
"Ah tentu saja, pasti sangat kesepian jika kakek di sini sendirian bertahun tahun. " kata nya.
"Bukan bertahun tahun tapi ratusan bahkan ribuan tahun, karena di sini waktu berjalan jauh lebih cepat di banding kan dengan waktu di dunia nyata." kata kakek Qian.
"Berarti dunia ini bukan lah dunia yang nyata ? Ini adalah dunia buatan ? Buatan siapa ?" tanya nya.
"Aku kira begitu, karena membuat dimensi yang jauh lebih lambat atau jauh lebih cepat dari dunia nyata bukan lah hal yang mudah, kami para dewa dewi hanya beberapa di antara kami yang bisa membuat nya dan itu akan membutuhkan puluhan ribu tahun. " kata kakek Qian.
"Dimensi ini sendiri bukan lah buatan ku, aku sendiri tidak mengetahui nya. Hanya saja saat aku menemukan dimensi ini, dimensi ini memberikan ikatan di jiwa ku sehingga aku terpaksa untuk tinggal di dimensi ini. Awal nya aku merasa sangat putus asa, tapi perlahan lahan aku mulai terbiasa dan menganggap ini sebagai keberuntungan tersendiri. Aku dengan bertahap menjelajah dimensi ini dan aku akhir nya mengerti bagaimana cara untuk keluar dari dimensi ini. " lanjut kakek Qian.
"Apa kah dimensi ini sangat luas ? Bukan hanya di tempat ini saja ?"
"Hm , dimensi ini sangat luas bahkan 10 kali lebih luas dari pada dimensi 3 provinsi mu itu. Ini baru perkiraan ku, jadi belum pasti apakah dimensi ini jauh lebih besar dari perkiraan ku atau tepat dengan perkiraan ku. " kata kakek Qian.
"Kakek, kau bilang kan kalau tubuh tertinggal dan hanya jiwa yang masuk sini, di mana tubuh asli mu ?" tanya nya.
" Ha ha ha, tentu saja ini adalah tubuh asli ku. Aku tidak mengatakan kalau yang boleh memasuki dimensi ini hanyalah jiwa. Sudah lah ayo mulai berlatih pedang. " kata kakek Qian.
Mereka sampai di lapangan yang berbeda dengan tempat ia latihan mengangkat batu.
"Keluar kan semua jurus mu ke batu itu, aku akan melihat nya. "
"Tinju Naga Api !! Tangan Logam Terbakar !! Naga Menghancurkan Bumi !!" Dia langsung mengeluarkan 3 jurus nya sekaligus.
Setelah itu ia langsung melihat ke arah batu yang menunjuk kan angka 3 dan dia langsung menghadap ke arah kakek Qian.
"Kenapa melihat ku ? Ayo keluarkan lagi jurus mu yang berbeda dengan yang tadi. "
"Kakek, aku tidak memiliki jurus yang lain. Aku hanya ada tiga jurus itu. "kata nya dengan bingung.
"Hanya ada tiga jurus sampah itu ?! Sungguh menyedihkan !! Itu semua hanya lah jurus yang tidak dapat di sebut kan. Itu bahkan tidak masuk ke dalam jurus tingkat bumi !!" kata kakek Qian frustasi.
"Tingkat bumi ? Bukan kah itu kultivasi di atas tingkat ranah bela diri ?" tanya nya bingung.
"Huh, tingkat bumi memiliki banyak macam. Yang aku bicarakan ini adalah tingkatan seni bela diri tingkat bumi. Seni bela diri di bagi menjadi tingkat bumi, langit dan surga. Untuk sementara aku hanya dapat memberi tahu mu tingkatan ini."
__ADS_1
"Tingkatan bumi di bagi menjadi tingkat perunggu, perak, dan emas, tergantung dengan kualitas Seni bela diri itu. Semua itu di bagi menjadi tiga sama seperti tingkat bumi dan tentang kultivasi itu sudah beda lagi. Aku akan menjelaskan nya nanti saja ya. Sekarang aku akan memberikan mu satu Seni bela diri tingkat emas bumi untuk kau latih. Tunggu sebentar, aku akan mencari Seni bela diri yang cocok untuk mu. " kata kakek Qian.
"Benarkah ?! Terima kasih kakek !" kata nya semangat.
"Diam dan perhatikan gerakan ku dengan baik, seni bela diri yang akan ku ajar kan ini bernama Pedang Angin Barat. Aku akan mulai mempraktik kan bagian pertama. " kata kakek Qian.
Dia mengangguk kan kepala nya dan menatap kakek Qian yang telah mengambil pedang tipis untuk mengajari nya.
Kakek Qian memajukan kaki bagian kanan nya dan mengayunkan pedang nya dari kanan ke kiri lalu memutar tubuh nya.
"Perhatikan dengan baik, kaki mu tidak boleh menekuk seperti ini melainkan harus lurus dan dengan ini kau angkat kaki satu lagi dan tendang ke arah depan lalu putar kaki mu, ayunkan pedang mu mengikuti putaran dari kaki mu. " kata kakek Qian.
...----------------...
Tanpa di sadari waktu berjalan dengan cepat entah di dunia nyata maupun dimensi tempat Zhang Wei dan kakek Qian tinggal.
Sudah 5 tahun berjalan di dalam dimensi dan Zhang Wei sudah berhasil memahami tahap 1 & 2 Pedang Angin Barat.
Pedang Angin Barat, memiliki 13 tahapan dan Zhang Wei saat ini sedang berusaha memahami tahapan ke 3.
Dia baru saja berlatih mengangkat batu dan berlatih menggunakan pedang , sekarang adalah waktu bagi kakek Qian untuk menjelaskan tingkatan kultivasi.
