
"Pertama tama , masuk kan bubuk bunga Jia Zhu Tao ke dalam mangkuk lalu beri kan 3 tetes darah monster." Perintah nya.
"Kalian langsung mengaduk nya, jangan biar kan ada yang menggumpal sedikit pun. Jika ada yang menggumpal maka, itu dapat di anggap kegagalan. " Ucap nya.
Semua orang mengikuti perintah nya dan untung lah, tidak ada yang gagal.
"Kalian masuk kan Bubuk bunga Tie Shan dan campurkan inti monster. Leleh kan menggunakan Qi kalian, setelah itu baru lah kalian kembali mencampur kan 3 tetes darah monster. " Lanjut nya.
"Aduk terus hingga racun menjadi lebih cair, nanti akan ku perintah kan untuk menambah bahan. Apa kalian mengerti ?" tanya nya dengan tegas.
"Mengerti !" Jawab mereka dengan serempak.
Ia terus mengaduk hingga hampir 10 menit, dia memerintah kan untuk menambah bubuk bunga Jia Zhu Tao lagi.
"Lihat lah, warna nya sekarang sudah ungu muda. Hanya perlu mengaduk nya sampai menjadi putih bening . " Ucapan nya kali ini di sambut oleh helaan nafas Hu Yin yang sudah mulai lelah mengaduk racun ini.
12 Jam kemudian, akhir nya mereka selesai membuat racun merepot kan ini lalu menyegel nya agar tidak masuk air.
Bau dari racun ini saja sudah cukup untuk membuat Hu Yin dan Nangong Ling merasa pusing. Sedang kan ia dan yang lain nya masih tahan karena kultivasi mereka yang tinggi.
"Hei, ular ke 1 !" Panggil nya pada ular yang sedang lewat.
"Ada apa ?" tanya ular ke 1.
"Bagaimana menurut mu tentang racun yang ku buat ini ?" tanya nya.
"Hm lumayan, jika di biar kan lebih lama tanpa terkena air maka mungkin hasil nya menjadi 2 kali lipat lebih baik di banding kan saat ini. Zhang Wei, bagi aku ya ? Aku menyukai nya. " kata Ular ke 1 dengan tatapan lapar.
"Ya ya ya, kalian tenang saja. Aku sudah menyiapkan porsi untuk makanan kalian. Oh ya, apa kah kalian tidak bisa berubah menjadi manusia ?" tanya nya.
"Bisa sih... " kata ular ke 1 dengan ragu ragu.
"Terus kenapa tidak berubah menjadi manusia dan membantu ku ?! " kata nya dengan kesal.
"Justru karena itu lah kami tidak ingin memberi tahu mu. " kata ular ke 1 sambil tertawa.
"Kalian !" Dia berteriak murka.
Saat ular ke 1 melihat itu, ular itu langsung ingin berlari dari kemurkaan Zhang Wei.
"Hap ! Mau lari kemana kau ? Kau lupa kalau dimensi ini milik ku ? Ayo kerja untuk dapat kan makanan mu. " Ucap nya dengan wajah cemberut.
"Huft baik lah, aku akan memanggil saudara saudara ku yang lain dulu. Tenang aku tidak akan kabur. " kata ular ke 1.
Ular ke 1 pergi dan tak lama pulang dengan saudara saudara nya.
"Kalian harus membantu ku bekerja. " Perintah nya.
Akhir nya waktu berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa kalau sudah 13 hari berlalu , Zhang Wei sudah menyelesaikan untuk membuat pil penawar yang bertahan lebih dari 18 jam.
Sudah saat nya untuk membawa penempa senjata untuk mulai membuat senjata, ia keluar dari dimensi nya dan menemukan surat di bawah pintu nya.
'Zhang Wei, ayah mendapat kan kabar kalau Kekaisaran Qiu mendapat kan bantuan 10 ribu pasukan lagi dari Kerajaan kerajaan. " Dia hanya menghela nafas pelan melihat berita ini.
