
Dia dengan ganas membunuh monster monster itu, dengan semangat ia mengeluar kan seluruh tenaga nya.
Ia mengayun kan pedang nya ke kanan dan ke kiri tanpa henti untuk melindungi diri nya dari monster monster jelek yang sedang menyerang nya saat ini.
"Mati kalian !!" teriak nya.
"Naga Menghancurkan Bumi !!" Dia mengeluar kan jurus nya tanpa menggunakan Qi.
Jurus jurus nya bisa di gunakan meskipun tanpa menggunakan Qi, tapi karena itu kekuatan dari jurus itu berkurang.
Jurus itu hanya di keluarkan sekitar 20 persen dari kekuatan asli jika tidak menggunakan Qi, tapi tetap saja ini masih jauh lebih berguna dari pada dia terus menebas tanpa henti.
Dia menghela nafas saat melihat monster monster jelek itu tersisa sedikit hanya sekitar 150 atau 200 dan juga, tidak ada lagi monster yang datang.
"Kalian akan menerima akibat nya karena membuat ku kewalahan seperti ini !!" Dia menghabiskan seluruh tenaga nya untuk membunuh monster monster itu.
30 menit kemudian
Dia terduduk di tanah dengan lemas dengan tenaga yang tersisa, ia menyeret tubuh nya ke arah pohon besar.
Dia menyenderkan tubuh nya dan mulai mengambil obat oles yang di berikan guru nya untuk menyembuhkan luka luka yang di berikan oleh monster monster itu pada nya.
Sebenar nya kultivasi monster itu hanya berada pada tingkat penempaan Qi dan penempaan tulang.
Tapi karena dia tidak menggunakan Qi nya dan jumlah monster monster itu yang sangat banyak, membuat nya kewalahan.
Di kaki nya yang putih dan mulus, terdapat luka luka bekas cakaran dari monster monster yang dia bunuh itu.
Dia menghela nafas kesal dan mulai mengoleskan obat oles itu dan setelah itu, ia mengambil selembar daun besar dan membalut luka nya dengan daun itu.
Berkat obat oles itu, ia tidak membutuhkan tali atau semacam nya untuk mengikat daun yang membalut luka nya itu.
Setelah beberapa menit, ia sudah selesai mengobati luka nya dan mulai berjalan mendekati mayat mayat monster monster yang telah di bunuh nya tadi.
Dia mulai memungut inti monster - inti monster yang berceceran di tanah, menurut penjelasan kakek Qian, inti monster mengandung Qi yang lebih banyak di banding kan dengan inti binatang biasa.
Jadi menurut nya ini akan membantu perkembangan Hu Yin dan yang lain nya, dan setelah beberapa saat dia telah mengumpul kan semua inti monster.
Inti monster yang di dapat nya membentuk sebuah gunung kecil, dia mulai menghitung inti monster satu persatu.
1....4.....16.....170.......400......589.........978.............1.005 !!!
"Huh, pantas saja aku kewalahan. Jumlah nya saja ada 1.005 !" dengus nya kesal.
"Tapi ini ada baik nya juga, kekuatan fisik ku berkembang setidak nya 20 persen dan tulang ku menjadi semakin baik. Aku berharap kalau aku bisa mempunyai tulang lebih keras dari besi dan sebentar karet. " gumam nya.
__ADS_1
Dia pergi berjalan menyusuri hutan dan melihat ada pohon kelapa, dia segera menggoyangkan pohon kelapa itu.
Grepp
Sebuah kelapa muda jatuh tepat di atas kepala nya, tapi sebelum kelapa itu jatuh dan mengenai kepala nya , dia telah menangkap kelapa itu terlebih dahulu.
Dia mengambil pedang kayu nya dan membuat lubang cukup besar di bagian atas kelapa yang di maksud kan untuk tempat minum nya.
Byurrr
"Huh ini sangat segar !!" kata nya dan tanpa terasa air dari kelapa itu habis dengan sangat cepat.
"Aku tidak puas dengan satu kelapa, aku akan mengambil lebih banyak. " dia menggoyangkan pohon lebih kuat.
Dengan cepat kelapa kelapa muda yang sebelum nya ada di atas pohon mulai berjatuhan ke tanah, dia dengan sigap menangkap satu persatu kelapa itu.
"Tidak akan ku biarkan kalian menyentuh tanah langsung, karena kalian akan hancur kalau jatuh ke tanah langsung. " kata nya semangat.
Dia mengumpulkan semua buah kelapa yang ada di atas pohon kelapa yang berukuran sekitar 50 meter itu.
"Hah, aku akan puas dengan kelapa kelapa yang berjumlah sekitar 13 buah ini !" Gumam nya dengan mata berbinar.
"Seandai nya ini ada juga di Kerajaan maka aku pasti akan sangat puas, nanti aku akan meminta Fang Lin untuk mencarikan bibit nya untuk ku. "
"Aku akan pergi mencari beberapa binatang lagi, karena aku yakin aku sudah membunuh semua monster itu. " kata nya.
Dia mengambil pedang kayu nya dan mulai berjalan masuk lebih dalam ke hutan, dia bersenandung kecil.
