PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
203. Sandera III


__ADS_3

"Ah akhir nya mereka datang, aku tidak perlu menunggu lama. Bermain dengan Qi Lun sama sekali tidak menegangkan, seorang Batu besar tanpa isi." Ejek nya.


(Batu besar : kultivasi tinggi


isi : Pengalaman)


Dia berdiri sambil memegang sarung pedang nya di tangan kiri dan tangan kanan memegang pedang.


"Akhir nya kalian datang. " Sambut nya dengan ramah.


"Siapa Kau ?!" Tanya orang paling depan, dia tersenyum miring melihat tidak ada Qi Yun.


Zhang Wei membuka topi jerami nya yang menunjuk kan wajah tampan nya, orang orang suruhan Qi Yun tampak terdiam saat melihat wajah nya.


"Zhang Wei !" Teriak mereka dengan marah.


"Di mana tuan muda kami ?!" Teriak orang itu.


"Di neraka. " Jawab nya asal asalan.


"Kau ! Sudah lah nanti baru jelas kan pada tuan, cepat selesaikan dia !" Teriak orang itu.


"Ha ha tidak semudah itu. " Dia meloncat ke arah sebuah batu besar dan mulai menyerang dengan lincah.


"Naga Menghancurkan Bumi !" Dia meloncat dan berputar di udara sehingga membuat orang orang terluka parah.


"Pukulan Bintang Hitam : Tingkat 3 !" Raung nya menyerang orang di dekat nya hingga jatuh dari atas bukit.


"Tarian Pedang Phoenix !" Teriak mereka bersamaan hingga membuat dia berada di tengah tengah cincin api yang mengeluar kan hawa panas serta mendominasi.


Dia segera terbang ke atas dan menyangkut kan kaki nya di dahan pohon, dalam posisi kepala di bawah dia membunuh dua orang sekaligus sebelum kembali memutar tubuh nya ke atas.


' Aish, ilmu meringankan tubuh ku menjadi tumpul karena sudah lama tidak di latih. Di tambah lagi belum menemukan ilmu meringankan tubuh yang cocok. ' Keluh nya dalam hati.


Hal hal yang di lakukan nya tadi tidak hanya mengandalkan ilmu meringankan tubuh melainkan menggunakan Qi Angin nya untuk mendorong nya naik.


"Semua nya kepung dia menggunakan formasi !" Teriak orang tadi , dia menatap dengan waspada karena datang sekitar 100 orang lagi.

__ADS_1


Dia menghela nafas berat ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah bagi nya.


"Formasi Bintang Sirius !" Dia membulat kan mata nya saat mendengar formasi yang di katakan oleh mereka.


' Formasi Sirius.... Salah satu dari formasi rasi bintang yang di sebut kan oleh kakek Qian ! Jika berhasil menggunakan nya dengan sempurna dan memiliki lengkap dari seluruh Formasi Rasi Bintang, maka tidak di ragukan lagi akan menjadi penguasa. Hanya saja Formasi Rasi Bintang sudah lama hilang. ' Pikir nya dalam hati.


Dia berusaha untuk kabur dari posisi formasi sebelum formasi sepenuh nya di buat, tapi sayang nya formasi itu berhasil di buat.


Dia melihat formasi yang berbentuk sangat indah dan rapi. Dia mempertajam penglihatan nya sebelum terduduk dan mulai meditasi.


Di dalam pikiran nya, ia bertemu dengan seekor serigala besar berwarna abu abu.


"Kau adalah wujud dari Bintang Sirius ?" tanya nya penasaran.


"Ya benar. " kata Serigala itu dengan suara yang angkuh.


"Kenapa kau mau tunduk di bawah orang orang ini ?" tanya nya.


"Aku sebenar nya tidak mau hanya saja mereka menjebak ku, andai saja gulungan dari formasi itu jatuh ke tangan yang tepat. " kata Wujud Bintang Sirius dengan kesal.