Dia mencengkram meja nya dengan kuat.
"Aku harus membunuh lebih banyak, jarum harus nya lebih muda untuk di buat di banding kan anak panah. "Zhang Wei langsung pergi ke pasar dan melihat kalau pengrajin besi yang kemarin sudah siap.
Beberapa orang, sekitar 10 orang di belakang nya membawa peralatan serta beberapa bongkah besi besar.
"Ingat, jika kalian di dimensi sudah 12 bulan, maka kalian sama dengan 12 hari di dunia nyata. " Ucap nya lagi.
"Tuan tenang saja, aku sudah memberi tahu ini kepada mereka dan mereka sudah setuju. " kata pengrajin besi yang kemarin.
"Bagus lah kalau begitu, masalah makanan aku yang akan menyediakan. Di tambah lagi, kalian juga tidak perlu terlalu terburu buru sampai tidak tidur. " Ucapan nya di sambut dengan senyuman dari para pengrajin besi.
Ia bukan nya tidak tahu kalau pengrajin besi sering kali di paksa bekerja hingga mati kelelahan. Dan ia tidak ingin itu terjadi, ia ingin membuat bisnis ini saling menguntungkan satu sama lain.
Zhang Wei membantu para pengrajin besi untuk membuat jarum yang tajam dan halus.
"Sebaik nya setiap tangan memiliki 20 jarum untuk wanita sedang kan yang laki laki memiliki 2 pisau masing masing di kanan dan kiri. Untuk tetua dan aku, buat lah yang ada pisau dan jarum. " kata Zhang Wei.
Racun yang ia buat ternyata tidak hanya bisa membuat kulit melepuh tapi, bau nya bisa membuat orang jatuh pingsan.
__ADS_1
Dia bahkan sudah mencicipi racun itu kemarin dan rasa nya benar benar hangat di lidah nya. Baru kali ini ia menemukan racun seperti itu.
Dia memotong besi hingga menjadi beberapa bagian dan mulai mengasah nya.
"Tuan, sebaik nya ada memanggil penjahit untuk mulai menjahit bagian dalam baju perang supaya lebih nyaman di gunakan. " kata pengrajin besi yang sedang membentuk baju besi.
"Kalian tenang saja, soal itu aku sudah menyiapkan nya. Kalian lihat itu !" Tunjuk nya pada ke 5 wanita yang sedang menjahit di bawah pohon.
"Hei, Yan Yi sana pergi bantu menjahit juga ! Jangan cuma bisa makan saja !" Perintah nya.
"Halah, aku baru duduk. Kau kira siapa yang dari tadi membentuk setumpuk Jarum di sini ?" Kata Yan Yi dengan sinis.
"Ya ya ya, sana istirahat. " Ucap nya.
1 tahun kemudian
Setumpuk baju besi dan yang lain nya sudah terbentuk. Pelindung tangan membentuk 3 tumpukan, yang berwarna merah milik wanita dan itu semua sudah di olesi racun.
Warna biru milik pria dan seluruh bagian pedang juga sudah di olesi racun. Dan yang terakhir berwarna oranye milik nya dan para tetua.
"Kalian semua sudah kerja keras, biar kan aku yang memasak untuk kalian. " Dia mengambil daging yang sudah di sediakan nya dan mulai membakar nya.
Kultivasi nya naik ke tingkat 5 karena terlalu banyak menempa senjata. Karena menempa senjata membutuh kan tenaga yang berlimpah.
Setelah makan makan, mereka tertidur dengan sangat pulas bahkan sampai tertidur selama 12 jam.
Keesokan hari nya, Zhang Wei keluar dari dimensi nya dan melihat kalau keluarga nya merasa sangat panik .
"Apa yang terjadi ayah dan ibu ?" tanya nya.
"Kekaisaran akan menyerang dengan kekuatan penuh , beberapa murid memilih untuk pergi meninggal kan keluarga dan sekarang sedang di tahan oleh tetua Ling. "
"Tunjuk kan pada ku mana saja yang ingin pergi. " ucap nya.
