
Sedang kan dia hanya menghela nafas berat saat melihat kebodohan kedua orang ini yang sudah melebihi akal sehat.
" Pergilah, aku sedang tidak ingin mengotori tangan ku untuk membunuh orang tidak berguna seperti kalian. " kata nya sambil dengan mudah menghindari serangan.
"Jika kami tidak membunuh mu hari ini maka kami tidak pantas di sebut manusia !" kata salah satu pria dengan keras kepala.
"Kenapa kalian sangat keras kepala ? Bukan kah kalian memang bukan manusia ? " kata nya dengan tenang.
"Kau !!" Pria itu langsung menyerang nya lagi , tapi dengan mudah ia menangkap kedua leher pria itu.
"Aku sudah memberi kalian 2 kesempatan, tapi kalian tidak memanfaatkan nya dengan baik. Kali ini aku tidak akan berbaik hati lagi dengan kalian." kata nya dengan ganas.
Tiba tiba tangan nya yang masih memegang leher kedua pria itu, langsung mengeluar kan api.
"Lepaskan kami !! Panas !! Lepaskan !!" Teriak kedua pria itu dengan penuh rasa sakit.
" Itu salah kalian. Tidak ada jalan untuk kembali. " kata nya dengan datar.
"Lepaskan !! Jika tidak ketua kami akan membunuh mu !!" teriak mereka dengan kesakitan.
"Jika aku bilang aku bahkan tidak takut dengan ketua mu, apa kah kalian akan percaya ? Jika sudah begitu maka matilah !" kata nya dan kedua pria itu langsung berubah menjadi abu.
Fiuhhh
Dia meniup abu itu hingga tidak ada satu pun yang menempel di tubuh nya, dia berjalan mendekati Fang Lin.
"Apa kau baik baik saja ?" tanya nya dengan penuh perhatian.
"A.. aku baik baik saja. Ayo masuk ke kamar, kita sudah menjadi bahan tontonan orang orang. " kata Fang Lin gugup.
"He he ayo masuk. " kata nya mengangguk.
"Kau sungguh pintar dalam mencari musuh !!" puji Tu Long sambil bertepuk tangan.
"Terima kasih, Terima kasih. Aku sangat suka dengan pujian mu. Aku memang ahli nya dalam mencari musuh. " kata nya dengan bangga.
Sedang kan Tu Long hanya menggeleng geleng kan kepala nya, dia pikir Zhang Wei akan merasa sindiran nya.
Tapi nyata nya, Zhang Wei malah menganggap nya menjadi pujian. Seperti nya ia harus membiasakan diri dengan kegilaan Zhang Wei.
"Penginapan di sini sedang sangat ramai. maaf kamar nya penuh. " kata pegawai wanita tadi pada orang orang yang ingin menginap.
"Hah ? Sudah penuh ? Ya sudah lah. Tahun ini sedang sangat ramai. " gumam pria itu.
"Ya , tahun ini kata nya akan jauh lebih menarik di banding kan sebelum nya. Sehingga banyak orang yang datang kemari. " kata yang lain.
Keesokan hari nya
" Ayo berjalan ke kota Kong Qi !" Kata Zhang Wei dengan semangat.
"Tunggu sebentar aku belum merapikan rambut ku ! Hu Yin juga sedang mandi. " teriak Tian Li yang ada di sebelah nya.
"Tidak perlu teriak teriak !! Kita kan bersebelahan!" teriak nya tidak terima.
"Kau juga berteriak bodoh !!" Dengus Tian Li dengan kesal.
"Ya terus ? Kau tidak senang ?" tanya nya dengan kesal juga.
"Berhenti lah, kalian ini sungguh tidak bisa diam. Aku bahkan yang sedang tidur menjadi bangun. " Raung Jiu Zhi.
"Wah selamat ya, kau berhasil naik ke tingkat 1 ranah bela diri. " kata nya dengan bahagia.
"He em setelah beberapa tahun, aku berhasil untuk naik tingkat setelah beberapa puluh tahun. " kata Jiu Zhi.
"Wah selamat kakak Jiu, kau harus mentraktir ku !" kata Tian Li.
