PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
78. Pertemuan Kembali


__ADS_3

"Kakak Bai dan Kakak Zhi !!" teriak Zhang Wei psambil berlari menuju mereka berdua.


"Apakah ini benar benar diri mu adik Wei?? " Long Zhi yang sedang mengetes bakat milik salah satu peserta langsung berlari menghampiri nya dan Chu Bai hanya Terpaku di tempat nya.


"Tentu saja ini aku !! Aku sangat merindukan kalian !!" Kata Nya memeluk Long Zhi.


Chu Bai yang baru tersadar pun jalan menghampiri mereka berdua dan memeluk Mereka Berdua dengan erat.


"Adik Wei , kami sangat merindukan mu !!" Kata Chu Bai telat.


"Ha ha ha aku juga merindu kan kalian, apa kah kalian baik baik saja ?" Tanya Nya dengan khawatir.


"Kami baik baik saja, Sebaik nya kau menghampiri guru dulu. Dia sangat merindukan mu, kau tahu itu. " Kata Long Zhi menggoda nya.


"He he Tentu saja guru merindukan ku. Kalau begitu aku pergi dulu. Tian Li ayo masuk. "Pamit nya pada kedua senior nya.


Zhang Wei berjalan masuk mengajak Tian Li dan meninggal kan kedua kakak seperguruan nya tersebut.


Dia melihat banyak sekali bangunan yang ia rindu kan. Dia ingin sekali menunjuk kan pada orang tua nya.


Kalau dia bisa berkembang lebih baik dari pada kakak angkat nya meski pun tanpa di bantu oleh mereka.


Dia akhir nya sampai di depan kediaman Guru nya, Bai Yi Ren. Zhang Wei meninggal kan Tian Li di depan sesuai dengan keinginan Tian Li.


Saat melihat Zhang Wei telah menghilang Tian Li pun menghilang dari sana dan ternyata melesat dengan sangat cepat di udara.


Tidak banyak yang bisa melihat nya karena kecepatan nya. Akhir nya setelah berlari sebentar, Tian Li bisa melihat ayah nya sedang mengobrol dengan Binatang Mimpi Buruk.


Saat ini Tian Long Dan Li Yong sedang duduk di bawah pohon dalam wujud manusia mereka. Tian Li berubah menjadi pemuda yang cukup tampan dan berlutut di hadapan ke dua pria di hadapan nya tersebut.


"Salam Ayah dan Paman Li. "Kata Tian Li dengan sopan.


"Ya, duduk lah di sini Li'er. Bagai mana menurut mu sikap yang dimiliki nya ?" Tanya Tian Long.


"Ehmm dia sangat baik, aku tidak merasakan niat buruk sedikit pun dari nya. Lagi pula, senior Zhu dan Long yang lebih pandai membaca niat orang memutus kan untuk mengikuti nya. Itu berarti dia memiliki hati yang sangat tulus pada sesama nya. " Jelas nya.


"Kau benar. Tian Li, jadi apa kah kau ingin mengikuti nya atau tidak ?" Tanya Tian Long sambil mengelus pelan rambut anak nya.


"Ayah mengizinkan nya ?!! Tentu saja aku mau, dia selalu baik pada ku. " Kata Nya dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Aku merasa kalau dia akan bertumbuh dengan sangat baik, Dia akan mengendalikan semua nya. " Gumam Li Yong.


"Aku ingin menyangkal hal yang kau kata kan, tapi aku merasakan hal yang sama dengan mu. " Kata Tian Long.


"Sebaik nya kau pergi ke tempat nya, sebelum dia menyadari kepergian mu. " Kata Li Yong mengingat kan.


"Baik lah, paman dan ayah. Aku akan pergi terlebih dahulu. " Pamit nya dan mengubah wujud nya kembali menjadi singa.


Dia pun berlari dengan sangat cepat menuju Sekte Pedang Putih dan hanya butuh 4 menit untuk nya.


Di tempat Zhang Wei berada dia menyusuri kediaman milik guru nya dengan pelan hingga mencapai ruangan tempat guru nya bekerja.


Tok tok


Dia mengetuk pintu dengan perlahan lahan dan membuka pintu nya.


