
"Iya, aku baru saja sembuh dan aku sudah mendapat musuh baru lagi. " canda nya.
Saat mendengar nama Zhang Wei, udara sekitar lapangan langsung menurun drastis hingga semua orang menggigil.
Sudah banyak orang yang telah mendengar nama Zhang Wei karena hebat nya dia, bakat nya, keberanian nya, dan yang terakhir kekuatan nya yang mampu melawan bencana yang akan menyerang Provinsi Phoenix.
"Zhang... Zhang Wei ?!!" kata Zhang Lou gugup.
"Tidak mungkin !! Ketua klan jangan bohong !! Dia pasti bukan Zhang Wei !!" teriak Zhang Luo marah.
Zhang Wei yang tampak tidak senang dengan teriakan Zhang Luo langsung melempar gumpalan kertas dan melempar nya ke arah mulut Zhang Luo.
Zhang Luo yang baru saja ingin berteriak lagi langsung tersedak saat mulut nya di tutupi sebuah kertas yang sangat kotor oleh tanah.
"Puih... puih !" Zhang Luo dengan cepat mengeluarkan kertas kotor itu dari mulut nya.
Wajah Zhang Luo tampak memerah karena di tertawai oleh semua orang yang menonton diri nya.
Meski pun tidak menunjuk kan terang terangan, tidak sedikit orang yang menutup mulut nya atau menahan tawa nya sambil menatap Zhang Luo.
Di lapangan yang sekarang sangat sunyi itu, hanya terdengar tawa lantang seorang pria muda yang tidak lain adalah Zhang Wei.
Zhang Wei tidak memiliki keraguan untuk tertawa di depan wajah Zhang Lou. Melihat nya tertawa dengan puas, Zhang Ming ikut menertawakan Zhang Lou.
"Kau sekarang sudah tahu aku siapa kan ? Ayo kita lanjut kan pertarungan tadi. " kata nya sambil menyeringai.
Zhang Lou tampak sangat segan, Zhang Lou tampak ingin kabur dari lapangan sambil menahan malu.
Namun tentu saja bukan Zhang Wei kalau tidak mempermalukan musuh nya. Dia menarik kerah baju bagian belakang milik Zhang Lou lalu membanting nya ke tanah.
Dia berjongkok di samping Zhang Lou lalu berkata,
"Kau tidak pantas menjadi Tetua Tertinggi. Anak mu melakukan hal hal yang tidak pantas namun kau menutup mulut semua orang dengan jabatan mu ? Aku ingin melihat bagai mana reaksi orang orang itu saat melihat kalau jabatan mu telah berubah menjadi pelayan dari tetua tertinggi. " kata nya dengan dingin.
"Jangan !! Jangan tuan muda aku mohon !!" kata Zhang Lou segera bersujud di hadapan nya.
Dia mengangkat dagu Zhang Lou dan menatap nya dengan sangat serius, lalu berbisik.
"Apa kau tahu berapa banyak orang yang sudah pernah memohon seperti mu ? jika jawaban mu benar maka aku akan mengampuni nyawa mu. " bisik nya pelan.
.
"2.000 orang tuan !!" kata Zhang Lou dengan sangat yakin.
Dia tertawa kecil, sedangkan Zhang Lou yang melihat Zhang Wei tertawa langsung ikut tertawa karena berfikir kalau jawaban nya benar.
"Kalau begitu aku boleh pulang kan tuan ?" tanya Zhang Lou senang.
__ADS_1
"Tunggu ! Apa kau fikir jawaban murahan mu itu benar ? Kau ingin tahu berapa jumlah nya yang benar ?" tanya nya.
"Ak.. aku ingin tahu tuan !" kata Zhang Lou gugup.
"Jawaban yang benar adalah ada 678.906 orang yang memohon seperti itu dan jika di tambah dengan diri mu maka akan menjadi 678.907 orang. Apa kau tahu bagai mana nasib semua orang yang telah memohon kepada ku ?" bisik nya.
"Ba.. bagai mana nasib semua orang itu tuan ?"
"Semua nya mati tanpa terkecuali. Semua nya mati dengan keadaan yang mengenaskan. " bisik nya dingin.
"Apa ?!! Tuan tolong jangan bunuh aku !! Aku adalah salah satu orang yang mengembangkan Klan Zhang, aku tahu kau pasti tahu itu. " kata Zhang Lou mengungkit ungkit tentang pengorbanan nya pada klan Zhang.
"Ya terus, bukan kah itu memang pekerjaan mu ? kalau kau tidak di gaji baru kau bisa mengatakan itu. Tapi masalah nya kau adalah salah satu pengeluaran sekte terbesar setiap bulan nya dan kau berani berani nya mengungkit ungkit itu !!" kata nya dengan nada yang meninggi.
"B... bukan begitu tuan !!" seru Zhang Lou membela diri.
"Ya terus bagai mana ? Sebagai hukuman atas perbuatan anak mu, kalian berdua harus ikuti aku." Dia berfikir mungkin saja Jiu Zhi lapar karena sudah terlalu banyak bertarung.
