
Dia menahan nafas saat mendengar penjelasan yang menurut nya sangat tidak masuk akal bagi nya.
Dia masih merasa kalau ini bukan lah hal yang nyata, mulai dari bertemu dewa. Kultivasi nya yang meningkat jauh, dan yang lain nya.
"Kakek, apakah ini benar benar nyata atau hanya mimpi ku selama ini ?" tanya nya dengan pelan.
"Ini tidak dapat di katakan sebagai nyata tapi bukan juga mimpi. Ini benar benar nyata untuk perkembangan mu tapi tidak berdampak sama sekali dengan tubuh mu. "
"Untuk mendapat kelenturan yang sama seperti kau berlatih saat ini, kau masih harus sedikit berusaha saat kembali ke dalam tubuh mu. " kata kakek Qian.
"Berarti ini semua akan tersimpan di dalam fikiran ku ? Apa kah aku bisa menemui kakek lagi nanti ?" tanya nya dengan sedih.
"Ini semua akan tersimpan di dalam otak mu, kau tidak akan pernah melupakan ini. Kau bisa menemuiku jika kau sudah kuat, kita akan bertemu dengan bentuk yang nyata. "kata kakek Qian sambil tertawa.
"Kakek, kau bilang ingin mengajari ku berlatih teknik serangan mental ?" tanya nya berupaya untuk mengalihkan topik pembicaraan.
Ia tidak ingin menjadi sedih mengingat waktu yang berjalan dengan cepat, ia berjanji akan berusaha untuk menghentikan waktu meskipun itu mustahil.
"Tidak ada yang mustahil, bahkan jika kau ingin menghentikan waktu, mengeringkan samudera, meratakan gunung, semua nya tidak yang mustahil. Selama kau memiliki kekuatan yang cukup maka kau akan bisa melakukan nya, jadi kesimpulan nya hanya ada satu yaitu, jadi lah yang terkuat. " kata kakek Qian memberi nasehat.
"Aku yakin tidak akan melupakan kata kata kakek Qian, aku juga akan terus berlatih dengan sangat keras kakek !" kata nya dengan semangat.
10 tahun berikut nya
"Kau sudah akan pulang, jadi aku akan memberikan mu sedikit hadiah untuk mu. " kata kakek Qian.
Dia menghela nafas berat, kekuatan nya saat ini telah berada di tingkat 2 ranah bumi yang arti nya ia bisa melawa tingkat 3 ranah bumi.
Lagi lagi ia merasa waktu berjalan sangat cepat, dan tanpa terasa sekarang adalah waktu nya untuk dia berpisah dengan kakek Qian.
Dia telah berhasil mempelajari Pedang Angin Barat sampai ke tahap 5 dan akan membutuhkan waktu yang lama untuk naik ke tahap selanjut nya.
Dia sudah berhasil menumbuhkan kekuatan mental nya dan sudah mencapai tingkat 3 prajurit, dia sudah bisa membuat orang untuk merasakan serangan ringan.
"Ambil ini, ini akan berguna untuk masa depan mu. " kata kakek Qian.
Dia mengernyitkan dahi nya saat melihat kristal berwarna ungu tua yang berukuran kecil, lebih kecil dari satu koin perak.
Kristal ungu tua itu memancarkan aura yang tidak biasa, dia sendiri bingung dengan kegunaan dari kristal itu.
__ADS_1
"Itu adalah Kristal roh tingkat rendah, itu adalah mata uang di dimensi menengah dan atas. Ada juga beberapa dimensi rendah yang menggunakan itu sebagai mata uang. Kristal roh tingkat rendah ini berjumlah 100.000 jadi gunakan dengan baik. "
"10.000 kristal roh tingkat rendah sama dengan 1 kristal roh tingkat menengah dan 10.000 kristal roh menengah sama dengan 1 kristal roh tingkat tinggi. Nanti semakin kau kuat, akan ada yang lebih tinggi dari kristal roh tingkat tinggi. "
"Ini juga bisa di gunakan sebagai alat kultivasi karena mengandung Qi yang lumayan tebal, tapi tidak banyak yang menggunakan nya kecuali terpaksa. Karena kristal roh tingkat rendah mengandung Qi yang tidak terlalu tebal, sehingga orang orang lebih memilih untuk membeli sumber daya menggunakan kristal roh tingkat rendah itu. " jelas kakek Qian.
"Di sini ada buah Persik Singa Abadi, aku memberi mu 2 buah dan ini sisa dari Benang Laba Laba Emas yang tersisa 9 helai. "
"Terima kasih banyak kakek, aku akan berusaha untuk memenuhi apa pun yang kakek butuhkan di masa mendatang. " janji nya.
"Hm, maka dari itu kau harus menjaga hidup mu dengan baik atau kalau tidak jika kau mati maka kau tidak bisa membalas ku. " kata kakek Qian.
"Tentu saja, mulai sekarang aku memiliki alasan tambahan untuk menjaga hidup ku dengan baik dan menjadi tambah kuat selain untuk orang tua dan teman teman ku. " kata nya.
"Hm, bagus sekali. Pulang lah, aku lupa mengatakan pada teman teman mu. Mereka pasti sangat khawatir dengan mu. " kata Kakek Qian.