"Guru, aku datang !!" Teriak nya setelah melihat guru nya yang cantik sedang memeriksa berkas berkas penting.


"Zhang Wei ?!! " Bai Yi Ren langsung berdiri menghampiri nya dan memeluk nya.


"Guru, aku sangat merindukan mu !!" kata nya semangat.


"Sama saja, guru juga merindukan mu. Sebentar lagi senior Yao akan datang, dia pasti akan sangat senang melihat mu. " kata Bai Yi Ren semangat.


"Baik guru. " Dia duduk dengan santai dan mengambil gelas.


Dia menuang kan teh untuk nya dan untuk guru nya. Lalu Zhang Wei pun meminum teh tersebut.


"Huh, segar sekali !!" Gumam Zhang Wei semangat.


Sudah lama, ia tidak minum teh dan belakangan ini hanya meminum air putih biasa. Sekitar menunggu sepuluh menit.


Akhir nya guru nya pun datang di lihat dari pintu yang terbuka.


"Zhang Wei !!" Teriak Bai Luo Yi dan Bai Tian Chen bersamaan.


Mereka berdua memeluk Zhang Wei dengan erat tanpa memberi kan ruang sedikit pun.


"Kami sangat merindukan mu, Wei'er !!"

__ADS_1


"Hehe sama saja, aku juga merindukan kalian. Selamat untuk paman Luo Yi yang telah melangkah ke tingkat 1 Ranah Jiwa . " kata Nya.


Bai Luo Yi pun menggaruk kepala nya dengan malu lalu berkata.


"Ini tidak layak di sebut kan, Kalau mengingat kau duluan yang mencapai nya." kata Bai Luo Yi.


"Zhang Wei, Berapa tingkat kultivasi mu sekarang ?" Tanya Bai Tian Chen.


"Ehmm tingkat 8 Ranah Jiwa. " Jawab nya malu malu.


3 saudara Bai tersebut langsung terdiam dan merenung membayang kan betapa mengerikan nya Zhang Wei nanti.


Mereka sangat senang dan tidak lama Yao Xin pun datang memasuki ruangan.


"Ada apa Yi Ren ? kenapa kau menyuruh ku untuk cepat cepat ?" tanya Yao Xin bingung.


"Lama tidak bertemu guru, aku sangat merindukan mu. " Kata Zhang Wei yang entah bagaimana telah berada di balik punggung Yao Xin.


Yao Xin langsung membalik kan tubuh nya dan mata nya melotot karena kaget.


Dia merentang kan tangan nya lebar lebar dan Yao Xin pun langsung maju dan memeluk diri nya dengan erat.


3 jam kemudian.


Pertemuan kembali mereka berjalan dengan lancar, berita kembali nya Zhang Wei juga telah menyebar dengan luas.


Zhang Wei di suruh untuk tidur di kamar nya yang dulu. Di tempat kediaman Bai Yi Ren dan Yao Xin juga memutus kan untuk menginap di sekte pedang putih.


Selama 3 jam, Zhang Wei mencerita kan semua yang terjadi dan menyuruh mereka untuk tidak takut dengan Fang Lin yang akan datang besok.


Zhang Wei menjatuh kan tubuh nya di kasur kesayangan yang sangat ia rindu kan selama perjalanan nya.


Besok setelah Fang Lin datang ia akan membahas tentang bisnis obat yang akan di buka nya, di Provinsi Vermilion.


Setelah membahas itu lalu dia akan pergi ke klan Zhang dan akan memikir kan kegiatan selanjut nya nanti.


Dengan Qi nya, Dia mengubah langit langit kamar nya menjadi tampak berbintang dan terdapat bulan yang sangat terang, dia tersenyum tipis melihat bulan itu.


Entah karena apa, dia dari dulu yang menyukai bulan. Apalagi jika bulan purnama, karena itu adalah hari dimana bulan akan bulat sempurna dan menunjuk kan kecantikan yang dimiliki nya.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa buat like, comment dan share. Kalau like sudah mencapai 10 k maka akan up 2 chapter, Terima kasih.


__ADS_2