"Ketua klan, mulai sekarang aku ingin dia bukan lah tetua tertinggi lagi. " perintah nya.
"Tentu saja, aku baru tahu tentang perbuatan nya kemarin sore. Aku tidak sengaja mendengar kumpulan pelayan yang menangis dan bercerita. Aku sendiri tidak dapat percaya dengan itu, jadi aku menyuruh anak buah ku untuk mencari tahu kebenaran nya. " kata Zhang Ming.
"Mulai sejak saat ini, Zhang Lou bukan lah tetua tertinggi klan Zhang lagi dan Zhang Liu tidak akan mendapat sumber daya apa pun dari klan lagi !" Kata Zhang Ming dengan lantang.
Ucapan nya membawa kejutan yang lumayan besar bagi klan Zhang. Tapi meskipun begitu mereka sudah bisa memperkirakan itu.
Dia berjalan menuju kamar baru Jiu Zhi dan mengetuk pintu nya dengan pelan.
"Masuk." kata Jiu Zhi dari dalam dengan datar.
"Jiu Zhi !!" Teriak nya semangat dan memeluk Jiu Zhi.
Jiu Zhi yang tidak siap langsung jatuh ke belakang bersamaan.
"Sialan !! Apa kau tidak memiliki cara yang lebih baik ?!! " Teriak Jiu Zhi kesal.
"He he, aku membawa makanan untuk mu. " Lalu dia menarik Zhang Lou dan anak nya untuk masuk.
"Siapa mereka ?" Tanya Jiu Zhi mengernyitkan dahi nya.
"Ehm, yang ini adalah mantan tetua tertinggi klan Zhang dan yang seperti **** ini adalah anak nya. " jelas nya.
"Oh ? Mantan tetua tertinggi ? Kau sangat baik saudara Wei, kau sungguh tahu kalau aku sedang sangat lapar. " kata Jiu Zhi sambil menggosokkan tangan nya dengan antusias.
"Tolong, jangan makan kami !!" Mohon Zhang Lou.
"Selamat Tinggal saudara Jiu, aku akan pergi untuk memberi mu waktu untuk menikmati makanan mu. Aku akan berada di kamar Tian Li nanti. " kata nya sambil tersenyum, lalu menutup pintu kamar Jiu Zhi.
__ADS_1
Karena tidak ingin membuat keributan, Zhang Wei membuat kan satu segel kedap suara. Sehingga jeritan Zhang Lou dan anak nya tidak menarik perhatian orang orang.
Dia berjalan dan menemukan pelayan yang tadi ia bantu.
"Ehm, boleh aku tanya. Di mana kamar Tian Li ?"Tanya nya.
"Eh maaf tuan muda Zhang tadi tidak mengenali mu. Aku bisa mengantar tuan muda Zhang ke kamar Tuan Tian Li. " kata pelayan itu dengan sangat sopan.
"Tidak perlu begitu sopan. Aku tidak suka, dengan begitu akan membuat pembicaraan menjadi sangat kaku. " kata nya memberi tahu.
"Ah ya, baik baik. Mari aku tunjuk kan jalan nya Tuan Muda Zhang. " kata pelayan itu dengan pipi yang memerah,
Dia mengikuti pelayan itu sambil bersenandung kecil dan tidak butuh waktu lama, mereka akhir nya sampai di Kamar Tian Li.
Dia langsung membuka pintu dengan semangat.
"Tian Li !!" teriak nya.
"Zhang Wei !!" Teriak Tian Li juga.
Mereka langsung berpelukan , lalu saling menabrakkan bahu mereka dengan keras dan tertawa.
"Apa kau sudah sembuh semua nya ?" Tanya nya khawatir.
"Tidak apa apa, aku sudah sembuh paling tidak 80 persen. Aku dengar dari Yao Xin, kalau yang paling parah adalah Li Xiu. Dia sampai saat ini baru memulihkan 20 persen. Meskipun begitu kata Yao Xin, wanita itu masih memaksakan diri untuk memasak dan mengantar nya ke tempat mu. " kata Tian Li dengan gaya yang sangat berlebihan.
"Baru 20 persen !! Kalau begitu ayo kita lihat ke sana !!" Tarik nya.
"Tunggu !! Aku bahkan belum menggunakan atasan ku !!" Teriak Tian Li juga.
Setelah menunggu Tian Li yang tinggal menggunakan atasan saja sangat lama, membuat nya sangat bosan.
"Apa kau sudah selesai ?" tanya nya yang ke 10 kali.
"Sedikit lagi pasti selesai. " kata Tian Li.
"Sialan !! Sudah 10 kali aku menanyakan ini !! Dan kau menjawab hal yang sama !!" teriak nya marah.
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...BONUS : 1/2...
__ADS_1
...JANGAN LUPA BUAT LIKE, COMMENT, SHARE DAN VOTE CERITA PEDANG JIWA NAGA YA !!...