
Di tempat Xi Rong dan yang lain nya, tidak ada yang berani untuk membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"Kalian ikut di belakang ku, kita akan menyergap mereka. Jangan membuang buang waktu, langsung serang mereka. Jangan lengah dan mudah berpuas diri. " Perintah nya dengan tegas.
Yang lain mengangguk tanpa bisa membantah, mereka mengendap ngendap masuk ke dalam gua yang berisi 12 leluhur Sekte Pedang Surgawi.
Ke 12 leluhur itu sedang melakukan ritual ritual terlarang yang membuat iblis iblis kecil menempel di tubuh mereka.
"Serang mereka !" Perintah nya dengan pelan.
Ia langsung berlari menuju ke 12 leluhur itu dengan sebuah cambuk di tangan nya. Cambuk ini bukan lah cambuk biasa.
Di lihat dari tali nya yang di penuhi dengan sisik, cambuk ini terbuat dari sisik naga asli dan membutuh kan sangat banyak uang untuk Xi Rong mendapat kan nya.
"Topan Naga Surgawi : Tahap 4 !" Teriak nya dan memukul 2 punggung leluhur yang tidak siap dengan serangan nya yang tiba tiba.
Kedua orang itu langsung terlempar ke depan dan memuntah kan darah, yang lain juga begitu tapi tetap saja, kedua orang ini adalah yang paling parah.
"Siapa kalian ? Bagai mana kalian bisa mengetahui tempat persembunyian kami ?" Tanya seorang leluhur dengan serius.
"Kau tidak perlu tahu kami bagai mana mengetahui posisi kalian, pengikut Envy. Kami di sini untuk membersihkan alam semesta ini dari mahkluk mahkluk seperti kalian. Kalian terlalu serakah dan memilih untuk hidup abadi dengan mengorbankan banyak nyawa anak yang tak bersalah. " Mata nya melirik ke arah sudut gua yang terdapat gunung mayat anak anak.
"Memang nya kenapa kalau kami mengorbankan mereka ? Bukan kah memang tugas anak untuk membuat orang tua nya senang ?" tanya seorang leluhur dengan tidak tahu diri.
"Apa kah itu anak mu ? Jika begitu maka kemungkinan besar ia sudah membuat bencana besar di kehidupan lalu sampai sampai mendapat kan ayah tanpa hati nurani di kehidupan ini. Sungguh anak yang malang. " Balas nya lagi dengan tajam.
"Mulut mu sungguh beracun nona, apa kau tidak berkaca ? Jika kau membunuh kami maka kau tidak ada beda nya dengan kami. " kata yang lain dengan tidak tahu malu.
" Kau tidak layak untuk menyamakan diri mu dengan diri ku. Jelas jelas kita berada di tingkatan yang berbeda. Kalian ini , tidak ada beda nya dengan mayat hidup. " Ejek nya lagi.
"Seperti nya kau memang ingin bertarung nona, kau mencari lawan yang salah. Di sini kami lah yang berkuasa, dengan bantuan para iblis kami akan selalu menang dan hidup abadi. Ha ha ha. " Salah satu leluhur tertawa lantang sebelum di ikuti yang lain.
"Ha ha ha, lucu sekali. Tentu saja aku di sini untuk bertarung, jika untuk memasak maka aku bukan berada di sini, dasar bodoh. Lagi pula iblis adalah iblis bukan Dewi kemenangan. " Ujar nya lagi dengan seringai.
"Kau cukup pintar dan cukup tahu tentang hidup para iblis dan Dewa. Tapi di dimensi ini, tidak ada yang lebih tahu dari pada kami. " kata salah satu leluhur itu dengan arogan.
"Oh ya ? Sungguh menyedih kan, kalian sekarang seperti domba tanpa penuntun jalan. Kalian bahkan seperti nya bahkan tidak tahu kalau Iblis besar yang kalian puji puji sudah berhasil di bunuh dan ia tertidur dengan sangat nyenyak seperti putri tidur. " Balas nya tidak mau kalah.
"Putri Tidur ? Berani nya kau menghina Iblis besar Envy. Kau tidak akan di terima di neraka nanti nya. " kata seorang leluhur sambil menggeleng geleng kan kepala.
