
"Kau ! Dasar pengkhianat !" Teriak Xu Rong dengan marah.
"Aku pengkhianat ? Seperti nya kau harus belajar lebih banyak lagi tentang bahasa manusia. Aku bilang, aku akan mengikuti kemana pun Abbadon pergi. Bukan untuk setia bersama mu, lagi pula bukan kah kau duluan yang ingin mencelakai keluarga ku ?" Tanya Fen Shengqi dengan dingin.
"Jangan bilang kalau aku tidak tahu, aku tahu dengan baik tentang pikiran mu. Kau ingin memegang kelemahan ku. Lalu menggunakan ku sebagai boneka mu, apa menurut mu aku tidak tahu hal itu ?" Tanya Fen Shengqi lagi sambil menginjak dada Xu Rong.
"Shengqi, kau salah paham. Aku tidak mungkin mau mencelakai keluarga mu, bukan kah kita sudah lama bersama sama ?" Tanya Xu Rong dengan terbata bata.
"Apa menurut mu aku akan percaya ? Aku mendengar sendiri jika kau memerintah kan hal tersebut pada anak buah mu ketika aku meninggal kan ruangan. Jangan berkata sesuatu yang tidak perlu lagi, aku sudah muak dengan cara mu yang menjijikkan itu. " Kata Fen Shengqi sebelum menembus dada Xu Rong dengan pedang nya.
"Serang ! sekarang mereka adalah pasukan tanpa kepala !" Teriak Zhang Wei menambah semangat pasukan nya.
Sedang kan Xu Rong mati dengan keadaan tidak percaya, tidak percaya kalau diri nya akan di bunuh oleh mantan bawahan nya sendiri.
Fen Shengqi hanya mendengus dingin sebelum berjalan meninggal kan tempat itu. Qian Xun memaklumi itu, tidak mudah untuk membunuh seorang rekan kerja yang sudah menemani dalam waktu lama padahal tidak ada dendam mendalam di antara mereka.
Hanya saja, Xu Rong sudah menyentuh batas bawah Fen Shengqi. Fen Shengqi adalah seseorang yang setia.
Dia akan melakukan yang terbaik untuk melindungi orang orang yang di sayangi nya termasuk dengan gadis kecil itu, Fen Yun Niang.
Di sisi lain, Zhang Wei merupakan yang paling depan dalam perang. Saat ini Zhang Wei tidak dapat menahan kekuatan nya lagi dan langsung berjalan mundur. Rasa lelah yang berlimpah karena membunuh Rong Yan dan Rong Liu pun datang dan menimpa tubuh nya dengan kejam.
Xi Rong yang mengetahui kondisi nya langsung membantu nya mundur.
"Terima kasih, tidak apa apa aku akan menunggu di sini. " Ucap nya dengan senyum manis.
"Apa kau yakin ? Aku bisa menemani mu di sini ?" Tanya Xi Rong.
"Aku yakin, pergi lah. Banyak orang yang membutuh kan bantuan. Semakin sedikit korban maka semakin baik. " Ucap nya dengan nada yang meyakin kan.
"Baik lah jika kau memang baik baik saja, aku akan pergi. " Kata Xi Rong.
Dia mengeluarkan seruling kematian, di sebelah nya tampak Han Liu Liang yang duduk menemani nya dan menikmati alunan dari seruling nya.
Tanpa dia sadari, dari kejauhan ada seorang pria yang menatap nya dengan tatapan rumit. Alunan seruling nya sangat indah tapi membuat mayat hidup itu meraung kesakitan.
Bahkan tidak sedikit mayat hidup yang telah terbakar karena mendengar musik nya.
"Sangat indah , bahkan aku sampai hampir terhanyut dengan permainan musik mu. " Puji Han Liu Liang.
"Ini adalah diri mu sendiri, masa kau tidak tahu ? " Tanya nya dengan sinis sambil menghentikan permainan seruling nya.