"Biar kan aku membantu mu, sekarang bantu aku dulu untuk mengeluar kan diri dari sini. "


"Jadi maksud mu bukan Qi Yun yang memegang gulungan ini ?" tanya nya.


"Bukan, jika kau berhasil mendapat kan gulungan itu maka aku janji untuk tunduk kepada mu tanpa perlawanan, asal jangan menggunakan ku untuk membunuh orang yang tak bersalah. Aku lihat bakat mu cukup bagus. " kata Serigala itu.


"Baik lah, aku akan bangun dulu, terima kasih karena sudah memberiku petunjuk. " Dia menunduk kan kepala nya, memberi hormat.


Setelah itu dia keluar dari dunia mimpi nya dan berdiri, dia akan membuat pertaruhan kali ini. Dengan segenap kemampuan, dia mengaktifkan garis darah nya.


Dia dengan susah payah menggeser ke pinggir untuk mendekat ke orang tua yang memegang gulungan.


" Ha ha lihat lah, dia begitu menyedihkan ! Mana keberanian mu yang tadi !" Ejek orang tua itu.


Dia tidak menjawab dan hanya tersenyum sinis. Dia berhasil mendekat dan,


Crashh

__ADS_1


Dia menebas kepala orang tua itu, dan segera saja beban yang menimpa nya hilang dalam sekejap. Dia menghela nafas lega.


Dari saku orang tua itu keluar lah Kitab Formasi Bintang Sirius, kitab itu bercahaya yang arti nya pemilik nya sudah mati dan kitab itu menjadi tanpa pemilik.


Segera saja dia meneteskan darah nya di kitab itu dan kitab itu segera berubah dan tidak bercahaya lagi.


Dia menghela nafas lega dan menonaktifkan garis darah nya atau Qi nya akan terkuras dengan sangat cepat.


Dia menyelesaikan sisa nya dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari pada yang di perkira kan nya.


Dia langsung pergi sebelum duduk di kedai dalam keadaan lemas. Dia hampir menggunakan Qi nya hingga batas maksimal.


Dia butuh arak dan makanan, perut nya sudah lapar sejak tadi.


"Paman, pesan roti daging dan saus daging nya masing masing 5 porsi !" Panggil nya.


"Siap tuan muda !" Kata paman penjual.


Dia mengeluar kan dua guci kecil arak yang di beli nya, meminum arak ini membuat nya ingat dengan masa masa terakhir bersama Qian Bei.


"Kakek Qian, apa saat ini kau sedang melihat ku dari atas sana ? Apa yang ku lakukan selama ini sudah benar ? Kenapa kau begitu cepat meninggal kan ku, atau aku yang terlambat untuk menemui mu ?"Gumam nya dengan pelan.


3 bulan ke depan adalah ulang tahun nya yang ke 19, tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat.


5 tahun lalu ia masih menjadi sampah di keluarga nya, yang masih merepot kan ayah dan kakak nya.


Dia jadi merasa kalau itu adalah kenangan yang indah, semakin ia tumbuh dewasa semakin jarang ia mendapat kan kasih sayang dari keluarga.


Apa lagi sejak ia naik ke dimensi menengah, seluruh hubungan nya dengan ayah dan kakak nya terputus.


Tapi untung lah ada Xi Rong, Qing Yu, Nangong Ling dan Hu Yin, yang selalu menyayangi nya. Nangong Ling adalah murid yang mandiri , dia bahkan merasa tidak layak untuk menjadi guru bagi gadis itu.


Tapi Nangong Ling bilang kalau ia tidak akan pernah merasa menyesal telah menjadikan nya guru.


"Pesanan anda tuan muda. " panggilan dari paman pemilik kedai membuat nya tersadar dari lamunannya.


"Terima kasih paman, ini uang nya. " Dia membayar lebih dan mulai memakan roti daging yang sudah di olesi Saus daging.

__ADS_1


Bau Harum dari kedua hidangan di depan nya ini sangat menggoda nya untuk segera memakan mereka semua.


Bonus : 2/2


__ADS_2