PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
244. Sekte Embun Salju II


__ADS_3

Zhang Wei membaring kan tubuh nya di lantai yang dingin dan keras sambil menghela nafas penuh beban.


12 jam kemudian


Ternyata, tanpa sadar Zhang Wei tertidur dengan pulas di lantai. Jika ada orang lain yang melihat makan orang itu akan terkejut sampai mati.


Setiap lantai memiliki tekanan yang berbeda, semakin besar tekanan maka semakin besar beban. Lalu, dengan mudah nya Zhang Wei tertidur di bawah tekanan yang mengerikan ini.


Tapi dia tidak peduli dengan reaksi orang lain, melainkan menilai , sudah berapa lama dia berada di menara Es Abadi.


"Kalau perkiraan ku tidak salah maka ini sudah masuk ke hari ke 2. Waktu ku tidak banyak , aku harus naik ke lantai 8 secepat mungkin." Gumam nya mengumpul kan tenaga yang sudah terisi kembali berkat tidur nya.


Zhang Wei melangkah ke lantai 8 dengan penuh perjuangan.


Buk


Suara tubuh nya yang terjatuh ke tanah , dia menggertakan gigi nya dengan penuh kemarahan.


Hingga akhir nya dia memanjat dengan cara merangkak. Setelah satu jam yang di penuhi darah dN perjuangan.


Akhir nya dia sampai ke lantai 8 dalam kondisi setengah tidak sadar, sampai ada suara besar yang mengembalikan kesadaran nya.


"Selamat untuk yang sudah sampai di lantai 8. Semua nya tetap di tempat sampai menara Es Abadi mengeluar kan kalian. " Kata suara wanita yanv sama saat dia masih di luar tadi.


Dia pun berpikiran kalau mereka akan di keluar kan sampai nanti malam yang merupakan habis waktu.


Yang tidak di ketahui oleh Zhang Wei adalah orang yang kalah di keluar kan dan di suruh untuk pulang ke rumah masing masing.


"Kalian adalah yang tersisa dari ribuan orang , sudah waktu nya untuk pergi ke tempat selanjut nya. " kata suara wanita itu lagi.


Hal ini membuat Zhang wei terkejut setengah mati saat di lempar keluar dari Menara Ribuan Es. Sesampai nya di luar menara, dia melihat kalau banyak orang yang sama dengan nya.


Beda nya beberapa sudah tidak sadar kan diri, beberapa yang sadar dalam keadaan yang buruk salah satu nya orang gila yang di temui nya kemarin.


"Kalian makan pil ini. " kata Seorang Wanita yang seperti nya adalah tetua Sekte Embun Es.


"Aku Ju Lingling, kalian bisa memanggil ku tetua Lingling." kata wanita itu sambil memperkenalkan diri.


Zhang Wei menyambut pil berwarna putih susu itu dengan tatapan serius nya.


"Pil ini bisa mengembalikan keadaan seperti semula dan memiliki efek menyembuhkan yang sangat kuat." Dia menghentikan kata kata nya.


Saat mendengar kata kata nya peserta lain langsung memakan pil itu tanpa berpikir dua kali.


"Tapi pil ini bisa menyegel kekuatan seseorang untuk sementara waktu. Kalau aku boleh bertanya, apa kah ini termasuk dalam ujian ?" Tanya nya.


Perkataan nya kali kni membuat peserta lain mengumpat dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Ha ha kau pintar sekali, ini memang untuk ujian kalian selanjut nya, Hutan Mengerikan. " kata Tetua Lingling tertawa.


Dia memakan pil itu tanpa berpikir dua kali saat mendengar jawaban tetua Lingling.


"Bagus, karena semua nya sudah sadar aku akan menjelaskan sesuatu. Kalian akan terkurung dalam Hutan Mengerikan selama 2 hari tanpa kultivasi dan hanya boleh membawa senjata kalian. " katTetua Lingling.


"Dari semua nya hanya 20 orang yang terpilih, setiap monster bernilai 4 poin. Itu juga benar benar nyawa kalian jadi berhati hatilah. " kata Tetua Lingling.


"Apa ?! Aku tidak mau mati !" Teriak salah satu dari 100 orang.


Dari semua nya hanya paling 10 orang yang masih tenang dan bersiap siap, semua nya di suruh untuk meninggal kan cincin ruang mereka.


Zhang Wei hanya menaruh cincin ruang yang berisi beberapa barang tidak penting, sedang kan cincin ruang utama nya ia taruh di dalam dimensi.


"Pertandingan akan di mulai !" Kata Tetua Lingling.


Seketika saja tatapan nya menjadi gelap dan saat Zhang Wei membuka mata, dia sudah ada di dalam hutan rimbun yang gelap.


Pedang Jiwa naga yang ada di tangan nya langsung bergetar saat merasakan ada nya monster datang. Entah kapan tapi dia baru tahu kalau ada fungsi baru dari Pedang kesayangan nya ini.


"Aku harus berhati hati."gumam nya dengan pelan sebelum menghindar dari serangan ganas yang di berikan oleh monster jelek di hadapan nya ini.


