PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
221. Keluarga Zhu Hong


__ADS_3

Saat mereka berjalan masuk , pria paruh baya terlihat terkejut dengan kedatangan mereka.


"Hong ' er ? Ini benar benar diri mu ?" tanya pria paruh baya.


"Ini benar benar aku ayah. Ayah, ibu tadi bilang kalau aku tidak tampan dan tak termasuk dalam standar. " kata Zhu Hong merajuk sambil memeluk tangan ayah nya.


"Hm, kalau soal itu aku juga setuju. Aku bahkan berpikir kalau kau tidak mirip dengan ku atau dengan ibu mu. Aku bahkan pernah berpikir kalau jangan jangan kau ini anak pungut. " kata Ayah Zhu Hong dengan jahil.


"Ayah !! Aish, kalian semua jahat pada ku !" Kata Zhu Hong sebelum berlari masuk menuju rumah nya.


"Eh ini siapa ?" tanya ayah Zhu Hong sambil melirik Zhang Wei.


"Ini adalah orang yang mengeluar kan Hong'er, sesuai dengan ramalan, akan ada seorang anak manusia yang menyelamat kan Zhu Hong. " Kata ibu Zhu Hong dengan mata yang berbinar binar.


"Ramalan ? boleh aku tahu dari mana ramalan itu berasal ?" tanya nya.


"Em itu dari kakek kakek tua, baju nya terlihat lusuh dan kumis nya seperti ini. Rambut nya seluruh nya putih, wajah nya di penuhi dengan keriput. " kata Ibu Zhu Hong sambil berpikir.


"Ha ha ha itu bukan peramal, singkat nya dia itu bukan peramal. Ia memiliki kekuasaan untuk mengatur semua hal, jadi bisa di bilang berada di tingkat atas. " Ucap nya.


Saat mendengar deskripsi yang di kata kan oleh ibu Zhu Hong, pikiran nya langsung menuju ke arah Qian Bei yang berpenampilan seperti itu saat mereka berusaha pertama kali bertemu.


"Kau mengenal nya ? " tanya ibu Zhu Hong lagi sambil mengajak nya masuk, sedang kan ayah Zhu Hong hanya mendengar kan.


"Ya, Zhu Hong juga sudah pernah bertemu dengan nya. Dia memiliki kepribadian paling baik yang pernah ku temui. " Jawab nya dengan mata sendu.


"Kenapa kau terlihat sedih saat menceritakan tentang pria tua itu ?" tanya Ayah Zhu Hong.


"Karena...... Ia baru saja meninggal. " Jawab nya dengan suara serak.


"Maaf." Kata ayah Zhu Hong.


"Sudah lah ayo kita pergi makan, aku akan menyuruh orang untuk menyiapkan makanan. " kata ibu Zhu Hong.


Dia pun mengangguk dan melihat kalau teman nya itu sedang makan kacang di meja makan.


"Aku kira kau berlari karena marah tapi nyata nya kau kelaparan. "Sindir nya.


"Ha ha ha aku terlalu lapar. " kata Zhu Hong dengan santai.


"Apa kau akan memperkenalkan Long Nie pada orang tua mu ? Seperti nya ia sangat menunggu akan di nikahi oleh mu. "Bisik nya.


"Eh itu.... aku akan memberi tahu kan nya saat ibu kembali. " kata Zhu Hong dengan gemetaran, ia menggenggam tangan teman nya yang sekarang berkeringat dingin itu.


"Zhang Wei, kita belum berkenalan tadi. Nama ku Zhu Liang, kau bisa memanggil ku paman Liang. " kata Ayah Zhu Hong yang baru datang.


"Baik paman Liang. "


"Kau bisa memanggil istri ku Bibi Ling atau mungkin kakak Ling. Meski pun selisih umur mu dengan nya jauh tapi ia tidak ingin mengakui hal tersebut. " bisik Paman Liang.


"He he aku akan panggil Bibi Ling saja biar lebih sopan. " Ucap nya sambil mengangguk angguk.


"Hei, apa kalian sedang membicarakan ku ?" tanya Bibi Ling yang baru datang.


"Ibu... ada yang ingin ku kata kan. " kata Zhu Hong membuka mulut.


