banyak makanan dan aku bisa bermain dengan Fan Liu Jing serta Ye Rongrong. " Kata Tu Long dengan semangat dan melepas kan pelukan nya.


Dia tersenyum tipis melihat kebahagiaan Tu Long, Tu Long adalah salah satu teman nya yang sudah menemani nya dari awal petualangan nya.


"Setelah ini kita akan pergi ke Dimensi Ilahi untuk menemui yang lain dan melihat keponakan kita yang lucu. " Ucap nya mengalihkan topik pembicaraan.


"Ya, pasti Long Nie sudah melahirkan . " Kata Tu Long mengangguk.


Dia memandang Fan Liu Jing dan Ye Rongrong yang sedang berlatih meningkat kan kultivasi. Dari yang di dengar nya , Kedua bocah itu sering berlatih tanding dengan Tu Long.


Hampir setiap hari mereka melakukan itu, dia mengangguk puas melihat kinerja mereka. Dan memutus kan untuk tidak menganggu aktivitas mereka.


"Mereka sedang berlatih, lebih baik berbicara di lain hari. Jika mereka bisa mempertahan kan tekad mereka, maka masa depan yang cerah akan menunggu mereka. "


"Ck, bahkan jika mereka tidak memiliki tekad ini kau juga akan memaksa mereka sampai memiliki tekad ini bukan ?" Tanya Tu Long.


"Hm, ini untuk kebaikan mereka sendiri. Aku dulu, tidak memiliki tempat sebaik ini untuk berlatih. Itu lah aku ingin mereka lebih memanfaat kan waktu yang ada. "Ucap nya setuju dengan kata kata Tu Long.


"Memang, bisa mendapat kan tempat ini untuk pertama kali latihan merupakan berkah besar. Aku ingat, dulu aku harus pergi ke gunung dan berlatih agar tidak ketinggalan dengan kakak kakak ku. " Kata Tu Long sambil mengenang masa lalu.


Dia bukan lah anak terkahir tapi kultivasi nya adalah yang terakhir, sampai akhir nya Zhang Wei datang dan membawa cahaya ke hidup nya yang gelap gulita.


Meski pun tidak mendapat kan perlakuan yang buruk tapi bukan berarti itu perlakuan yang baik. Yang dia dapat kan hanya biasa biasa saja, seolah olah dia bukan lah termasuk keluarga itu.


Adik nya, yang umur nya 2 tahun lebih muda dari nya memiliki bakat dan tekad yang lebih baik dari nya dan selalu menjadi kesayangan orang tua nya.


Dia memiliki 3 kakak dan 1 adik, ketika sedang berkumpul dia selalu menjauh kan diri ketika ayah nya sedang bertanya tentang kultivasi.


Dulu, dia selalu berpikir kenapa langit tidak adil pada nya. Ketika orang tidur dan beristirahat, dia masih berlatih dengan berdarah darah.


Tapi, hasil yang di dapat kan nya selalu yang paling buruk. Dia bertanya tanya dan beberapa orang menjawab kalau usaha nya kurang keras.


Dia berusaha lebih keras dengan tekad yang kuat, tapi tetap saja di pandang sebelah mata. Itu lah kenapa dia akhir nya pindah ke dimensi rendah dan akhir nya bertemu dengan penyelamat nya, Zhang Wei.


"Terima kasih banyak. " Ucap nya secara tiba tiba, Zhang Wei tampak sedikit terkejut dengan kata kata nya.


"Terima kasih untuk apa ?" Tanya pemuda itu.


"Terima kasih untuk banyak hal yang telah kau lakukan dan kau berikan. Aku tidak tahu jika aku tidak bertemu dengan mu, tidak ada yang tahu hidup ku akan seburuk apa. " Ucap nya dengan tatapan sendu.

__ADS_1


"Tidak apa apa, kita adalah saudara. Jangan lupa kan itu, selama ini yang ku lakukan adalah hal kecil. " Kata Zhang Wei sambil memeluk nya.


Lalu semalamab mereka bercerita tentang pengalaman masing masing, baru kali ini hati nya benar benar lega dan tak memiliki beban.


Zhang Wei berkali kali meyakin kan nya kalau, dia tidak sendirian dia sini. Setiap mahkluk hidup di dalam dimensi ini adalah saudara.


"Kita semua adalah saudara, tentu saja kecuali Zhang Rui. " Canda Zhang Wei.


Dia tertawa mendengar candaan sederhana Zhang Wei.


"He he he, Terima kasih karena sudah mau mendengar kan seluruh cerita ku yang membosankan kan. " Kata nya dengan penuh syukur.


"Aih, jika kau berterima kasih lagi maka kita tidak akan bersaudara lagi. " Kata Zhang Wei dengan wajah berpura pura marah.


Dia tertawa ringan melihat ini.


"Baik lah jika begitu, aku tidak akan sungkan lagi. " Kata nya dengan senyum mempesona.


Zhang Wei menyuruh nya untuk istirahat terlebih dahulu, dia setuju dan berjalan ke rumah nya tanpa rasa beban yang telah menghantui nya beberapa tahun terakhir.


