PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
282. Dimensi Badai Kekacauan


__ADS_3

Setelah beberapa hari di dimensi Furong, dia memutus kan untuk pergi ke dimensi Ilahi.


"Urusan kita di sini sudah selesai. " Kata Zhang Luo dengan puas sambil melihat, keadaan sekitar yang terasa jauh lebih baik di banding kan sebelum nya.


"Kita akan pergi ke dimensi Ilahi dan bertemu dengan teman yang lain. " Ucap nya dengan sangat bersemangat.


Tapi saat mereka sedang merencanakan langkah mereka selanjut nya, tiba tiba seorang pria tua dengan wajah ramah menghampiri mereka.


Itu tidak lain adalah Qian Xun, Zhang Wei dan Zhang Luo langsung memberi kan hormat tapi tidak bisa menahan diri untuk tidak mengerut kan dahi.


"Aku tidak menyangka kau bisa menyelesaikan hal ini secepat ini, aku akan membawa mu menuju suatu dimensi tingkat tinggi yang dulu nya merupakan tempat lahir aku dan Qian Bei. " Kata Qian Xun dengan kilat sedih.


"Tempat lahir senior Qian dan kakek Qian, dimensi tingkat tinggi ? Bukan dimensi Dewa ?" Tanya nya tercengang.


Setau nya, hanya orang orang dari dimensi Dewa yang bisa menjadi Dewa Dewi.


"Tidak, kami bukan berasal dari Dimensi Dewa. Ini adalah rahasia, hanya aku , Qian Bei dan Han Feng yang mengetahui ini. Tapi mereka semua sudah meninggal dan menyisakan aku sendirian, sekarang kalian mengetahui ini. " Wajah sedih Qian Xun berubah menjadi wajah serius.


"Itu lah kenapa kekuatan kami tidak di batasi meski pun berada di dimensi lain. Dimensi itu bernama Dimensi Badai Kekacauan, di sana tidak memiliki peraturan dan yang kuat bertahan. "


"Di sana, sering terjadi retakan antara ruang dan waktu. Dan siapa pun yang terhisap ke sana akan menghilang dan tak pernah muncul lagi. Di sana, sedang di kuasai oleh Iblis, aku tidak tahu apa kah kalian setuju untuk membantu ku menyingkir kan Iblis Iblis di sana ?" Tanya Qian Xun.


"Tentu saja, itu akan menambah pengalaman kami. Ya kan kak ?" Tanya nya pada Zhang Luo.


Zhang Luo mengangguk setuju, dia sangat suka menjelajah tempat baru.


"Tapi kalian harus hati hati, di sana sangat berbahaya. Iblis di sana jauh lebih kuat di banding kan yang di sini, lalu di sana bukan hanya iblis yang menjadi ancama melainkan Kultivator juga. Tempat itu begitu kacau dan berdarah, siapa yang kuat akan bertahan. " Kata Qian Xun sambil menghela nafas pasrah.


"Senior tenang saja, kami pasti bisa mengendalikan situasi di Dimensi Badai Kekacauan. " Kata nya dengan tekad yang kuat, Qian Xun mengangguk puas mendengar kan kata kata nya yang di penuhi tekad.


"Bagus, aku bisa tenang melihat ini. Ayo, aku akan membawa kalian berdua pergi ke Dimensi Badai Kekacauan. " Kata Qian Xun dengan senyum tulus di wajah tua nya.


Dia mengangguk yang di ikuti oleh kakak nya, Zhang Luo. Mereka bertiga saling bergandengan dan dalam sekejap pandangan mereka berubah.


Dia membuka mata nya dan pemandangan berubah menjadi tempat dengan kekeringan dan tandus, kemiskinan serta darah.


Ratusan orang dengan penampilan seperti preman berjalan dengan santai sambil membawa pedang yang berdarah.


"Selamat tinggal, ingat untuk selalu berhati hati. " Kata Qian Xun memperingati sekali lagi sebelum benar benar menghilang.


3 Orang berjalan mendekati nya, sedang kan dia hanya memasang wajah datar sambil membawa sebuah kipas.


"Hei anak muda ! Apa yang kau lakukan di sini ?" Tanya pria kekar itu.


"Tidak ada, kami hanya berdiri di sini. " Kata Zhang Luo.


"Beri kan seluruh uang kalian !" Kata pria kekar itu.


"Apa kah kau mampu ?" Tanya nya dengan santai.


"Kau ?! Mencari kematian !" Teriak pria kekar itu sebelum memberi tanda ke teman nya yang lain untuk menyerang mereka berdua.


Dia hanya menatap datar kepada badut badut yang tidak tahu batasan mereka sendiri. Zhang Wei melempar kan kipas nya ke arah ke 3 orang ini.