"Sudah biarkan Jiu Zhi untuk mandi dulu karena aku yakin dia belum mandi sama sekali. " kata nya.
"Kau tahu saja aku belum mandi, lain kali katakan dengan pelan, kalau tidak aku akan marah dengan mu. " kata Jiu Zhi.
"Halah begitu saja merajuk, seperti anak kecil saja." kata nya pada Jiu Zhi yang sedang berjalan menuju kamar mandi pria.
"Ya, dia tidak salah sih. Kalau aku sendiri maka sudah pasti aku akan memukul kepala mu. " Kata Tian Li.
"Li'er !" panggil suara berat di belakang mereka.
Lalu tiba tiba tampak lah seorang pria dengan wajah yang sangat mirip dengan Tian Li.
"Ayah !"
__ADS_1
"Salam paman, namaku Zhang Wei. " kata nya dengan sopan.
"Ah ya, Zhang Wei kau telah merawat anak ku dengan baik. Apa lagi bisa melihat nya mandi setiap hari adalah keajaiban. " kata Tian Long.
"Jadi dia tidak mandi setiap hari ?" tanya nya terkejut.
"Ha ha dia bisa mandi seminggu sekali saja sudah hebat, biasa nya dia mandi satu bulan sekali atau 2 bulan sekali. " kata Tian Long sambil tertawa kecil.
"Ayah, jangan katakan begitu. Aku dulu tidak separah itu. " kata Tian Li sambil menarik narik jubah nya Tian Long.
"Li'er, ayah mau pergi naik ke dimensi atas. Jadi lindungi diri mu dan Zhang Wei. " kata Tian Long.
"Apa kah ada sesuatu yang penting ?" tanya Tian Li.
"Ibu mu akhir nya ingin menunjuk kan diri nya. " kata Tian Long dengan senyum yang merekah.
"Kata ayah , ibu sudah meninggal !" kata Tian Li bingung.
"He he itu hanya bohongan, ayah mohon jangan beritahu pada ibu mu nanti ya ?!" kata Tian Long dengan memelas.
"Ya ya ya sana pergi, nanti kau harus menjelaskan sesuatu pada ku ayah !" kata Tian Li dengan kesal.
Ayah Tian Li, pun langsung kesenangan dan menghilang dari pandangan semua orang. Dia menatap Tian Li dengan bingung.
"Apa kau baik baik saja ? Ingin menceritakan nya pada ku ?" tanya nya sambil menepuk nepuk bahu Tian Li.
"Huh, aku dulu saat berumur 2 bulan berpikir kalau ibu ku telah meninggal seperti yang dikatakan oleh ayah ku. Kata ayah ku, ibu meninggal karena melahirkan ku jadi selama aku hidup aku terus terusan merasa bersalah. Tapi lihat lah sekarang, ia mengatakan kalau ibu baik baik saja dan dia mengatakan kalau itu semua hanya lah candaan!" kata Tian Li dengan berapi api.
"Benar kah begitu ? Bukan kah itu sedikit kelewatan ?" tanya nya dengan bingung.
Dia sendiri bingung dengan hal yang di alami oleh Tian Li, karena dalam seumur hidup, baru kali ini lah ia mendengar ada kasus seperti ini.
Dia sendiri tidak terlalu mengerti dengan persoalan yang di hadapi oleh ayah Tian Li dan ibu Tian Li. Tapi menurut nya itu cukup kelewatan.
"Justru itu !! Aku saat ini merasa campur aduk, ada rasa senang karena ibu ku ternyata tidak meninggal, rasa marah karena ayah ku membohongi ku, rasa takut terhadap sikap yang akan di tunjuk kan ibu ku pada ku dan berbagai macam perasaan ganjil lain nya yang ada di hati ku." kata Tian Li dengan wajah sedih.
"Jangan sedih, kita pasti akan menemukan jalan keluar untuk masalah ini. Kita akan tunggu ayah mu dulu dan nanti kau dapat meminta penjelasan dari nya. " kata nya menghibur Tian Li.
"Jangan sedih, kami pasti akan selalu berada di samping mu. " kata Jiu Zhi dari belakang mereka.
