
Setelah mereka duduk di tanah dengan kelelahan, ternyata tantangan sebenar nya masih belum tampak sebelum akhir nya seorang wanita keluar.
Wanita itu berdiri dengan luka di sekujur tubuh nya dan berjalan keluar dari formasi raksasa milik nya, dia segera berdiri bersama dengan yang lain.
Wanita itu berjalan dengan tatapan dingin nya, di ikuti oleh sepuluh orang lain nya berjalan keluar dari dalam formasi raksasa.
"Siapa kalian ?!" Tanya wanita itu dengan nada datar.
"Tunggu sebentar ! Apa kau seorang Binatang Ilahi ?!" Tanya nya terkejut ketika melihat wajah wanita ini.
"Bagai mana kau tahu tentang itu ?" Tanya wanita itu sedikit terkejut.
"Apa kah kau berasal dari ras harimau putih ?" Tanya nya lagi.
"Ya, kata kan pada ku bagai mana kau bisa tahu itu semua ?" Tanya wanita itu.
"Kau pasti adalah teman Zhu Hong dan lain nya. " Ucap nya.
"Kau kenal dengan mereka ? Bagai mana keadaan mereka ? Apa kah baik baik saja ? Bagai mana dengan alam Ilahi ?" Tanya wanita itu tanpa emosi sedikit pun dalam kata kata nya.
"Mereka baik baik saja, hanya saja, Klan mu sudah di bunuh seluruh nya. Mereka kalah dalam perang bersama dengan Klan Long. " Ucap nya.
"Oh ? Mereka kalah ? Sudah aku bilang pada ayah ku bahwa ikut dengan Klan Long bukan lah pilihan baik, aku tidak menyangka kalau hari seperti ini akan tiba. " Ucap Jiao Yun.
Seorang putri dari Klan Harimau Putih, Klan Jiao yang merupakan sahabat Zhu Hong, Long Nie dan Jiu Zhi.
"Kau tidak sedih atas kehancuran mereka ?" Tanya nya terkejut.
__ADS_1
"Sejak aku menjadi ketua Sekte Lembah Hantu Kematian, aku menyadari sesuatu, takdir tidak dapat di lawan dan setiap keputusan selalu ada konsekuensi yang harus di bayar. Kehancuran mereka...... adalah konsekuensi dari tindakan buruk mereka. Tidak ada yang perlu di sesali dari hal itu, lagi pula mereka sudah hidup terlalu lama dan membuat banyak kejahatan. " Ucap Jiao Yun tanpa perasaan.
"Apa kau tahu kalau Jiu Zhi menyukai mu ?!" Tanya nya.
"Tahu, tapi aku bisa apa ? Di masa lalu aku terlalu lemah untuk memperjuangkan rasa cinta ku dengan nya, sampai akhir nya aku sadar kalau hanya dengan memiliki kekuatan aku baru bisa memiliki kendali penuh atas diri ku sendiri. Tapi, konsekuensi dari aku mendapat kan kekuatan ini adalah aku harus memusnah kan seluruh perasaan fana dan hidup seperti hantu gentayangan yang membuat kekacauan di mana mana. " Kata Jiao Yun.
"Aku............. sudah melakukan yang terbaik untuk membuat Lembah Hantu Kematian tidak menganggu banyak orang, kami hanya keluar jika ada mayat segar. Jika di masa lalu, maka kami akan keluar untuk menangkap orang hidup. " Kata Jiao Yun.
"Meski pun kita saling kenal, aku tidak akan sungkan. "Ucap Jiao Yun sambil mengangkat selendang nya.
"Aku juga tidak akan sungkan. " Ucapnya sambil menyeringai, meski pun dia tampak ceroboh.
Tapi sebenar nya dia sangat hati hati, Jiao Yun ini sangat berbahaya dan memiliki aura mendominasi yang hampir sama dengan diri nya.
Dia mengangkat pedang nya dan menyerang nya, lalu pedang nya bertabrakan dengan selendang milik Jiao Yun. Wanita itu tampak tenang melihat pedang nya yang bersiap untuk membelah selendang nya.
Tidak menyangka kalau ketika kedua senjata itu bertabrakan, suara yang di hasil kan sebagai dentingan besi. Dia menarik pedang nya dan mendarat di tanah.