Plakk


Kipas itu dengan kuat menampar pipi salah satu bandit, sampai sampai bandit itu terlempar ke belakang dengan wajah yang memerah.


"Seperti nya kau tidak sekuat yang ku kira. " Ucap nya dengan mengejek sambil menangkap kipas nya lagi.


"Kau ! Tunggu saja !" Kata pria kekar itu, bandit itu berjalan di bantu kedua anak buah nya berjalan pergi


Sedang kan dia hanya menatap dengan tenang, tapi di balik itu semua ada senyum tipis.


"Kenapa kau melepas kan nya ?" Tanya Zhang Luo sedikit bingung.


"Dengan kepribadian nya, pasti dia membawa orang lain lagi. Itu baru menyenangkan ! Jika hanya mereka bertiga, bagai mana kita akan mendapat kan pengalaman ?" Tanya nya dengan ide gila nya.


"Astaga, aku tidak bisa berkata kata lagi. Tapi kau benar, kita harus melawan banyak orang. " Kata Zhang Luo ketularan gila nya.


"He he bagai mana mungkin aku salah ?" Ucap nya sambil terkekeh, mereka berjalan sambil merangkul satu sama lain seolah olah tidak memiliki beban.


Sedang kan di dalam dimensi, Nangong Ling sedang terus terusan mengumpat karena suami nya tidak pulang pulang.


"Sabar, bukan kah kau yang menyuruh suami mu untuk tidak pulang lagi ?" Tanya Tu Long dengan sinis.


Kegiatan yang di lakukan oleh Nangong Ling ini bisa menganggu konsentrasi milik Fan Liu Jing dan Ye Rongrong.


"Lagi pula dengan sikap dingin mu itu, bisa membuat nya kesal dan bosan. Mana tau dia mencari wanita lain yang lebih lemah lembut di luar dimensi. " Kata Tu Long dengan kesal.


"Kau ! Jangan sembarangan bicara !" Kata Nangong Lin sebelum mendarat kan tendangan yang lumayan kuat ke tulang kering Tu Long.


Naga itu meringis kesakitan sambil memeluk kaki nya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang di lihat Zhang Luo dari mu, sudah galak , kau juga tidak memiliki belas kasihan. Aku semakin yakin kalau Zhang Luo pergi mencari istri baru !" Teriak Tu Long sambil berlari , takut di tendang oleh Nangong Ling lagi.


Semua orang tahu kalau Nangong Ling sangat dingin dan galak setelah melahir kan. Tidak ada yang bisa menghindari tendangan nya, termasuk suami nya, Zhang Luo.


Nangong Ling hanya menurut kepada Zhang Wei yang merupakan dermawan dalam hidup nya. Tapi kali ini dia tidak bisa tidak kesal melihat Zhang Wei yang meminjam suami nya untuk waktu yang lama.


Satu hal yang di lupa kan oleh nya adalah, beberapa hari di dunia nyata terasa sangat lama di dalam Dimensi Furong.


Di Dimensi Badai Kekacauan, kedua kakak beradik itu sedang berhadapan dengan 1 orang berada di puncak tahap Suci,10 orang berada di tengah tahap suci dan yang lain berada di awal tahap suci.


Ini membuat mereka sedikit gemetar, karena tidak menyangka kalau orang orang ini sangat kuat.


"Bukan kah ini lebih cocok untuk di panggil dimensi Agung ?" Bisik Zhang Wei pada kakak nya.


"Aku setuju dengan mu, kita mungkin perlu bekerja keras, kekuatan ku baru di tahap awal tingkat suci. Kita mungkin memerlukan bantuan Tu Long dan Ling'er. " Bisik Zhang Luo lagi.


"Tidak perlu, kita tangani dulu. Kalau memang tidak bisa di kendali kan baru lah kita memanggil mereka. Kau urus yang berada di tahap awal yang sisa nya serah kan pada ku. " Kata nya dengan berani.


"Hati hati, jangan bahaya kan nyawa sendiri. " Kata Zhang Luo.


"Tenang, kekasih ku masih menunggu. " Canda nya.


"Apa kalian yang menampar anak ku ?" Tanya pria yang berkepala botak dengan tubuh kekar.


"Itu memang kami, dia ingin mengambil uang kami. " Ucap nya dengan dingin.


"Hmph ! Ini adalah wilayah kekuasaan ku, jika kah berlutut dan bersujud seratus kali di depan anak ku baru lah aku akan melepas kan mu. " Kata Pria itu dengan sombong.


"Siapa bilang aku ingin menyerah ? Apa kau pikir aku takut dengan jumlah mu yang lebih banyak ?" Tanya nya dengan sinis.