"Katakan apa ?" tanya Bibi Ling.


"Aku kali ini pulang tidak sendirian. " kata Zhu Hong.


"Tentu saja tidak sendirian, bukan kah kau di temani oleh Zhang Wei ?" Tanya Bibi Ling dengan santai tapi setelah itu dahi Bibi Ling berkerut.


"Jangan bilang kalau maksud mu adalah memiliki kekasih dan kau akan menikahinya ?! Apa kau sudah mmelupakan gadis naga itu ?! " tanya Bibi Ling dengan histeris.


"Apa kau benar benar serius dengan ucapan mu, Hong'er ?" tanya Paman Liang.


"Aku benar benar serius..... "Zhu Hong tidak bisa melanjut kan kata kata nya lagi saat melihat wanita yang paling di sayangi nya berjalan masuk ke dalam aula makan.


"Hadiah untuk mu, aku sudah menyuruh Qing Yu dan yang lain nya untuk merias nya. " Bisik nya dengan pelan.


"Long Nie ? Aku benar benar merindukan mu. " Kata Bibi Ling dengan antusias sebelum berlari memeluk Long Nie.


"Aku sudah mengirim kan undangan perjamuan makan pada keluarga mu dari 1 tahun lalu tapi masih belum ada tanggapan. " kata Bibi Ling.


"Aku sudah pergi dari keluarga yang memuak kan itu Bibi Ling. " kata Long Nie sambil tersenyum tipis.


Zhu Hong langsung menggandeng tangan kekasih nya.


"Ibu orang yang ku maksud adalah ia. " kata Zhu Hong.


"Ha ha kalau itu kau tidak perlu minta izin lagi. Sebaik nya kalian menikah secepat nya karena seperti nya akan ada gejolak besar di Dimensi Ilahi. " kata Paman Liang.


"Ya, sebaik nya minggu depan saja. " kata Bibi Ling bersemangat bahkan melebihi pengantin sesungguh nya.


Meski pun Bibi Ling dan Paman Liang terlihat sangat ramah, kekuatan mereka sebenar nya sangat besar bahkan melebihi Zhang Li dan Zhang Xiulang.


Zhu Ling berada di tingkat 7 Petir Kaisar dan Zhu Liang berada di tingkat 9 Petir Kaisar.


Berikut adalah tingkatan kultivasi :

__ADS_1


- Petir Surgawi


- Petir raja


- Petir Kaisar


- Petir Dewa


- Suci


- Ilahi


- Tuan Kultivasi


- Tertinggi


"Gejolak besar ? apa itu ?" tanya nya penasaran.


"Bangsa Naga akan melakukan penundukan seluruh dimensi Ilahi. Dan kami sudah bergandengan tangan untuk menahan Bangsa Naga yang semakin berkuasa." Ucap Zhu Liang.


"Benar kah ? Bukan kah itu sangat arogan ?" tanya nya sambil mengerut kan dahi.


"Ya kau benar, mereka bahkan ingin menyamakan diri dengan dimensi agung. " kata Zhu Ling menahan emosi nya.


"Apa ?! Itu adalah perbuatan terlarang. Bahkan jika ia memiliki kekuatan besar, aku ingin melihat bagaimana mereka mampu menyinggung dimensi Agung. " Xi Rong keluar dari dimensi milik nya.


"Eh ini siapa ?" tanya Zhu Ling.


"Aku kekasih Zhang Wei, aku Xi Rong. " Kata Xi Rong.


"Kenapa kau seperti nya sangat tidak senang saat aku bilang Naga Ilahi ingin menjadi dimensi Agung ?"


"Karena aku berasal dari sana , aku dari rasa peri marga Wang. " Kata Xi Rong.


"Marga Wang ?! Dengan pimpinan Wang Zhuge ?!" tanya Zhu Ling.


"Ya, benar yang di pimpin oleh ayah ku yang bodoh itu." Jawab Xi Rong tanpa ekspresi.


"Emh, kapan penundukan itu akan di lakukan ?"tanya nya untuk mengalihkan pembicaraan.


Karena ia tahu kalau Xi Rong merasa canggung jika di tanya tentang keluarga nya apa lagi oleh orang yang baru di kenal nya.