"Kau mendengar nya juga ?" tanya nya dengan wajah ceria.
"Bilang pendengaran nya baik, tapi ketika tidur aku teriak saja kau tidak dapat mendengar nya. " ledek nya.
Lalu terjadi lah perdebatan di antara mereka berdua dan Tian Li yang melihat itu pun langsung tertawa.
"Apa kalian sudah ? Kami sudah selesai. " kata para wanita.
"Kami sudah, ayo pergi !!" kata nya dengan semangat dan berjalan pergi.
Sampai di meja depan, dia menyerahkan kunci kamar nya pada pegawai wanita yang kemarin berjaga di depan.
Mereka melanjutkan perjalanan sambil melihat lihat banyak pemandangan indah di sekeliling pemukiman warga.
Mereka berjalan hingga 1 jam dan akhir nya bertemu dengan gerbang kota dengan nama yang sangat besar di atas gerbang. 'Kota Kong Qi '
"Bayaran 2 koin emas untuk setiap orang. " kata penjaga dengan datar.
"Kami adalah kontestan dari provinsi phoenix dan provinsi Vermilion. " kata nya dengan datar juga sambil memberikan tanda pengenal nya.
"Silakan masuk. "
Mendengar kata kata nya membuat semua orang cukup terkejut dengan kehadiran Provinsi Phoenix di kompetisi tahun ini.
Karena mereka datang di undang oleh Kaisar provinsi gagak emas, Wei Wang. Maka mereka tidak perlu membayar biaya masuk lagi.
"Aku salah satu pengawal kerajaan yang di kirim oleh Kekaisaran, ingin membimbing tamu tamu ke Penginapan paling baik di provinsi gagak emas. " kata salah satu pengawal yang tiba tiba datang.
Dia mengenali orang itu, itu tidak lain adalah pengawal milik pangeran ketujuh, Wei Ling. Dia menatap pada pengawal itu dan pengawal itu langsung sedikit bergetar.
Singkat kata mereka sudah sampai penginapan paling baik dan sudah selesai mendaftarkan semua peserta yang mereka bawa.
Tentu nya Zhang Wei tidak ikut mendaftar melainkan berjalan menuju gedung mewah yang di penuhi orang.
Itu tidak lain adalah tempat lelang paling besar dan paling baik karena masih berada di bawah pengawasan Kekaisaran.
"Aku ingin bertemu dengan pemilik lelang. " kata nya tanpa basa basi.
"Tidak bisa, kecuali kau belanja dengan jumlah uang kira kira 50.000 koin emas. Kebetulan pelelangan kami akan melakukan lelang tahunan dan banyak barang langka yang di jual. " kata pegawai itu.
__ADS_1
Dia berpikir sejenak dan berpikir apakah akan mengikuti lelang atau tidak, bagi nya 50.000 koin emas hanya lah sedikit.
Karena jumlah koin emas yang ia pegang berjumlah sekitar puluhan atau bahkan ratusan juta koin emas.
"Apa itu lelang tahunan ?" tanya nya lagi.
"Lelang tahunan adalah lelang yang di lakukan 1 tahun sekali. Kami memiliki 2 jenis lelang, yakni lelang bulanan dan lelang tahunan. " kata wanita itu menjelaskan.
Dia tersenyum tipis dan merasakan kalau Pelelangan Mata Elang ini sangat lah menarik.
' Wei Ling sungguh pintar, ia membuat ku mengeluarkan uang untuk Kekaisaran nya. Padahal jika aku mau aku bisa saja memaksa pemilik lelang ini untuk keluar. ' gumam nya di dalam hati.
"Baik lah aku setuju untuk ikut, berapa biaya masuk nya ?" tanya nya.
"Biaya masuk 30 koin emas dan kalau kau mau ruangan pribadi, kau bisa menambah 20 koin lagi. Jika kau memiliki ruang pribadi maka kau tidak bisa di lihat oleh orang dan tidak akan ketahuan di tambah lagi dengan makanan yang akan kami antar kan, nanti kami juga akan memberikan bonus. " kata wanita itu tersenyum penuh arti.
