PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
252. Bandit


__ADS_3

Keesokan hari nya,


Zhang Wei pergi ke Asosiasi Matahari Bintang untuk menawar kan beberapa hal penting. Sesampai nya di Asosiasi Matahari Bintang cabang Kota Chang Xue.


Di sana sudah ada seorang pemuda yang menggunakan seragam merah tua yang bersiap untuk mengajak nya masuk.


"Apa kah anda Tuan Muda Zhu ?" tanya pelayan itu dengan hati hati.


"Ya , apa kah nona muda Qiu sudah datang ?" tanya nya.


"Sudah dan kepala toko cabang Li sudah datang . Saat ini mereka sedang menunggu kedatangan mu." kata pelayan itu dengan hormat.


"Baik lah kalau begitu , tunjuk kan jalan nya pada ku." Perintah nya pada pelayan itu.


"Silakan tuan , belok ke bagian kanan." Kata pelayan itu.


Hingga akhir nya dia sampai di ruangan besar yang tertutup.


Tok Tok


Dia mengetuk pintu dengan pelan hingga mendapat jawaban dari orang yang berada di dalam.


"Masuk lah." kata Qiu Lin dengan lembut.


Dia membuka pintu sebelum menutup nya lagi, di sana ada pria paruh baya yang berumur sekitar 50 an tahun.


Seorang kuktuvator dapat hidup hingga 150 sampai 200 tahun. Jadi menurut nya pria paruh baya ini masih sangat muda tapi kekuatan nya sangat tinggi.


"Salam Ketua Cabang Li , salam nona muda Qiu. Maaf kan kau karena terlambat datang." kata nya.


"Silakan duduk, apa yang ingin kau jual kepada kami ?" tanya Ketua Cabang Li.


"Aku ingin menjual ini." Dia mengeluarkan satu botol giok yang berisi 100 pil berwarna putih susu dengan ratusan bintik bintik hitam.


Ketua Cabang Li mengamati pil yang berada di dalam botol giok tersebut dengan hati hati dan cermat , tapi sampai akhir pria paruh baya itu masih belum mengetahui kegunaan pil tersebut.


"Maaf tuan muda, tapi pil apa ini ? Pil ini memiliki kekuatan penyembuhan yang sangat kuat." kata Ketua Cabang Li dengan menahan malu.


"Jangan malu ketua cabang Li, aku yakin pil ini baru pertama kali ada. Aku menciptakan pil ini agar mengurangi korban dari Afrodisiak. Seperti tembakan mu Ketua Cabang Li, ini bisa menetralkan efek dari Afrodisiak." kata nya sambil menyeringai.


Bagian hidung ke atas di tutupi oleh topeng kecuali bagian mata. Yang tahu wajah asli nya hanya lah Qiu Lin.


"Apa kah benar benar ada pil seperti itu ?" tanya Ketua Cabang Li terkejut.


"Kalau ketua cabang Li tidak percaya maka boleh d8 coba. Aku tidak akan keberatan karena aku tahu kegunaan pil ini agak sulit di terima oleh akal sehat." kata nya memaklumi sikap Pria paruh baya di depan nya ini.


Ketua Cabang Li bertepuk tangan dan asisten nya yang dari tadi telah mendengar percakapan langsung menyiapkan apa yang di inginkan oleh tuan nya.


"Tuan Muda Zhu, aku harap kau memaklumi sikap ku yang terlalu terburu buru." kata Ketua Cabang Li dengan hati hati.


"Ya tentu saja. Aku bukan lah orang yang mudah tersinggung karena hal hal kecil." kata nya.


Mereka terus berbincang hingga akhir nya asisten Ketua Cabang Li masuk sambil membawa sepasang pria dan wanita yang di rantai.


Sepasang manusia itu sedang berada di dalam pengaruh afrodisiak. Karena mereka hanyalah kultuvator lemah , jadi pengaruh afrodisiak sangat cepat.


Berbeda dengan Ju Jiangniang yang kuat , sehingga sanggup untuk berjalan pulang terlebih dahulu sebelum menerima efek nya.


Membayangkan hal itu ,pipi nya kembali merona. Demi menyembunyikan wajah merah nya , dia tidak ikut melihat sepasang manusia dalam pengaruh afrodisiak itu.


