
Han Liu Liang sudah setuju untuk mulai melepas kan tudung hitam nya. Zhang Wei menggenggam tangan Han Liu Liang.
Han Long Chun memilih untuk beristirahat di dalam dimensi nya yang tenang.
Tangan Han Liu Liang mulai berkeringat dingin saat terlihat ada beberapa orang yang berbisik bisik sambil melihat mereka.
"Tenang , dan tunjuk kan rasa percaya diri." Bisik nya.
Han Liu Liang mengangguk , sebelum mulai menegap kan tubuh nya dan menghadap ke depan dengan tatapan mengintimidasi.
Beberapa wanita mau pun pria yang ada di pasar tampak terpesona dengan mereka berdua.
"Wah lihat lah yang baju merah sangat imut , ingin rasa nya aku membawa nya pulang." kata seseorang dari jarak 5 meter.
"Yang sebelah nya juga tidak kalah tampan , meski pun ketampanan nya tidak bisa di banding kan tapi dia sangat percaya diri. Ini membuat ku jatuh hati." Bapas yang lain.
Zhang Wei menebar senyuman yang membuat kericuhan di pasar karena keindahan nya.
"Lihat lah , tidak ada kata kata buruk yang mereka lontar kan." kata nya menyemangati Han Liu Liang.
"Kau benar. Baru kali ini aku menghirup udara segar dengan bebas , tanpa halangan dari tudung hitam ku." kata Han Liu Liang dengan penuh kebahagiaan
"Kau harus membiasa kan diri , jangan mudah di hasut saat ada yang berkata buruk tentang penampilan mu. Balas lagi dengan kata kata yang tajam dan percaya diri , maka percaya lah paati orang itu akan mundur." Saran nya.
"Aku akan mencoba itu , ayo lihat lebih dalam." Ajak Han Liu Liang.
Mereka berdua sangat menarik perhatian karena wajah mereka yang tampan, tapi ketika masuk lebih dalam ke pasar.
Dahi mereka mengerut karena melihat kerumunan yang sangat tidak biasa.
"Ada apa ini ?" tanya nya pad seorang pria muda di dekat nya.
"Ada perkelahian di depan sana , ada seseorang laki laki yang mengaku adalah klan Zhu. Dia tidak ingin membayar sehingga memukul penjual kedai hingga babak belur." kata pria muda itu dengan semangat.
Dia berjalan masuk lebih dalam ke kerumunan , sampai akhir nya melihat 2 pria dengan tubuh kekar dan menggunakan seragam Klan Zhu.
"Kau karena tidak mau memberi kami makan gratis, maka pergi lah ke neraka !" Teriak salah satu dengan sombong dan bersiap untuk menendang pemilik kedai itu.
"Tunggu ! Tolong jangan bunuh ayah ku !" Seorang wanita muda yang cantik dan halus berlari dengan air mata.
"Jangan datang kemari Cai'er, pergi lah !" Kata pemilik kedai itu sebelum menghela nafas terakhir nya.
"Wah wah ternyata dia memiliki gadis cantik seperti mu, ayo temani aku maka kau akan mendapat kan banyak harta." kata salah satu yang lain dengan penuh semangat.
"Lepas kan aku !" kata wanita itu memberontak saat tangan nya di tarik.
"Dasar wanita murahan !" Teriak mereka , saat mereka ingin menampar gadis itu.
Plak
Sebuah tepukan tangan terdengar yang menunjuk kan dua orang , yang satu masih muda dan tampan, yang lain adalah pria bertubuh kekar.
"Setahu ku , di sini masih merupakan pengawasan tetua Xiao Cao bukan ? Dan juga ada aturan untuk tidak bertengkar." kata nya dengab santai.
"Ha ha ha Tetua Xiao Cao adalah ayah kami ! Kami adalah hukum ! Kau di sini harus menghormati kami !" teriak mereka sambil tertawa terbahak bahak.
