PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
126. Pertemanan Baik


__ADS_3

"Ngomong ngomong, kenapa guru bisa bertemu dengan Tu Long ? Bukan kah kata guru, guru akan melakukan pelatihan tertutup ?" tanya Hu Yin dengan curiga.


Sedang kan dia hanya tertawa kecil, tanpa rasa bersalah. Hu Yin hanya menghela nafas kesal melihat nya.


"Hu Yin, kau sudah sampai di tingkat penempaan tulang, sebaik nya lebih banyak menghabiskan waktu untuk latihan. " saran Fang Lin.


"Hm, dengar kan kata kakak mu Yin'er, guru akan pergi ke provinsi Gagak Emas dalam waktu 1 bulan lagi. " kata nya.


"Apa kau yakin untuk pergi sendirian ?" tanya Long Nie khawatir.


"Kekuatan nya sendiri cukup untuk memusnahkan seluruh populasi manusia di dimensi ini. " kata Tu Long.


"He he maaf teman teman aku membohongi kalian, sebenar nya kultivasi ku sendiri sudah berada di tingkat 2 ranah bumi. " kata nya dengan malu malu.


"Aku ingin mengendalikan kekuatan ku dulu sebelum pergi ke provinsi Gagak emas dan sambil membawa Tu Long. Setelah itu aku akan kembali lagi untuk mengajak kalian ke dimensi menengah." kata nya.


"Dengan kekuatan itu kami tidak perlu lagi khawatir dengan mu, " kata Tian Li sambil bercanda.


"Kan ada ayah mu. " kata nya sambil tertawa kecil.


Sedangkan Tian Li hanya tertawa kecil, Tu Long tampak masih sedikit canggung untuk berbicara dengan seluruh binatang ilahi.


Setelah beberapa saat mereka akhir nya selesai acara makan makan, dia akhir nya memutuskan untuk mencabut diri.


"Teman teman, aku dan Tu Long ingin berbicara berdua dulu ya. Hu Yin latihan lah yang giat, aku memiliki hal yang penting untuk di bicara kan, " kata nya setelah ingat kalau dia masih belum tahu jelas kegunaan pedang nya.


Dia menarik tangan Tu Long,Tu Long tampak bingung setelah tangan nya di tarik, dia menghela nafas melihat kedua dari mereka lupa setelah sampai di istana.


Setelah agak jauh baru lah ia memberi tahu apa yang maksud nya menarik Tu Long.


"Apa kau lupa dengan leluhur mu ? Aku sendiri juga lupa. " kata nya pusing.


"Oh ya ampun !! aku melupakan nya. " kata Tu Long pusing sambil menepuk kepala nya pusing.

__ADS_1


"maaf kan aku leluhur, ayo cepat cepat !!" kata Tu Long panik dan bersiap untuk berlari.


"Hei, masuk ke sini. " kata nya menunjuk pintu di sebelah nya dengan wajah datar.


Mereka berdua duduk di ruangan latihan pribadi milik Zhang Wei dan dia mulai mengeluarkan pedang nya.


"Tunggu, sebelum itu, kita harus membuat sebuah pelindung suara maupun pelindung serangan dari dalam dan dari luar. " kata nya dengan khawatir.


"Aku setuju dengan mu. " kata Tu Long sambil membuat segel tangan sederhana.


Dia melakukan hal yang sama dan ada 2 lapisan yang mengelilingi mereka dan membuat mereka tampak seperti di dalam sebuah cangkang besar.


"Sudah selesai, mari kita mulai !" ajak nya.


"Tentu saja. "


"Keluarlah !!" panggil nya.


Grrrtt


Cahaya itu mulai bertambah banyak dan tidak berhenti hingga akhir nya, cahaya cahaya kecil itu membentuk sebuah naga cokelat yang sangat perkasa.


"Leluhur, aku adalah salah satu keturunan mu. Tu Long memberi hormat pada leluhur. " Kata Tu Long langsung bersujud di depan cahaya yang berbentuk naga itu.


"Bangun lah, lagipula aku bukan lah seperti dulu lagi. " kata naga tua itu.


Cahaya yang berbentuk naga itu berubah menjadi seorang kakek tua dengan sebuah tongkat dan sebuah tato naga cokelat di tangan kiri nya.


"Tetap saja aku harus memberikan penghormatan kepada leluhur. " kata Tu Long sambil kembali duduk.


"Ha ha penerus yang baik ! Baik lah aku akan menjelaskan tentang pedang ini terutama untuk diri mu. " Tatapan leluhur Tu Long langsung menjadi serius dan juga menatap ia dan Tu Long secara bergantian.