Kepala nya terasa pusing, setelah membunuh Rong Yan dan Rong Liu energi Qi nya mendekati habis dan saat ini dia menggunakan energi mental nya.
Han Liu Liang menahan tubuh nya dan membawa nya menuju Istana Dewa.
"Kau terlalu memaksa kan diri mu sendiri. " Kata Han Liu Liang sambil menghela nafas.
"Tidak apa apa, selama itu masih dalam batas kemampuan ku maka aku akan membantu dengan sekuat tenaga. Apa lagi ini menyangkut dengan kedamaian banyak orang. " Ucap nya sambil tersenyum tipis.
"Tapi, kau tahu sendiri kalau kejahatan tak bisa hilang dari muka bumi ini. Sifat buruk sudah melekat dalam diri manusia. " Kata Han Liu Liang.
"Ya, memang. Tapi yang ku maksud di sini adalah Iblis. Selama manusia yang melakukan kejahatan maka para Dewa bisa mengendalikan nya. " Ucap nya menjelaskan maksud nya.
"Iblis tidak hanya memiliki sifat buruk tapi juga membuat hidup para manusia menjadi buruk. " Kata nya.
"Pria itu, Fen Shengqi tampak nya memiliki sesuatu untuk di bicara kan dengan mu. Dia tampak menatap mu terus dengan tatapan penuh arti, seolah olah dia ingin meminta sesuatu pada mu tapi masih ragu ragu dan tak memiliki waktu yang tepat. " Kata Han Liu Liang.
"Aku juga merasa begitu, aku pikir itu hanya perasaan ku saja karena setiap kali aku menatap nya balik dia selalu mengalihkan pandangan dengan cepat. Kami hanya beberapa kali bertatapan secara langsung. " Kata nya setuju dengan kata kata Han Liu Liang.
__ADS_1
"Dia mungkin memiliki beberapa kata kata untuk di sampai kan pada mu tapi merasa canggung karena kalian tidak mengenal satu sama lain. " Kata Han Liu Liang.
"Aku akan bertanya pada nya nanti setelah perang . " Ucap nya.
Mereka pun masuk ke dalam istana Dewa, beberapa tabib tampak siap untuk membantu Zhang Wei.
"Apa yang perlu kami bantu ?" Tanya tabib itu.
"Tidak perlu, aku akan menyembuh kan diri ku sendiri. " Ucap nya dengan tenang.
Para tabib itu mengangguk setuju dan membiar kan nya kembali ke kamar nya, sesampai nya di kamar nya dia meminum banyak macam pil dan ber kultivasi untuk mengembalikan tenaga nya.
"Kau ber kultivasi lah, aku akan menjaga mu di sini. " Kata Han Liu Liang dengan tulus.
"Ya, terima kasih banyak karena telah membantu ku. " Ucap nya dengan senang, dia memejam kan mata nya dan ber kultivasi dengan serius.
Di sisi lain, perang dengan mudah di tekan dan kemenangan telak pun di dapat kan oleh para Dewa berkat 4 orang pilihan.
Semua nya memberikan dampak yang sama besar dan bekerja keras, Xue Fenghuang memiliki beberapa luka gores dan Xi Rong memiliki beberapa luka terbuka.
Secara ajaib, Feng Taoran memberikan mereka masing masing obat penyembuh dalam jumlah yang sangat besar.
"Dari mana kau mendapat kan ini semua ?" Tanya Xue Fenghuang.
"Aku tidak dapat mengatakan nya pada mu, tapi yang pasti itu berbahan baik dan aman di guna kan di kulit." Kata Feng Taoran dengan canggung.
Pemuda itu sudah tahu kalau tindakan nya kali ini akan menarik perhatian yang tidak di ingin kan nay tapi ini sangat berguna bagi mereka.
Setelah mendengar jawaban pemuda itu, Xue Fenghuang tidak bertanya lebih lanjut dan mengangguk angguk kan kepala nya.
