
Zhang Wei di luar hanya menatap datar akan hal yang terjadi di dalam bangunan. Tidak lama kemudian tangisan menyedih kan keluar dari bangunan tua tersebut.
Kedua laki laki itu memohon ampun pada Fang Lin dengan suara yang sangat keras sekali, bahkan Zhang Wei yang berada di atas pohon mendengar nya.
"hemm kejar kejaran ya ?" Zhang Wei menyeringai melihat kedua laki laki itu berlari ketakutan saat di kejar Fang Lin.
Dia bahkan menepuk tangan nya, saat melihat teknik mengerikan milik Fang Lin.
1Jam kemudian
Fang Lin telah berhasil menyelesai kan mainan nya dan sekarang dia juga telah mengganti baju nya dengan baju baru yang di beri kan oleh Zhang Wei.
"Kau sudah ? Ayo pergi ke tempat guru ku, aku akan memperkenal kan mu pada nya. " kata Zhang Wei tidak sabar.
"Oh Baik lah, tunggu sebentar. Aku akan merapih kan rambut ku. " Jawab Fang Lin.
Dia menarik tangan Fang Lin Dan membuka segel yang dia buat tadi, Mereka berjalan melewati tatapan ribuan orang.
Kecantikan Fang Lin menjadi daya tarik bagi banyak orang. Di tambah lagi dengan sikap centil milik Fang Lin.
Di tempat kediaman Bai Yi Ren
Di ruang diskusi, terlihat Yao Xin telah duduk menunggu kedatangan mereka berdua.
"Salam Guru, maaf aku membuat guru menunggu lama. " kata nya memberi salam pada guru nya itu.
"Ah santai saja, guru juga baru sampai di sini. Siapa di samping mu itu wei'er ?" tanya guru nya menunjuk Fang Lin.
"Dia adalah ratu kerajaan Vermilion. "
"Salam Senior Yao, Aku Fang Lin." Salam Fang Lin, membungkuk kan badan nya.
Meskipun dia lebih kuat dari Yao Xin, tetap saja Yao Xin lebih tua dari nya dan yang lebih penting adalah Yao Xin merupakan orang yang berhasil merebut hati nya.
"Ah, Ratu Fang, mari duduk di sini. " balas Yao Xin.
"Senior Yao, tidak perlu memanggil ku Ratu Fang. Senior bisa memanggil ku Fang Lin saja. " Jawab Fang Lin malu malu.
Setelah berbincang bincang sebentar akhir nya mereka kembali ke topik awa pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Jadi begini, guru aku ingin membuka toko obat yang bernama Toko Obat Purnama. Bagaimana menurut mu ?" Tanya Zhang Wei.
" Jadi kau ingin membuka toko obat, Kalau begitu kebetulan sekali. Aku belakangan ini ingin menjual kepemilikan Paviliun Obat Phoenix pada orang lain karena aku sudah tua dan juga aku ingin menikmati hari hari ku tanpa di ganggu. " jawab Yao Xin bahagia.
"Benar kah ?!! Guru tidak perlu menjual nya dan aku akan memberi kan 20 persen penghasilan tiap bulan, bagai mana ?" tanya nya semangat.
"Tidak perlu 20 persen. Itu terlalu banyak bagi ku, lagi pula aku telah menabung banyak koin emas dari kedai Yao Xin dan Paviliun Obat Phoenix. " kata Yao Xin.
"Tidak, aku tetap akan memberi kan guru 20 persen penghasilan tiap bulan. " kata nya bersikeras.
"Huh tidak perlu Wei'er , cukup 10 persen atau aku tidak mau memberikan nya pada mu. " Ancam guru nya.
"tapi..... "kata nya tapi di potong oleh guru nya, Yao Xin.
"Tidak ada tapi tapian ! " kata guru nya.
"Baik lah. " jawab nya pelan.
"Baik, setuju. Tapi aku memiliki satu syarat. " kata Yao Xin.
