PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
120. 15 tahun


__ADS_3

"Tempat tinggal tidak mencerminkan status seseorang. Ini memang rumah ku yang sebenar nya dan aku tinggal di pondok sejak lama. "kata kakek itu seolah olah menerawang masa lalu.


"Sebaik nya kau segera mengambil posisi untuk berlatih menggunakan ramuan yang ku buat, nama ramuan ini adalah Benang Emas Laba Laba. Aku akan membantu mu sampai tingkat 2 ranah selanjut nya supaya kau bisa langsung naik ke dimensi menengah. " kata kakek itu.


"Bagaimana kalau aku sudah mencapai tingkat itu sebelum 15 tahun ?" tanya nya bingung.


"Kalau kau sudah sampai di tingkat itu sebelum 15 tahun maka pulang lah, karena nanti bukan tanggung jawab ku lagi, kau akan bertemu dengan dewa lain nya. Tinggal menunggu waktu saja dan jangan lupa untuk terus meningkat kan masa latihan mu saat berada di dunia manusia. " kata kakek itu.


"Kakek, aku yakin kau telah melihat apa saja yang sudah aku lalui selama ini. " kata nya berubah serius.


"Ya, kenapa ?" tanya kakek itu.


"Hm, apa kau tidak keberatan dengan jumlah orang yang ku bunuh selama ini ?" tanya nya ragu ragu.


"Tidak apa apa, meski pun aku kurang setuju tapi aku tidak bisa melarang mu. Aku akan merasa sangat naif kalau menyuruh mu untuk berhenti membunuh di dunia persilatan karena dunia persilatan adalah dunia di mana yang kuat memakan yang lemah. Jika kau tidak menunjuk kan taring mu maka kau akan di makan oleh orang lain. " kata kakek itu dengan bijak.


"Ini ambil Benang Emas Laba Laba dan kita akan kembali ke pondok. Aku akan mengajar mu untuk menggunakan Benang Emas Laba Laba dengan baik. " kata kakek itu menyerahkan satu botol benang emas laba laba dan berdiri.


Dia menerima botol itu dan ikut berdiri juga , akhir nya mereka berdua berjalan kembali ke pondok tanpa ada satupun yang membuka topik pembicaraan.


Mereka berdua duduk di bagian luar pondok dan duduk berhadapan. Dewa Rendah Hati membuka tutup botol Benang Emas Laba Laba.


"Kakek, sampai sekarang aku masih belum mengetahui nama mu sama sekali. Boleh aku tahu nama mu ?" tanya nya ragu.


"Qian Bei. Teman teman ku biasa memanggil ku Humility atau Rafael. " kata Qian Bei.


"Rafael, Humility ? Itu terdengar agak aneh. " kata nya dengan bingung.


"Ini panggilan ku, nanti kau akan mengetahui nya. Tapi untuk sementara kau bisa memanggil ku kakek Qian. " kata kakek Qian.


( note :( Qian Bei : 谦卑 ) Qian Bei, arti nya adalah rendah hati. Karena Zhang Wei tahu nya itu jadi untuk sementara Rafael (Humility) menggunakan nama itu.


Untuk yang bertanya apa beda nya Rafael dengan Humility maka jawaban nya adalah Rafael adalah nama nya dan Humility itu sifat atau kekuatan yang dia pegang. Untuk lebih jelas kalian bisa membaca di cerita aku yang baru (Seven deadly sins dan seven heavenly Virtues) Di sini author buat dewa dewa kebaikan setara dengan iblis iblis tingkat tinggi. )


" Ini adalah Benang emas laba laba, kau hanya perlu mengambil satu. Lalu memegang nya di depan dada dan perlahan lahan ia akan masuk ke dalam tubuh mu dan jika telah masuk ke dalam tubuh mu, ia akan berubah menjadi aliran Qi. Aku menyediakan 100 benang emas laba laba yang akan kau gunakan 60 sampai 80 hari sekali. " kata kakek Qian.

__ADS_1


"Apa kah ini sama dengan buah persik singa abadi ? Atau ini memiliki aliran Qi yang lebih deras ?" tanya nya bingung.


"Ini mungkin lebih kuat dari buah persik singa abadi karena aku sendiri tidak pernah menggunakan nya. " kata kakek Qian.


"Kenapa tidak pernah kakek ?"


"Kau ini banyak tanya saja, sumber daya seperti ini, tidak memiliki manfaat sama sekali pada ku. " kata kakek Qian gemas.


"He he maaf kan aku kakek , aku akan mulai berlatih kakek. " kata nya tersenyum.


