
Saat ini, Zhang Wei sudah dalam perjalanan menuju ke Kerajaan Vermilion. Dia menggendong Hu Yin di punggung nya.
"Guru, pelan pelan. Aku takut jatuh!" kata Hu Yin dari belakang.
"Yin'er, tidak perlu takut. Guru mu tidak mungkin akan menjatuh kan mu. Dia bahkan pernah mengangkat 30 orang sekaligus !!" kata Tian Li.
"Benarkah ?!!" Tanya Hu Yin mengerjap antusias.
"hem, apa yang di katakan oleh kakak mu Tian Li, memang benar. " kata nya.
"Yin'er, apa kau ingin melihat suatu pertunjukkan yang indah ?" tanya Zhu Hong.
"Tentu saja !!"
"Lihat ini !!" Tubuh Zhu Hong perlahan lahan berubah menjadi burung yang sangat indah.
Itu tidak lain tidak bukan adalah wujud asli Zhu Hong, Burung Vermilion. Hu Yin yang melihat itu langsung terpesona.
Sedangkan dia yang status nya adalah tuan dari Zhu Hong saja belum pernah melihat wujud asli Zhu Hong.
Zhu Hong dengan anggun berputar putar di atas langit tanpa henti, dari bawah tempat mereka terbang.
Seorang pria muda yang tampak seperti pangeran dan di temani oleh beberapa pengawal menatap Zhu Hong dengan penuh harap.
Ini tidak lain adalah pangeran Kekaisaran Wei yang merupakan Kekaisaran paling kuat di 3 Provinsi.
"Pengawal, aku ingin burung itu. Apa kah kau bisa menangkap nya untuk ku ?" Tanya pangeran itu dengan halus namun tegas.
"Tentu saja tuan, aku akan mengikuti burung itu dan menangkap nya. Tuan muda akan mendapatkan semua yang Anda ingin kan. Pasti pemilik burung itu merasa sangat tersanjung karena burung nya menarik minat pangeran. " Kata seorang pria tua di sebelah kiri pangeran itu.
"Ha ha kau cukup benar paman Yi, tapi sayang sekali, ada beberapa hal yang tidak semua nya bisa kumiliki. Banyak yang jauh lebih kuat dari Kekaisaran Wei, dunia yang kita tinggali ini hanya lah dunia kecil. " kata Pangeran Kekaisaran Wei tanpa mengalihkan pandangan nya dari Zhu Hong.
Pria tua di samping nya hanya tertawa kecil karena berfikir dia bercanda, dia hanya menghela nafas pelan. Dia adalah pangeran ke tujuh Kekaisaran Wei.
Salah satu kandidat yang memiliki peluang besar untuk menggantikan tahta ayah nya, karena kepintaran dan kebijaksanaan nya.
Dia baru berumur 25 tahun tapi sudah mencapai tingkat 1 ranah bela diri. Orang yang di sebut nya paman Yi ini adalah ahli tingkat 6 ranah bela diri.
Di istana nya yang paling kuat adalah ayah nya dan salah satu paman nya yang bertugas untuk melindungi putra mahkota.
Mereka semua berada di tingkat 7 ranah bela diri. Dia menghela nafas berat dan masih tidak bisa melupakan rasa takut yang di terima nya 17 tahun lalu.
Dulu ia adalah orang yang sangat sombong, dan selalu menindas orang yang lebih lemah dari nya. Pada suatu saat dia pergi ke hutan di temani seorang pengawal.
Dia yang saat itu adalah tingkat 2 penempaan pondasi, cukup percaya diri untuk masuk ke hutan hanya di temani 1 pengawal.
__ADS_1
Dia terus membunuh dan memburu berbagai hewan yang di temui nya saat itu. Namun tiba tiba sebuah petir yang sangat kuat muncul di depan nya.
Dia dan pengawal nya terlempar mundur 3 kilometer dan mereka pun ketakutan setengah mati saat itu.
Dari balik kilatan itu keluar lah sepasang suami istri. Mereka berdua berjalan mendekati mereka, dia ingin kabur namun kaki nya tak bisa di gerak kan.
"Jangan mendekat !!" Teriak nya panik.
"Jangan takut, kami ingin meminta tolong pada mu. Bawa lah bayi ini untuk di rawat dan biarkan bayi ini tumbuh dengan baik. Ingat dengan baik ! Jika dia di rawat dengan tidak baik maka nyawa mu akan menjadi taruhan. Beri dia nama Zhang Wei dan jangan beritahu tentang kami sedikit pun jika ia sudah besar. " kata Wanita itu dengan halus tapi mencekam. Lalu wanita itu menyerahkan seorang bayi kecil yang sangat pendiam.
Dia menerima bayi itu dengan gemetaran karena merasa aura yang Agung menguar dari dalam tubuh bayi itu.
"Ke.. kenapa kalian tidak merawat bayi ini sendiri ? Bukan kah kalian terlihat sangat kuat ?" Tanya nya bingung.
"Hah, ini semua karena bayi ini berbeda dari bayi yang lain. Bakat nya yang menentang surga akan menarik perasaan iri dari semua orang. Bahkan kaisar langit akan iri dengan bakat nya yang sangat baik. Kami hanya bisa membuka jalan yang baik untuk nya, dengan cara menutup aliran Qi nya sehingga ia terlihat seperti anak yang tidak memiliki bakat. " kata laki laki di belakang sambil menghela nafas sedih.
"Lalu bagai mana dia akan berkembang kalau aliran Qi nya kalian segel ?"
"Tidak apa apa, nanti segel itu akan terbuka dengan sendiri nya. Segel itu akan terbuka secara bertahap. " kata wanita itu.