"Oh ternyata putra tetua Xiao Cao, sungguh malang sekali nasib nya untuk memiliki putra seperti kalian." kata nya dengan raut wajah mengejek.
"Kau ! Terima serangan ku !" Kata yang berbadan kekar dengan rambut panjang.
Dia dengan mudah menghindari serangan itu dan memukul pria bertubuh kekar itu dan membuat nya mencium tanah.
Beberapa gigi putra tetua Xiao Cao patah yang menjadi bahan tertawaan.
"Kakak pertama !" Teriak pria bertubuh kekar dengan kepala botak.
__ADS_1
Orang yang di panggil kakak pertama tidak menyaut perkataan adik nya , wajah nya dalam keadaan parah.
Han Liu Liang yang berdiri di samping Zhang Wei terus menerus tertawa tanpa henti.
Tiba tiba aura menekan datang dan mulai menyerang Zhang Wei.
"Buat perisai untuk warga biasa." Perintah nya pada Han Liu Liang.
Han Liu Liang langsung membuat perisai tanpa bantahan , Zhang Wei langsung melepas kan aura kematian nya yang membuat tetua Xiao Cao di paksa untuk turun.
Dia sengaja menurun kan rambut nya sekaligus menunduk agar Tetua Xiao Cao tidak mengetahui siapa dia.
"Tetua Xiao Cao, tidak sebaik nya untuk langsung menyerang orang bukan ? Jika aku sedikit melukai anak mu saja kau tahu, apa lagi jika anak mu berbuat sesuka nya di sini. Kau terus menerus menutup mata atas sikap buruk anak mu , awal nya aku sedih karena kau memiliki anak seperti mereka ini, tapi sekarang aku tahu sifat itu menurun dari siapa." kata nya dengan panjang kali lebar.
"Jangan sembarangan bicara !! Kau tidak layak untuk menilai ku !" Teriak Tetua Xiao Cao dengan angkuh.
"Ha ha ha, aku ingin melihat bagaimana reaksi paman Ming melihat kelakuan salah satu tetua nya seperti ini." kata nya sambil mengangkat kepala.
Tetua Xiao Cao membulat kan mata nya saat melihat siapa yang ada di balik rambut panjang itu.
"Tuan Muda Zhang Wei !" kata Tetua Xiao Cao dengan gugup serta ketakutan.
"Kenapa ? Kau terkejut ?" tanya nya dengan dingin.
"Tuan muda , aku harap kau tidak memperpanjang masalah ini." kata Tetua Xiao Cao sambil berlutut.
Sekilas tetua Xiao Cao ini terlihat sedang memohon belas kasihan pada nya , tapi sebenar nya yang di lakukan oleh rubah tua ini adalah mengancam nya.
'Karena kau berani mengancam ku , maka aku akan mengajak mu bermain.' Dia tertawa dalam hati.
"Tetua Xiao Cao , anak mu telah membunuh seseorang . Kau tidak mungkin akan melepas kan ini begitu saja bukan ?" Pancing nya.
"Ha ha ha Tuan Muda Zhang, aku sudah memberi wajah kepada mu tapi kau tidak menghargai itu. Kau benar benar mengira aku tidak berani membunuh mu ?" tanya tetua Xiao Cao yang mulai menunjuk kab wajah asli nya.
"Apa kau yakin bisa membunuh ku ? " tanya nya balik.
"Ha ha ha kau kira itu kekuatan asli ku ? " Dia tertawa lantang sebelum sebuah kekuatan menekan keluar dari tubuh nya.
Tetua Xiao Cao dan anak anak nya di paksa untuk mundur , dan tidak lama ada seorang pria paruh baya yang sangat di kenal oleh Zhang Wei menerobos masuk ke dalam pembatas yang di pasang oleh Han Liu Liang.
"Ketua ! Tolong kami !" kata Zhu Xiao Cao dengan lemah, seolah olah dia adalah korban.
