PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
326. Sekte Pedang Kuning


__ADS_3

"Kau harus berhati hati, karena selain Pedang Selatan ini tidak ada yang lebih berambisi dari nya. Dia sangat berambisi dan tidak mengetahui batas nya. Tidak tahu bagai mana kabar nya selama ini. " Kata Yu Ling Xian sambil menghela nafas.


"Dia tidak banyak menampakkan diri tapi ketika keluar pasti membawa kekacauan besar, aku takut dia sudah bersiap siap membuat berbagai rencana. Di tambah lagi kalau dia menyamar maka kita tidak akan mengetahui nya. " Kata Yu Ling Xian lagi.


"Tenang saja, jika memang begitu maka dia tidak akan memiliki kesempatan untuk itu. " Ucap nya dengan tatapan tajam.


Jika dia benar benar mendapat kan warisan dari Naga Agung Abadi, maka semua nya akan berada dalam kendali nya.


Dia bangun dan menatap ke sekeliling nya.


"Sudah saat nya aku untuk pergi ke tempat yang satu lagi " Ucap nya.


"Bagai mana rencana mu soal ini ? Sebagian besar kekuatan Kekaisaran Chen sudah kau hilang kan. Sulit untuk membuat nya berdiri dengan tegak seperti sebelum nya. " Kata Yu Ling Xian.


"Aku dengar ada beberapa Kerajaan yang hanya sedikit kalah dari 3 sekte besar. Jika aku berhasil menunduk kan semua nya maka aku bisa membuat Kekaisaran ini menjadi lebih kuat di banding kan sebelum nya. " Ucap nya.


"Ide bagus, aku memang tidak salah menilai mu. " Kata Yu Ling Xian dengan bangga.


Dia tidak memperdulikan itu dan berusaha bangkit dari posisi tidur nya. Dia ber kultivasi untuk memulihkan keadaan nya.


"Xi Rong, Zhang Wei,Senior Yu, dan Saudari Yu. Kami akan pergi terlebih dahulu menuju Sekte Pedang Kuning. Sampai Jumpa. " Kata Yuanzheng Yuwen menangkupkan tangan nya di depan dada.


Yang di ikuti oleh Xue Fenghuang, Feng Taoran dan Lan Tianjin. Xi Rong membalas salam itu dengan menunduk kan kepala yang di ikuti oleh Yu Ling Ling, sedang kan Yu Ling Xian hanya mengangguk membalas salam itu.


1 Jam Kemudian, seluruh luka di tubuh nya telah sepenuh nya menghilang. Dia membuka mata nya dan mengambil pedang nya yang di taruh di meja nakas.

__ADS_1


"Ayo Pergi. " Ajak nya.


Yu Ling Xian hanya mengangguk sedang kan untuk Yu Ling Ling, gadis itu hanya diam menatap Zhang Wei dengan tatapan datar.


"Ayo !" Balas Xi Rong sambil menarik tangan nya.


Dia terbang dengan kemampuan meringankan tubuh nya menuju Sekte Pedang Kuning, setelah beberapa menit perjalanan.


Dia bisa melihat sebuah bangunan berbentuk pedang besar yang menembus awan, tampak sangat megah tapi di liputi oleh sungai darah.


Dia bisa melihat banyak nya ledakan yang terbentuk di bawah awan ini, meski pun di tutupi oleh awan tebal tapi masih terlihat banyak nya darah yang melayang akibat ledakan.


Dia menekankan laju terbang nya dan mulai menurun secara perlahan. Perlahan lahan pandangan nya menjadi jelas, dia melihat kalau Xue Fenghuang sedang menyeringai sambil mencekik leher seorang pria tua.


"Zhang Wei ! Kau sudah merasa baik ?" Tanya Xue Fenghuang sambil terkekeh.


"Siapa pria ini ?" Tanya nya sambil berjalan mendekati Xue Fenghuang.


"Dia ? Ketua Sekte Pedang Kuning, Zhang Xiulang. Aku awal nya juga tidak tahu nama nya, tapi murid murid nya di sana terus meneriakan nama nya jadi aku tahu nama nya. " Kata Xue Fenghuang.


