PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
237. Peperangan


__ADS_3


FLASHBACK -



Saat Zhu Hong dan yang lain nya sedang mendekor untuk ulang tahun Zhang Wei , mereka tiba tiba di serang oleh pasukan klan Zhong.


Ting Tong


Suara bel tanda bahaya di bunyi kan dari depan , kepanikan membuat mereka semua bingung.


Karena lokasi mereka saat ini di halaman belakang sehingga tidak bisa melihat apa yang terjadi di masa depan.


Seorang pemuda klan Zhu berlari lari ke halaman belakang dengan nafas yang terputus putus.


"Ketua ! Ketua !! Itu...itu...."


"Tenang kan dulu diri mu. Baru ceritakan apa yang terjadi ?" tanya Zhu Ming.


Pemuda itu menetral kan nafas nya, baru lah dia menceritakan apa yang terjadi.


"Di luar klan Zhong sedang menyerang ! Mereka membawa banyak pasukan, untung lah senior Zhang kemarin menyuruh kami untuk memperketat penjagaan sehingga bisa menahan untuk sementara." kata pemuda itu.


"Klan Zhong !!" Teriak Zhu Ming marah dan langsung terbang ke halaman depan untuk menghadapi klan Zhong.


"Terima kasih atas pemberitahuan nya." Zhu Hong menepuk bahu pemuda itu sebelum mengikuti langkah paman nya.


Yang lain ikut juga , bahkan dengan kedatangan mereka , mereka masih belum bisa membalik kan kondisi.


Qing Yu tidak bisa membunuh orang dan hanya melumpuh kan musuh nya, mulai dari membuat pingsan , mematah kan anggota tubuh atau pun menekan titik akupuntur lawan nya.


Hidup puluhan tahun di dunia manusia tidak hanya untuk menghabis kan waktu secara sia sia melainkan juga mempelajari titik akupuntur tubuh dan tentang pengobatan.


Qing Yu dengan lincah nya melumpuh kan musuh musuh nya , Xi Rong dengan cambuk nya memukul musuh musuh nya dengan mudah.


Zhu Hong dan Long Nie adalah pasangan yang paling baik dalam menyerang , Zhu Ming dan tetua lain nya membantu menahan lautan pasukan Klan Zhong yang memaksa masuk.


Meski pun di awal awal mereka sangat melawan tapi karena kurang nya jumlah , perlahan lahan mereka mulai kelelahan.


Apa lagi Jiu Zhi dan Tian Li yang jarang bertarung di peperangan , beberapa bertarung dengan nafas yang terputus putus seperti Zhu Hong dan Long Nie.


Hanya Xi Rong , Nangong Ling , Hu Yin , dan Qing Yu yang nafas nya masih stabil. Karena mereka sudah berlatih fisik begitu lama di dalam dimensi milik Zhang Wei.


Suara alunan seruling terdengar yang membuat perhatian seluruh pasukan terahlikan dan ternyata itu adalah Zhang Wei.


Pasukan musuh mulai menutup telinga mereka dan tidak terlalu fokus ke peperangan.


(Itu adalah cerita kenapa Zhang Wei yang harus nya ulang tahun. Jadi ke peperangan karena mereka di serang secara mendadak oleh klan Zhong. Latar berikut nya langsung Di klan Yan dan Yin seperti chapter selanjut nya.)


Yan Yi dan Yin Yi langsung berlari mendekati Zhang Wei.


"Ada apa ?"tanya Zhang Wei.


"Tolong bantu kakek kami , dia di lukai.dengan parah." kata Yin Yi dengan sisa sisa air mata.


"Di mana kakek kalian ?" tanya nya.


Kedua phoenix itu langsung mengajak nya masuk ke dalam bangunan klan. Di dalam nya ada dua pria tua yang tidak sadar kan diri dengan penuh darah.


Kondisi mereka sangat parah dan di racuni , tapi untung lah racun ini bekerja lambat karena berniat untuk menyiksa musuh nya secara perlahan lahan.