"Hmm ? langkah kaki siapa ini ? Sangat Besar !!" gumam nya dengan penuh rasa penasaran.
Dia terkejut melihat jejak kaki yang sebesar ukuran tubuh nya dan jejak kaki itu mengarah ke arah dalam hutan.
Dia mengikuti jejak kaki itu dengan mudah karena jejak yang sangat jelas, dia terus berjalan hingga menemukan kalau jejak kaki itu mengarah ke sebuah gua besar.
Dia melangkah masuk ke dalam gua yang besar dan panas tersebut, padahal biasa nya gua itu dingin dan lembap.
"Roarrrr !!" raung binatang yang ada di dalam gua.
Dia terkejut dan mengeluarkan Pedang Jiwa Naga nya, dia bisa merasakan kalau binatang yang ada di dalam gua ini, bukan lah binatang yang bisa ia hadapi tanpa menggunakan Qi nya.
"Siapa kau ?!! Berani berani nya manusia kecil seperti mu menganggu ku !!" raung binatang itu.
Binatang itu terus mengejar nya hingga di luar gua, ia sengaja memancing binatang itu untuk keluar dari gua.
Karena jika mereka bertarung di dalam gua maka kemungkinan besar, dia akan kalah. Dia juga tidak terlalu suka dengan aura panas dan gelap milik gua itu.
__ADS_1
"Kau naga ?!"tanya nya saat melihat sebuah naga berwarna cokelat tua.
"Kau jelas jelas sudah tahu, tapi kau masih bertanya ?!!"
"He he ini akan sangat menarik !" tapi tiba tiba Pedang nya, Pedang Jiwa Naga bergetar dengan kencang.
"Apa ini ? Pedang Jiwa Naga !!" kata naga itu dengan mata yang penuh akan ketakutan.
"Berikan inti nagau pada pria ini, dia sudah menjadi tuan ku. " kata suara serak dari pedang itu.
"Tuan !!" Naga cokelat itu langsung menunduk saat mendengar suara serak dari Pedang Jiwa Naga.
Dia sendiri cukup bingung, bagaimana mungkin pedang yang di beli nya di kota Yang guang dapat menakuti seekor naga.
"Anak muda, aku akan menjelaskan bagaimana menggunakan ku dengan benar, bukan hanya menggunakan ku dengan menebas bebas. " kata suara serak itu.
"Siapa kau ?" tanya nya.
Tapi sudah tidak ada lagi suara yang keluar dari pedang itu, dia menatap pada naga cokelat yang sedang menunduk di hadapan nya.
"apa kau tahu ? Suara siapa itu ?" tanya nya bingung.
"Kau tidak tahu ? Bukan kah kau salah satu orang yang merebut pedang itu ?" tanya naga itu ikut bingung.
Mereka sempat bertatapan sebentar sebelum sang naga cokelat akhir nya mengijinkan nya untuk masuk ke gua milik naga itu.
"Aku tidak tahu apa yang kau maksud kan ? Aku membeli pedang ini dari sebuah toko kecil di provinsi Phoenix. Aku membeli ini hanya dengan harga beberapa perak. "
"Aku cukup terkejut dengan kualitas pedang ini yang tidak tumpul tumpul, jadi kembali lagi ke pertanyaan ku sebelum nya, apa kah kau tahu sejarah pedang ini ? Kenapa di beri nama Pedang Jiwa Naga ?" tanya nya.
"Hah, pedang ini dulu nya di miliki oleh pendekar yang sangat kuat. Sudah sangat lama sekali kejadian itu, bahkan sebelum akau lahir. Sekitar 3 juta tahun lalu dan pendekar kuat itu adalah pribadi yang pantang menyerah, setidak nya itu adalah sejarah yang tercatat di buku leluhur kami, ras monster naga. " kata naga itu.
"Apa kau sama dengan ras ilahi naga besi ?" tanya nya penasaran.
"Tentu saja tidak, kami sangat sangat bermusuhan, naga ilahi selalu menunjuk kami sebagai naga yang gagal dan mereka menganggap mereka adalah ras yang paling agung, padahal masih banyak ras yang jauh lebih agung daripada mereka. Ayah ku, ketua ras monster naga dengan elemen tanah, seringkali menahan marah ketika di ejek oleh ras naga ilahi terutama ras naga besi."
"Kami sangat membenci mereka sampai ke tulang tulang, tapi sayang sekali dewa tampak nya lebih berpihak pada mereka, kekuatan kami yang awal nya berimbang menjadi ras naga besi lebih kuat karena ketua ras naga besi naik ke tingkat yang lebih tinggi. " dengus naga cokelat itu.
"Perbedaan binatang ilahi dan monster apa ?" tanya nya penasaran.
"Entah lah, mungkin berbeda pendapat dan bentuk. Tingkatan kultivasi kami juga berbeda dengan binatang ilahi, jika binatang ilahi mengikuti kultivasi manusia maka kami membuat tingkatan kultivasi kami sendiri. " kata naga cokelat itu.
**bonus like : 1 / 2
jangan lupa like, comment , dan vote. Karena kemarin view nya turun. bonus selanjut nya di like 28 k dan 31 k**.
__ADS_1