
Zhang Wei yang sudah berjalan meninggal kan dimensi Es Abadi, bersiap siap untuk pergi menuju dimensi Dewa.
Kata Qian Xun, membutuh kan beberapa persiapan untuk masuk ke dalam dimensi Dewa. Mulai dari penutup wajah, pakaian tebal dan beberapa hal merepot kan lain nya.
Dia menggunakan pakaian tebal 3 lapis yang berbulu rubah, meski pun membuat tubuh nya tampak menjadi lebih lebar, tapi ketampanan nya tidak berkurang sedikit pun.
Dia menggunakan topeng bergambar rubah yang sangat cantik, ini membuat nya tampak sangat indah. Langkah nya langsung menuju pintu dimensi.
Setelah menentukan tujuan pergi nya, dia langsung masuk ke dalam dimensi. Setelah masuk ke dalam pintu antar dimensi, dia tahu kenapa Qian Xun menyuruh nya untuk menggunakan penutup wajah dan pakaian tebal, sarung tangan serta kaus kaki.
Karena pintu antar dimensi ini akan memakan waktu kira kira satu jam dan tekanan di sini sangat kuat serta sangat dingin.
Meski pun seseorang memiliki Qi yang tak terbatas, itu masih akan menderita luka luka goresan. Untung lah dia melakukan dengan baik dan membuat nya aman selama perjalanan antar dimensi.
"Ini sangat mengerikan, biasa nya aku terbiasa dengan udara dingin. Tapi di sini masih sangat dingin sekali. " Gumam nya sambil menggosok gosok kan tangan nya.
Dia takut jika dia tidak menggunakan pakaian berbulu rubah ini, maka dia akan terkena flu setelah masuk ke pintu antar dimensi.
Di dalam pintu antar dimensi, dia merasa seluruh tubuh nya mati rasa dan dia tidak bisa memperkirakan waktu yang telah berlalu.
Tapi, meski pun begitu dia merasa kalau ini sudah lebih dari 1 jam. Retakan retakan halus pun tampak di topeng rubah nya.
Dengan Qi nya, dia masih bisa mempertahan kan sampai dia keluar, tapi ketika selesai dia takut itu akan langsung hancur .
Setelah menunggu lama, dia akhir nya melihat akhir dari Terowongan Ruang Dan Waktu Antar Dimensi, ini membuat nya mau tak mau merasa bahagia.
Dia langsung berjalan keluar dan merasa kalau suhu udara di dalam dimensi Dewa tidak serendah di dalam terowongan ruang dan waktu.
Pemandangan menakjubkan bagai kan gambaran seseorang pun terpampang jelas di hadapan nya, berbagai tanaman herbal yang langka di dimensi rendah terlihat menjadi hama pengganggu di sini.
Orang orang yang berlalu lalang menggunakan pakaian tebal, beberapa menatap nya dengan tatapan yang tak bisa di arti kan.
Dia tidak memerdulikan itu dan langsung berjalan ke kota, di depan pintu kota terpampang jelas papan nama besar, Kota Dewa Agung.
Dia masuk ke dalam dan langsung di tahan oleh penjaga.
__ADS_1
"Di mana token pengenal mu ?" Tanya penjaga itu dengan dingin.
Zhang Wei tidak mengatakan apa apa dan memberikan token yang di beri kan oleh Qian Bei sejak lama.
"Ah, silakan masuk tamu terhormat. Maaf kan aku karena tidak mengenal mu. " Kata penjaga itu langsung menunduk hormat.
"Tidak apa apa. " Ucap nya halus.
Jika orang lain mendengar maka mereka akan terkesima dengan suara Zhang Wei yang halus, menyegarkan, dan tentu nya berwibawa.
Seseorang yang mendengar suara nya saja bisa menebak kalau dia bukan lah orang sembarangan.
Perasaan lagu melintas di mata nya saat melihat bangunan berwarna putih kompak di sepanjang jalan.
Dia tiba tiba melihat kumpulan kuda berwarna putih dengan sayap yang lumayan lebar, dia langsung berjalan mendekati nya.