"Tentu saja aku tidak akan di terima di neraka, lagi pula aku tidak berniat ke sana. Sudah ada yang menunggu ku di Surga. " kata nya dengan tenang.
Pengikut nya yang lain hanya mendengar kan pembicaraan nya dengan para leluhur Sekte Pedang Surgawi dengan seksama.
Mereka ingin ikut berbicara tapi mereka tidak mengerti apa yang di maksud oleh mereka dan juga topik masalah mereka.
"Sudah lah, aku tidak berniat untuk berdebat dengan mu. Kalau berani langsung saja kita melawan satu sama lain. " kata seorang leluhur dengan tongkat.
"Kau ingin melawan ku dengan tongkat tua mu itu ? Menyedih kan ! Lagi pula yang berdebat sejak tadi adalah pihak kalian. Mulai dari membahas kewajiban anak lah , apa lah dan berbagai hal tidak penting lain nya. " Balas nya tanpa ampun.
__ADS_1
"Lingkaran Hitam Abadi : Tahap 7 !" Kata leluhur itu tidak menjawab perkataan nya dan memilih untuk langsung menyerang nya.
Dia menepis serangan itu dengan mudah dan mengangkat tangan nya tanda untuk memulai pertarungan pada rekan nya.
" Kenapa begitu tidak sabaran kerang tua ? Lebih lembut lah sedikit atau kau akan mematahkan tulang mu sendiri. "
"Kau tidak perlu khawatir dengan tulang ku anak muda, tulang ku jauh lebih tahan dari pada tulang anak anak muda yang masih lembut seperti mu. "
"Kau tidak perlu berpikir soal itu. Aku bisa mengurus tulang ku sendiri. " Ujar nya sambil mencambuk kaki kakek tua itu.
Di sisi lain Zhang Wei yang sedikit kewalahan karena sudah 2 jam berlalu dari mereka datang dan pasukan bantuan masih belum juga datang..
Dia khawatir dengan keadaan Xi Rong. Meski pun begitu lebih dari setengah orang sudah terbunuh dan menyisakan hanya 550.000 - 610.000 orang.
Yun Li berada dalam kondisi parah dan Ming Lang mendominasi pertarungan mereka sedang kan untuk Huan Li mereka masih bertarung seimbang.
Tiba tiba sekumpulan orang datang, orang orang ini sangat banyak. Dia tersenyum penuh kemenangan melihat ini.
"Kuo Li Ming, An Ming, bantu lah Huan Li dan Ming Lang. Jangan biar kan ada yang lolos. Biar kau bawa sedikit prajurit. " Ucap nya.
"Senior Zhang, kau membunuh 1.500.000 orang sendirian hingga menjadi seperti ini ?" tanya Kuo Li Ming tidak percaya.
"Ya, kenapa ? Sebagai ganti nya,biar kan aku membawa 10 prajurit paling baik di pasukan yang kau bawa. "
"Baik, tidak masalah. " Kuo Li Ming langsung memanggil 10 orang terkuat.
"Kalian ! Aku akan memanggil leluhur kami, 12 Pedang Surgawi untuk membinasakan kalian semua !!" Raung Yun Ming marah.
" Apa ? Aku sungguh terkejut. " Ejek nya tidak peduli.
"Kalian begitu sombong, aku tidak berbohong leluhur kami akan datang dan menghancurkan kalian. " kata Yun Ming dengan arogan.
"Aku takut bukan karena kalian tidak memiliki waktu melain kan leluhur kalian yang tidak memiliki kesempatan untuk datang. " Balas nya lagi dengan seringai.
"Apa maksud mu ? Jangan menghayal !" Bentak Yun Ming.
"Kau masih belum menyadari posisi mu saat ini, leluhur mu juga dalam kesulitan. Kau kira kami tidak tahu kalau tetua mu mengambil ratusan anak kecil untuk melakukan ritual terlarang ?"tanya nya dengan nada yang meninggi.
" Terima lah kekalahan mu, seluruh leluhur mu di
sudah di selesai kan. " Gertak nya lagi.
"Kuo Li Ming, An Ming, Ming Long, Huan Li. Selesai kan ini , aku akan pergi. Jangan biar kan ada satu pun yang kabur. " Perintah nya dengan tegas.