Ketua Cabang Li mengambil 2 pil lalu dengan cepat kembali menutup wadah, ada beberapa rumor yang mengatakan kalau jika obat tingkat tinggi di biarkan di udara terbuka dalam waktu yang lama.


Maka obat tersebut akan kehilangan khasiat nya secara perlahan lahan. Sebenar nya , itu tidak sepenuh nya benar menurut Zhang Wei.


Memang ada beberapa pil tingkat tinggi yang memiliki sifat seperti itu, cepat menguap. Tapi tidak semua nya begitu.


Bahkan ada beberapa pil tingkat rendah yang menguap juga , jadi jika di bilang hanya pil tingkat tinggi yang bisa menguap maka itu sepenuh nya salah.


Salah satu contoh pil tingkat tinggi yang tidak menguap adalah Pil yang di bawa nya kali ini.


Seketika saja setelah pil itu meleleh di dalam mulut sepasang manusia itu , mereka langsung berhenti meronta ronta.


Mereka pingsan sebentar sebelum kembali bangun dan terlihat tak ingat apa apa. Asisten Ketua Cabang Li membawa mereka pergi keluar.

__ADS_1


Sedang kan ketua cabang Li bertepuk tangan dengan kagum melihat kegunaan pil yang di bawa Zhang Wei.


"Aku masih belum tahu ingin menamakan pil ini apa. Aku membuka harga satu pil 10 kristal roh tingkat tinggi." kata nya.


"Tuan muda, apa kah tidak terlalu tinggi ?" tanya ketua cabang Li.


"Jika aku jual lebih murah maka kalian akan menjual dengan harga yang sama. Jadi berhenti lah saling membohongi , kau mau atau tidak ?" tanya nya tanpa basa basi.


Dia mengeluarkan 9 botol giok lain nya , dan menaruh nya di meja.


"Baik lah, sesuai perjanjian aku akan membayar mu terlebih dahulu. Di dalam ini ada 10.000 kristal roh tingkat tinggi. " Kata pria paruh baya di hadapan nya ini.


"Sangat baik, kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu. Jika mencari ku , Qiu Lin kau tahu harus mencari ku di mana kan ?" tanya nya sambil mengedipkan mata sebelum menghilang di antara kerumunan.


Dia menghilang di dalam kerumunan hingga akhir nya masuk ke Sekte Embun Salju, dia berniat untuk menyelesaikan 3 tugas sebelum masuk ke murid inti.


"Tetua , aku ingin mengambil 3 tugas ini." kata nya sambil merobek 3 kertas yang berisi tugas .


Itu semua adalah tugas berbahaya yang sulit di selesaikan tapi hadiah nya lumayan besar.


"Apa kau yakin untuk mengambil tugas itu ?" tanya tetua yang berada di aula misi dengan tenang.


"Ya , tapi jika aku berhasil tolong dukung aku untuk naik ke murid inti." kata nya.


"Baik, jika kau bisa menyelesaikan ketiga tugas itu dalam rentang waktu 2 bulan maka aku akan merekomendasikan mu. Sini berikan pelat identitas mu kepada ku." kata tetua itu sambil menjulur kan tangan.


Dia menyerahkan pelat identitas nya pada tetua ini , setelah tetua ini mencatat beberapa hal baru lah pelat itu di kembalikan kepada nya.


"Hati hati atau nanti aku akan sulit menjelaskan hal ini kepada tetua Jiangniang." kata tetua itu dengan tenang sebelum mengusir nya untuk pergi.


Dia mengangguk dan langsung pergi keluar , sesampai nya di gerbang dia di tahan oleh penjaga gerbang. Memang seharusnya , tidak di perbolehkan untuk keluar masuk sekte tanpa kepentingan.


Jadi selama ini dia kabur lewat atas dinding dengan ilmu meringankan tubuh nya. Dia menatap tugas pertama adalah menyelesaikan bandit yang menaik kan harga seenaknya di Desa Serigala.


Biasa nya yang memberi misi ini adalah pemerintah setempat , mereka meminta tolong ke sekte besar untuk membantu mereka.


Dengan syarat menaruh hadiah di setiap misi yang di berikan. Desa Serigala sebenar nya tidak jauh dari Sekte Embun Salju.