Dia sudah merasa sangat betah di dunia ini dengan menemani kakek Qian, kultivasi nya juga telah berkembang hingga tingkat 7 ranah bela diri dan hampir tingkat 8.
Dengan latihan sedikit lagi maka ia yakin kalau ia sudah pasti akan menembus ke tingkat 8 ranah bela diri.
"Duduk lah di sini, aku akan menjelaskan semua nya pada mu. " kata kakek Qian.
Dia menuruti itu dan duduk berhadapan dengan kakek Qian, menurut nya mendengar cerita dari kakek Qian adalah kegiatan favorit nya.
Karena semua yang di katakan oleh Kakek Qian, akan membantu pertumbuhan kultivasi nya di masa depan.
"Saat dulu, hanya ada satu dewa. Dewa itu sangat sangat kuat dan karena itu, ia dipuja puja oleh berbagai orang. Melihat bagaiman orang menyembahnya, ia membagikan berbagai Seni bela diri dan senjata. Hingga ada orang yang bertanya, bagaimana memberikan tingkatan pada kultivasi, senjata, dan lain nya. Dewa itu bingung sebelum menyamakan semua nama nama yang akan di berikan. "
"Kultivasi yang akan di tempuh oleh mu bernama Ranah Bumi, memiliki masing masing 9 tingkatan. Jika kau sudah mencapai ranah bumi maka kekuatan mu akan naik drastis dari tingkat 9 ranah bela diri. Ranah bumi adalah ranah yang jauh berbeda dengan ranah bela diri, di mana kau harus melakukan latihan tertutup selama 7 hari dan tanpa makan apa pun. Lalu nanti kau akan bisa menemukan pintu atau sebuah sinar, kau hanya perlu masuk ke dalam pintu atau cahaya itu. Nanti kau akan di beri kan test oleh kami para dewa. " kata kakek Qian.
__ADS_1
"Apa semua orang memiliki proses naik tingkat yang sangat sulit seperti itu ?" tanya nya bingung.
"Tidak, jika itu orang lain maka mereka akan naik, ya naik tingkat saja. Tapi karena itu adalah kau maka kami para dewa memberi mu sedikit ujian, Jika kau berhasil maka kau akan memiliki kekuatan setingkat dengan tingkat 2 ranah bumi di kekuatan tingkat 1 ranah bumi. Jadi tenang saja, kau tidak akan rugi sedikit pun. " kata kakek Qian.
"Aku jadi curiga kalau latihan itu akan sangat sulit hingga di beri hadiah seperti itu, karena tidak ada yang gratis di dunia ini seperti kata mu kakek. " kata nya.
"Huh, itu untuk manusia biasa bodoh !! Aku jadi tidak yakin dengan diri ku sendiri karena memuji mu pintar 3 hari lalu. " kata kakek Qian kesal.
Di tempat tubuh Zhang Wei berada
Ternyata, kakek Qian lupa untuk memberi tahu kan nya pada teman teman Zhang Wei kalau Zhang Wei menambah waktu latihan nya.
"Bagaimana ini kakak kakak ? Apa kah tidak ada cara untuk mencari orang tua itu ? Orang yang menculik guru ?" tanya Hu Yin khawatir.
"Hentikan itu Hu Yin, kau sudah bertanya lebih dari 10 kali dalam waktu 1 menit sekali. " kata Jiu Zhi sambil mendengus.
Saat ini Jiu Zhi juga sedang berfikir tapi Hu Yin terus terusan bertanya hal yang sama, ini membuat nya sangat kesal.
"Bagaimana aku tidak khawatir jika guru sedang dalam bahaya ?! Apa kah kalian tidak khawatir dengan guru ?!!" kata Hu Yin menangis.
"Hentikan tangisan mu Hu Yin, percuma jika kau terus terusan bertanya hal yang tidak penting. Saat ini tidak ada dari kita yang menolong Zhang Wei bahkan ketika aku sudah bertanya pada ayah ku. " kata Tian Li.
Hu Yin hanya diam dan tidak menanggapi lagi melainkan hanya duduk di sebelah tubuh Zhang Wei dan menangis dalam diam.
Di tempat Zhang Wei dan Kakek Qian
"Oh ya, aku bisa melihat kalau murid mu memiliki bakat yang lumayan baik. Meskipun di atas rata rata tapi tidak dapat di golongkan sebagai bakat yang benar benar baik atau bagus. Tapi aku rasa untuk di tempat tinggal mu maka bakat nya akan sangat baik. Apa aku benar ?" tanya Kakek Qian.
"Hm, kalau Hu yin rata rata berarti aku juga rata rata ?" tanya nya karena menurut nya bakat nya dengan bakat Hu yin tidak beda jauh.
"Huh, bakat mu tidak memiliki tandingan kecuali 3 orang selain diri mu. Selain itu tidak ada yang pantas di sebut kan sebagai bakat yang luar biasa bagi ku. " kata kakek Qian.
" 3 orang ? siapa itu ?" tanya nya penasaran.
"Nanti kau akan tahu siapa mereka, jadi tetap berlatih dan jangan malas. Kalau tidak kau akan tertinggal dari mereka apa lagi laki laki itu. Tapi tenang, kalian berempat memiliki bakat yang luar biasa dan memiliki berbagai kelebihan. Hanya saja aku merasa kalah kelebihan milik mu agak tidak berguna, tapi kakak kakak ku tetap bersikeras untuk memberikan ini pada mu. Padahal yang lain memiliki kelebihan yang jauh lebih indah, tapi tenang saja karena bakat mu sedikit di atas mereka semua sebagai ganti nya. Jadi manfaatkan dengan baik bakat mu Zhang Wei !!" kata kakek Qian sambil tersenyum dengan misterius.
__ADS_1