Perintah nya bagaikan sambaran petir dari langit dan hukuman mati bagi mereka semua. Orang orang Sekte Pedang Surgawi yang sudah lesu karena kedatangan pasukan tambahan menjadi lebih tidak bersemangat saat mendengar perintah nya.
"Kalian ikut aku semua !" Perintah nya lagi pada 10 orang yang mengikuti nya dari tadi.
"Baik tuan. " kata mereka dengan hormat.
__ADS_1
Mereka tidak tahu kalau kultivasi nya saat ini jauh lebih rendah dari pada ke 10 orang ini. 10 orang ini berada di puncak Kemurkaan Surgawi.
Dan ia baru lah tingkat awa Kemurkaan Surgawi. Hanya ketua setiap sekte yang mengetahui tingkatan kultivasi nya.
Dia memimpin jalan menuju gua yang merupakan tempat persembunyian leluhur Sekte Pedang Surgawi.
Membutuh kan sedikit waktu ke sana karena jalan yang rusak dan di penuhi dengan pohon. Jarak antara Sekte Pedang Surgawi dan gua tersebut juga tidak terlalu dekat.
Di tempat Xi Rong.
Xi Rong dan yang lain nya mengalami sedikit kesulitan karena kekuatan mereka yang terbatas di tambah lagi dengan udara yang sedikit saat di dalam gua.
Sedang kan para leluhur Sekte Pedang Surgawi sudah terbiasa di dalam gua. Xi Rong adalah yang paling sulit karena meladeni 4 leluhur sekaligus.
"Kau cukup lincah anak muda, sudah 1 jam berlalu kita bertarung dan hanya ujung baju mu yang sedikit rusak. " kata salah satu leluhur menatap sudut pakaian nya yang sedikit robek.
"Itu hanya karena sedikit kesalahan. Tapi tenang aku tidak akan kalah. " kata Xi Rong dengan nafas yang tidak stabil.
"Kau sudah kelelahan, dan tidak mungkin menang. Saudara ku, ayo tingkat kan lagi serangan nya !" kata seorang leluhur mengajak yang lain untuk lebih bekerja keras.
Lama kelamaan dia menjadi kesulitan dan tiba tiba ada seorang leluhur lain yang membawa pedang ingin menyerang nya dari belakang.
Ia menutup mata nya pelan karena tidak sempat menghindar, di saat ia sudah siap untuk menerima serangan tersebut.
Tapi serangan itu tidak datang datang , melainkan ada suara adu pedang dari belakang nya. Ia membuka mata nya dan melihat orang yang sangat di kenal nya.
"Kau sungguh pengecut sekali, ingin menyerang menggunakan cara kotor ? Aku tidak akan membiarkan mu. " kata Zhang Wei.
"Siapa kau ?!" tanya leluhur itu dengan tidak senang.
"Kau tidak layak untuk mengetahui nama ku, kalian semua bantu !" Perintah nya pada pasukan yang di bawa nya.
Pasukan yang di bawa nya bagaikan angin segar bagi seluruh orang yang melawan leluhur Sekte Pedang Surgawi.
Sebenar nya kesulitan ini terjadi karena setiap sekte tidak mengeluar kan kekuatan penuh mereka. Seperti Sekte Qilin Api, masih ada 2 ahli Qi Surgawi yang menjaga sekte mereka.
Selain itu, setiap sekte masing masing di jaga 1 ahli Qi Surgawi. Pasukan mereka juga tidak sepenuh nya di ajak.
"Kekuatan mu jauh lebih rendah dari ku, tapi berniat untuk mengalah kan ku ?" tanya leluhur itu pada Zhang Wei.
"Oh, kau tenang saja. Aku memiliki cara tersendiri untuk mengalah kan mu dengan mudah dan efektif. " kata nya dengan senyum miring.
"Oh ya ? Aku menantikan itu. " kata leluhur itu mempercepat serangan pedang nya.
Ia menghindar dengan cepat dan memilih untuk mengaktifkan garis darah nya untuk sementara waktu.
Bila tidak di sertai dengan Jiwa Naga maka kekuatan dengan garis darah nya akan bisa bertahan lebih dari 1 jam.
Bonus : 1 / 2
__ADS_1