
Dia melepas alas kaki Xi Rong dan menempel kan bibir nya di gigitan ular tersebut, sebelum menghisap racun yang terdapat di dalam tubuh Xi Rong.
Lagi pula tidak ada pilihan lain, racun sudah menyebar ke dalam tubuh Xi Rong sejak 1 jam yang lalu.
Hanya saja karena pil buatan nya yang sebelum nya, membuat racun tidak bereaksi dengan parah. Dia menghisap racun itu dan langsung membuang nya ke tanah.
Puihh
"Huh, racun nya tidak enak. Juga tidak ada guna nya untuk ku, berbeda jauh dengan rasa dari racun Jiu Zhi. " Kata nya sambil mengumpat karena rasa racun yang sangat pahit.
Tapi itu tidak menghentikan niat nya untuk kembali menghisap racun yang tersisa. Dia terus mengulangi beberapa kali, hingga ia yakin racun hanya tersisa sedikit.
"Nah dengan jumlah racun yang tersisa, aku bisa dengan mudah melenyap kan nya. Xi Rong ini, kultivasi nya di atas ku, tapi bukan hanya kultivasi yang di atas ku melain kan kebodohan nya juga berada di atas ku. Ular Rumput Beracun ini, aku bahkan sudah mendengar nya saat berada di dimensi bawah saat Tu Long menceritakan nya. " kata nya sambil menggeleng geleng kan kepala nya.
Dia mengambil sejumput bubuk bunga Bai He dan menabur kan nya di atas luka bekas gigitan ular milik Xi Rong.
Saat bubuk bunga Bai He kena di luka Xi Rong, Xi Rong langsung meringis kesakitan untuk beberapa saat sebelum kembali pingsan.
Dia mengambil perban panjang dan melilit kaki Xi Rong yang terluka, dia kembali mengeluar kan kuali obat nya dan menghela nafas.
"Baru kali ini, aku membuat berbagai macam obat yang sama sekali baru untuk ku berkali kali dalam satu hari. " kata nya dengan lelah.
"Bunga Bai He..... 8 gram...... Bunga Yangganju..... 5 gram..... Bunga Xun Yi Cao...... 23 gram..... Ginseng Giok Merah....... 10 gram dan satu inti monster tingkat menengah. "gumam nya memikir kan bahan apa yang cocok untuk obat obatan nya.
"Seperti nya bunga Bai He di tambah menjadi 15 gram supaya menghilang kan rasa pahit yang di timbul kan oleh perpaduan bunga Xun Yi Cao dengan Ginseng Giok Merah. " kata nya lalu memasuk kan seluruh bahan nya ke dalam kuali obat.
1 jam kemudian, dia mengelap keringat nya yang berjatuhan lalu membuka kuali obat nya, kali ini ia tidak berharap banyak.
Karena ia tidak sengaja ketiduran sebentar yang membuat api nya hampir menghangus kan seluruh pil buatan nya.
Bushhh
Asap hitam menyerbu wajah nya saat ia membuka tutupan kuali obat nya.
"Sialan !! Wajah ku yang tampan menjadi kotor. " umpat nya saat merasa kan wajah nya di penuhi dengan asap dan bau gosong.
"Huh untung lah masih ada 3 pil yang berada di tingkat keberhasilan 87 persen yang lain nya bahkan tidak layak untuk di konsumsi oleh hewan." gumam nya dan menghancur kan pil pil yang gagal .
Dia memberi kan salah satu pil yang berhasil ke dalam mulut Xi Rong dan sekitar 5 menit tubuh Xi Rong mengeluar kan cairan cairan hitam atau racun.
"Aku tidak tahu kalau ternyata aku begitu jenius dalam meracik obat. " puji nya.
__ADS_1
"Zhang... Wei... Minum. " kata Xi Rong dengan lemah.
Dia segera mengambil kan air minum untuk Xi Rong, dan membantu Xi Rong untuk meminum air.
"Bagaimana perasaan mu ? Apa kah menjadi lebih baik ?" tanya nya.
"Huftt Ada apa dengan wajah mu itu ?" Xi Rong tidak menjawab melain kan menertawai nya.
Dia cemberut dan mengambil kain putih untuk membersihkan wajah nya yang tertutup oleh asap hitam.
"Sekarang wajah ku sudah bersih, kembali lagi ke pertanyaan ku tadi. " kata nya dengan datar.
"Baik, aku baik baik saja. Ngomong ngomong, kemana para monster tingkat tinggi itu ? Aku merasa kepala ku sangat pusing dan Qi ku seperti di sedot oleh sesuatu. " Kata Xi Rong merasa aneh.
Pletakk
"Dasar bodoh ! Aku sekarang tidak percaya kalau kau berasal dari dimensi tingkat tinggi ! Kau bahkan tidak berasa saat di gigit oleh Ular Rumput Beracun !" kata nya sambil menjitak kepala Xi Rong.
"Aduhh ! Ular Rumput Beracun ? Sebelum nya memang aku merasa sedikit sakit di pergelangan kaki ku, tapi saat aku lihat sekilas aku tidak melihat apa pun, lalu setelah itu para monster mulai menyerang ku. Jadi aku tidak memperhatikan itu lagi. " kata Xi Rong.
"Aku juga awal nya tidak sadar, sebelum nya ada 3 pria yang berniat melakukan hal tercela pada mu, jadi aku menyelesaikan merek dulu. Saat aku selesai, aku melihat mu ingin di terkam oleh monster jadi aku menolong mu dan kau pingsan. Aku mendeteksi ada racun di dalam tubuh mu, dan aku pikir 3 pria itu yang melakukan nya. Aku membuat kan pil untuk mu supaya racun nya di hilang kan tapi kau tidak kunjung sadar. Aku pun meneliti tubuh mu dan tersadar dengan bekas gigitan ular di kaki mu, karena sudah lebih dari 3 jam aku tidak memiliki cara lain untuk mengeluar kan nya. " kata nya tidak melanjut kan lagi.
