PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
291. Guzheng Darah Abadi


__ADS_3

Zhang Wei yang mengetahui alasan di balik tindakan Tuan Muda Keluarga Liu itu adalah agar tidak kalah dari nya.


"Tuan Muda Liu, aku memberi kan dua pilihan kepada mu. Kau ingin meminta maaf dan menyerah kan Guzheng tadi dan pulang dengan selamat atau kita bertarung di sini ?" Tanya nya dengan senyum ramah.


Tuan Muda Liu yang mendengar kata kata nya mengeluarkan senyum mengejek.


"Ck, apa kau tahu siapa aku ? Keluarga Liu ku bisa menghancurkan mu dengan satu hentikan jari. Apa kau kira aku takut dengan ancaman mu ?" Ejek Tuan Muda Liu dengan kesombongan yang menembus langit.


"Jika aku tidak melihat kebodohan mu, maka aku pasti sudah mengira kalau kau adalah anak buah Xu Rong. " Ujar nya sambil menghela nafas.


"Ha ha ha siapa Xu Rong itu sampai sampai layak menjadi tuan ku ?" Tanya Tuan Muda Liu dengan angkuh.


"Untung orang nya tidak ada di sini, jika dia di sini maka aku tidak akan bisa menolong mu. " Ucap nya dengan pura pura prihatin.


"Memang nya dia siapa sampai sampai bisa membuat ku minta pertolongan ??" Tanya Tuan Muda Liu masih tidak mengerti situasi mereka.


"Aih kalau begitu, aku akan menunjuk kan kemampuan ku. " Kata nya dengan pura pura sulit.


Dia pun menjentik kan jari nya dan Tuan Muda Liu serta seluruh pengawal nya terlempar ke belakang.


"Kau bilang keluarga mu bisa menghancurkan ku dengan 1 jentik kan jari bukan ? Bagai mana kalau aku bilang, aku bisa menghancurkan kalian dengan 1 jentik kan jari ?" Tanya nya sambil tersenyum miring.


"Hmph, aku tidak percaya dengan mu ! Jangan mencoba menakut nakuti aku ! Semua nya, serang dia dan hancur kan wajah nya untuk tuan muda ini !" Kata Tuan Muda Liu bangkit dengan kesulitan dan masih tidak mengerti posisi nya.


Dia yang melihat ini memutus kan untuk tidak bermain main lagi dan membunuh mereka. Dalam waktu 1 detik, tubuh mereka terbelah menjadi dua.


Bahkan tuan muda angkuh itu tidak dapat berkata kata lagi. Dia dengan muda mengambil cincin ruang tuan Muda Liu dan mengambil Guzheng yang di ingin kan nya.


Dia duduk di bawah pohon dan berusaha untuk mengontrak senjata ini.


"Ck, kau begitu tercela. " Kata suara seorang wanita yang muncul dari dalam Guzheng.


"Memang, dari awal aku tidak pernah mengatakan kalau aku orang suci. " Ujar nya tanpa beban.


"Hak apa yang kau miliki ingin membuat ku tunduk pada mu ?" Tanya Wanita itu dengan sinis.


"Han Niu, jangan keras kepala. " Kata Han Long Chun yang baru menampakkan diri.


"Kakak Long Chun ?!" Tanya Han Niu dengan terkejut sebelum lompat ke dalam pelukan Han Long Chun.


"Ya, ini aku, juga ada Liu Liang. " Kata Han Long Chun membalas pelukan Han Niu.


Tidak lama, Han Liu Liang ikut menampakkan kan diri tanpa jubah hitam nya yang membuat Han Niu terkejut.


"Kakak !" Kata Han Niu dengan semangat.


"Kenapa ? Aku menjadi lebih tampan bukan ?" Tanya Han Liu Liang dengan percaya diri.


"Kau masih tidak berubah kakak. " Kata Han Niu dengan manja dan langsung meloncat ke pelukan Han Liu Liang tanpa ragu ragu.