"Ambil kan aku , air hangat dengan handuk. Lalu satu lagi ambil bunga Teratai dan bubuk oranye yang ada di sini." Dia melempar kan cincin ruang nya pada Yin Yi.


Sedang kan Yan Yi pergi mengambil air hangat dan handuk. Dia tidak tinggal diam melain kan menusuk beberapa titik akupuntur di bagian dada dan juga bahu untuk mengeluarkan racun.


Byurr


Darah memuncrat keluar dari mulut kakek Yan , darah itu berwarna hitam. Zhang Wei mengumpul kan tenaga dalam nya lalu mengirim nya masuk ke dalam tubuh kakek Yan.


Itu di lakukan untuk melindungi organ dalam kakek Yan , setelah itu dia mengelap dahi nya yang di penuhi keringat.


Tidak mudah untuk mengeluarkan racun ini. Yan Yi sudah kembali dengan membawa satu ember yang di temani sehelai handuk.

__ADS_1


"Campur kan air dengan bubuk oranye itu dan bunga teratai lalu minum kan ke kakek Yan. Guna kan handuk untuk membersihkan bekas darah." Perintah nya , kedua phoenix itu langsung bekerja tanpa protes.


Selanjut nya adalah Kakek Yin , dia merasa sedikit kesulitan untuk mengeluarkan racun kakek Yin.


Karena ada 2 alasan utama , satu racun yang di tubuh kakek Yin jauh lebih banyak di banding kan yang ada di tubuh kakek Yan.


Lalu elemen Qi yang di latih oleh mereka berbeda , dia api dan kakek Yin es.


Setelah menusuk titik akupuntur , dia mencabut jarum nya. Sebelum mengangkat tubuh kakek Yin.


"Bantu aku untuk menahan tubuh kakek Yin , Satu lagi ambil Bunga Lotus Es yang mekar sempurna yang ada di cincin ruang ku." Perintah nya ,di lihat nya kakek Yan yang sudah membaik.


"Apa yang ingin kau lakukan Zhang Wei ? Kau berlatih elemen api bukan elemen es !" Teriak Yin Yi tidak percaya.


"Sudah jalan kan saja !" Teriak nya, Yin Yi berusaha sekuat mungkin untuk menahan tangis nya.


Dia memakan satu kelopak dari 11 kelopak bunga teratai es , ini adalah salah satu sumber daya yang di beri kan oleh Menara Ribuan Harta Karun.


Glek


Tubuh nya terasa sangat dingin di tambah lagi dengan elemen yang bertarung di dalam dantian nya.


Dia tidak menunggu apa apa lagi sebelum mengalir kan Qi ke dalam tubuh Kakek Yin untuk menetralisir tubuh tua itu.


Seiring berjalan nya waktu wajah Zhang Wei menjadi lebih pucat.


Byurr


Kakek Yin memuntah kan darah , Yan Yi yang bertugas memegangi langsung mengelap wajah Kakek Yin. Sedang kan Yin Yi langsung menyuapi kakek nya ramuan yang sudah di buat.


Zhang Wei berdiri dengan penuh kesulitan sebelum ikut memuntah kan seteguk darah , dia di paksa untuk jatuh berlutut.


"Zhang Wei !" Yan Yi langsung berlari menolong Zhang Wei yang saat ini sedang sangat lemah.


"Tidak apa apa , aku hanya kelelahan. Kalian berdua pergi lah , cari orang orang yang terluka." Perintah nya.


"Tapi...." Yin Yi masih ragu ragu.


Dia menyandar kan tubuh nya ke dinding , setelah pintu di tutup dia kembali memuntah kan darah.


"Zhang Wei , kenapa kau memaksakan diri ?" tanya Qing Yu yang baru keluar dari dimensi nya.


Zhang Wei hanya tersenyum pelan menanggapi omelan Qing Yu , tapi tiba tiba perhatian mereka teralih kan ke pintu yang di paksa buka.


Brukk


Pintu di roboh kan yang menunjuk kan 100 orang yang sedang memimpin untuk memaksa masuk ke dalam klan Yan dan Yin.