"Paman Ming kau pasti menonton pertunjukan seru dari tadi sampai sampai tidak ingin menunjuk kan diri." Sindir nya sekaligus bercanda.
Zhu Ming memang sudah datang dari tadi , sejak Zhu Xiao Cao berusaha untuk menekan nya.
"Kau tahu aku datang ? Sungguh hebat !" kata Zhu Ming dengan penuh kekaguman.
"Tentu saja , aku tidak sengaja melihat ekor mu tadi di balik pepohonan itu." kata nya, ekor milik Zhu Ming memang berbeda di banding kan burung vermilion lain nya.
Jika yang lain berwarna biru, maka milik Zhu Ming ini merah menyala dan lebih indah.
"Zhu Xiao Cao , kau di jatuhi hukuman penjara bawah tanah selama 12 tahun , sedang kan anak mu semua nya di hukum mati." kata Zhu Ming dengan tegas.
"Tuan Ming tolong pertimbangkan kontribusi ku sebelum nya , biar kan aku yang menanggung hukuman anak anak ku. " kata Zhu Xiao Cao bersujud di hadapan Zhu Ming.
Zhu Ming terlihat ragu ragu saat mendengar kata kata Zhu Xiao Cao.
"Ayah jangan ! Jangan lakukan itu demi kami !" Teriak anak yang kedua.
"Kata adik kedua benar ayah , biar kan kami yang mati. Balas kan dendam kami ayah." kata anak pertama yang gigi nya di patah kan oleh Zhang Wei.
"Kalau -" ucapan Zhu Ming di potong oleh nya.
"Karena kalian semua sangat peduli satu sama lain , kenapa tidak mati bersama sama ?" tanya nya tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Paman Ming , aku awal nya ingin melepas kan salah satu tapi di lihat dari kebencian yang mereka miliki , mereka tidak lebih dari hama yang menganggu. Lebih baik mati di banding kan hidup dan menyusah kan orang banyak." Kata nya dengan mata yang menunjuk kan kekejaman.
"Tapi...... dia berkontribusi lumayan banyak dalam peperangan ." kata Zhu Ming dengan ragu ragu.
"Aku tanya paman sekarang , siapa yang bisa tahu kalau klan Zhu sedang bersantai santai kecuali orang dalam ?" tanya nya sambil menyeringai.
Dia menepuk tangan nya dan keluar lah Han Liu Liang yang sedang menyeret pria tua , mata Zhu Xiao Cao langsung melotot melihat pria tua ini.
"Orang ini adalah orang bayaran dari klan Long, dia di suruh untuk mengambil informasi dari Xiao Cao ,jika Paman tidak percaya paman bisa tanya kan sendiri." Zhu Ming langsung bertanya pada pria tua yang setengah gila itu.
"A..aku hanya mengantar pesan , biasa nya aku akan di beri uang 10 kristal roh tingkat menengah sebagai bayaran ku. Kami selalu bertemu di kedai bulan setiap akhir pekan." kata pria tua itu dengan gemetar.
"Tuan ini fitnah ! Aku tidak melakukan itu !" Teriak Xiao Cao dengan penuh ketakutan.
"Terus maksud mu aku yang berbohong pada Paman Ming ?" tanya Zhang Wei dengan mutlak.
"Zhu Xiao Cao, aku tidak menyangka kebaikan yang dulu ku perbuat di balas dengan cara yang jahat seperti ini." kata Zhu Ming dengan wajah menahan amarah.
Ya, Zhu Xiao Cao bukan lah darah asli Klan Zhu. Dia di ambil oleh Zhu Ming ketika pria itu masih muda.
Zhu Xiao Cao di temukan dalam keadaan hampir mati karena di pukuli oleh orang orang, Zhu Ming pun kagum dengan bakat tinggi yang di miliki oleh Zhu Xiao Cao.