"He he hr kau juga masih belum berubah, padahal umur mu sudah tua tapi kelakuan mu tidak ada beda nya dengan anak kecil. " Kata Han Liu Liang sambil mencubit hidung Han Niu.


"Awww Kakak ! Itu menyakitkan ! Kau kejam sekali pada ku !" Raung Han Niu sambil memukul mukul lengan Han Liu Liang.


"Aw, aw ! Sakit sekali ! Jangan memukul ku keras keras !" Teriak Han Liu Liang sambil terus meringis dan melindungi lengan nya.


"Sudah sudah, kalian berhenti. Jangan bertingkah seperti anak kecil lagi. " Kata Han Long Chun menghentikan dengan bijak.


Mereka pun berbincang bincang dan dia yang duduk di bawah pohon merasa kan terlupakan oleh ketiga roh senjata ini dan hanya bisa menghela nafas pasrah.


"Ehm, masih ada aku di sini. " Ucap nya dengan canggung yang langsung di sadari oleh Han Long Chun.


"Ah maaf kan aku, aku telah melupakan mu. " Kata Han Long Chun sambil terkekeh ringan sedang kan Han Liu Liang hanya tertawa keras melihat ekspresi nya.

__ADS_1


"Kenapa kau ? " Tanya nya pada Han Liu Liang dengan wajah garang, pemuda itu langsung terdiam.


"Kakak, siapa pemuda ini ?" Tanya Han Niu dengan tatapan heran.


Setahu Han Niu , kakak nya, Han Long Chun sangat jarang dapat berinteraksi dengan orang lain selain tuan nya.


Jadi dia sangat terkejut ketika melihat Han Long Chun yang tampak sangat dekat dengan Zhang Wei.


"Aku akan menjelaskan nya pada mu, Zhang Wei aku harap kau tidak akan terkejut dengan ini. Jadi aku di beri tahu oleh Qian Bei saat itu, ketika kau melawan Xuan Mu. Kalau ternyata kau adalah reinkarnasi Han Feng, tuan kami sebelum nya. " Kata Han Long Chun.


Han Niu langsung menahan nafas nya saya mendengar itu dan mata wanita itu langsung memerah, sedang kan dia hanya duduk diam saja dan tidak mengeluarkan reaksi apa pun.


Lagi pula , dia sudah mengetahui semua nya dari sisa jiwa yang di tinggal kan oleh Han Feng untuk nya.


"Kenapa kau tidak terkejut sedikit pun ?" Tanya Han Liu Liang dengan ekspresi bingung.


"Aku ? Aku sudah tahu. " Ucap nya dengan senyum misterius.


"Kau sudah tahu ? Apa kau di beri tahu oleh Qian Bei sesaat sebelum kematian nya ?" Tanya Han Long Chun.


"Tidak..... Aku di beri tahu langsung oleh Han Feng. " Ucap nya dengan santai.


Ketiga roh senjata itu langsung terkejut dan tatapan mereka berubah menjadi tak terbaca.


"Apa kau ingat saat kekuatan ku di segel ? Aku bertemu dengan Han Feng dan dia bilang jika aku bertahan dari perang maka dia akan memberi ku kekuatan. Itu adalah sisa jiwa yang ia tinggal kan untuk ku, yang merupakan reinkarnasi nya. " Ucap nya dengan tenang menjelaskan, gantian sekarang mereka yang terkejut.


"Apa kau tahu identitas Han Feng yang sebenar nya ?" Tanya Han Long Chun.


"Tidak." Ucap nya.


"Dia berasal dari dimensi yang paling tinggi dan paling Agung, hanya ada 1 dimensi seperti itu di alam semesta. Dia selalu ingin membalas dendam pada sekte yang membunuh seluruh keluarga nya, tapi tanpa di ketahui sekte itu mengirim orang untuk membunuh nya. " Kata Han Long Chun dengan tatapan sedih.


"Kalau itu aku tahu, tapi dia tidak akan menyebut kan nama sekte yang menjadi musuh nya sampai aku memiliki kekuatan yang cukup. Seperti itu lah yang dia kata kan pada ku. " Kata nya.