Xi Rong tersenyum kepada nya, tersenyum penuh rasa terima kasih.


"Mereka akan melakukan itu dalam waktu 6 bulan lagi, keluarga Naga menguasai perdagangan mulai dari obat, senjata dan tambang sehingga keluarga lain dalam tekanan. "


"Paman, aku sangat tertarik tentang bangsa Naga dan Obat. Di mana aku bisa mendapat kan itu semua ?" tanya nya.


"Kau bisa melihat itu di perpustakaan keluarga kami. " kata Zhu Liang.


"Baik lah terima kasih paman, selama beberapa tahun belakangan ini tingkat keahlian obat ku terhenti di tingkat Langit. " Jelas nya.


"Kau sudah berhasil mencapai tingkat langit di usia semuda ini ?" tanya Zhu Ling terkejut sekaligus antusias.


Sedang kan Zhu Hong hanya menggeleng geleng kan kepala nya pusing melihat kelakuan kedua orang tua nya yang terlalu berlebihan.


Berikut tingkat Alkemis :


- Rendah


- Menengah


- Tinggi


- Grandmaster Alkemis


- Langit


- Kerajaan


- Kekaisaran


- Dewa


- Ilahi


- Surgawi


- Abadi


Menurut yang di katakan oleh Kakek Qian belum ada yang sampai ke tingkat Abadi, jika sudah di tingkat Abadi maka ada kemungkinan untuk menghidupkan orang mati.


Pil juga memiliki beberapa tingkatan, Zhang Wei sudah berhasil membuat pil Mendalam.


- Rendah


- Menengah


- Tinggi

__ADS_1


- Mendalam


- Langka


- Kuno


- Surgawi


- Dewa


- Ilahi


"Zhang Wei.... Zhang Wei !" Panggil Bibi Ling yang membuat nya tersadar dari lamunan.


"Ada apa Bibi Ling ?" tanya nya .


"Kau berasal dari mana ?" tanya Zhu Ling dengan penasaran.


"Hanya seorang anak yatim piatu dari dimensi tingkat rendah. " Ucap nya.


"Kau hebat sekali bisa mendapat kan kultivasi seperti ini dari dimensi tingkat rendah dan juga jangan sedih atas kepergian orang tua mu, kau bisa menganggap kami sebagai orang tua mu juga, iya kan hong'er?" tanya Zhu Ling.


"Tentu saja ibu, bahkan tanpa ibu kata kan aku sudah menganggap Zhang Wei sebagai saudara ku. " kata Zhu Hong dengan bangga.


"Bagus lah, kalau begitu kita semua adalah keluarga. " kata Zhu Liang.


"Eh dengar dengar dimensi Darah Besi menghilang kan seluruh Kekaisaran, anak laki laki keluarga Zhang juga di katakan pulang dan membunuh lebih dari setengah pasukan, usia nya masih sangat muda. Tapi entah karena apa, anak nya tersebut di usir karena di anggap haus darah dan orang lain yang tidak banyak berkontribusi mengambil reputasi milik anak itu. " kata Bibi Ling sambil menyantap makanan.


Tangan nya yang baru saja akan menyuap kan makanan ke mulut nya terhenti. Seketika nafsu makan nya hilang.


"Apa benar ada cerita tersebut ? Aku tidak bisa membayang kan perasaan anak tersebut, bahkan jika banyak membunuh bukan berarti haus darah bukan ? Lagi pula ia banyak membunuh untuk melindungi keluarga nya, apa yang salah dengan itu ?" tanya Zhu Liang yang merasa cerita itu tidak masuk akal.


"Yang salah adalah anak itu yang tidak bisa memenuhi keinginan orang tua nya, anak tersebut terlalu banyak membunuh membuat kedua orang tua nya takut dan tidak sesuai dengan harapan mereka. " Jawab nya.


"Anak tersebut terlalu banyak berekpektasi, berharap orang tua nya bangga melihat nya banyak membunuh dan banyak berkontribusi. Tapi sayang nya anak itu malah membuat orang tua nya takut hingga mati. " Lanjut nya dengan dingin.


"Menurut kalian, apa kah anak itu salah untuk mengharap kebanggaan dari kedua orang tua nya ? Setelah berusaha merangkak naik dengan sulit dari neraka menuju surga hanya untuk menemui orangtua nya ?" Tanya nya.


