
"Ayah." Panggil nya dengan pelan, hati nya merasa sangat terpukul melihat keadaan ayah nya yang saat ini sedang sangat menyedihkan.
"Wei'er ! Apa kah itu benar benar kamu Wei'er ?! Ini bukan mimpi kan ?" Gumam ayah nya dengan semangat sambil mengelus pipi nya.
"Ini aku ayah, maaf kan aku ayah karena baru bisa pulang sekarang. " Ucap nya menangis.
"Ini sebuah keberuntungan ku karena bisa bertemu dengan mu di akhir hidup ku, dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang. " Kata ayah nya dengan lembut.
"Ayah.... Jangan bilang begitu, aku pasti bisa menemukan cara untuk memperpanjang hidup ayah. " Gumam nya sambil menggenggam tangan ayah nya dengan erat.
"Apa kau sudah menemukan keluarga mu ?" tanya ayah nya dengan lemah.
"Tidak perlu menyebut kan mereka lagi, keluarga ku satu satu nya adalah ayah dan kakak. "Ucap nya.
"Apa yang terjadi pada mu ? Apa kau di lukai oleh mereka ?" tanya ayah nya khawatir.
"Tidak, mereka menganggap ku sebagai seseorang yang terlalu berambisi dan haus darah. " Jawab nya jujur.
"Bagai mana mungkin Wei'er ku di anggap sebagai seseorang yang haus darah ?Ayah percaya pada mu kalau kau tidak seperti itu. " kata Ayah nya sambil berusaha untuk memeluk nya.
Dia menangis dengan kencang di pelukan ayah nya.
"Sudah jangan menangis lagi, kau sudah besar. Lihat lah berapa tampan nya diri mu sekarang, nah tolong panggil kan kakak mu. " kata Ayah nya.
"Baik lah ayah , aku akan pergi ke depan memanggil kakak. " Dia keluar dan memanggil kakak nya.
"Ada apa ayah ?" tanya Zhang Luo khawatir.
"Aku senang sudah bisa melihat kalian berdua, Luo' er, maaf kan ayah karena membuat mu harus meninggal kan pekerjaan mu. Lalu untuk mu, Zhang Wei, ayah harap kau bisa melindungi kakak mu dan keluarga Zhang. Ayah sangat menyayangi kalian berdua. " Kata ayah nya.
Lalu genggaman Zhang Yui pada kedua tangan anak nya melemah dan mata nya juga sudah tertutup rapat, nafas nya terhenti.
"Ayah ! ayah !! " Teriak nya histeris.
"Ayah, jangan bercanda ! Adik Wei baru pulang, ayah !" Panggil Zhang Luo sambil mengguncang guncang tubuh Zhang Yui yang sudah tak bernyawa.
"Ayah.....Kau ingin aku melindungi Klan Zhang dan kakak kan ? Aku akan memenuhi itu. "Ucap nya sambil menyeka air mata nya.
Tidak lama guru nya masuk, Yao Xin. Yao Xin masuk sambil membawa mangkuk berisi obat.
"Apa yang terjadi ?" tanya Yao Xin melihat Zhang Luo dan Zhang Wei yang sedang menangis.
"Ayah, ayah sudah pergi senior Yao. " kata Zhang Luo dengan suara serak.
"Qing Yu, Xi Rong, Ling ' er, Yin'er, kalian buat kan pelindung untuk klan Zhang. Aku akan membantu kalian nanti. " Perintah nya.
"Tidak perlu membantu, selama ada aku, Qing Yu maka semua masalah akan terselesaikan. " Kata Qing Yu dengan bangga.
"Bukan nya menambah masalah ya ?" Sindir Xi Rong tidak senang.
__ADS_1
"Huft, kau iri dengan kemampuan ku. " Balas Qing Yu.
"Sudah sudah, ayo kita beri ruang untuk guru dan paman guru. " kata Nangong Ling dengan bijak.
Akhir nya ke 4 wanita itu pergi keluar, tidak ada yang berani mengganggu mereka karena itu adalah orang orang Zhang Wei.
"Wei'er, ayah menitip kan ini pada mu saat kami pergi ke pasar. Lihat lah kalung ini, aku menggunakan satu, satu lagi untuk mu. " kata Zhang Luo mengeluar kan kalung.
Dia langsung menggunakan kalung tersebut.
"Kakak, pergi lah bersama ku. Dengan begitu kau akan aman. Aku juga akan membantu mu meningkat kan kultivasi mu. " Bujuk nya.
"Ehm, sebaik nya begitu. Aku tidak merepotkan mu kan ? Lagi pula alasan ku bertahan di sini adalah ayah, jika tidak mungkin sudah sejak lama aku pergi. " kata Zhang Luo.
"Apa ada yang terjadi di Klan Zhang ?" tanya nya saat melihat ada yang di sembunyi kan oleh Zhang Luo.
"Mereka, Klan Zhang, baru saja berganti ketua. Sejak berganti nya ketua, kami di pindah kan hingga di pojok sini. Aku juga tidak lagi mendapat kan sumber daya karena ketua klan yang baru takut aku akan memberontak. " Kata Zhang Luo dengan marah.
"Tapi untung lah, Senior Yao berniat untuk membantu kami. Senior Yao datang dan merawat ayah setiap hari, tidak ada yang berani menghalangi nya. " Lanjut Zhang Luo.
"Kemana saja Zhang Ming ?" tanya nya.
"Zhang Ming mati sekitar 7 bulan lalu. " Dia memijit kening nya dan merasa bingung.