Di sisi lain kakek Qian tampak menghela nafas, bukan nya ia tidak mau menceritakan tugas yang akan di jalani oleh Zhang Wei hanya saja ia merasa ini bukan waktu yang tepat.


Yang bisa ia lakukan hanya lah membuat Zhang Wei bertambah kuat secepat mungkin, karena tidak ingin Xu Rong atau lucifer bertambah kuat.


(Note : Xu Rong arti nya kesombongan dan Memiliki nama Lucifer (Pride). Lucifer merupakan musuh utama Rafael(Humility)karena sifat mereka yang sangat berlawanan sekali.)


Zhang Wei mengikuti perintah kakek Qian dengan menaruh satu helai benang emas laba laba di depan dada nya.


Lalu dia mendapat pemandangan yang menakjubkan yaitu, benang emas laba laba itu mengeluarkan cahaya keemasan sebelum menghilang.


Dia melempar kesadaran nya ke bagian dalam tubuh nya atau bagian dantian nya dan bisa melihat Benang emas laba laba yang sedang mengambang di atas lautan Qi nya.


Benang emas laba laba, perlahan lahan mulai berkurang dan menyatu dengan lautan Qi nya, dia segera bersiap.


Dan benar saja aliran Qi yang sangat memberontak datang ke dalam tubuh nya, dia dengan kewalahan mengatur Qi itu ke dalam dantian nya.


Dia memuntah kan seteguk darah , sebelum kembali melanjut kan aktifitas nya untuk menahan Qi itu.


Karena jika ia tidak menahan nya maka Aliran Qi itu akan kembali keluar dan akan terbuang dengan sia sia.


Di tempat tubuh Zhang Wei berada.


Hu Yin dan yang lain nya merasa panik saat Zhang Wei terbatuk batuk dan memuntahkan darah.


"Pelayan, cepat ambilkan kain basah untuk ku !" perintah Fang Lin pada pelayan yang menunggu di depan pintu.

__ADS_1


"Baik ratu !" kata pelayan dengan cepat.


"Apa kah guru baik baik saja ?" tanya Hu Yin pada Jiu Zhi yang sedang memeriksa kondisi tubuh Zhang Wei.


"Tidak perlu panik, aku tidak melihat sedikit pun kerusakan dalam tubuh nya. Aku hanya merasakan sedikit rasa aneh dari Qi di dalam tubuh nya. " kata Jiu Zhi menenangkan.


"Bagaimana ini ? Bukan kah baru 20 menit ? Bagaimana jika 5 jam, bukan kah Zhang Wei akan semakin menderita ?" tanya Long Nie hampir menangis.


"Tidak ada yang bisa kita lakukan, kita hanya bisa menunggu dengan sabar. " kata Zhu Hong.


Mereka semua hening karena merasa apa yang di katakan oleh Zhu Hong adalah sebuah kebenaran.


30 menit kemudian


Di tempat Zhang Wei dan kakek Qian saat ini, sudah hampir 1 tahun Zhang Wei tinggal di rumah kakek Qian.


Kultivasi nya juga sudah naik ke tingkat 6 ranah bela diri berkat bantuan dari kakek Qian dan hari ini, untuk pertama kali nya ia akan menambah pengetahuan di bidang senjata.


"Apa kau sudah selesai berganti baju ? bukan kah kau sangat lama ? Bahkan jika aku memiliki rekan wanita, aku masih tidak akan menunggu selama ini. " kata kakek Qian kesal.


Bagaimana tidak, kakek Qian di suruh untuk menunggu lebih dari 30 menit ( waktu di dalam dimensi) hanya untuk berganti baju.


"Sudah sudah, kakek sudah bertanya lebih dari 10 kali. " kata nya.


"Cepat sini !! Kita akan berlatih pedang !!" kata kakek Qian kesal setengah mati.


"Tidak boleh marah marah kek, jika kau marah marah maka kau akan cepat tua loh. " kata nya dengan usil.


"Terus kenapa kalau aku cepat tua ?" kata kakek Qian.


"Kau akan berkeriput dan masa hidup mu di dunia akan berkurang kakek. " kata nya sambil tertawa.


"Halah, masa hidup ku ini tidak terbatas kecuali pencipta ku mencabut masa hidup ku, baru aku meninggal. " kata kakek Qian dengan bangga.


"Berarti secara tidak langsung kakek Qian adalah abadi ? Itu sangat menakjubkan !!" kata nya dengan semangat.

__ADS_1


"Tidak juga, meskipun terlihat enak hidup lama bukan berarti semua nya enak. Ada rasa tidak enak juga hidup dalam jangka waktu yang sangat lama, seperti kesepian. " kata kakek Qian sedih.


__ADS_2