PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
197. Babak Utama II


__ADS_3

"Zhang Wei, bagai mana kalau kita bermain catur ? Yang kalah harus menjawab satu pertanyaan dari yang menang ?" Tantang Qian Bei.


"Baik tidak masalah, aku harap kakek Qian tidak terlalu serius aku baru pertama kali bermain ini. " Ucap nya.


"Tidak apa apa, aku beri kau 3 poin. "


"Baik, kalau begitu aku tidak akan sungkan. " Ia menjalan kan salah satu pion nya.


Dia terlihat santai tanpa ada nya beban, di sisi lain Qian Bei terlihat santai juga seolah olah sudah melihat kemenangan nya.


Dia menyeringai dan mengamati dengan hati hati jalan nya Qian Bei.


'Dia memiliki pertahanan yang kuat tapi tidak terlalu baik dalam menyerang, mari kita lihat , sejauh mana aku bisa bertahan. 'Pikir nya.


1 Jam kemudian, Zhang Wei menjalan kan satu buah nya yang membuat Qian Bei berkeringat dingin.


"Kakek Qian, kenapa kau begitu lama ?" Pancing nya.


"Sialan, kau menjebak ku ! Sudah lah aku kalah. " kata Qian Bei dengan kesal.


"Ha ha ha, kau kalah dengan anak kecil, tapi bisa ku bilang kalau keahlian nya dalam bermain catur harus di acungi jempol. " Kata Qing Yu.


"Baik lah baik lah aku kalah, apa yang ingin kau tanya kan Zhang Wei ?"


"Aku harap senior senior tidak tersinggung dengan pertanyaan ku, tapi kenapa Senior Qing dari tadi terus menatap ku saat aku bermain catur ? Bahkan aku lihat tadi pipi nya memerah dan tersenyum tersenyum sendiri. " Tanya nya dengan polos.


Qian Bei tertawa lantang hingga beberapa pengunjung kedai lain nya menoleh ke arah mereka, sedang kan Qing Yu sedang berusaha untuk menahan malu.


"Kau tahu, dia ini menyukai mu. Kalian berdua pergi lah beli kan minuman untuk ku, dan juga makanan. " Usir Qian Bei.


"Apa ? Tunggu kakek Qian !!" Teriak nya saat tubuh nya di dorong dorong keluar oleh Qian Bei.


Dia berjalan di samping Qing Yu yang sedang menunduk, tinggi Qing Yu hanya lah sepundak nya.


"Apa yang kau pikir kan ? Tidak mungkin kan apa yang di kata kan oleh kakek Qian benar ?" tanya nya dengan cemas.


"Ehm itu..... Itu memang benar ! Aku menyukai mu Zhang Wei ! Tolong jadi kan aku kekasih mu ! " kata Qing Yu dengan mata berbinar binar.


Jantung nya terasa berhenti berdetak untuk sejenak, wajah nya juga menjadi pucat.

__ADS_1


"Apa kau yakin? Apa kau salah minum obat ? Biar aku periksa!"


"Aku benar benar sehat ! Tolong jadi kan aku kekasih mu, bahkan jika kau ingin memiliki kekasih lain nya aku tidak akan melarang !" kata Qing Yu dengan memelas.


"Hah ? Beri kan aku waktu untuk ini, aku belum pernah seperti ini. Paling tidak beri kan aku waktu 1 bulan. Aku mohon. "Jawab nya dengan memelas.


"Baik asal kau jawab pertanyaan ku ini, kira kira berapa persen kau akan menerima ku menjadi kekasih mu ?"tanya Qing Yu dengan penuh harap.


"20 persen kemungkinan dan 80 persen tidak. Aku akan merundingkan nya dengan murid murid ku dulu, kata mu kau sudah bertemu dengan mereka. Selesai pertandingan ini kita langsung ke sana. "


"Halah kau seperti ingin mengadakan rapat saja, cepat terima aku !" Rengek Qing Yu.


Dia menggeleng geleng kan kepala nya.