"Terima kasih banyak. " Ucap Xi Rong sambil mengoles kan nya ke luka milik nya.
Zhang Wei yang beristirahat di dalam istana tidak menyadari kalau perang telah usai dan berniat untuk pergi setelah memulih kan diri.
Han Liu Liang hanya diam dan menatap Zhang Wei yang sedang berlatih dengan tatapan perhatian, dia adalah orang yang sangat kesepian sampai akhir nya bertemu dengan Han Feng.
Dia mati dengan tragis karena di bunuh oleh saudara nya sendiri dan akhir nya di bantu oleh Han Feng untuk masuk ke dalam senjata dan menjadi roh senjata.
Dia sendiri sudah selesai membalas dendam dan siap nya lagi, dia benar benar terperangkap di dalam senjata bahkan sampai Han Feng meninggal.
Berpuluh puluh tahun dia menunggu dalam kesepian sampai akhir nya dai bertemu dengan Zhang Wei, lamunan nya langsung buyar ketika mendengar ketukan pintu.
Dia membuka pintu dan siap untuk mengusir nya, tapi ketika melihat kedua orang yang datang dia membatalkan niat nya.
"Apa kah Zhang Wei baik baik saja ?" Tanya Xi Rong dengan khawatir.
"Dia baik baik saja dan sedang memulih kan tenaga nya, apa kah perang sudah selesai ?" Tanya nya dengan canggung.
Dia jarang berbicara dengan orang lain kecuali dengan Zhang Wei atau roh senjata lain nya.
"Ya, semua nya sudah selesai dan tinggal pemulihan. Senior Qian sedang menghukum beberapa keluarga pengkhianat dengan memusnah kan mereka sekeluarga. " Kata Qing Yu.
"Apa benar benar Qian Xun ? Bukan karena yang lain ?" Tanya nya dengan ragu ragu.
"Ha ha ha kau benar sekali, itu karena usulan kami. Terutama untuk keluarga Rong Yan, dia yang membuat Zhang Wei kesulitan maka keluarga nya harus menanggung akibat. Apa lagi, Rong Yan sudah berkhianat sejak lama, itu adalah dosa besar. Jadi kami memanfaat kan itu untuk menghukum keluarga Rong Yan. " Kata Xi Rong sambil terkekeh.
"Sifat kalian berdua sangat sama dengan nya, karena kalian sudah ada di sini. Aku akan kembali tidur dengan tenang. " Ucap nya lalu menghilang.
Zhang Wei yang tidak mendengar seluruh percakapan itu , membuka mata nya dan melihat Qing Yu dan Xi Rong yang berdiri di depan nya.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan di sini ?" Tanya nya dengan setengah tidak sadar.
"Apa kami tidak boleh mengunjungi kekasih kami ?" Tanya Xi Rong dengan sinis.
"Eh bukan kah kalian sedang berperang ?" Tanya nya dengan bodoh.
"Dasar bodoh !! Jika kami berperang maka kami tidak akan di sini ! Apa otak mu tertinggal di halaman depan ? Apa perlu ku ambil otak mu ?" Tanya Qing Yu dengan gemas melihat nya.
"Eh iya, maaf kan aku. Aku sedikit tidak fokus karena pengobatan ku tadi. Lalu bagai mana dengan perang tadi ? Apa kah ada banyak korban yang terluka ? Sudah berapa lama aku tidak sadar kan diri ?" Tanya nya.
"Bertanya lah dengan pelan pelan, perang tadi berhasil kami menang kan dengan sempurna dan soal korban luka itu tidak banyak, untuk berapa lama kau tidak sadar kan diri maka itu seharus nya belum terlalu lama mungkin 1 atau 2 jam. " Kata Xi Rong menjawab seluruh pertanyaan nya.