Jika kekuatan nya seperti biasa maka dia bisa membunuh monster ini dalam satu kibasan tangan. Tapi sekarang bahkan membutuh kan 3 gerakan besar untuk membunuh nya.


Tanpa di sadari oleh nya, setiap gerakan yang di lakukan oleh peserta di amati oleh tetua Lingling. Nama Zhang Wei langsung melesat ke nomor satu karena yang pertama membunuh monster.


"Mungkin, aku kurang yakin setelah melihat penampilan nya yang seperti bangsawan. Biasa nya bangsawan lebih condong ke arah manja." Cibir Ju Lingling.


"*** jangan bicara sembarangan, kita bisa sebesar ini juga berkat bantuan dari kaisar. Jadi tentu saja kita harus melayani keluarga Kaisar dengan sepenuh hati." Kata Ju Jiangniang memperingatkan bawahan nya itu.


Zhang Wei terus menerus membunuh monster seperti kesetanan, tapi setelah beberapa jam berburu monster. Dia menjadi agak kesulitan mencari monster.


Ditambah lagi monster di tempat ini berbeda dengan monster di tempat lain. Monster di tempat ini tidak bisa di pancing menggunakan darah manusia.


Tanpa dia sadari , orang orang lain ikut kesulitan mencari monster karena setengah dari jumlah seluruh monater telah di buru sampai habis oleh Zhang Wei sendirian.


Ada 3 peserta yang mati di makan oleh monster dan monster itu menjadi naik tingkat, peserta lain yang bertemu menjadi panik.


Zhang wei yang bersembunyi di atas pohon dapat menyimpulkan satu hal, yaitu kekuatan monster akan terus bertambah setiap monster itu memakan satu manusia.


"Ini menarik tapi bahaya , aku harus membuat rencana cadangan jika tak berhasil mengalah kan nya. " kata nya sambil berpikir keras.


Bukkk


Pohon yang kelapa yang di duduki nya ini bergetar hebat. Hal ini memaksa nya untuk memeluk erat pohon kelapa yang besar ini.


Lalu dengan hati hati dia menjulur kan kepala nya untuk melihat dari sela sela daun, apa yang terjadi di bawah sana.

__ADS_1


Betapa terkejut nya dia melihat monster yang sudah dua kali naik tingkat itu sedang menggoyangkan goyang kan pohon yang di duduki oleh Zhang Wei.


"Itu arti nya dia menyadari keberadaan mu bodoh." kata Han Long Chun mencemooh nya.


"Santai saja, tidak perlu saling mengejek sesama orang bodoh." kata nya dengan dingin.


Dia pun memutar mata nya dan seketika menemukan ide cemerlang, dia mengambil Pedang Jiwa Naga dan mulai menebas kelapa.


Sesuai dengan arahan elemen angin nya, pohon yang memiliki tinggi lebih dari 20 meter ini menjatuhkan buah kelapa tepat di kepala monster itu.


Monster itu tampak linglung karena di hantam oleh buah kelapa, Zhang Wei menghela nafas lega karena sudah tak bergoyang goyang lagi.


Shiutt


3 Buah kelapa jatuh secara bersamaan dan menghantam tubuh monster, ada yang di kepala, ada yang di kaki, dan ada yang di badan.


Brukk


Kali ini yang menghantam tubuh monster itu dengan kuat bukan kelapa melainkan seorang manusia yang sangat tampan.


Itu tidak lain tidak bukan adalah Zhang Wei, dia melakukan aksi berbahaya dengan menyamakan diri nya dengan kelapa.


Meskipun ilmu meringankan tubuh nya sangat baik, tapi meloncat dari ketinggian 20 meter adalah hal yang sangat tak masuk akal.


"Huft untung lah aku masih hidup. " Gumam nya pelan.


"Grr Anak muda, akhir nya kau turun. Biar kan aku memakan mu secara langsung. " kata monster itu sambil mengeluar kan lidah nya yang panjang dan berwarna biru.


"Wle! Biar kan aku memakan mu !" Ejek nya sambil menurunkan gaya bicara monster itu.


"Kau ! Baiklah !" Kata Monster itu sebelum bersiap siap menyeruduk Zhang Wei dengan tanduk nya.


Dia meloncat menggunakan ilmu meringankan tubuh nya, dia berguling, merangkak, bahkan meloncat loncat demi menghindari serangan mematikan dari monster.


"Kini giliran ku! Mati lah !!"


Cressh


Percikan darah mengotori wajah tampan nya, monster itu jatuh ke tanah dengan lemah. Dia jatuh dengan satu kaki berlutut sambil bertumpu pada pedang nya.


Prok Prok


"Selamat Zhang Wei ! Kau kembali berhasil memenangkan pertandingan dengan membunuh monster sekuat Ranah Bela diri tanpa kultivasi. " kata Tetua Ju Lingling yang menggema ke seluruh tempat itu.


Setelah itu, di hadapan nya ada sebuah pintu. Dia membuka pintu itu dan memasuki nya, sesuai dengan perkiraan nya, dia kembali ke tempat awal.


Di sana sudah ada iblis wanita yang tampak indah tapi nyata nya sangat kejam, Ju Lingling.

__ADS_1


__ADS_2