Ayah nya langsung mengajak nya menuju pintu gerbang yang terdapat sekitar 50 sampai 60 murid ingin pergi keluar.
"Tetua Ling, biar kan mereka pergi. Jangan halangi siapa pun yang ingin pergi, jika memang ingin pergi maka pergi lah. Tapi, jika keluarga Zhang berhasil melewati badai ini, maka jangan pernah kembali lagi. " Ucap nya dengan dingin.
"Dasar kalian pengkhianat !" Teriak anak Tetua Ling pada orang orang yang memilih untuk pergi.
"Saudara, biar kan mereka pergi. Kali ini, sungai darah akan kembali terbentuk. " Ucap nya sambil menyeringai sebelum meninggal kan mereka pergi.
Waktu sebelum perang hanya tersisa 7 hari lagi dan sudah waktu nya untuk mulai berlatih. Sebenar nya, ia bisa saja mencari orang lebih banyak untuk hasil yang lebih cepat.
Hanya saja ia memiliki dua alasan untuk tidak melakukan itu, salah satu nya ingin melatih stamina nya serta untuk mencegah terjadi nya pembocoran informasi oleh pengkhianat.
Selalu ada orang serakah dan tidak mampu yang akan menjadi pengkhianat. Dia berlatih di dalam dimensi nya dengan giat sampai sampai Kaki Serigala Angin nya meningkat ke tahap 2 .
6 hari berikut nya di dunia nyata, dia mengumpul kan seluruh orang yang berjumlah 907 dengan tetua.
"Kalian akan memakan pil ini, pil ini adalah penangkal racun. Aku akan menggunakan racun yang sangat kuat. "kata nya.
Dengan bantuan beberapa orang, seluruh orang telah memakan pil yang dibuat nya dan hanya menyisakan beberapa pil lain nya.
"Ini yang berwarna biru milik laki laki dan bisa mengeluar kan pisau. Silakan ambil masing masing milik kalian. Satu orang satu pasang, jangan mengambil lebih. Pisau ini sudah di berikan racun." Ucap nya sambil menunjuk tumpukan pelindung tangan.
Orang orang keluarga Zhang langsung terkagum kagum dan dia melanjut kan penjelasan nya sampai semua sudah memakai apa yang di siap kan nya.
Suara derapan kaki kuda sudah mulai terdengar dari arah selatan.
"Ini adalah untuk para pemanah, panah menggunakan ini. Setiap panah, pisau, mau pun jarum sudah memiliki racun. Jadi usahakan untuk tidak mengenai tubuh meski pun kalian sudah memakan penawar nya." kata Zhang Wei.
Zhang Wei berjalan paling depan dengan baju besi dan Pedang Jiwa naga di tangan kanan nya.
"Aku sudah lama tidak berlumuran darah, bukan kah ini saat yang tepat untuk menilai kemampuan ku ?" Gumam nya.
Diri nya langsung menyambut Jenderal Ying, di belakang nya ada sangat banyak orang. Zhang Li dan Zhang Xiulang membawa 200 orang paling baik dan 5 tetua untuk menyerang istana.
"Jenderal Ying kita bertemu lagi, ha ha ha. " Ucap nya.
"Mana orang tua mu ?! Jangan remeh kan aku !" Teriak Jenderal Ying dengan marah.
"Serang !" Teriak nya.
__ADS_1
Hujan panah langsung menyerang pasukan lawan yang tidak siap.Jenderal Ying langsung turun dari kuda nya dan menyerang nya.
"Kau terlalu menganggap tinggi diri mu Jenderal Ying."Remeh nya sebelum menebas kepala Jenderal Ying.
"Seseorang seperti ini hanya lah sampah yang tak berguna. " Desah nya dengan kesal.