Di sisi lain, Zhang Wei sedang menikmati udara malam. Tanpa terasa, mereka mengobrol sampai malam.


"Ternyata begitu banyak hal yang ia sembunyikan dari ku. Dia adalah Naga yang kuat. " Ucap Zhang Wei dengan senyum tipis.


"Waktu nya untuk memberikan makan peliharaan ku yang baru. " Lanjut nya sambil menyeringai.


Dia mengambil beberapa makanan hangat yang tampak sangat menggugah selera. Apa lagi untuk Zhang Rui yang kelaparan.


"Zhang Rui, apa kah kau kelaparan ?" Tanya nya.


"Tidak, aku tidak akan makan. " Kata Zhang Rui dengan dingin sebelum terdengar bunyi perut dari arah Zhang Rui.


"Ha ha ha apa kau ingin berbohong ?" Tanya nya.


"Ini makan lah. "Ucap nya.


Zhang Rui tanpa aba aba langsung memakan itu sampai habis dan tak menyisakan apa pun.


"Anjing baik, ingat siapa yang memberi mu makan. " Ucap nya sambil mengelus kepala Zhang Rui.


"Aku harap kau merasa nyaman dan sehat setelah makan daging keluarga mu. " Ucap nya dengan nada acuh tak acuh.


"Zhang Wei ! Hoekkk !" Zhang Rui seperti nya muntah muntah di belakang.


"Humph, memang tidak memiliki pendirian. Jika aku menjadi diri nya, lebih baik mati dari pada bertahan hidup seperti anjing seperti itu. " Ucap nya dengan penuh rasa jijik.


Lagi pula yang di berikan nya tadi, bukan benar benar daging keluarga Zhang Rui. Itu hanya daging sapi biasa.


"Dasar pembuang buang makanan, aku beri daging keluarga nya asli baru muntah muntah. " Cibir nya.


Dia masih bisa mendengar kalau Zhang Rui masih muntah muntah.


Ye Rongrong membuka mata nya dan menatap nya.


"Senior Wei !" Panggil Ye Rongrong yang di ikuti oleh Fan Liu Jing.


"Ya ? Kalian sudah menyelesaikan kultivasi kalian ?"Tanya nya.


"Sudah, apa kau belum makan senior ? Aku bisa memasak kan sesuatu yang sederhana untuk mu. " Tawar Ye Rongrong saat melihat piring yang di bawa nya.


"Tidak perlu, aku sudah selesai makan. Lagi pula ini untuk peliharaan ku. " Ucap nya dengan senyum tipis.


"Peliharaan ? Senior membeli hewan peliharaan ? Kami mau lihat !" Kata Fan Liu Jing dengan kekanak kanakan.


"Kalian mau lihat ? Tapi kalian harus berjanji untuk tidak terkejut, bagai mana ?" Tanya nya.


"Tentu saja, kami tidak akan terkejut ! Ayo bawa kami !" Teriak Ye Rongrong dengan antusias.


"Baik lah, ayo kita pergi. " Dia mengajak mereka ke tempat Zhang Rui.


Leher Zhang Rui di ikat di pohon, sedang kan tangan nya terus mengais ngais di udara. Fan Liu Jing dan Ye Rongrong menutup mulut nya terkejut dengan penampilan itu.


Bukan tampilan Zhang Rui yang sebenar nya membuat nya takut, tapi melihat orang yang di rantai membuat mereka ketakutan dan bersembunyi di belakang Zhang Wei.


"Senior Wei, a... aku takut dengan nya. Dia yang membunuh orang tua ku. " Kata Fan Liu Jing dengan air mata yang tak tertahan kan.


"Di... dia yang membunuh kakek ku dengan kejam !" Teriak Ye Rongrong dengan suara melengking nya dan gemetar.

__ADS_1


"Jadi benar benar kau yang melakukan nya Rui'er ?" Tanya nya dengan nada yang mengerikan dan membuat Zhang Rui gemetar.


"Kau sudah mendengar bukan , apa yang menjadi alasan mu di tahan ? Apa kau merasa hebat karena membuat banyak orang menderita karena ulah mu ?" Tanya nya sambil menendang Zhang Rui dengan marah.


"A.. aku tidak tahu kalau semua nya akan berakhir seperti ini. " Kata Zhang Rui dengan gigi yang berdarah.


"Ingat lah, kau tidak akan mati dengan mudah. Aku akan membuat mu sama menderita nya dengan kedua anak ini. " Kata nya dengan tatapan tajam.


"Liu Jing, Rongrong, lampias kan saja kemarahan kalian pada nya. Kalian harus berlatih lebih keras dan membunuh nya, balas kan dendam kalian berdua. Aku akan membuat nya menunggu saat di mana kalian akan membalas dendam. " Kata nya sambil menepuk kepala kedua bocah itu.


"Apa tidak apa apa jika kami membunuh nya ? Bagai mana kalau keluarga Zhang dan Istana mengejar Senior Zhang hanya karena ini ?" Tanya Fan Liu Jing dengan khawatir.