"Zhang Xiulang ? " Gumam nya sebelum berjalan mundur menjauhi pria tua itu.


"Zhang Wei ? Anak ku ? Kenapa kau menjauh ? Cepat tolong ayah !" Kata Zhang Xiulang yang berada di cekikan Xue Fenghuang dengan kesulitan.


"Anak ? Ini ayah mu ? Maaf kan aku Zhang Wei, tapi aku, Xue berniat untuk membunuh nya hari ini ! Dia dulu yang melukai Yuwen ku , aku harus membalas nya !" Kata Xue Fenghuang dengan marah.

__ADS_1


" Ayah ?" Beo nya sambil tertawa sinis.


"Ayah ku sudah lama meninggal, aku tidak memiliki ayah lagi ! " Ucap nya menahan amarah.


"Aku tidak perduli lagi dengan nyawa mu karena kita sudah lama putus hubungan, ingat itu ! Kau memberi ku nyawa, sudah ku hargai dengan baik, aku sudah menyelamat kan nyawa mu dan klan mu. Menyingkirkan pengkhianat yang ada di dalam klan mu, tapi apa bayaran nya ? Kau takut kan dengan ku ? Jadi, henti kan ini. Aku bukan barang yang akan kau guna kan di saat kau perlu. Fenghuang, urus saja semau mu. Aku tidak perduli lagi dengan nyawa nya. " Ucap nya dengan tangan yang mengepal.


Dia ingat, betapa keras nya ia bekerja demi Klan nya , demi orang tua nya, tapi apa bayaran nya ? Orang tua nya memilih orang lain dan mempermalukan nya !


Orang tua nya takut dengan sifat nya ! Takut kalau mereka tidak bisa lagi mengendalikan nya ! Kedua orang tua nya tidak mempercayai nya.


Itu mungkin adalah hal sepele bagi orang yang mendengar nya, tapi bagi nya yang haus kasih sayang sejak kecil membuat nya sangat terpukul ketika mendengar hal itu.


Dia masih ingat dengan jelas bagai mana ekspresi kedua orang tua nya ketika mengusir nya. Biar lah ini menjadi kenangan di antara dia dan kedua orang tua nya.


Sejak dia memilih untuk pergi, maka dia sudah tak memiliki hubungan apa pun dengan mereka. Dia tidak akan merepotkan diri untuk mengurusi nyawa beberapa orang yang tidak lagi penting bagi nya.


Dia berharap, jika ada kehidupan selanjut nya maka dia tidak ingin menjadi anak mereka lagi, dengan begitu mereka tidak akan saling berhutang lagi satu sama lain dan tidak saling menyakiti.


"Zhang Wei ! Tunggu ! Dengar kan penjelasan ayah ! Ki hari itu hanya merasa kalau kau masih tidak pantas menjadi Kaisar ! Lagi pula itu hanya Kaisar di tanah Kecil ! Jika kau menyelamatkan ayah hari ini maka aku bisa memberi mu posisi Ketua Sekte Pedang Kuning ! Percaya pada ku Zhang Wei !" Kata Zhang Xiulang memohon.


"Bagai mana jika aku membunuh mu ? Jika aku membunuh mu maka aku juga bisa menjadi Ketua Sekta Pedang Kuning bukan ? Lalu, jangan memanggil ku seperti kita adalah seseorang yang dekat. Kau dan aku hanya lah orang asing yang pernah bertemu. " Ucap nya dengan nada dingin sebelum berjalan pergi yang di ikuti oleh Xi Rong.


Di sisi lain, Zhang Xiulang masih terus meneriaki nama Zhang Wei.


"Pak tua, dosa apa yang kau lakukan ? Sampai sampai tidak bisa merawat anak mu dengan baik ?" Tanya Feng Taoran sambil tertawa ringan.

__ADS_1


"Aku beritahu saja pada mu, api neraka sangat panas. Jika kau tidak bisa menghancurkan dosa dosa besar mu dalam 3 kehidupan maka kau harus masuk neraka. Jika beruntung maka kau bisa masuk Surga. Semua pilihan berada di tangan mu. " Kata Feng Taoran sambil tertawa ringan.


__ADS_2