PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
115. Fang Lin Vs Li Xiu


__ADS_3

Lalu tidak lama pun akhir nya dia menutup mulut nya dan tertawa kecil. Dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal lalu menatap Jiu Zhi dengan tatapan memelas.


"Maaf kan aku, he he. " Kata nya dengan sedih.


"Ya ya, mana bisa aku marah dengan mu. Ayo makan !" kata Jiu Zhi langsung mencubit pipi nya dengan kuat.


"Awww, Sakit !! Kau ini kejam sekali mencubit pipi ku !!" kata nya kesal.


"Sudah lah ayo makan, aku lapar !" kata Jiu Zhi meninggal kan nya.


"Sialan !! sudah mencubit pipi ku, aku di tinggal lagi oleh nya. Mimpi apa aku semalam bisa mempunyai teman seperti nya. " gumam nya kesal.


"Berhenti menyumpahi ku, cepat lah !!" Teriak Jiu Zhi.


Dia hanya menghentak kan kaki nya kesal dan berlari kecil mengikuti Jiu Zhi ke ruang makan. Di ruang makan sudah ada Fang Lin dengan Li Xiu.


Dia di suruh untuk duduk di tengah tengah ke dua wanita itu. Sedang kan nanti Hu Yin akan duduk di sebelah Tian Li.


"Maaf kan kami telat. " kata Tian Li.


"Hm, duduk lah aku sudah sangat lapar. " kata nya.


"Halah bukan nya kau selalu lapar setiap saat. " Ejek Long Nie.


"Terima kasih atas pujian mu Long Nie. " Kata nya dengan datar.


"Sudah sudah ayo makan. Zhang Wei biarkan aku yang mengambil kan nasi untuk mu. " kata Li Xiu.


"Tidak, biar aku saja yang mengambil nasi nya. Jangan berdebat karena aku adalah tuan rumah. " kata Fang Lin memelototi Li Xiu.


"Tidak, justru tuan rumah harus duduk saja. Biar aku saja yang mengambil kan nasi untuk nya !!" kata Li Xiu bersikeras.


"Kakak kakak jangan bertengkar, biar aku saja yang ambil kan. Hitung hitung untuk perayaan ku." kata Hu Yin menengahi antara kedua wanita itu.


Ia memberikan jempol nya pada Hu Yin, mereka makan dengan sangat sunyi. Tanpa ada satu pun yang membuka pembicaraan.


Tapi tiba tiba, suasana makan mereka yang sunyi di ganggu oleh suara ketukan dari luar.


"Ratu ratu !!" Teriak prajurit saat membuka pintu.


"Ada apa ? Kenapa kau seperti itu ?" tanya Fang Lin.


Fang Lin yang tadi nya ingin marah, menahan kemarahan nya saat melihat ekspresi pucat milik prajurit nya.


"Itu di luar ada pengawal pangeran ke tujuh dari Kekaisaran Wei, dia bilang ingin mengambil burung yang datang ke kerajaan Vermilion tadi. " kata Prajurit itu.


"Kekaisaran Wei ? Burung ?" tanya Fang Lin bingung.

__ADS_1


"Sudah sudah, biar aku yang keluar dan bertanya dengan pengawal itu burung apa yang dia maksud." Kata nya santai.


"Aku ikut !!" semua nya langsung berdiri dan mengikuti langkah Zhang Wei.


Sesampai nya di depan, terdapat seorang pria berbadan kekar yang sedang terlihat menunggu kedatangan mereka.


"Kalian adalah petinggi kerajaan Vermilion kan ? Cepat berikan burung milik kalian yang berwarna biru !!" kata Pengawal itu tidak sabaran dan tanpa sopan santun.


"Aku tidak tahu kalau seorang pengawal belaka, memiliki sifat yang sangat sombong. Aku akan mengatakan kepada mu kalau aku tidak akan memberikan burung itu pada mu. " kata nya dengan dingin.


"Sialan kau !! Hanya kerajaan kecil, berani menolak permintaan pangeran ketujuh yang Agung. Aku akan membunuh mu !!" Kata pengawal itu sombong lalu berniat meninju nya.


Dia hanya dengan santai menangkap tangan pengawal itu lalu memelintir nya dengan kuat. Pengawal itu menjerit kesakitan, suara tulang yang patah juga terdengar dari tangan pengawal itu.


"Ahhh !! Lepaskan aku !!" Teriak nya kesakitan.


"Baik lah sesuai permintaan mu !!" kata nya sambil menyeringai.


Dia membanting tubuh pengawal itu sampai merusak lantai istana Fang Lin, gigi pengawal itu hancur kemana mana.


Dia berjalan dan berjongkok di sebelah kepala pengawal itu.


"Kau hanya lah pengawal, jadi jaga lah sikap mu. Atau aku akan mematahkan beberapa tulang lain nya, aku yakin teman ku akan suka jika daging makanan nya sudah di lembut kan. " bisik nya sinis.


"Aku akan memberitahu Kekaisaran Wei dan kerajaan ini akan hancur. " kata Pengawal itu dengan penuh kebencian.


"Aku yakin kekaisaran Wei untuk saat ini dapat menghancurkan kerajaan Vermilion. Tapi yang jadi masalah adalah apa kau memiliki waktu untuk memberitahu kekaisaran Wei ? jawaban nya adalah tidak. " kata nya dengan dingin.