Terlalu banyak perubahan yang terjadi bahkan dalam waktu yang terbilang sangat singkat.
"Karena ayah menyuruh aku untuk melindungi klan Zhang maka aku tidak akan keberatan. " Dia pergi meninggal kan Klan Zhang yang sudah di pasang pelindung.
"Kakak Luo, apa kau sudah selesai ?" tanya nya.
"Sudah, aku tidak membawa siapa pun. " kata Zhang Luo.
"Baik lah, pegang tangan ku. " Kata nya sambil mengulur kan tangan.
Dia memindah kan mereka berdua ke dalam dimensi. Beda nya kalau Zhang Luo masuk bersama dengan raga nya maka Zhang Wei hanya jiwa.
Saat ini tubuh Zhang Wei terlihat pingsan yang di papah oleh Qing Yu.
"Kita di mana ini ?" tanya Zhang Luo takjub.
"Ini dimensi milik ku, dimensi ini terhubung dengan jiwa ku. Jadi kakak Luo bisa berlatih dengan aman dan tenang di sini. Jangan menyinggung ular ular kecil yang suka berkeliling di sini ya. " Kata nya sebelum meninggal kan Zhang Luo untuk beradaptasi dengan dunia Baru.
Sesampai nya di Provinsi Vermilion, ia tidak ingin membuang banyak waktu lagi dan langsung membawa orang orang terdekat nya.
Zhu Hong dan Long Nie banyak berbicara dengan Yan Yi dan Yin Yi meski pun kedua phoenix itu terlihat masih sedikit takut pada Long Nie.
Kerajaan Vermilion di berikan kepada orang lain dan Fang Lin mengikuti nya untuk pergi. Nama pasukan lotus sudah menyebar ke seluruh penjuru kota.
"Ayo pergi ke dimensi Ilahi milik binatang Ilahi. " Ajak nya.
__ADS_1
Dia pergi, saat melewati pintu antar dimensi, ia melihat bayangan Qian Bei yang sedang tersenyum pada nya.
Ini adalah saat di mana Qian Bei ingin mengantar nya menuju Dimensi Api Qilin.
Dia menghela nafas pelan sebelum menetap kan tujuan nya, dia menjadi menyesal karena pergi tidak langsung membawa keluarga nya.
Tapi tidak ada guna nya mengejar masa lalu. Jadi ia hanya bisa belajar dari kejadian ini.
Sesampai nya di dimensi Ilahi, ini sangat melebihi bayangan nya. Pemandangan yang sangat indah bahkan tampak seperti lukisan hidup.
Semua binatang Ilahi berjalan dalam bentuk manusia nya. Banyak anak anak yang bermain, mereka tampak terbiasa dengan kedatangan nya.
Untuk kali ini tidak ada yang meminta uang pada nya, ada beberapa yang benar benar manusia asli. Itu semua di lihat dari tanda di dahi mereka.
Menurut penjelasan Zhu Hong itu semua bisa di sembunyi kan saat di dimensi lain, tapi ketika kembali ke dimensi Ilahi maka identitas mereka akan terbuka.
"Ayo aku tunjuk kan rumah ku, klan Naga pasti akan sangat senang melihat kepulangan ku. " Ucap Zhu Hong dengan sinis.
"Kau bisa keluar sendiri ?" tanya nya.
"Kau lupa kalau aku yang mengajari mu untuk mengendalikan dimensi ini ?" tanya Zhu Hong bangga.
"Ya ya ya aku ingat, baik lah silakan tunjuk kan jalan nya. " Kata nya mengalah.
Zhu Hong terus berjalan hingga 1 jam dan mereka sudah melihat paviliun besar. Saat orang orang yang berjaga melihat Zhu Hong, mereka sangat senang.
"Hong'er !" Teriak wanita dari dalam paviliun dengan cepat.
"Ibu ! Bagai mana ibu bisa tahu kalau aku sudah pulang ?" Tanya Zhu Hong dengan kesulitan karena di peluk oleh ibu nya terlalu kencang.
"Tentu saja ibu tahu, kau lupa dengan pil yang kau makan saat itu ? Ibu bisa menggunakan nya untuk melihat keadaan mu. Hanya saja ibu dan ayah tidak bisa menerobos tempat kau di kurung oleh Long Liu sialan itu !" Kata Ibu Zhu Hong dengan berang.
"Eh ini siapa Hong'er ? Wajah nya sangat tampan dan sempurna. " Tanya Ibu Zhu Hong yang baru menyadari keberadaan Zhang Wei.
"Aku Zhang Wei teman Zhu Hong. " Jawab nya sambil menunduk kan kepala nya tanda kesopanan.
"Zhang Wei ya ? Seperti nya aku pernah melihat mu, ah kau yang membawa Hong'er keluar kan ?" tanya ibu Zhu Hong dengan antusias.
"iya." Jawab nya ragu ragu.
"Masuk masuk, anggap saja rumah sendiri. " Ajak Ibu Zhu Hong sambil merangkul bahu nya dan meninggal kan Zhu Hong sendirian di depan gerbang.
"Ibu !! sebenar nya yang anak ibu itu aku atau Zhang Wei ?" Teriak Zhu Hong.
"Zhang Wei saja, dia memiliki wajah tampan seperti pria idaman ku. " Jawab Ibu Zhu Hong dengan ketus.
"Jadi aku tidak masuk pria idaman ibu ?" tanya Zhu Hong dengan kalut.
"Tentu saja tidak, memasuki standar saja tidak. Jangan banyak bermimpi !" Balas Ibu Zhu Hong yang membuat nya tertawa terbahak bahak.
__ADS_1