
Happ
Dia menangkap kaki pemilik toko sebelah nya itu yang berniat menendang ibu yang sudah tidak berdaya.
"Bukan kah tidak baik menggunakan kaki untuk menindas orang lain ? Karena setau ku, Dewa memberi kan kaki untuk berjalan bukan untuk menindas orang lain. " kata nya mendorong pemilik toko itu. Dia pun menatap ibu yang sudah pingsan.
"Aku pemilik toko dan aku memiliki kekuatan. Bukan kah aku memiliki hak untuk menyiksa atau pun membunuh pengemis ini ? Bahkan jika kau ingin, orang orang tidak akan peduli dengan pengemis ini. Dia ingin meminta makanan dari ku, aku yang sedang makan menjadi tidak selera makan lagi, dia harus tanggung jawab untuk di jadi kan pelampiasan kemarahan ku. " kata pemilik toko itu dengan arogan.
"Jadi sebaik nya kau tidak ikut campur nona, atau jangan jangan kau ingin memuas kan aku di ranjang nona ? Kau memiliki wajah yang bagus aku menyukai nya. " Pria itu tersenyum mesum dan air liur menetes dari ujung bibir nya.
Pria itu berusaha menyentuh pipi nya dan saat tangan pria itu hampir menyentuh pipi nya, hal yang mengejut kan pun terjadi.
Krek
Pria itu mengerang kesakitan dan langsung terduduk di lantai.
"Maaf kan aku tapi aku menghancurkan tangan kaki dan kultivasi mu. Jadi orang jangan semena mena, mempunyai kekuatan bukan berarti bisa menindas orang lain. Aku yakin Dewa akan setuju dengan ku untuk menghilang kan kotoran seperti mu dari muka bumi ini. " kata nya sambil menggendong ibu yang sudah pingsan sejak tadi.
Sesampai nya di rumah ia langsung meminta salah satu pengurus kebun untuk mengambil air dan makanan ringan.
Ia membawa ibu ini ke dalam kamar nya dan membaring kan nya.
Tok tok.
"Nona, ini adalah pesanan anda."
"ya bibi Mei, taruh saja di atas meja kecil. Silakan keluar. " kata nya tanpa menoleh lalu menatap ibu itu dengan tatapan malas.
"Dewi Patience, sampai kapan kau akan terus membuat drama seperti ini. Kau bisa saja menghancurkan orang itu tanpa menyenggol sedikit pun. Aku yakin kau tidak akan membiarkan orang itu menendang mu, hanya saja tidak ada salah nya bukan menjadi pahlawan. " kata nya bercanda.
"Kau mengetahui aku ? Aku kira kau tidak sadar. Sungguh baik sekali, aku merasa tersanjung akan hal itu. " kata Ibu itu langsung berubah menjadi wanita muda dengan rambut pirang.
__ADS_1
"Dewi Patience, kau adalah dewi yang baru saja di angkat 300 tahun yang lalu. Sehingga masih tidak terlalu aman untuk mu datang ke dunia manusia tanpa perlindungan. " kata nya dengan cemas.
"Tidak perlu cemas cukup percaya pada ku, aku tahu envy dan sloth sedang berada di dunia manusia. Jadi aku datang ke sini untuk menambah kesabaran manusia tapi ternyata aku justru mendapat perlakuan seperti itu. Benar kata mu kalau kau tidak datang maka aku tidak akan membiarkan nya hidup lebih lama lagi. "kata Dewi Patience.
"Oh ya, di mana teman mu yang satu lagi ? " tanya Patience dengan penasaran.
"pergi, ia baru pergi beberapa jam yang lalu. Dia berniat untuk menghentikan perang darah sehingga aku di tinggal kan di sini untuk menjaga hewan ternak nya. Dewi Patience, meski pun aku tidak benar benar menolong mu , tapi tolong bantu aku. " kata nya dengan memohon.
"Bantuan ? Tolong apa ?" tanya Dewi Patience sambil nengerut kan dahi.