"Ingat lah ini sendirian dan jangan kasih tahu ke orang lain atau nyawa mu akan melayang. Katakan lah kepada keluarga mu kalau kau di serang oleh binatang buas dan pengawal mu meninggal karena melindungi mu. " kata wanita itu dengan mudah mengibaskan tangan nya.
Lalu pengawal di belakang nya dengan cepat hancur tidak meninggal kan sisa. Dia yang ketakutan saat itu langsung menghampiri provinsi Phoenix yang merupakan provinsi paling kecil.
Menurut nya itu adalah yang paling aman, dia masuk ke dalam hutan dan merasakan kehadiran orang.
Lalu ia menggigit jari nya hingga berdarah, lalu menulis di kertas kalau bayi ini bernama Zhang Wei.
Dia memantau sebentar apa reaksi orang yang mengambil bayi itu, jika mereka berniat jahat maka dia akan membunuh orang itu.
Tapi ternyata orang yang mengambil bayi itu adalah orang baik, jadi dia pulang dengan sedikit tenang.
...----------------...
Setidak nya begitu lah kejadian yang dia alami, hal ini membuat nya masih gemetar ketakutan karena rasa teror yang sangat besar di dalam diri nya.
Dia menjadi penasaran apakah bayi yang di antar nya sudah bertumbuh sekitar 17 tahun.
"Aku harus siap kalau akan ada orang yang melampaui ku atau pun mengalahkan seluruh orang dari 3 Provinsi. " Gumam nya pelan.
"Ada apa pangeran ?" Tanya paman Yi yanga da di sebelah nya.
"Ah tidak apa apa paman. Kau tidak perlu khawatir. " kata nya sambil tersenyum palsu.
"Kau! ikuti burung itu dan katakan kalau pengeran menginginkan burung itu. Jika pemilik nya tidak setuju maka bunuh pemilik nya !" perintah paman Yi pada seorang pengawal di belakang mereka.
__ADS_1
"Paman, tidak perlu sampai membunuh. Jika orang pemilik nya tidak mengizinkan maka biarkan saja." Kata nya dengan pelan.
"Tidak bisa begitu, bukan kah pangeran sangat menyukai nya ?Pangeran tenang saja, aku akan mengusahakan kalau burung itu akan sesegera mungkin menjadi milik pangeran. " kata Paman Yi .
"Tidak paman, tidak perlu. Lagi pula aku tidak terlalu tertarik lagi, jika orang nya tidak mau maka jangan paksa dan aku tidak ingin lagi mendengar penolakan dari mu paman. Jika kau masih menyakiti burung atau pemilik nya maka kau akan menanggung akibat nya. " kata pangeran ketujuh dan langsung berjalan meninggalkan semua nya.
"Pangeran maaf kan aku !! Tunggu aku pangeran !!" Teriak paman Yi.
"Kalian dengar apa yang dikatakan oleh pangeran ketujuh atau kalian akan menanggung kemarahan kaisar dan pangeran ketujuh. " kata Paman Yi, sebelum ikut berlari mengejar pangeran ke tujuh.
Di tempat Zhang Wei, saat ini mereka telah sampai di Kerajaan Vermilion dan saat ini mereka di sambut dengan semangat oleh warga Kerajaan vermilion.
Dia menatap kagum dengan perubahan yang terjadi dengan penduduk Kerajaan Vermilion, di mulai dari rumah rumah yang sekarang tersusun dengan rapih.
Lingkungan yang kotor menjadi jauh lebih baik dan layak tinggal, warga yang tampak jauh lebih ceria.
Sesampai nya mereka di depan istana, mereka akhir nya di sambut oleh Fang Lin yang telah menunggu kedatangan nya.
"Zhang Wei !! Kau sudah pulang !!" kata Fang Lin antusias.
Lalu berlari memeluk nya dengan sangat erat, untung saja dia dapat menstabilkan keseimbangan tubuh nya.
Sesaat kemudian Fang Lin menatap Hu Yin yang sekarang sedang berdiri di sebelah nya dengan tatapan aneh.
"Zhang Wei, anak siapa ini ?" tanya Fang Lin.
"Ini, murid ku. Perkenalkan nama nya Hu Yin, Hu Yin ini Fang Lin. " kata nya.
"Hai kakak Fang, aku Hu Yin. " kata Hu Yin dengan semangat.
"Hai juga Hu Yin, karena kita baru pertama kali bertemu, bagai mana kalau kita mengadakan pesta." Kata Fang Lin yang berjongkok untuk menyamakan tinggi nya dengan tinggi Hu Yin.
"Terserah kakak saja, Hu Yin akan mengikuti seluruh keputusan kakak. " kata Hu Yin sambil tersenyum manis.
Fang Lin pun tidak dapat menahan diri untuk tidak mencubit pipi imut milik Hu Yin. Fang Lin mencubit nya gemas sedang kan Hu Yin hanya mengadu sedikit dan memasang wajah merajuk.
"Jangan sedih, nanti kakak akan menyiapkan banyak makanan untuk mu. " Bujuk Fang Lin.
"Hore !! Makanan !!" kata Hu Yin semangat.
"Kalau bisa sediakan dia setidaknya 3 piring nasi, karena makan nya jauh lebih banyak dari mu Fang Lin. " kata nya dengan santai.
......................
...****************...
__ADS_1
JANGAN LUPA BUAT LIKE COMMENT SHARE AND VOTE YA TEMAN TEMAN !! KALAU LIKE SUDAH 22 K MAKA SAYA AKAN UP 2 CHP SEKALIGUS.