"Ah aku kira ternyata ada seorang ahli yang menjaga, ternyata ada seorang gadis cantik dengan orang sekarat." Ejek salah satu pasukan.


Dia tersenyum , tapi senyum nya itu sangat mengerikan. Qing Yu yang mendengar itu langsung ingin menyerang tapi tangan Zhang Wei sudah lebih dulu menahan.


"Kalau aku tidak salah maka kau adalah Ketua Klan Zhong bukan ? Zhong Du !! Aku pernah mendengar banyak hal tentang mu." Kata nya sebelum berdiri dengan susah payah dan di bantu oleh Qing yu.


Diam diam dia melepas kan ke 11 ular nya untuk melumpuh kan Zhong Du dan pengikut nya.


"Kau ternyata sudah mendengar ku , coba katakan apa saja yang kau tahu tentang ku ?" Tantang Zhobg Du dengan penuh kebanggaan.


"Aku harap Ketua Zhong tidak tersinggung lagi pula yang ku dengar ini hanya rumor, aku dengar ketua Zhong selalu pergi ke Kota Jin setiap malam jumat , sabtu , minggu dan kadang kadang hari senin atau selasa."


"Alu juga mendengar kalau ketua Zhong selalu bermain wanita setiap hari hari itu dengan mengunjungi rumah bordil yang ada di samping toko obat Jin. Bahkan di katakan kalau ketua Zhong suka tidak membayar di kedai kedai kecil , tapi aku tidak percaya dengan hal itu , bukan kah ketua Zhong sangat kaya ? Untuk apa juga mempermasalahkan uang kecil , bukan kah begitu ketua Zhong ?" tanya nya sambil menyindir Zhong Du.


Wajah Zhong Du berubah muram saat mendengar kata kata Zhang Wei , itu semua adalah aib yang di simpan nya dengan erat erat agar tidak menyebar ke dunia persilatan dan merusak reputasi nya.


"Kau ! Kau harus mati !" Kata Zhong Du dengan penuh kemarahan dan saat ingin menunjuk nya , tangan Zhong Du tidak bergerak se inci pun.


"Kenapa ? kau terkejut tubuh mu tidak bisa di gerak kan ? Coba lihat ke belakang." Perintah nya, Zhong Du menoleh ke belakang.


100 orang yang di bawa nya jatuh tanpa daya dan tak bernyawa , mereka semua memiliki satu kesamaan yaitu , tubuh yang berubah menjadi ungu.


Racun milik ular ular nya sudah berkembang pesat di banding kan terakhir kali nya.


"Kau pasti tidak menyangka kalau kau akan mati di sini ? Tapi tenang , aku masih membutuhkan mu nanti."kata nya menyeringai.

__ADS_1


Brukk


Bagian bawah pusar Zhong Du di pukul dengan kuat oleh Zhang Wei , Zhong Du langsung memuntah kan darah segar.


"Dengan begini akan adil , banyak orang tidak bersalah menderita di luar sana karena ulah mu yang tak bertanggung jawab. Dengan begini kau akan menderita dan mengingat nya seumur hidup." Dia melambaikan tangan.


Xi Rong mengangguk sebelum mengikat Zhong Du yang sudah seperti cangkang kosong karena tidak percaya akan jatuh tanpa aba-aba.


"Kau pasti terguncang , nikmati waktu waktu terakhir mu, karena selesai peperangan ini kau pasti akan lebih sulit lagi." Kata nya dengan binar menyeramkan.


"Kalian semua kerja bagus." kata nya sambil mengelus kepala ular ular itu.


Semua nya berseru dengan gembira karena di puji oleh Zhang Wei.


Tidak lama Yan Yi pulang sambil membawa Zhu Hong , Jiu Zhi , Long Nie dan beberapa pasukan klan Mu yang terluka cukup parah.


"Qing Yu , ambil kan bubuk merah tua dan merah muda serta beberapa tanaman lain." Perintah nya , dia menumbuk semua nya menjadi satu.