"Ck, ternyata hanya anak ayam yang tidak takut dengan induk harimau. " Kata pria itu dengan mengejek.


"Apa kau hewan ? Bukan kah kau manusia ?" Tanya nya.


"Kau ! Serang mereka !" Kata pria itu.


Dia mendengus dingin, sebelum mengeluarkan pedang Jiwa Naga dari sarung nya dan mulai menyerang 11 orang.


Setelah di bagi menjadi dua, dia sadar kalau jumlah orang nya sama, dia melawan 11 orang dan kakak nya juga sama.


"Kekuatan mu lumayan, bocah. " Ejek pria bertubuh kekar itu.


"Kalian seharus nya malu, umur sudah tua dan kalian mengeroyoki aku yang masih muda. Bukan kah jika berita ini tersebar, reputasi kalian sebagai bandit terkenal akan rusak ?" Ejek nya.


Dia tidak berharap kalau para bandit ini akan mundur, dia hanya ingin membuat mereka menjadi kehilangan fokus mereka.


"Aku tidak berniat juga untuk mengurusi mu, jangan merasa terlalu percaya diri. " Ucap nya tak mau kalah.


Langkah Kaki Serigala Angin !


Pedang Tanpa Tanding !


Tinju Naga Api !


Naga Menghancurkan Bumi !


Tinju Bintang Hitam !


Pedang Angin Barat !


Seluruh jurus andalan nya sudah di keluar kan oleh nya, dan dia baru memukul 3 orang sampai mati dan sisa nya masih bertahan meski pun tidak dalam keadaan baik.


Sebenar nya jika melawan satu persatu maka itu tidak akan menjadi masalah untuk nya, masalah nya mereka memiliki kekompakan yang baik.


"Bocah, kau harus mati !"


"Aku tidak ingin mati, memang nya kau memiliki kekuatan untuk membuat ku melakukan itu ?" Tanya nya dengan tenaga tenaga akhir nya.


Dia bertumpu pada pedang nya, menggunakan Pedang Tanpa Tanding sangat menguras Qi dan energi mental nya.


"Lebih baik kau mati dengan sukarela di banding kan harus bertarung untuk hasil yang sudah di ketahui. " Kata bandit itu dengan sombong saat melihat keadaan nya.


Tanpa bisa di tebak, dia terkekeh ringan.


"Hidup ku ini...... tidak hanya milik ku seorang ! " Ucap nya dengan penuh tekad, dia mengangkat pedang nya.


"Pedang Tanpa Tanding !" Raung nya , diam diam dia mengeluarkan Tu Long untuk membantu kakak nya yang kewalahan.


Dengan bantuan Tu Long yang kekuatan nya sama dengan Zhang Luo, semua nya menjadi lebih mudah dan sederhana.


Pedang nya mengayun dengan indah, suara benturan pedang terdengar kemana mana. Di tambah lagi dengan cincin cincin besi di pedang besar bandit itu.


Dia berlari menuju pohon, yang di sambut seringai oleh bandit itu.

__ADS_1


Dia berlari menaiki pohon sebelum meloncat balik, kaki nya dengan sempurna mendarat di wajah ketua bandit itu.


"Pukulan Bintang Hitam !" Teriak nya, dia kembali memukul wajah ketua bandit yang sudah terlempar mundur itu.


Pedang nya mengayun ke belakang dengan sepenuh tenaga.


Kresss


Pedang nya menembus jantung bandit yang ingin menyerang nya dari belakang dengan kejam.


"Kalian ingin bermain main dengan ku ? Kalian akan membayar nya !" Teriak nya sebelum pedang nya ikut menembus jantung ketua bandit.


Bandit yang tersisa merasa ketakutan karena ketua mereka sudah di bunuh, beberapa ingin kabur tapi karena mereka berurusan dengan Zhang Wei, tidak ada satu pun yang berhasil kabur.


Byurrr


Darah memuncrat ke wajah nya saat pedang nya menembus jantung bandit terakhir.


"kalian ingin kabur ? Akan ku biar kan kalian kabur di Neraka !" Ucap nya sebelum tertawa ringan ambil menyeka darah yang di bibir nya.


Dia menatap Zhang Luo dan Tu Long yang baru selesai dan menatap nya dengan terpanah.


"Ck, bukan nya membantu kalian justru melihat dari situ. " Ujar nya dengan kesal.


"Kami tidak akan bisa membantu mu melawan mereka, lebih baik kami berdiri di sini dan tidak menjadi beban mu. " Kata Tu Long sambil terkekeh.


"Kakak, kau lebih baik masuk ke dimensi dan meminta Nangong Ling untuk mengobati mu. Dia ada belajar tentang pengobatan sedikit dari ku. " Kata nya sambil memandang luka goresan di sepanjang tangan Zhang Luo.