Oleh karena itu Zhu Xiao Cao di sembuh kan , dan di rawat dengan baik oleh klan. Zhu Ming sangat percaya dengan Zhu Xiao Cao.
Oleh karena itu juga Zhu xiao Cao bisa menjadi tetua penjaga di kota ini.
"Semua nya hukum gantung seluruh keluarga Zhu xiao Cao , dan biar kan klan melihat nya agar mereka berpikir dua kali sebelum mengkhianati klan." kata Zhu Ming sebelum memilih pergi.
Zhang Wei menyusul kepergian Zhu Ming , dan membiar kan Han Long Chun serta Han Liu Liang mengurus sekeluarga itu.
"Paman , aku melakukan ini demi kebaikan klan.Maaf kan aku." kata nya.
"Kau tidak salah, yang salah adalah aku. Aku terlalu ceroboh dalam menilai seseorang mungkin karena aku terlalu lama di dalam klan. Aku akan pergi berpetualang." kata Zhu Ming.
"Paman akan pergi ? Lalu siapa yang mengurus Klan ? Aku juga akan segera pergi." kata nya.
"Aku akan menyerah kan posisi ketua klan kepada ayah mu, aku merasa tidak pantas menjadi ketua klan dengan kondisi ku sekarang." kata Zhu Ming.
"Paman yakin ? Paman berencana pergi kemana ?" tanya nya.
"Aku berniat untuk pergi ke dimensi dimensi yang lebih rendah dan menjelajah, melihat pemandangan, dan membantu orang."kata Zhu Ming dengan binar mata yang bersemangat.
"Kalau begitu aku tenang, paman banyak pemasangan indah yang menunggu mu." kata nya.
"Kau mungkin menertawai ku karena pergi ke dimensi yang lebih rendah bukan nya pergi ke dimensi yang lebih tinggi."kata Zhu Ming.
"Mencari pengalaman tidak harus pergi ke dimensi yang lebih tinggi, lagi pula aku tidak bisa mundur karena tujuan ku masih jauh. Aku tidak bisa berhenti terlalu lama atau aku akan gagal menepati janji ku." kata nya sambil menerawang masa depan.
"Aku setuju dengan keputusan mu , bakat mu luar biasa, akan sangat di sayang kan apa bila kau tidak mengembang kan nya. Aku saran kan lebih baik tidak terikat dengan siapa pun, dengan begitu kau akan bisa menikmati kebebasan mu." kata Zhu Ming.
Dia mengangguk dan tak terasa mereka sudah sampai ke klan, berita sadar nya Zhang Wei sudah menjadi obrolan hangat sejak tadi.
Entah siapa yang menyebar kan nya tapi semua nya bersuka ria , ada beberapa yang mengajak bertanding untuk menambah pengalaman.
"Apa kau sudah mau pergi lagi ?" tanya Zhu Hong saat dia ada di kamar nya.
"Hm... tepat nya 3 hari lagi. Aku akan meladeni mereka menambah pengalaman." kata nya.
"Kau bisa menolak nya , lagi pula paman Ming tidak akan keberatan." kata Zhu Hong khawatir Zhang Wei masih belum baik.
"Tenang aku akan baik baik saja , lagi pul ini mengingat kan ku dengan Sekte Pedang Putih. Kau tinggal lah di sini, jangan lupa untuk memberikan ku banyak keponakan cantik." kata nya menggoda Zhu Hong.
Kabar pengkhianatan Zhu Xiao Cao menjadi topik pembicaraan orang orang dan berita sadar nya Zhang Wei pun tenggelam.
Zhu Xiao Cao dan anak anak nya di pukuli hingga babak belur sebelum di gantung di depan umum atas kasus pengkhianatan klan.
__ADS_1
note : author mungkin up nya agak pendek karena mau ulangan besok sampai jumat. Mohon doa nya dari seluruh pembaca 🙏