"Ibu ayah sudah jangan di lanjut kan lagi pembicaraan ini. " kata Zhu Hong.


"Tentu saja anak itu tidak salah, apa salah nya mengharap kan rasa bangga dari orang tua nya. " kata Zhu Ling yang masih belum paham.


"Bibi, paman aku pamit dulu untuk melihat kolam ikan di sana. Aku sudah kenyang, terima kasih. " Ucap nya dengan dingin.


Dia berjalan dengan cepat menuju kolam ikan untuk menenang kan diri.


"Ibu, jangan bertanya tentang itu di depan Zhang Wei. " Kata Zhu Hong dengan kesal.


"Memang nya ada apa ? Tunggu sebentar, Keluarga Zhang, Zhang Wei ! Apa kah ia adalah anak yang ada di cerita itu ?" tanya Zhu Liang.


"Ya, Zhang Wei di buang oleh orang tua nya ke dimensi tingkat rendah dari umur ia baru 1 bulan sehingga memiliki orang tua angkat yang baru meninggal beberapa hari lalu. Zhang Wei selama ini selalu menempuh jalan yang berbahaya demi meningkat kan kekuatan nya secepat mungkin. " Jelas Zhu Hong.


"Jadi saat orang tua nya melihat nya selesai berperang, aura kematian berkeliling di sekitar nya dan menutupi seluruh ruangan. Darah mengalir dari ujung pakaian nya hingga membuat sungai darah kecil. Jadi ada dua kemungkinan mengapa orang tua nya melakukan itu, satu karena takut dan dua karena malu dan takut di cap buruk oleh masyarakat sehingga ada seorang musuh yang memasang mantra pengendali Jiwa. " Lanjut Xi Rong.


"Eh ini aura kematian milik siapa ? Begitu pekat !" kata Zhu Liang dengan waspada.


"Tenang ini milik Zhang Wei, aura kematian dalam tubuh nya selalu keluar saat ia dalam keadaan marah atau sedih. " kata Xi Rong.


"Aku harap kalian bisa menyayangi nya sepenuh hati karena ia bukan lah orang jahat. " Lanjut Xi Rong sebelum ikut menyusul Zhang Wei.


"Zhang Wei !!" Panggil nya.


"Ada apa ?" tanya Zhang Wei.


"Tidak perlu sedih, bukan kah kau sudah mendengar jawaban mereka ?"


"Apa mereka membenci ku ?" tanya Zhang Wei dengan suara serak.


"Tidak mereka menerima mu apa ada nya, kami sudah menceritakan semua nya dan mereka bahkan menjadi lebih semangat untuk memberi mu kasih sayang. " Jawab nya.


"Benar kah ?" tanya Zhang Wei masih tidak percaya.


"He em. " Dia mengangguk kan kepala nya sebelum memeluk tubuh Zhang Wei dari belakang.


"kau tidak tahu betapa aku menyukai mu, apa kau menaruh obat cinta dalam setiap makanan buatan mu ?" Canda nya.


"tentu saja kau menyukai ku , secara aku kan tampan. " Jawab Zhang Wei sambil tertawa.


Dari dalam dimensi Qing Yu yang tidak memiliki Izin untuk keluar seenak nya, menghancur kan beberapa pohon untuk melampias kan rasa kesal nya.


"Sialan ! Kenapa aku tidak di ajak juga ?! Aku bahkan berasal dari dimensi Dewa !! Lebih tinggi dari Dimensi Agung !" Raung Qing Yu kesal.


"Qing Yu, jangan menghancur kan dimensi ku. " Peringat sebuah suara berwibawa.


"Aku tidak peduli !! Bawa aku keluar !! " Teriak Qing Yu yang membuat penduduk lain menutup telinga.


"Kau memilih untuk tidak berbicara dengan ku selama sebulan atau tetap duduk diam dan tidak menghancur kan apa pun ?" Tanya suara berwibawa itu.


Qing Yu hanya bisa menghentak kan kaki nya dengan kesal. 30 hari di dunia luar sama dengan 2 tahun 6 bulan di dalam dimensi.

__ADS_1


__ADS_2