"Itu sangat persis dengan sifat nya yang selalu berpura pura misterius. " Kata Han Long Chun sambil mengelap air mata di sudut mata nya.


Mereka sudah berkali kali berpindah tangan dan tertidur dengan nyenyak di dalam dimensi mereka dengan kesepian dan menunggu tuan baru mereka muncul.


"Aku akan menjadikan mu tuan ku. " Kata Han Niu tiba tiba.


"Aku memang berniat begitu. " Ucap nya acuh tak acuh, sebelum menggores jari nya dan meneteskan darah nya di Guzheng Darah Abadi.


"Kalian tenang saja, aku tidak akan mati sampai aku membalas kan dendam senior Han. Dia yang sudah memberi ku kekuatan untuk meningkat dengan cepat seperti ini dan aku tentu saja harus membalas budi. " Ucap nya dengan mata yang penuh tekad.


"Jangan terlalu memaksakan nya, aku yakin dia juga tidak akan senang jika kau terluka. " Kata Han Long Chun dengan wajah serius.


"Kau tenang saja, jika kau sudah berbincang dengan kakek Qian maka kau pasti tahu jenis garis darah ku bukan ? " Kata nya.


"Ya, aku tahu soal itu. " Kata Han Long Chun dengan ragu ragu.


"Garis darah ? Bukan kah Garis darah Kaisar ?" Tanya Han Liu Liang dengan enteng.


"Bukan, aku sekarang memiliki Garis Darah Tuhan Yang Agung, dengan begitu aku di takdir kan untuk berada di atas yang lain. Aku tidak akan takut dengan orang orang itu, lagi pula membalas dendam dalam 100 tahun masih belum terlambat. " Ucap nya dengan penuh tekad.


"Garis Darah Tuhan Yang Agung ?! Bagai mana kau bisa mendapat kan nya ? Bagai mana dengan Garis Darah Kaisar mu ?!" Tanya Han Long Chun setengah berteriak.


"Pelan kan suara mu, kata Qian Bei garis darah nya yang lama telah hancur karena kejadian kemarin dan akhir nya Qian Bei memberikan Garis Darah Tuhan Yang Agung, beruntung nya itu cocok dengan tubuh nya. Sehingga kultivasi nya akan meningkat jauh. " Kata Han Long Chun menjelaskan dengan pelan pelan.


Dia mengangguk, akhir nya mereka pun berbincang sebentar sebelum akhir nya kembali ke rumah. Sesampai nya di rumah dia mengeluarkan seluruh pasukan Lotus, serta kedua guru nya dan Fang Lin.


Hu Yin juga akhir nya keluar dari latihan tertutup panjang nya dan keluar dengan hasil yang memuaskan.


Sedang kan gadis kecil itu, Zhang Yunqi sudah berumur 1 tahun 6 bulan dan sudah bisa berbicara dengan lancar.

__ADS_1


Yunqi memiliki ketertarikan dengan buku yang sangat mendalam.


"Kami tidak berniat untuk mengajari nya dari kecil sekali. Kami akan melatih nya setelah dia berumur 5 tahun untuk latihan fisik. " Kata Nangong Ling dengan senyum penuh makna.


Di dalam dimensi Furong, membutuh kan kekuatan Ranah Bela Diri untuk tidak terkena efek waktu di dalam dimensi Furong.


Keesokan hari nya


Dia mengajak Zhang Yunqi untuk berjalan jalan dengan nya mengelilingi kota, ini adalah pertama kali nya Yunqi keluar dari dimensi Furong.


"Yunqi, apa kau ingin pergi ke perpustakaan kota ? Atau membeli buku lalu membaca nya di rumah mu ?" Tanya nya.


"Terserah paman saja, asal kan paman menemani ku." Kata Zhang Yunqi dengan malu malu.


Dia merasa wajah nya terbakar, belajar dari mana anak muda seperti Yunqi untuk menggoda orang lain.