"Sejujur nya aku masih belum percaya pada mu dan aku ingin bertanya bagai mana pendapat mereka terhadap mu. "


"Tapi, nanti wanita itu juga ingin menjadi kekasih mu !" kata Qing Yu tidak Terima.


Dia mengerut kan dahi nya tapi, saat ingin bertanya ternyata mereka sudah sampai di tempat membeli minuman langganan Qian Bei.


"Selamat datang, ada yang bisa ku bantu ?" tanya pria yang menjaga toko arak itu.


"Aku ingin membeli arak paling baik. "


"Aku ingin -" Dia memotong ucapan Qing Yu.


"Aku ingin semua arak bulan yang ada. " Ucap nya.


"Apa kau yakin tuan ? kami memiliki sekitar 600 guci ?" tanya paman itu dengan ragu ragu.


"Ya, sangat yakin. "Jawab nya sambil tersenyum tipis.


"Apa kau yakin akan membeli sebanyak itu ? Kau seperti nya sangat kaya ? Kau harus mentraktir ku lain kali. " Canda Qing Yu.


"Tidak masalah, bagai mana kalau kita minum arak sepuas nya malam ini, di penginapan ku pemandangan nya sangat indah saat malam hari. " Ajak nya.


"Benar kah ?! Hanya berdua !" Tanya Qing Yu dengan antusias.


"Tidak, dengan Kakek Qian tentu saja. " kata nya yang membuyar kan seluruh imajinasi Qing Yu.

__ADS_1


"Ah, kenapa harus mengajak pria tua itu ?" tanya Qing Yu sambil cemberut.


Saat ia ingin menjawab, paman pemilik toko arak memanggil nya, ia menatap kagum karena di depannya sudah di penuhi oleh ratusan guci arak.


"Ini paman, aku membayar mu 700 kristal roh tingkat rendah. Terima kasih. " ucap nya sambil menyimpan guci guci arak itu ke dalam cincin ruang nya dan hanya menyisakan satu.


Paman pemilik toko arak itu menunduk dan menatap nya dengan penuh hormat, ia hanya tersenyum sebelum berjalan keluar toko.


Qing Yu menarik tangan nya, lalu memeluk tangan nya dengan erat.


"Kau ini sangat kaku, apa kau tidak pernah memiliki kekasih ?" tanya Qing Yu.


"Tidak, aku ingin fokus dengan kultivasi ku. " Jawab nya dengan canggung.


"Benar kah ?! Bahkan dengan wajah tampan mu ?" tanya Qing Yu tidak percaya.


Ia hanya mengangguk dan Qing Yu menatap nya seolah olah ia memberi sebuah kejutan besar.


Sesampai nya di kedai, dia melihat kalau Qian Bei sudah menunggu kedatangan mereka.


Qing Yu langsung duduk menempel di sebelah Qian Bei dan berbisik bisik.


"Apa kau berhasil menarik perhatian nya ?" bisik Qian Bei penasaran.


"tidak, dia bilang ingin mendiskusi kan ini dulu dengan murid nya. " kata Qing Yu dengan kesal.


"Apa kau yakin ? Itu mirip dengan pemilihan raja atau pemilihan menteri yang memerlukan rapat terlebih dahulu. " Kata Qian Bei.


Sedang kan Zhang Wei yang baru selesai membuka segel yang ada di arak nya menatap mereka berdua dengan aneh.


"Kalian membicarakan ku ya ?" tanya nya.


"Tidak, kami hanya berbicara sedikit. Mana arak nya cepat bagi aku ?!" Kata Qian Bei mengalihkan topik pembicaraan.


Karena ia merasa paling muda di antara mereka bertiga, ia berdiri dan menuang kan arak di gelas Qian Bei dan Qing Yu, setelah itu baru lah ia menuang ke gelas milik nya sendiri.


"Bersulang !" Kata Qian Bei.


Duk

__ADS_1


Mereka menabrak kan gelas mereka sebelum minum , dalam satu tegukan arak itu pun habis. Ia kembali menuang kan arak Bulan ke gelas mereka.


Di tempat Wang Xi Rong,


__ADS_2