Zhang Wei yang sudah kesenangan mendengar ada ruangan pribadi di tambah lagi dengan makanan, tidak lagi mendengarkan ucapan wanita itu tentang bonus.
"Ini uang nya. " kata nya.
"Sini, biar aku antarkan. "
Dia di bawa ke dalam ruangan yang luas di tambah lagi dengan banyak nya orang yang sudah duduk di kursi baris.
"Ini adalah ruangan mu, apa kau ingin memberi nya nama ?" tanya orang itu.
"Huang Di. " kata nya dengan singkat.
"Nama yang sombong. " gumam wanita itu kecil.
"Memang, bukan kah bukan nama yang buruk. " kata nya dengan santai.
(Huang Di, arti nya adalah kaisar )
"Lelang akan di mulai dalam waktu 1 jam 15 menit lagi dan dan lelang akan kira kira memakan waktu 2 jam. Nanti makanan mu akan di antar sebentar lagi. " kata wanita itu sambil menatap nya dengan senyum penuh arti.
Dia menunggu dengan semangat untuk makanan nya, jadi untuk saat itu ia ber kultivasi dulu untuk mengisi waktu luang nya.
Tiba tiba ada seorang wanita yang masuk ke dalam tirai nya.
"Ah makanan ku !!" kata nya dengan semangat langsung mengambil salah satu roti yang di bawa oleh wanita itu.
"Kenapa kau masih di sini ?" tanya nya dengan bingung melihat wanita yang menggunakan baju kurang bahan.
"Aku di suruh untuk menemani tuan dan memuaskan hasrat tuan. Jadi tuan tidak perlu malu malu. " kata wanita itu dengan manja.
Ia berjalan mundur dan dahi nya pun berkerut dalam.
"Tidak perlu , kau pergi saja. Aku hanya menyukai makanan saja. " tolak nya.
"Tapi -" ucapan wanita itu langsung terpotomg oleh ucapan nya.
"Ku mohon pergilah, aku tidak membutuhkan mu. " kata nya.
Wanita itu akhir nya meninggalkan ruangan dengan wajah kesal.
"Huh, aku bahkan tidak memesan nya sungguh keberuntungan yang buruk. Fang Lin yang wajah nya jauh lebih cantik saja aku tolak, aku bukan lah pria seperti itu. Lagi pula umur ku masih di kecil dan aku masih imut imut untuk melakukan hal dewasa seperti itu. " kata nya dengan percaya diri, dia juga tampak mencubit cubit pipi nya sedikit.
Dia melanjut kan acara makan nya yang tertunda dan di sisi lain, wanita tadi kembali ke pegawai tadi.
"Nona Yan, pria di ruangan ke 12 itu menolak ku." kata wanita penggoda itu dengan sedih.
"Menolak mu ? Bukankah kau adalah penggoda paling baik di pelelangan ini ? Tidak ada yang pernah menolak mu selama ini. " kata Yan Yi.
"Entah lah mungkin pria itu mengalami kelainan. " kata wanita penggoda itu dengan marah tapi tiba tiba ada suara yang mengagetkan nya.
"Aku tidak kelainan !" Teriak Zhang Wei dari belakang mereka.
"Eh, kenapa kau bisa ada di sini ? " Tanya Yan Yi.
"Ini piring tadi, sudah habis. Makan seperti ini bahkan tidak bisa mengisi 1 per 10 perut ku. " kata nya lalu berjalan pergi.
"Kalian dapat melanjutkan pembicaraan kalian tapi sebaik nya untuk tidak mengutuk orang lain. " kata nya lalu menghilang di dalam kerumunan.
Yan Yi dan wanita penggoda itu langsung terkejut dan tidak bisa berkata kata.
Di sisi lain, Zhang Wei sudah sampai di ruangan nya, kali ini ia memasang pelindung supaya orang tidak bisa sembarangan masuk ke dalam.
Dia meluruskan kaki nya di kursi panjang yang si sediakan dan memutuskan untuk tidur sebentar karena menurut nya ber kultivasi di sini sangat lah tidak berguna.
__ADS_1