"Apa itu guru ?"
Yao Xin merasa kan kalau potensi kedai Zhang Xin cukup besar.
"Kalau hal itu, guru tidak perlu ingat kan. Karena tanpa guru suruh pun aku akan melakukan nya. " jawab nya senang.
Fang Lin yang hanya diam dari tadi merasa hati nya menghangat melihat interaksi antara guru dan murid di depan nya ini.
Di tambah lagi, tatapan Zhang Wei yang ramah dan hangat, seperti anak anak pada umum nya. Tatapan ini tidak sama jika Zhang Wei sedang melawan musuh nya.
2 jam kemudian sudah sangat lama mereka berbincang dan bertukar pengalaman masing masing.
Fang Lin merasa seperti mendapat keluarga baru setelah seluruh keluarga nya di bantai saat umur nya masih berumur 5 tahun.
Ayah dan ibu nya, mengorbankan nyawa mereka untuk memberi nya waktu untuk kabur dari kejaran pembunuh.
Sejak saat itu hati nya terasa membeku, dia pergi membalas dendam dan membunuh orang yang membantai keluarga nya.
Namun saat selesai membalas dendam, dia tidak merasakan sedikit pun kebahagiaan malah itu membuat nya menjadi lebih kejam.
__ADS_1
Saat diri nya bertemu dengan Zhang Wei hidup nya mulai berubah, Dia merasa jantung nya selalu berdebar kencang saat berdekatan dengan Zhang Wei.
Awal nya dia bingung dengan apa yang dia rasa kan, tapi perlahan lahan dia menyadari apa yang terjadi pada nya.
Dia mencintai Zhang Wei meskipun begitu, dia tidak berharap kalau Zhang Wei akan membalas perasaan nya.
Jadi bagi nya untuk berada di dekat Zhang Wei saja menjadi sebuah keberuntungan besar bagi nya.
"Hei !! Hei Fang Lin !!" Zhang Wei melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Fang Lin.
Fang Lin yang sedang memikir kan rasa cinta nya pun langsung tersadar dan wajah nya langsung memerah.
"Ada apa ?" tanya nya kesal.
"Kau melamun dari tadi. Sudah 2 jam, ayo sekarang temui ayah dan kakak ku di kota yang tidak jauh dari sini dan besok kita akan mengurus Toko Obat Purnama. " kata Zhang Wei.
"Baik lah. "
"Tunggu ! Sebaik nya sebelum kalian pergi, kalian makan siang terlebih dahulu di kedai Zhang Xin." Ajak Yao Xin.
"baik lah, ayo kita makan. Lagi pula aku juga lumayan lapar. " Kata Zhang Wei semangat.
Mereka pergi dan makan di Kedai Zhang Xin. Kedai Zhang Xin sudah berubah drastis dari yang diingat nya.
Bangunan ini menjadi lebih ramai dan lebih mewah bahkan sekarang bangunan ini memiliki 5 lantai.
Lantai kelima, merupakan lantai khusus untuk Yao Xin beristirahat atau membuat makanan untuk pelanggan.
Saat ini mereka bertiga sedang duduk di lantai ke lima milik Kedai Zhang Xin. Zhang Wei menatap bangunan ini dengan tatapan penuh kagum.
Mereka memesan makanan dan berbincang bincang sebentar , tidak jarang juga Yao Xin menggoda Fang Lin Dan Zhang Wei.
Fang Lin tersenyum malu malu sedang kan diri nya hanya Tersenyum datar seperti biasa nya.
Akhir nya makanan yang mereka pesan tiba dan wangi harum pun memenuhi ruangan tersebut tapi Zhang Wei menemukan Sesuatu yang aneh dari makanan yang di pesan oleh mereka bertiga.
...----------------...
Jangan Lupa buat like, comment dan share. Kalau like sudah 10 k up 2 chapter sekaligus, jadi like terus ya pernah chapter nya !! Terima kasih.
__ADS_1