"Tapi luka mu lebih parah dari pada milik ku. " Kata Zhang Luo sambil memandang luka terbuka di bahu nya.


Karena kurang hati hati, bahu nya terkena goresan pedang bandit itu. Tapi untuk nya luka itu hanya luka luar dan tidak membahayakan.


"Tidak apa apa, apa kau lupa aku ini seorang tabib. Aku bisa menyembuhkan diri ku sendiri. " Ucap nya dengan senyum menenangkan nya.


"Baik lah kalau begitu, jaga diri mu baik baik. Jika ada masalah maka jangan ragu untuk memanggil ku. " Kata Zhang Luo.


"Hmm." Dia mengangguk.


"Zhang Luo, sebaik nya kau berhati hati. Istri mu sudah seperti harimau pemarah, dia mungkin akan memanggang mu ketika kau pulang. " Kata Tu Long memanas manasi.


Zhang Luo yang mendengar peringatan ini hanya bisa bergidik ngeri membayang kan ekspresi marah istri nya.


Melihat kondisi ini, dia tidak bisa tidak tertawa. Dia memutuskan untuk menemani Zhang Luo masuk dan menyuruh Tu Long untuk menjaga tubuh nya.


Sesampai nya di sana, Zhang Luo dan Zhang Wei yang baru masuk melihat Nangong Ling yang bersiap siap untuk marah.


"Nangong Ling, maaf karena meminjam suami mu terlalu lama. Kau tahu sendiri waktu di luar dimensi lebih lama di banding kan di dalam dimensi Furong, aku harap kau dapat mengerti. Lagi pula, lihat lah suami mu terluka. Kami di serang oleh sekelompok bandit dengan kekuatan tinggi. " Kata nya mencari alasan.


Mendengar alasan yang di berikan oleh nya Nangong Ling terlihat menghela nafas pelan dan membatalkan amarah nya.


Zhang Luo yang melihat ini diam diam memberi jempol pada nya, sedang kan dia hanya tersenyum tipis.


"Zhang Wei, bahu mu juga terluka. " Kata Nangong g Ling sambil menunjuk bahu kanan nya.


"Tidak apa apa, aku akan menyembuh kan nya dengan segera. Lebih baik kau segera menyembuh kan Zhang Luo, aku tidak akan menganggu kalian lebih lanjut. " Ucap nya dengan buru buru sebelum keluar dari dalam dimensi.


Di luar dimensi, Tu Long sudah menunggu dengan antusias.


"Jadi bagai mana ? Apa kah Zhang Luo di pukul ? Di usir ? Atau apa ? Cepat beritahu aku !" Kata Tu Long dengan antusias.


Plak


Pukulan ringan dari nga mendarat dengan sempurna di kepala Tu Long membuat Naga Tanah itu meringis kesakitan sambil memegang kepala nya.


"Dia baik baik saja, aku sudah menjelaskan semua nya kepada Nangong Ling dan dia mengerti. Lagi pula Nangong Ling bukan lah orang yang akan marah tanpa sebab dan karena hal hal kecil. Aku yakin kau sudah tahu itu. " Ucap nya.


Tu Long menghela nafas kecewa, padahal Naga itu sudah berharap akan mendapat tontonan yang menarik.


"Aih, aku pikir aku akan mendapat kan tontonan menarik. Aku tidak mau masuk ke dalam dimensi, kemarin aku di tendang oleh wanita gila itu. " Kata Tu Long sambil memajukan bibir nya kesal.


"Apa yang kau lakukan ?" Tanya nya penasaran.


"Tidak ada, aku hanya mengatakan kalau suami nya akan mencari istri baru di dunia nyata karena dia terlalu galak. " Jawab Tu Long dengan polos.


Plak


Pukulan dari nya kembali mendarat di kepala Naga tanah itu.


"Jika aku jadi diri nya maka bukan hanya tendangan, tapi aku akan membunuh mu di tempat. " Umpat nya dengan kesal, dia saja kesal apa lagi perasaan Nangong Ling.


Sedang kan Tu Long hanya bisa menatap dengan kesal karena tidak ada yang ingin membela diri nya.


"Kau terlalu pilih kasih dengan ku. Padahal aku datang lebih dulu di banding kan Nangong Ling. " Kata Tu Long.

__ADS_1


"Hentikan gaya anak kecil mu itu, itu membuat ku jijik. Lagi pula jarak waktu kedatangan kalian tidak jauh, kalian sama sama sudah menemani ku dari awal. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.


"Aku ingat kau dulu gemetaran saat bertemu dengan ku saat pertama kali nya di hutan itu. " Kata Tu Long sambil tertawa.


__ADS_2