Bandit ini sangat semena mena bahkan membunuh 2 anggota keluarga kepala Desa. Bandit ini juga sering menangkap gadis gadis desa.


Banyak murid Sekte Embun Salju yang mati di tangan bandit ini ,jika masih belum di tidak lagi maka kemungkinan besar yang pergi selanjutnya adalah tetua sekte.


"Karena aku yang menangani kalian maka jangan harap untuk mati dengan mudah. Menjijikan sekali melihat ada nya orang orang seperti mereka ini. " Gumam nya dengan wajah kesal.


Dia masuk ke Desa Serigala , penjagaan di sana sangat lemah dan hanya menyisakan 2 pemuda yang kurang nutrisi untuk menjaga gerbang Desa.


"Hei ! Sebaik nya tidak usah masuk , bandit akan mengambil gadis serta pajak hari ini atau besok." kata pemuda itu tanpa semangat.


"Ah apa kah itu benar ? Sungguh kebetulan yang baik. Baru sekarang aku setuju kalau aku ini di berkati oleh langit." kata nya dengan senyum miring.


Sedang kan kedua pemuda yang kurus kering itu menatap nya dengan tatapan aneh. Hingga akhir nya terdengar suara teriakan.


Kali ini Zhang Wei menggunakan pakaian pengemis dengan topi dan tongkat bambu.


"Ha ha ha lihat desa ini ! Mereka bahkan menyuruh pengemis untuk menahan kita !" kata salah seorang dengan rambut yang di Kepang semua.


"Kau benar ,lihat lah pakaian lusuh nya !" Teriak pria botak dengan tawa lantang.


"Ha ha memang lucu bukan penampilan ku ? Tapi aku akan lihat , apa kah kau masih bisa berkata kata setelah ini." kata nya sambil melempar topi nya.


Bandit itu yang berjumlah sekitar 100 orang langsung terlambat mundur karena tidak bisa menahan kekuatan topi milik nya.


"Siapa kau ?! Kenapa kau menyerang kami ?! Kami tidak ada menyinggung mu !" kata ketua bandit itu.


"Apa kalian yakin tidak menyinggung ku ? Dengan begitu banyak korban kalian, memang nya kalian masih ingat semua ?" tanya nya.


"Eh eh itu....... apa kah kami benar benar ada menyinggung mu ? Kalau begitu kami minta maaf."


"Tidak." Jawab nya.


"Hah?!" Para bandit itu membuka mulut mereka karena bingung.


"Tidak, kalian tidak ada menyinggung ku. Aku kemari untuk menyelesaikan tugas." kata nya.

__ADS_1


"Kenapa sekte besar terus menerus berusaha membunuh kami ? Kami bahkan tidak menyinggung mereka." kata ketua bandit itu tak tahu malu.


"Karena ....... Aku tidak tahu juga sih. Mungkin karena kalian terlalu menindak warga sekitar. Apa menurut mu mendapat kan sedikit kekuatan langsung bisa menindas yang lain ? Bagaimana jika kau di beri kekuatan tanpa batas ?" tanya nya.


"Maka aku akan membunuh semua orang dan aku akan menjadi raja ." kata ketua bandit itu.


"Menjijikan, pantas saja kekuatan mu begitu rendah. Kau bahkan memiliki pemikiran untuk menentang langit." kata nya sebelum memilih untuk menyerang.


Dia juga bingung kenapa dia mau mau saja di ajak bicara oleh mereka.


Tiba tiba saja hidung nya yang sensitif langsung merasakan ada nya bubuk racun yang berterbangan, dia menatap tajam ke arah bandit bandit ini.


"Ingin membunuh ku dengan racun ? Kalian semua akan menyesal karena telah menggunakan cara ini."


"Pedang Angin Barat : Tahap 1 !" Bubuk bubuk kecil dan transparan yang sedang terbang menuju diri nya langsung memutar arah saat gumpalan angin mendorong dari arah Zhang Wei.


"Lindungi wajah kalian !" Teriak ketua bandit sambil menutup wajah pria itu dengan kain.


Sayang nya , tidak seluruh bandit bisa langsung menanggapi hal yang terlalu cepat ini. Jadi kebanyakan mereka sudah terkena dan menjerit dengan penuh kesakitan.


Setelah itu mereka jatuh ke tanah dengan kesakitan , daging mereka yang terkena racun perlahan lahan hancur atau meleleh.