"Ini kuda apa ?" Tanya nya dengan antusias.
"Apa kah anda baru di sini ?" Tanya pemilik toko yang merupakan seorang pria paruh baya dengan ramah.
"Ini adalah Kuda Terbang, ini bisa membawa mu lebih cepat selama 6 jam sebelum dia akan beristirahat. Aku akan menjual nya pada mu dengan harga 1.000 kristal roh tingkat tinggi. " Kata pria paruh baya itu.
"Hm, aku ambil satu. Yang ini saja !" Kata nya menunjuk kuda terbang yang terlihat sendirian di ujung.
"Tapi tuan, dia sangat tidak jinak dan suka menyerang orang. Dia juga tidak memiliki energi yang kuat. " Kata pria paruh baya itu dengan serba salah.
Di satu sisi dia senang karena kuda lemah itu terjual dengan harga mahal tapi di sisi lain tidak kasihan dengan pemuda di depan nya yang tidak tahu apa apa.
"Tidak apa apa, aku bisa membantu nya. " Kata Zhang Wei dengan antusias.
Kuda terbang yang satu ini memiliki energi api yang sangat sesuai dengan kekuatan nya, berbeda dengan kuda lain nya yang kebanyakan memiliki energi besi yang membuat mereka sangat bertenaga.
Sangat wajar untuk kuda terbang satu ini tidak memiliki energi sekuat yang lain, tapi jika di latih oleh nya maka itu akan sangat baik dan memiliki kultivasi yang tinggi.
Hewan hewan di sini memiliki kultivasi yang tidak rendah dan hanya kuda terbang itu yang tak memiliki kultivasi.
__ADS_1
Sangat wajar untuk di jauhi oleh teman teman nya.
"Tuan Muda, uang nya hanya 500 kristal roh saja. " Kata pria paruh baya itu berniat ingin mengembalikan setengah uang nya.
"Tidak apa apa, kau ambil saja. " Ucap nya dengan murah hati.
Dia menarik tali yang terikat dileher kuda terbang itu.
"Aku tahu kenapa kau sangat lemah, aku yakin kau akan menyukai ini. " Dia mengeluarkan wortel yang sudah di lapisi oleh Qi Api nya.
Dan betul saja, kuda terbang itu langsung memakan nya dengan lahap. Dia memberikan beberapa hal yang sama sebelum memastikan kalau kuda terbang itu sudah kenyang.
"Aku memberi mu nama Zhang Huo, yang arti nya api. Dengan begitu kita akan menjadi keluarga baru, sama seperti Zhang Binghua. " Kata nya dengan semangat.
Kuda itu mengangguk ngangguk dan menurunkan punggung nya, dia duduk di atas punggung kuda itu.
Kuda itu terasa sangat hangat yang membuat nya nyaman apa lagi di tempat dingin seperti Dimensi Dewa.
Zhang Huo langsung terbang ke atas langit dengan kecepatan tinggi, tekanan yang di akibat kan oleh sayap kuda ini sangat besar.
Untung lah dia sudah bersiap terlebih dahulu sehingga tidak terluka.
"Terbang ke arah utara secara terus menerus. Istana Dewa berada di bagian paling utara Dimensi Dewa. "Bisik nya pada Zhang Huo.
Kuda terbang yang cerdas itu pun langsung paham dan mengubah arah terbang nya menjadi menuju utara.
Dia membungkuk kan tubuh nya membuat kepala nya bersender di leher Zhang Huo yang hangat dan nyaman.
Zhang Huo juga tampak tak terganggu dengan kelakuan nya jadi dia santai saja.
Berjam jam berlalu , Zhang Huo bahkan tidak tampak kelelahan malah semakin bersemangat membela awan.
Semakin ke utara maka udara menjadi semakin dingin, ini adalah salah satu kegunaan tubuh Zhang Huo di saat saat seperti ini.
Bahkan dalam waktu singkat rasa sayang nya pada Zhang Huo meningkat dengan tajam. Dia menganggap nya seperti keluarga sendiri sama seperti Zhang Binghua.
__ADS_1