
"Karena semua nya sudah lengkap , dengan Zhang Wei pemenang nya di lomba berburu kali ini, maka kita akan langsung melanjut kan kontes selanjut nya dalam waktu 1 jam. " Kata Old Qi mengumumkan keputusan para juri.
Semua orang mengangguk dengan semangat, ada beberapa orang yang mulai mendekati nya dan berusaha menarik perhatian nya.
Termasuk pria yang pertama kali duduk di samping nya, dia hanya menatap dingin dan tidak merespon ucapan mereka.
"Zhang Wei, apa yang kau temui selama di dimensi monster ? Apa kah sebuah harta karun ? Maka kau harus menyerah kan nya pada ku, maka aku tidak akan memberi tahu ke juri tapi jika ini sampai di telinga juri, maka kau harus menyerah kab harta itu kepada mereka dan kau juga akan di diskualifikasi. " Gertak Qi Yang.
"Kau mau memberitahu apa pun silakan, asal kan jangan menyesal. Kau bukan Dewa mau pun Iblis yang hidup abadi. " Jawab nya dengan dingin.
"Kau ! Kau tidak tahu malu ! Guru, murid memberi hormat kepada guru dan senior senior lain nya !" Teriak Qi Yang.
"Ada apa Yang'er ?" Tanya Old Qi dengan lembut.
"Zhang Wei mendapat kan harta dari dimensi monster dan tidak ingin memberi kan nya kepada senior senior sekalian, bahkan menantang senior senior. Aku hanya berniat baik untuk mengingatkan, tapi ia justru mengutuk ku. " kata Qi Yang dengan memelas.
"Apa kah itu benar Zhang Wei ?! Kau harus menyerah kan harta itu pada kami. " kata Old Qi dengan serakah.
Sedang kan iblis iblis itu tampak tidak tertarik karena begi mereka, dimensi iblis adalah dimensi kecil dan harta apa pun yang di dapat kan oleh Zhang Wei tidak akan menarik perhatian mereka.
"Entah lah , kau bisa memilih untuk mempercayai murid mu atau tidak. " Jawab nya sambil menyeringai.
Moto hidup nya adalah tetap tersenyum dalam keadaan apa pun.
"Serah kan pada ku, apa yang kau dapat kan atau jangan harap bisa keluar dari tempat ini. " kata Old Qi.
"Akhir nya kau menunjuk kan wajah asli mu, aku sudah menunggu nunggu untuk ini. " Ucap nya sambil berdiri dan menggenggam pedang Jiwa Naga dengan erat.
"Kau tidak bisa melakukan apa pun pada nya, Qi Yun ! " Teriak Qing Yu dengan marah.
"Apa hak mu untuk mengatur ku ?!" Kata Qi Yun dengan marah.
__ADS_1
"Qing Ma tunda pertandingan ini dan selesai kan bangkai tua ini. " perintah Qing Yu.
"Kau ! Jangan pergi !" Teriak Qi Yun saat melihat Qing Yu pergi.
"Kau tidak layak untuk menjadi alasan ku berlumuran darah. Zhang Wei ayo ikut aku !" panggil Qing Yu.
Ia menurut dan pergi keluar mengejar Qing Yu.
"Kau harus berterima kasih banyak pada ku Zhang Wei karena sudah menolong mu kali ini. " Canda Qing Yu.
"Kalau kau tidak menahan pria tua itu maka sudah bisa di pasti kan ia mati hari ini. Tapi tetap saja, terima kasih. "
"Apa kau akan memanggil Qian Bei untuk memberes kan ini ?" tanya Qing Yu.
Dia langsung menatap waspada pada Qing Yu.
"Kau tidak perlu takut, aku kemarin pergi ke tempat Qian Bei dan kami sudah berbaikan. "
"Benar, tidak ada guna nya berbohong pada mu. "
"Kalau memang kau tidak menahan nya tadi maka aku akan membunuh nya dengan tangan ku sendiri. Dia masih jauh lebih lemah di banding kan Kakak mu, Envy. Pria tua itu juga memiliki stamina yang buruk dan penglihatan yang buram. "
Qing Yu menepuk tangan dengan keras sebelum tertawa lebar.
"Memang tidak mengecewakan orang yang di pilih oleh Qian Bei, kau memiliki penglihatan yang baik. "Mereka berdua duduk di sebuah kedai hingga datang lah pria muda yang mereka kenal.
"Kalian minum kopi dan tidak mengajak ku, selain status ku saat ini, aku dulu adalah raja kopi. " kata Qian Bei dengan bangga.
"Bukan kah kau tidak bisa minum kopi dari dulu ?" tanya Qing Yu dengan polos.
Qian Bei mendelik ke arah murid nya ini, sedang kan Zhang Wei hanya tertawa pelan melihat kelakuan kedua orang di hadapan nya ini. Tapi segera saja alis nya berkerut melihat keakraban kedua orang ini.
__ADS_1
"Bukan kah kalian seharus nya adalah musuh, paling tidak jika kalian tidak benar benar musuh, bukan kah seharus nya hubungan kalian tidak se dekat ini ?" tanya nya dengan curiga.
"Jangan jangan........ "Dia tidak melanjut kan kata kata nya dan menatap mereka dengan aneh.
"Apa yang terjadi ? Jangan jangan apa ?" tanya Qing Yu.
"Jangan jangan..... Kalian sepasang kekasih yang terpisah?! Cepat ngaku !" Teriak nya sebelum mulut nya di sumpal kain oleh Qian Bei.
"Sembarangan, mana mungkin itu terjadi. Dasar bodoh. " Umpat Qing Yu.
"Dia ini murid ku yang terpisah lebih tepat nya. " kata Qian Bei.
"Bwhwbh." Dia ingin menjawab tapi karena kain yang ada di mulut nya ia menjadi tidak bisa bicara.
Qing Yu segera membantu nya melepas kan kain sialan itu, kain itu di beri mantra oleh Qian Bei maka nya ia tidak bisa melepas kan nya.
"Jelas kan pada ku semua nya, kalian berhutang penjelasan pada ku !" Kata nya.
"Sebenar nya Envy dan Lust adalah murid ku, tapi karena kami tidak sejalan akhir nya kami berpisah. Tapi aku seharus nya bangga, kedua murid ku bisa menjadi iblis besar semua. " kata Qian Bei dengan santai.
Dia menaik kan alis nya hingga akhir nya Qing Yu menjelaskan menggunakan kata kata yang lebih sederhana, ia mengangguk ngangguk dan masih sedikit tidak percaya.
"Aku sebenar nya sudah lama ingin melepas kan diri, tapi kakak ku selalu menahan ku. Mungkin ini adalah saat yang tepat sebelum perang antara iblis dan Dewa. Aku ingin hidup dengan tenang, aku lelah dengan semua perang yang tak berkesudahan ini. " Kata Qing Yu, raut wajah lelah terpampang jelas di wajah wanita itu.
"Kau benar, aku juga lelah. " kata Qian Bei.
"Aku bisa memahami mu guru, bahkan aku yang baru 2.000 tahun menjadi Iblis besar sudah lelah apa lagi kau, yang sudah menjadi Dewa selama jutaan tahun. " kata Qing Yu.
Ia hanya mengamati karena bingung ingin berbicara apa. Kedua orang itu terus berbicara atas kelelahan mereka selama ini dan ia menjadi pendengar yang baik bagi mereka.
Dari pengalaman mereka , dia mempelajari banyak hal penting.
__ADS_1