"Bantu aku mencari kan seseorang yang sabar untuk menanam dan sebagai nyaa aku membutuh kan paling tidak 10 orang lagi. " kata nya.
"Ah itu adalah hal mudah. Aku akan pergi untuk mencari orang orang seperti itu, tunggu aku. " kata Dewi Patience dengan santai meloncat lewat jendela.
"Kata nya Dewi kesabaran tapi nyata nya ia bahkan tidak sabar untuk menuruni tangga dan memilih untuk lewat jalan pintas. " gerutu nya.
Tidak lama kemudian, dia menatap 1 wanita yang sangat di kenal nya. Itu tidak lain adalah salah satu Iblis dosa besar, Envy.
"Dia datang kemari, ia pasti akan mencari Patience. Aku akan segera membawa Patience lari. " kata nya.
"Apa ada yang salah dengan rumah ku ?!" Bentak nya dengan tidak sabaran.
Karena ia tidak boleh bertanya dengan ramah atau pun sabar atau Envy akan menyadari kalau patience pernah datang kemari.
"Ah, tidak. Apa tadi ada yang datang kemari ?" tanya Envy dengan cara yang aneh.
"Ada." kata nya dengan aneh juga.
"Tunjuk kan pada ku ! " kata Envy berusaha untuk menyihir nya.
Ia berpura pura terkena sihir Envy dan berjalan menuju kandang ayam nya. Ia mengambil salah satu ayam nya.
__ADS_1
"Ini adalah yang ku maksud. Dia baru saja datang, dan menurut ku ia adalah istri atau siapa nya ayam cokelat itu." jelas nya.
"Huh !! Dasar tidak berguna, aku akan pergi !" Bentak Envy dengan kesal.
Dia menyeringai dingin dan menatap ke arah Seorang pria yang sedang tertidur di dekat kandang ayam nya.
"Tuan, silakan pergi. Aku hanya menerima hewan bukan mahkluk lain nya. " kata Xi Rong.
"eungh, di mana kakak ku ?" tanya Sloth dengan malas.
"Oh yang tadi itu kakak anda ? Dia sudah pergi, jadi sebaik nya kau mengikuti nya. " kata nya dengan agresif dan arogan.
"Ya ya ya , aku yakin kau adalah pengikut kakak pertama di lihat dari cara mu yang arogan. Salam kenal dari ku Sloth, mungkin kita bisa berteman. Aku pergi dulu. " kata Sloth meninggal kan nya dan terbang dengan mata yang terpejam.
' Apa nya yang pengikut kalian ??! kalau aku sudah kuat maka sudah ku pasti kan untuk membuat kalian tertidur !!' Teriak nya dalam hati karena tidak terima.
"Nona, di mana adik adik ku yang lain ?!" Bentak seorang pria dengan marah.
Dia menoleh dengan terkejut melihat pria di belakang nya dan merutuki nasib nya yang sangat sangat sial.
Bukti nya ia bertemu dengan iblis kemarahan Wrath.
"Kenapa kau marah marah dengan ku ?! Kalian yang memasuki daerah ku !! Adik adik mu memasuki daerah ku !! Adik adik mu pergi ke sana !!" Balas nya dengan marah dan arogan.
"Kali ini aku akan melepas kan mu ! Lihat saja !!" kata Wrath dengan marah dan mengikuti tunjuk kan jari nya.
Dia berteriak memanggil Qian Bei dan kakek tua itu langsung keluar dengan wajah santai.
"Ada apa sayang ku ?" tanya Qian Bei.
"Bukan saat nya untuk bermain !! Dewi Patience, dia di kejar oleh Envy, Wrath, dan Sloth !" Bentak nya.
__ADS_1
"Tenang, ia sudah membuat rencana. Dia pergi bersama Chastity,Diligence dan aku akan segera pergi ke sana. Aku yakin kau bisa menjaga diri karena bukti nya kau bisa lepas dari cengkraman ke 3 iblis mengerikan itu. " Kata Qian Bei sambil mengedip kan mata kanan nya.
Bonus : 2 / 2