"Seharus nya aku yang pergi ke istana, kan pasti di sana lebih seru. " Ucap nya dengan kesal bersandar di gerbang.
Pihak lawan mulai menyerang balik dengan panah, baru lah mereka yang berpedang maju untuk menyerang.
Dia memegang perisai besi sambil mendorong mundur.
"Dorong lagi semua nya ! Serang !" Teriak nya dan dari balik perisai nya, dia mulai melepas kan jarum beracun nya.
Khusus untuk dia, jarum nya ada 100.
Pihak lawan tidak memiliki cara lain selain menggunakan asap racun.
"Kalian mundur ! Biar aku yang menghadapi nya, kalian panah dari atas !" Perintah nya.
Dia sudah menduga ini, tidak mungkin pihak Kekaisaran tidak menggunakan racun.
Dia mengeluar kan pedang nya dari sarung dan mulai menari di tengah kepungan orang.
"Pukulan Bintang Hitam : Tahap 5 !"
"Pedang Angin Barat : Tahap 7 ! " Dia berputar putar, mengendalikan arah angin dan mengusir asap racun agar tidak mengenai ke gerbang.
"Sial ! Dia begitu kuat !" Teriak salah satu tetua dari pihak lawan.
"Kau benar ! Bahkan racun yang di berikan oleh Kaisar tidak berefek pada nya !" kata yang lain dengan kalut.
"Kalian cepat maju sini ! Serang dengan pisau !" Perintah nya dari pesan mental ke arah tetua Ling.
Dari belakang, para pasukan keluarga Zhang mulai maju lagi membawa 100 pelontar panah serta pasukan wanita yang dari tadi belum bergerak, mulai maju dan menyerang menggunakan jarum.
"Kalian ! Dasar tercela ! Alat apa itu yang kalian gunakan !" Teriak pihak lawan.
"Kalian sebaik nya fokus dengan ku, jangan melihat mereka. " Kata nya dengan dingin.
Saat ini ia di kepung oleh 10 tetua yang memiliki kekuatan hanya sedikit di bawah nya.
"Kalian pikir bisa menang dengan tulang tua kalian itu ?" tanya nya memancing kemarahan tetua tetua itu.
Dia melompat tinggi dan menginjak kepala tetua yang memiliki rambut putih.
Dengan Kaki Serigala Angin, dia melesat dari satu tempat ke tempat yang lain dengan sangat cepat. Diam diam, ia melempar kan jarum beracun.
Sshhh
Asap racun keluar dari tubuh tetua yang melawan nya saat ini.
"Kalian memiliki racun di badan kalian masing masing, sungguh rencana yang hebat. " Puji nya sebelum menuang kan racun milik nya ke muka salah satu tetua.
"Arrghhh Wajah ku terasa terbakar !" Teriak tetua yang Zhang Wei siram itu.
"Kau ! Aku tidak bisa melihat !! Aku tidak bisa melihat !" teriak tetua itu.
brrusss
Pedang Zhang Wei menembus jantung tetua itu, tetua itu jatuh ke tanah tanpa nyawa.
"Aku hanya memberi nya kematian yang cepat, aku harap kalian tidak menyalah kan ku. " Ucap nya pada tetua yang lain.
"Kau ! Anak nakal ! Ketika kami kembali maka kaisar akan menghukum mu hingga kau akan menyesal !" Teriak tetua yang lain berniat untuk kabur.
"Kalian akan kabur ? tidak semudah itu. Lagi pula jika kalian pulang ke istana semua nya sudah terlambat, istana kosong dan hanya menyisakan kaisar bodoh itu." bisik nya di telinga salah satu tetua.
"Kau ?! Jangan bilang kalau Zhang Li dan Zhang Xiulang menyerang istana ?! Itu sudah melanggar hukum !" Teriak tetua itu.
"Melanggar hukum jika masih bisa selamat, tapi jika mati, siapa yang akan menghukum siapa ?" Jawab nya dengan sinis.
Bonus : 1 / 2
__ADS_1