"Tidak perlu khawatir kan itu, mereka sudah hancur. Jika kalian membunuh nya, maka bisa di bilang kalian membalas kan dendam ku juga. " Kata nya.


"Senior Wei memiliki dendam dengan orang ini ?" Tanya Fan Liu Jing dengan mata bulat nya yang terlihat sangat lucu.


"Ya, dia selalu menindas ku dulu. Tapi aku sudah mempermalu kan nya, dan membuktikan kalau dia ini hanya sampah. Bukan kah begitu Zhang Rui ?" Tanya nya.


"Senior, apa kah Anda dengan orang ini satu keluarga ? Marga kalian sama sama Zhang. " Tanya Ye Rongrong dengan hati hati takut menyinggung perasaan nya.


"Ya , dulu. Tapi sekarang sudah tidak. "Jawab nya dengan lembut.


"Ayo kembali, sekarang sudah malam. Kalian harus beristirahat dan besok kembali berlatih, jangan menghabis kan waktu terlalu lama dengan peliharaan ku. " Kata Zhang Wei yang di angguki kedua bocah itu.


Setelah Fan Liu Jing dan Ye Rongrong pergi, dia tersenyum miring di hadapan Zhang Rui.


"Kau akan segera mendapat kan siksaan fisik dari kedua bocah itu. Kau tidak bisa membunuh mereka dan mereka tak bisa membunuh mu. Kau hanya bisa menahan rasa sakit itu. " Ucap nya.


"Zhang Wei ! Kau tidak akan di terima oleh leluhur !" Teriak Zhang Rui.


"Terima kasih karena telah memikir kan ku, tapi pikir kan diri mu sendiri terlebih dahulu. " Ucap nya sambil menyeringai.


Dia berjalan menjauh dan tidak memasukkan ke dalam hati umpatan serta sumpah serapah dari Zhang Rui kepada nya.


★ Spoiler Series 2 ★


Di sisi lain, di dimensi lain, sepasang manusia sedang berdebat.


"Kenapa aku selalu bertemu dengan mu ? Apa kag kau menyukai ku ?" Tanya Laki laki berbaju hitam.


"Ini adalah tempat umum, apa kau merasa pemilik tempat ini ?" Tanya wanita berwajah lukisan dengan dingin.


"Jangan mencari alasan, kata kan saja jika kau menyukai ku. Mungkin aku bisa mempertimbangkan nya. " Kilas jijik tampak di wajah wanita berwajah lukisan itu setelah mendengar kata kata laki laki berbaju hitam.


"Kau terlalu banyak berfikir, lebih baik cari ke rumah bordil. Jika kau memiliki uang maka, wanita di sana akan berbondong-bondong mengejar mu. " Kata wanita itu dengan datar sebelum menghilang dari hadapan laki laki berbaju hitam.


Tapi, tanpa di sadar datang pria lain dengan pakaian putih dan wajah dingin di ikuti oleh pengawal nya yang menggunakan pakaian merah.


"Bukan kah itu adalah adipati Yuanzheng ?" Tanya salah satu pengunjung pasar dengan tatapan pemujaan.


"Kau benar, ini memang adipati Yuanzheng, pasar ini adalah milik nya. " Kata yang lain.


Brukk


Wanita berwajah lukisan yang berjalan dengan perasaan kesal tidak menyadari ada dada bidang di hadapan nya.


Dia terjatuh tapi segera di tangkap oleh laki laki berbaju putih di depan nya, itu tidak lain adalah Adipati Yuanzheng.


"Terima kasih. "Ucap nya buru buru setelah terasa dari dari wajah penuh hipnotis milik laki laki berbaju putih itu.


"Maaf kan aku karena menabrak mu. " Kata nya sambil menunduk.


"Hm." Jawab pria berbaju putih itu sebelum kembali melanjut kan perjalanan nya.


Dia tercengang dengan jawab pria itu yang tidak lebih dari satu suku kata.


"Apa kah sekarang setiap kata sangat mahal ? Sejak kapan kata kata di jual ?" Gumam nya dengan kerutan di dahi nya yang cantik.


"Aku tidak menyangka ada seseorang yang memiliki kepribadian seperti itu. " Ucap nya sambil menggeleng geleng kan kepala nya.


Dia melanjut kan perjalanan nya yang berniat untuk mencari herbal untuk meracik obat, dia adalah anggota Serikat Master Pil.


Note : Ini adalah spoiler tentang series ke 2 yang menceritakan tentang salah stau dari 4 orang pilihan. Cerita ini akan author rilis di tanggal 1 Mei, jadi tunggu ya ! Cerita ini pemeran utama nya wanita tidak seperti cerita Pedang Jiwa Naga yang pemeran utama nya laki laki.


Total nya akan ada 3 series, dua yang lain akan memiliki alur cerita yang sama sekali berbeda dengan Pedang Jiwa Naga, jadi nantikan ya !


Jangan lupa untuk vote cerita pedang Jiwa Naga supaya bisa masuk ke peringkat atas, Terima kasih !!

__ADS_1


__ADS_2