"Paman akan menemani mu tentu saja, jadi kau ingin melihat ke perpustakaan kota ?" Tanya nya cepat cepat untuk mengalihkan perhatian.


"He em. " Kata Zhang Yunqi berlari dengan semangat, meski pun baru berumur 1,6 tahun tapi kecantikan dan keimutan telah terpancar dari wajah Zhang Yunqi membuat semua orang menginginkan gadis kecil itu.


Dia menatap Zhang Yunqi yang berlari dengan bersemangat sambil memilih buku di perpustakaan kota.


Orang orang yang menatap Zhang Yunqi dengan lapar langsung menciut saat di tatap tajam oleh nya, berani berani nya mereka mendarat kan tatapan seperti itu pada anak kecil.


Dia merasa sangat kesal ketika ada yang menatap begitu ke arah Zhang Yunqi dan merasa seakan akan ingin mematahkan kaki mereka lalu mencongkel mata mereka.


Dia memasang wajah garang kepada orang orang itu membuat mereka lari terbirit birit, tapi ketika Zhang Yunqi kembali menoleh kepada nya wajah nya langsung berubah seperti malaikat yang baik.


Terus seperti itu sampai akhir nya Zhang Yunqi bertanya pada nya.


"Paman, apa ini ?" Tanya Zhang Yunqi dengan wajah polos ketika melihat gambar orang sedang berciuman meski pun tidak terlalu spesifik.


Dia mengerut kan dahi ketik melihat ini, dia mengutuk di dalam hati. Mana ada buku anak anak bercerita tentang seperti ini.


"Ehm itu cara seseorang untuk menunjuk kan kasih sayang nya kepada orang lain. " Ucap nya berusaha mencari kata kata yang mudah di cerna oleh anak kecil seperti Zhang Yunqi.


Cup


Bibir lembut mendarat di bibir nya yang sedikit kasar, mata nya membulat sempurna.


"Apa kah seperti itu ?!" Tanya Yunqi dengan sangat sangat bersemangat.


"Yunqi, apa yang kau lakukan ?" Tanya nya dengan wajah terkejut.


"Aku kan sayang paman. " Kata Zhang Yunqi dengan polos, sedang kan dia merasa kalau seluruh wajah nya memerah sebelum kembali menyadar kan diri nya sendiri.


"Paman, kenapa wajah mu memerah seperti itu ?" Tanya Zhang Yunqi lagi dengan wajah polos nya.


Di sisi lain sepasang wanita dan pria muda yang melihat pemandangan itu tidak bisa tidak tertawa kecil.


"Seperti nya aku benar benar harus menikah kan mereka berdua. " Kata Nangong Ling.


Ya, itu adalah Nangong Ling dan Zhang Luo, mereka yang penasaran akhir nya mengikuti langkah anak mereka.


Dan ternyata mereka menemukan pemandangan yang luar biasa, Zhang Wei yang biasa nya garang dan kejam di medan perang merasa malu karena hal itu.


"Ayo pulang, dengan begini aku yakin mereka berdua akan baik baik saja. " Kata Zhang Luo sambil merangkul pinggang istri nya dengan tatapan menggoda.


"Ha ha ha, mereka sungguh lucu. Aku tidak tahu kalau anak kita benar benar pintar dalam mencari suami. " Ucap Nangong Ling sambil menggeleng geleng kan kepala.


Mereka tidak pernah mengajar kan hal tersebut pada Zhang Yunqi, tapi ada satu masalah yang di tidak di ketahui oleh Zhang Wei.


Di dalam Dimensi Furong ada sebuah perpustakaan lengkap dengan berbagai jenis buku. Meski pun Yunqi menyukai buku.

__ADS_1


Tapi bukan buku sejarah atau apa melainkan buku yang bercerita tentang kisah cinta. Ini membuat kedua orang tua nya mengangkat tangan.


Ini lah yang tidak di ketahui oleh Zhang Wei, dia salah besar karena menganggap Zhang Yunqi sebagai anak anak yang polos.


__ADS_2