"Kakek Qian, aku tidak akan melupakan mu. Tunggu aku menjadi kuat, aku pasti akan membantu mu untuk keluar dari dimensi ini. " kata nya dengan penuh tekad.
Dia memajukan tubuh nya dan memeluk kakek Qian dengan sedih, dia merasa sangat kehilangan saya ingin berpisah dengan kakek Qian.
Bagi nya kakek Qian adalah seorang keluarga bagi nya, dia sudah menganggap kakek Qian sebagai kakek nya sendiri.
"Jangan menangis! Kau sudah besar, apa kau tidak malu pada dunia, kalau ternyata seorang calon penguasa dunia menangis hanya karena ingin berpisah. " kata Kakek Qian berusaha menghibur.
"Masuk lah ke pintu itu, buktikan kalau kau bisa meskipun aku tidak membantu mu lagi !" kata kakek Qian sambil mendorong nya ke arah pintu yang di tunjuk kan oleh kakek Qian.
Dia merasa seperti berada di tengah angin topan dan ia bahkan tidak dapat melawan, ia pasrah saat tubuh nya di putar putar.
Dia terkejut saat kabut di sekitar nya mulai menipis dan menunjuk kan kalau ia akan jatuh ke dalam jurang.
Ia berusaha terbang dengan Qi nya, tapi sia sia saja karena Qi bahkan tidak keluar sedikit pun dari tubuh nya.
Dia memejamkan mata pasrah hingga akhir nya ia merasa di tatap oleh seseorang, dia berusaha membuka mata nya dan ia terkejut karena melihat orang yang sangat di kenal nya.
Itu tidak lain tidak bukan adalah Hu Yin yang sedang tertidur dengan air mata di tangan nya, dia menggerakkan tangan nya mengelus kepala Hu Yin.
Hu Yin yang merasakan pergerakan langsung terbangun dan menatap nya dengan berbagai macam perasaan.
Perasaan tidak percaya, gugup, senang, dan berbagai macam perasaan lain nya. Hu Yin tanpa ragu ragu langsung memeluk tubuh nya yang masih agak kaku.
__ADS_1
"Guru !!" Teriakan Hu Yin membuat semua binatang ilahi yang awal nya tertidur langsung bangun.
"Hm, Ada apa Hu Yin ?" Tanya Long Nie setengah mengantuk.
"Guru, sudah sadar !" Teriak Hu Yin semangat.
Sedang kan dia hanya tersenyum tipis melihat semangat yang ada di dalam diri Hu Yin.
"Apa Zhang Wei sudah sadar ?" tanya Tian Li langsung membuka mata nya.
"Maaf membuat kalian semua khawatir !" kata nya sambil berusaha untuk duduk.
Semua orang langsung memeluk nya dengan sangat erat, dia mengelus punggung mereka satu persatu.
"Aku tidak bisa bernafas. "
"Ya, apa kau baik baik saja ?"
"Tentu saja, lihat." kata nya.
"Aku baik baik saja kalian tidak perlu khawatir. " kata nya menenangkan.
"Siapa kakek tua yang membawa mu itu ?" tanya Zhu Hong penasaran.
"Dia.... Aku tidak bisa menceritakan nya kepada kalian tentang dia. Tapi yang pasti ia adalah orang yang sangat baik dan berjasa dalam hidup ku. " kata nya dengan penuh syukur.
"Sudah lah, kau pasti lapar. Ayo makan dulu, aku akan memberikan mu 10 porsi !" kata Fang Lin.
"He he kau sungguh tahu, aku sudah sangat lapar sekali. " kata nya.
Dia berdiri dan mengikuti Fang Lin meninggal kan binatang ilahi yang lain ingin bertanya kepada nya. Bukan nya ia tidak ingin menjawab pertanyaan mereka semua, tetapi kakek Qian telah berpesan untuk tidak memberitahu apa pun pada teman teman nya.
Meski pun ia tidak mengetahui apa kegunaan nya tapi ia tetap menuruti keinginan kakek Qian. Dia menatap makanan dengan mata yang berbinar.
Setelah ini ia memutuskan untuk membantu Hu Yin meningkat kan kultivasi dengan kekuatan mental nya, ia bisa membantu perkembangan kultivasi Hu Yin sampai puncak penempaan Qi.
Setelah itu ia akan memberikan beberapa sumber daya lain nya untuk perkembangan Hu Yin, dengan begitu ia bisa latihan tertutup dengan tenang.
Dia masih harus berlatih untuk membiasakan kekuatan dan tubuh nya sebelum menghadapi Kekaisaran Wei.
__ADS_1
Ia berniat untuk menakluk kan Kekaisaran Wei menjadi milik nya dan dengan begitu, ia akan tenang dengan kondisi keluarga nya saat ia naik ke dimensi menengah nanti nya.
Jika sebelum nya ia sangat panik memikir kan bagaimana cara nya untuk menghadapi Kekaisaran Wei, sekarang ia tidak memiliki beban lagi. Kakek Qian juga menceritakan sedikit tentang orang tua nya, bagaimana ia mencari nya nanti.