"Bagai mana dengan keluarga Rong Yan dan berbagai pejabat lain yang berkhianat ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Mereka kemungkinan besar akan di eksekusi mati, tapi masih ada sedikit keraguan di mata Senior Qian. Kau harus meyakinkan nya, kita harus membersihkan sesuatu sampai ke akar akar nya. " Kata Qing Yu.
"Aku yakin, keputusan senior Qian adalah yang terbaik. Aku akan mengikuti segala keputusan nya, bagai mana pun Rong Yan dan Qian Xun memiliki beberapa keterikatan dalam berbagai emosi. " Kata nya dengan tenang.
"Semua nya sedang berkumpul, apa kau berniat untuk mengikuti nya ?" Tanya Xi Rong.
"Tentu saja, bukan kah tidak baik jika aku tidak datang ? Orang orang akan berpikir kalau aku sangat lemah. " Canda nya.
"Ha ha ha tidak mungkin ada yang berani mengatakan itu pada mu. " balas Xi Rong sambil terkekeh mereka bertiga pergi menuju aula pertemuan.
Sesampai nya di sana, meja yang biasa di guna kan sebagai tempat pertemuan sekarang di penuhi dengan berbagai makanan enak.
Semua nya sudah lengkap kecuali diri nya, Xi Rong dan Qing Yu.
"Maaf kan kami, seperti nya kami terlambat. " Ucap nya dengan permintaan maaf yang tulus.
"Tidak apa apa, karena sekarang kita sudah lengkap maka ayo mulai acara makan nya. Ini adalah perayaan kita karena akhir nya menang sepenuh nya!" Kata Qian Xun bahagia.
Dia mengangkat cangkir arak nya dan meminum nya bersamaan. Wajah tua Qian Xun di penuhi dengan kegembiraan.
Baru kali ini dia melihat pria tua itu tampak sangat sangat senang sekali. Dia tidak bisa tidak memikir kan Qian Bei.
'Kakek Qian, apa kah kau senang juga ? Sekarang, dunia telah tidak di hantui oleh iblis lagi. Aku akan bersulang untuk mu. 'Ucap nya dalam hati sebelum meminum secangkir arak dalam satu tegukan.
"Apa kah kau memikir kan Guru ?" Tanya Qing Yu yang menyadar kan nya dari lamunan.
"Kau memang bisa membaca pikiran ku. " Ucap nya sambil tersenyum.
"Tentu saja, pikiran mu mudah untuk di tebak. " Kata Qing Yu dengan bangga.
"Semua nya, terima kasih atas kontribusi kalian karena kalian semua, perang ini berada di kemenangan yang tidak pernah terjadi dalam sejarah. Aku berniat untuk mengundur kan diri. " Ucap Qian Xun.
"Senior Qian, sebaik nya kau memikir kan nya kembali karena jika bukan anda maka siapa yang akan mengisi posisi itu ? " Tanya nya dengan penuh permohonan.
"Aku akan memilih mu tentu saja. " Kata Qian Xun.
"Senior Qian, masa depan ku masih panjang. Masih banyak hal yang akan ku lakukan, aku mohon kau menarik keputusan mu kembali. " Ucap nya dengan penuh permohonan.
"Senior Qian, apa yang di kata kan oleh Zhang Wei adalah kebenaran. Sebaik nya anda memikir kan keputusan mu kembali. " Kata Xi Rong membantu nya berbicara, dia menghela nafas lega ketika mendengar ini.
Tidak lama, Xue Fenghuang dan Feng Taoran ikut membantu nya berbicara dan membuat Qian Xun cukup ragu ragu.
"Baiklah, aku akan menunggu sampai kalian bersedia. Tapi jangan terlalu lama karena aku takut umur ku tidak akan terlalu panjang lagi. " Kata Qian Xun sambil menghela nafas pasrah.
Note : Maaf karena telat post yang satu ini, ada beberapa kegiatan tambahan sehingga author telat update. Mohon pengertian nya, update kali ini 3 chapter. Jangan lupa untuk like, comment dan share.
__ADS_1