"Yan Yi , berikan semua nya masing masing 1 pil ini." Dia mengeluarkan botol giok yang berisi pil pil putih susu.


Setelah ramuan nya jadi dia mengoles kan nya ke luka luka korban , Jiu Zhi yang sebelum nya pingsan dengan muka pucat menjadi lebih baik.


"Kalian jaga sini aku akan keluar dan melihat Hu Yin , gadis itu akan bahaya di tengah kepungan musuh." kata nya sambil membawa pedang keluar.


"Zhang Wei !" Teriak Qing Yu ,dia tidak memperdulikan nya .


Firasat nya tentang Hu Yin saat ini sedang sangat buru buru , Zhang Wei mengedar kan pandangan nya dan melihat Hu Yin yang sedang di kepung oleh orang orang.


Bahkan tidak sedikit yang berusaha untuk merobek baju Hu Yin , amarah nya memuncak melihat itu.


Hu Yin yang sedang dalam ketakutan karena pedang nya sudah patah dan diri nya sudah kelelahan , menjadi lebih bersemangat karena guru nya datang.


"Guru !" Teriak Hu Yin dengan antusias.


"Siapa kau ?" tanya orang orang yang mengepung Hu Yin tidak senang.


"Siapa aku tidak penting ,karena kalian sudah di sini, maka jangan harap untuk pulang !!!" Dia mengangkat pedang nya dan mulai.menyerang orang orang di depan nya.


"Naga Menghancur kan bumi ! Pedang Angin Barat " Tahap 7 !" Kekuatan besar datang dan menghantam tubuh mereka.


Zhang Wei kembali memuntah kan darah segar , karena tubuh nya yang terluka karena menyembuh kan kakek Yin serta kekuatan nya yang di segel.


Orang orang itu terpental , Hu Yin maju dan menahan tubuh guru nya.


"Guru tidak apa apa ?" tanya Hu Yin dengan khawatir .


"Dasar gadis bodoh ,jika aku tidak datang , apa yang akan terjadi pada mu ?" tanya nya , sebelum memasuk kan Hu Yin ke dalam dimensi nya.


Dia membunuh orang orang di depan nya dengan kekuatan penuh , mata nya memerah karena marah. Tidak ada yang mati dengan mayat yang utuh , semua nya mati dengan mengenas kan.


Zhang Wei yang pucat , bibir di penuhi dengan darah , dan tubuh juga di penuhi dengan darah belum lagi membawa pedang merah darah sangat mirip dengan mayat berjalan.


Zhang Wei naik ke atas pohon untuk mencari Nangong Ling , dia bertanggung jawab untuk menjaga kedua murid nya.


Meski pun dia harus membahayakan nyawa nya , dia masih harus memastikan keadaan murid nya.


Dia melihat Nangong Ling di dorong mundur oleh banyak orang. Bahkan menggunakan racun untuk menyerang Nangong Ling.


Bibir Nangong Ling terlihat membiru , Wanita itu bisa bertahan sampai sekarang karena sering bersama Zhang Wei.


Dia menarik tangan Nangong Ling yang sudah tak berdaya ke dalam dimensi nya dan memerintah kab Hu Yin untuk mengobati dulu.


"Kalian ingin menggunakan racun ? Aku akan menemani kalian bermain !"Dia menabur kan bubuk putih ke udara.


Musuh tidak mau kalah dan juga terus menghidupkan kan dupa beracun.


"Percuma menggunakan racun ! Kami kebal racun !" Teriak salah satu wanita yang memegang tiga dupa dengan sinis.


"Ha ha ha terus kalian kira aku bisa terkena racun ? Tidak ! Ayo kita lihat racun siapa yang lebih kuat !" Tantang nya , ikatan rambut nya telah terlepas.


Rambut nya yang panjang berkibar kibar yang menambah rasa segan musuh nya.


(Note : Banyak Yang Bingung Dengan Alur Cerita Jadi Author Kasih Penjelasan Singkat Kenapa Dari Ulang Tahun Bisa Jadi Perang.)

__ADS_1


__ADS_2