"Hm kami akan mendengarkan mu. " kata nya dengan serius.

__ADS_1


Leluhur Tu Long duduk bersila di hadapan mereka berdua dan menatap mata mereka berdua dengan serius.


Dia tampak sedikit risih di tatap begitu sedang kan saat ia melihat Tu Long, tampak nya naga itu baik baik saja dan tidak merasa keberatan.


"baiklah, mulai dari asal usul pedang ini. Semua yang ada di buku klan naga adalah kebohongan besar. Karena sebenarnya , aku dulu adalah naga yang di anggap remeh oleh klan ku sama seperti mu. " tunjuk kakek itu pada Tu Long.


Tu Long merasa dada nya sakit saat mendengar itu tapi tidak ada darah atau pun luka sama sekali di dada nya.


"Sejak saat itu aku sering di ejek oleh saudara saudara ku, hingga akhir nya aku terlempar ke sebuah dimensi yang di sebut dimensi dunia es, di sana seorang pria muda melihat ku yang terluka parah, ia membawa ku ke pondok nya dan mengobati ku. Singkat cerita, kami berdua menjadi teman baik dan mengarungi berbagai macam tempat di dunia persilatan, aku kembali ke klan dan saudara saudara ku pun menjadi bangga dengan ku, aku membuat klan monster menjadi lebih dan lebih unggul di bandingkan klan ilahi, tapi ternyata ada dua saudara ku yang iri dengan ku, hingga akhir nya mereka memberikan racun mematikan sampai sampai membuat aku terpaksa meninggalkan tubuh ku, teman ku pun menolong ku dengan cara memasuk kan jiwa ku ke pedang nya karena jika tidak maka jiwa ku juga akan di makan oleh racun itu, oleh karena itu ia juga mendapat sebagian racun dan ia terluka parah, aku sendiri tidak tahu dengan kabar nya sekarang. " kata Kakek itu dengan sedih.


"Seandai nya aku tidak menerima makanan dan minuman dari saudara ku itu, maka teman ku tidak akan menghilang, sekarang aku bahkan tidak tahu apakah ia masih hidup atau sudah mati. " kata kakek naga dengan penuh rasa bersalah dan kesedihan.


"Saudara saudara ku memanipulasi cerita itu dan membuat seolah olah aku sengaja masuk ke pedang untuk membantu teman baik ku, aku pun lelah di perebutkan oleh banyak orang, aku sendiri sudah membunuh lebih dari ratusan juta nyawa sejak 3 juta tahun lalu, hingga akhir nya aku jatuh ke dimensi kecil ini dan di gunakan hanya untuk menebas tanpa tahu kegunaan ku yang sebenar nya. "


"Kenapa kau akhir nya memilih untuk menampakkan diri di hadapan ku ?" tanya nya penasaran.


"Entahlah, firasat ku mengatakan kalau kau akan menjadi orang yang hebat di masa depan. Untuk saat ini kau sudah tahu kalau aku bukan lah pedang biasa melainkan pedang spiritual, dan juga untuk saat ini kau masih belum bisa menggunakan kekuatan penuh pedang ini kecuali kau sudah mencapai tingkat yang menjadi batas. " kata kakek itu.


"Ya, kalau begitu untuk apa kau menceritakan ini semua ?" tanya nya kesal.


"Ya tidak apa apa, biar kau tahu saja dan tidak sembarangan menggunakan ku sebagai pembuka kelapa atau hal yang lain nya. " Mendengar itu ia hanya mendengus dingin.


Dia kira akan ada hal yang sangat menakjubkan yang tersembunyi di dalam pedang nya tapi kenyataan nya hanya ada naga tua yang kesepian.


"Berhenti lah mengutuk ku anak muda !!" teriak kakek naga.


"hm, terserah saja aku kesal. " kata nya sambil cemberut.


"Halah seperti anak kecil saja, oh ya memang kau masih anak kecil, bukti nya dia yang keturunan ku yang ke 9 , tapi ia masih jauh lebih tua dari mu. " kata kakek naga tidak mau kalah.


Sedang kan, Tu Long hanya menghela nafas kasar bingung mau memilih mendukung siapa, dia sendiri setuju dengan pendapat Zhang Wei kalau dia juga kecewa.


Tapi di satu sisi, ia di ajar kan untuk tidak pernah mengejek atau menginterupsi orang yang jauh lebih tua dari nya. Jadi dia memutuskan untuk tetap netral.

__ADS_1


"Kau saja yang sudah ketuaan, apa kau sudah terlalu lama terkurung di dalam pedang hingga kau tidak ingat umur ?!" kata Zhang Wei dengan sangat sangat kesal.


__ADS_2