"Ternyata racun korosi, sangat sulit untuk menemukan jenis racun seperti ini." Gumam nya.


Sekitar 30 sampai 40 an bandit jatuh ke tanah dan berubah menjadi tumpukan daging.


"Aku sudah bilang kalau kau akan menyesal telah bermain racun dengan ku." kata nya dengan dingin.


"Kau ! Semua nya, balas kan dendam saudara saudara yang mati karena bajingan ini !" Teriak ketua bandit itu dengan berapi api.


Ketua bandit itu berusaha untuk meningkat kan semangat anak buah nya. Tapi sekitar 10 anak buah nya sudah melarikan diri karena takut.


" Ha ha ha lihat lah anak buah mu yang pengecualian itu. Dia bahkan tidak setia pada mu, apa kah hanya begini saja bandit yang di katakan bahkan menyulitkan kekaisaran ? Ternyata semua itu adalah palsu ? Menyedihkan sekali." Tawa nya pecah melihat wajah ketua bandit itu yang pucat.


Dengan jentikan jari nya , pisau angin terbentuk dan melesat dengan cepat untuk menyelesaikan seluruh anak buah yang tersisa.


"Kau ! Kau yang memaksa ku untuk melakukan ini !" kata bandit itu sebelum berubah menjadi naga.


"Ah ternyata tuan muda Long, pantas saja aku merasa aura mu mirip seseorang. Ternyata kau anak si tua Long itu, aku menyaksikan sendiri bagaimana paman Zhu membunuh orang tua mu." kata nya memanas manasi.


"Kau adalah kan Zhu ?! Sialan , jika kau tidak mati maka aku tidak akan tenang !" Teriak si marga Long itu menggila.


"Cih, pada akhri nya kau bukan lah tanding ku. Jangan terlalu membanggakan diri mu." Ejek nya sebelum terdengar bunyi patahan tulang.


Krek


Krek


Lebih dari 3 kali suara patahan tulang terdengar , pemuda di depan nya ini merangkul kesakitan.


"Kalau kau memang kuat , maka bunuh saja aku langsung shhh!" Teriak pria bermarga Long ini sambil mendesis menahan sakit.


"Kuat atau tidak nya aku bukan urusan mu ,tapi yang pasti kita akan bersenang senang." Dia tersenyum dan tampang iblis langsung keluar di wajah nya yang tampan.


Seluruh warga Desa Serigala tidak ada yang berani keluar karena ketakutan. Suara teriakan kesakitan menggema ke seluruh bagian desa.


keesokan hari nya


Mayat si Long itu di gantung di gerbang desa dalam keadaan yang tidak tampak seperti manusia lagi bahkan bentuk nya saat ini lebih buruk dari pada manusia sawah.


Darah mengalir yang membuat sungai darah di bawah kaki si Long itu. Sedang kan Zhang Wei pergi melanjutkan misi selanjutnya.


Misi selanjutnya tidak berbeda jauh di bandingkan misi sebelum nya , beda nya kalau kemarin beramai ramai atau satu kelompok.


Sedangkan ini hanya 1 orang , pria ini adalah mantan anak pejabat kekaisaran. Ayah nya ketahuan korupsi yang membuat seluruh keluarga nya di hukum gantung.


Si anak ini sudah menjadi buronan selama bertahan tahun , dia mengatakan banyak orang dan suka memetik bunga.


Tampilan pria ini adalah menggunakan pakaian lusuh dengan tongkat kayu berwarna biru dan memiliki ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi.


ini adalah alasan mengapa dia bisa berlari dari kejaran kekaisaran. Bagi nya ini cukup menarik , jarang bisa mendapat kan musuh seperti ini.


Ratusan sekte kecil juga mengejar pria ini , karena telah menodai murid wanita sekte mereka. Para sekte Kecil itu sebenar nya bisa menangkap pria ini.

__ADS_1


Tapi sayang nya mereka terlalu keras kepala sehingga tidak mau bersatu. Di tambah lagi pria ini ahli dalam penyamaran.


Dia duduk di salah satu pohon dan melihat seorang pengemis sedang duduk di salah satu rumah, kebetulan seorang wanita cantik yang terlihat lemah lembut memberi pria itu uang.


__ADS_2