"Kau menggunakan cara apa ?" tanya Xi Rong polos.
"Apa kau baik baik saja ?! Racun milik ular rumput beracun lumayan berbahaya !!" kata Xi Rong khawatir.
"Aku pikir kau akan marah karena menyentuh kaki mu tanpa izin, tapi soal racun kau tidak perlu khawatir. Aku sudah pernah memakan racun yang lebih berbahaya dari ini, dan rasa racun miliki ular ini sungguh tidak enak. " kata nya dengan kesal membayang kan rasa pahit dari racun itu.
"Aku tentu saja tidak marah, jika kau tidak membantu ku maka aku sudah pasti akan kesulitan. Hah, dari dulu kelemahan ku selalu sama yaitu, ceroboh dan tidak teliti. " kata Xi Rong sambil menghela nafas.
"Bagaimana kalau kita bermalam di sini saja, aku akan memasak untuk mu. Kau pasti masih belum pulih sepenuh nya. "kata nya dengan tenang dah berdiri untuk mencari kayu bakar.
"Apa kau bisa memasak ?Biar aku bantu !!" kata Xi Rong.
"Tidak perlu, biar aku saja sudah cukup. " kata nya dengan nada yang tidak ingin di bantah.
Dia mengumpul kan beberapa batang kayu bakar lalu menghidupkan api dengan mudah, ia mengambil 1 tubuh monster rendah.
"Astaga, aku lupa membawa pisau kesayangan ku. Aku meninggal kan nya di dapur istana. " kata nya menepuk jidat.
"Kau gunakan saja pedang mu untuk memotong. " kata Xi Rong memberi saran.
__ADS_1
"Baik." kata nya dan mengambil Pedang Api Phoenix untuk memotong tubuh monster menjadi 2 bagian.
Kalau menurut pengalaman Tu Long, tubuh monster memiliki racun sehingga harus di masak dengan benar.
Suhu api juga harus jauh lebih panas dan lebih lama di banding kan tubuh hewan biasa, harus menggunakan bunga atau apa pun untuk menutupi bau amis milik tubuh monster.
Setelah mengubah tubuh monster menjadi 2 potong daging besar, ia melumuri daging dengan bubuk bunga Yangganju.
Bunga Yangganju memiliki wangi yang ciri khas dan memiliki manfaat pengobatan yang baik. Setelah melumuri hingga penuh , ia mengambil satu wadah yang berisi cairan kental berwarna oranye dari dalam cincin ruang nya.
Itu tidak lain adalah madu, madu membuat dagind menjadi lebih manis dan tentu nya lebih enak. Xi Rong hanya duduk manis di belakang nya dan mengamati nya.
Saat ini ia sudah selesai memberikan racikan pada daging dan sudah saat nya untuk membakar nya. Dia membesar kan api hingga menutupi seluruh daging.
Bahkan Xi Rong mundur karena tidak nyaman dengan suhu panas yang ia berikan, sedang kan dia merasa biasa saja.
Dia memutar mutar daging dengan tulang yang di pegang nya , api mengenai tangan nya tapi tidak ada luka sedikit pun di tangan nya,
"Apa kau tidak apa apa ? Cepat kecil kan api nya !! Api itu bisa mengenai mu !!" kata Xi Rong panik.
"Tidak apa apa, karena pada dasar nya api ini menyatu dengan ku jadi bahkan kalau aku masuk ke dalam kobaran api ini, api ini masih tidak akan melukai ku sedikit pun. " kata nya dengan santai.
1 jam kemudian, wangi harum menyebar dan perut Xi Rong pun sudah berbunyi sejak beberapa menit lalu.
Dia mengecil kan api perlahan lahan hingga akhir nya memadam kan api nya, daging tampak sangat menggoda dengan warna yang masih hitam tapi bagian dalam nya masih ke merah merahan.
"Apa ini sudah matang ?" tanya Xi Rong menunjuk bagian dalam daging yang masih merah.
"Hm, itu sudah masak. Ini adalah saat yang pas karena jika lebih lama di masak lagi maka daging monster akan kehilangan manfaat dan daging menjadi lebih keras. Ini adalah saat puncak kenikmatan dari daging tersebut. " kata nya dengan santai dan langsung mengigit daging yang masih panas.
Xi Rong yang melihat itu mengikuti nya dan mata Xi Rong membulat.
"Eumh ini sangat enak !! Kau ingin yang lebih banyak !!" Teriak Xi Rong.
"Tenang, makan lah dulu aku akan memasak lagi sebentar lagi. " kata nya sambil menunjuk satu wadah atau lebih tepat nya ember yang di penuhi dengan daging yang sudah di lumuri dengan racikan nya.
"Qi nya masih sangat murni, dan ini adalah olahan daging monster yang paling enak seumur hidup ku. Aku saat berada di dimensi tinggi, belum pernah memakan daging monster seenak ini. " kata Xi Rong sambil memejam kan mata.
"Tentu saja, bagaimana mungkin kau bisa menyandingkan ku dengan para manusia biasa?"kata nya mengikuti kata kata kakek Qian.
"Sekarang kau sudah semakin mirip dengan kakek tua itu. " kata Xi Rong sambil cemberut.
__ADS_1
Bonus : 1 / 2