"Aku akan memberikan mu ke teman ku, sebagai ganti karena kau telah menggangu acara makan nya. " kata nya dengan kejam.


"Kalian tunggu saja, kekaisaran Wei akan mengejar kalian karena ketidak pulangan ku. " kata pengawal itu sebelum pingsan.


Dia hanya mendengus dingin dan melempar kan orang itu ke arah Jiu Zhi.


"Makan lah, jangan menyisakan aura nya. Dengan begitu kita dapat mengulur waktu kalau pun Kekaisaran Wei datang. Saat ini kekuatan kita belum cukup tapi aku yakin nanti aku akan sanggup untuk melakukan nya. " kata nya dengan penuh tekad.


Semua orang mengangguk lalu pergi ke kamar masing masing karena sudah tidak berniat untuk kembali melanjut kan makan.


"Yin'er, kemari lah aku akan mengajarkan mu untuk mengumpulkan Qi. " kata nya pada Hu Yin yang sudah berdiri di hadapan nya.


Saat ini mereka berdua duduk berhadapan, Zhang Wei terlihat mengeluarkan beberapa macam pil dari cincin ruang nya.


"Yin'er, pertama tama kau harus memejamkan mata dan merasakan aliran Qi yang ada di dalam tubuh mu. " Perintah nya.


Setelah beberapa saat akhir nya Hu Yin berhasil untuk menemukan aliran Qi nya.


"Kalau kau sudah coba lah untuk alirkan Qi itu ke dantian mu dan kalau kau sudah berhasil, kau akan merasakan bagian bawah pusar mu, terasa agak dingin namun menyejukkan. " kata nya menunjuk bagian bawah pusar Hu Yin.

__ADS_1


Hu Yin berusaha berkali kali hingga akhir nya berhasil.


"Guru aku sudah berhasil !!" kata Hu Yin antusias.


"Bagus, coba lah untuk terus terusan dan menarik Qi sebanyak yang kau bisa dan alirkan seluruh Qi itu ke dantian lalu dari dantian alirkan ke tangan mu. Biasa nya akan ada bola cahaya berwarna biru atau hijau. " kata nya dengan santai.


Hu Yin membutuh kan waktu satu jam sebelum berhasil membuat bola berwarna hijau di tangan nya yang mungil.


"Selamat, kau telah mencapai tingkat 1 penempaan Qi. Makan lah pil ini, ini adalah Pil Rubah Laut dan ini adalah Pil Giok Bulan. Makan lah kedua pil ini bersamaan dan olah Qi yang terkandung, jangan sia siakan Qi yang ada. Aku akan memberikan ini juga untuk mu, ini Cabai Api yang berumur 5 tahun sedang kan ini adalah jamur es berumur 5 tahun juga. "


"Makan lah Pil Rubah Laut dan Pil Giok Bulan sekarang. " kata nya pada Hu Yin.


Hu Yin tanpa ragu ragu langsung menelan Pil itu dengan bersemangat, dan langsung mengambil posisi duduk bersila.


Dia hanya tersenyum tipis melihat kepintaran yang di miliki Hu Yin. Tidak lama kemudian, dia ikut berlatih dengan mengambil 3 pil rubah Laut sekaligus dan menelan nya.


Aliran Qi yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk nya naik ke tingkat kultivasi yang lebih tinggi yaitu, tingkat 1 ranah bela diri.


Duarrr duarrr


Suara ledakan yang besar terdengar di dalam jiwa nya, dia berusaha untuk menahan dan tetap fokus untuk memecahkan pemisah antara kultivasi nya yang sekarang dengan kultivasi yang lebih tinggi.


Setelah itu akhir nya dia berhasil dan tubuh nya tiba tiba terasa seperti di tusuk tusuk oleh ratusan pedang dari segala arah.


Dia membuka mata berusaha untuk menghilangkan rasa sakit tapi yang ada jadi malah tambah sakit.


Dia mengerang kesakitan yang membuat penglihatan nya menjadi sedikit kabur. Tiba tiba dia pingsan dan kesadaran nya entah di lempar ke mana.


Dia berada di pondok kayu yang di kelilingi oleh pohon pohon tua, selain dia masih ada kakek kakek yang sedang duduk bermain catur sendirian.


"Di mana aku ?" tanya nya dengan sopan.


"Ah, kau adalah orang yang ku pilih 17 tahun lalu. Aku sangat kagum dengan keputusan orang tua mu yang memilih meninggal kan mu demi keselamatan mu. " kata kakek itu tanpa menjawab pertanyaan nya.


Kaya kata kakek itu tampak membuat nya bingung. Dia berusaha berfikir keras apa yang di maksud oleh kakek itu.


"Apa yang Anda maks-" ucapan nya di potong oleh kakek itu.


"Kau seharus nya bersyukur karena orang tua mu sangat sangat sayang pada mu hingga mereka harus berpisah jauh dengan mu. " kata kakek itu.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, SHARE DAN VOTE TERUS YA !!


kemarin author sedih banget karena views nya turun lumayan jauh, mungkin kalian bisa kasih author masukan untuk cerita ini ya !!


__ADS_2