"Pedang ku juga bukan sesuatu yang dapat di remeh kan !" Ucap nya, dia meringankan tubuh nya.
Mereka berdua bertarung di atas udara dengan sangat sengit. Dia menghindari belitan selendang milik Jiao Yun dan tampak menendang udara sebelum meloncat untuk menghindari serangan itu.
Selendang Jiao Yun tidak kalah dari sebuah cambuk, atau bahkan lebih mengerikan. Sementara Selendang Jiao Yun yang tampak nya memiliki kesadaran sendiri terus mengejar nya, dia menghindar dan mendekati Jiao Yun.
Dia mengaktifkan garis darah nya untuk menambah kekuatan nya. Selendang itu benar benar masalah besar untuk nya, itu bagai kan ular terbang yang terus mengejar mangsa nya dengan gigih.
Benar benar mengerikan, tapi dia tidak mau kalah dia akhir nya menemukan kesempatan untuk bentrokan langsung dengan Jiao Yun.
__ADS_1
Dia memukul wanita itu ketika wanita itu tidak siap. Wanita itu tampak terkejut dan kehilangan keseimbangan sebelum jatuh ke tanah dan memuntah kan darah.
Sedang kan dia yang menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Jiao Yun, tidak dapat menghindari selendang Jiao Yun lagi dan di pukul dari belakang juga.
Dia jatuh ke tanah dalam posisi setengah berlutut dan memuntah kan banyak darah. Zhang Wei masih sanggup untuk berdiri hanya mengandalkan pedang nya.
"Zhang Wei, apa kau tidak apa apa ?" Tanya Xi Rong dengan khawatir.
"Tidak apa apa." Ucap nya berbohong.
"Kau cukup hebat anak muda, kemampuan mu sangat tinggi untuk seumuran mu, tapi sayang nya kau masih tidak layak untuk bertanding dengan ku. " Kata Jiao Yun sambil menyeka darah yang menetes.
"Aku tidak layak untuk mu ? Aku ingin menunjuk kan kalau yang kau kata kan adalah kesalahan besar !" Raung nya, dia menggunakan ilmu meringankan tubuh nya untuk terbang menuju Jiao Yun.
"Jangan memaksa kan keberuntungan untuk kedua kali nya, kau bisa melukai ku tadi karena aku sedang tidak siap. " Kata Jiao Yun memperingatkan dengan dingin.
"Itu salah mu sendiri, kenapa kau tidak siap di tengah pertandingan ? Apa kah kau sudah yakin akan menang ? Kau meremehkan lawan mu ? Prinsip peperangan hanya satu, yaitu jangan remeh kan lawan mu. Jika kau bahkan tidak bisa menerapkan prinsip ini, maka jangan harap untuk menang !" Ucap nya, dia menghunus kan pedang nya ke arah Jiao Yun dengan sekuat tenaga.
"Zhang Wei ! Hati hati !" Teriak Xi Rong dengan khawatir.
Meski pun dia tidak melihat ekspresi Xi Rong, dia bisa merasa kan kekhawatiran mendalam dari suara wanita itu. Senyum tipis terbentuk di wajah nya.
"Sayang sekali untuk membunuh seseorang yang berbakat seperti mu, tapi sayang nya kau tidak mengetahui batas mu sendiri ! Maka aku akan memberi tahu mu apa itu batas !" Kata Jiao Yun.
Selendang merah itu seketika berubah menjadi pedang panjang, mereka beradu pedang di langit. Suara detingan pedang kedua nya sangat nyaring dan meninggal kan ketakutan pada yang mendengar nya.
Ini pasti merupakan pertarungan paling baik dan paling sengit dalam waktu 100 tahun belakangan ini. Dari bawah, tidak ada yang bisa melihat siapa yang lebih unggul atau siapa yang di tekan.
__ADS_1
Kedua nya bergerak sangat cepat, secepat angin membuat yang lain hanya bisa berharap yang terbaik untuk Zhang Wei.
Pertarungan mereka berdua tampak seperti gumpalan asap yang di isi dengan suara dentingan kedua pedang yang terus beradu, seolah olah tidak pernah merasa kan lelah.