PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
262. Menempuh jalan


__ADS_3

"Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan kedua orang pilihan lain ?" tanya Zhang Wei dengan bingung.


"Karena.... kalian memiliki jalan takdir yang berbeda beda. Kau dan Wang Xirong memiliki jalan hidup yang lebih bahagia sedang kan mereka berdua hidup dalam kesulitan karena melakukan banyak kesalahan di kehidupan sebelum nya." kata Qing Yu sebelum menghilang dari hadapan nya.


Bawahan nya juga ikut menghilang, sebenar nya itu bukan niat Qing Yu tapi demi zhang Wei tidak bertanya lagi , dia tidak bisa apa apa.


Zhang Wei menatap langit yang berubah menjadi mendung, seluruh orang juga dapat menebak kalau dia sedang sedih.


"Jiangniang !" Panggil nya.


"Ya ? Kenapa ?" tanya Ju Jiangniang bingung.


"Ini adalah obat untuk ayah mu, aku akan pergi untuk sementara. Kita akan bertemu lagi nanti." kata nya sebelum memeluk tubuh Ju Jiangniang dengan erat.


"Apa kau akan pergi sekarang ?" tanya Ju Jiangniang dengan tatapan sedih.


"Ya, aku akan menyelesaikan semua nya terlebih dahulu dan hidup dengan tenang. Hidup tenang di tengah masalah besar tidak membuat ku nyaman sama sekali, jadi biarkan aku untuk pergi menyelesaikan ketidak nyamanan ini." kata nya sebelum berjalan meninggal kan Ju Jiangniang.


"Pergi lah ! Selalu jaga diri mu !" Teriak Ju Jiangniang pada nya yang sudah cukup jauh, dia tidak berani menoleh atau dia akan batal untuk pergi.


Dia tidak ingin seluruh harapan yang di berikan oleh Qian Bei pada nya terbuang sia sia , jika orang terpilih lain nya sudah bergerak dan memberi pukulan keras terhadap Iblis.


Kenapa dia tidak ikut membantu mereka ? Sekarang dia tahu perasaan yang di rasa kan oleh kekasih nya, Wang Xirong.


Dia berniat untuk pergi ke Dimensi Api Hitam, di sana adalah tempat dengan salah satu iblis yang paling banyak.


Zhang Wei menatap diri nya yang sudah berada di Dimensi Api Hitam , di depan nya dia melihat kalau keadaan dimensi ini menjadi lebih buruk dari sebelum nya.


Banyak orang kelaparan dan banyak rumah yang di hancur kan, orang orang menjadi lebih sengsara. Bangsa Manusia telah di kalah kan sepenuh nya oleh bangsa iblis.


Dia mengangkat pedang nya dan mulai membunuh iblis iblis yang di lihat nya di sepanjang jalan, mereka sedang menyiksa manusia atau bahkan menggoda manusia.


Iblis iblis yang masih hidup menatap nya dengan penuh waspada sebelum memilih untuk berkumpul menjadi satu.


Hingga akhir nya ada seorang iblis yang maju dan berbicara dengan nya menggunakan bahasa manusia.


"Kenapa kau menganggu kami ?" tanya iblis pria itu dengan tatapan waspada dan mengangkat pedang nya.

__ADS_1


Dia tersenyum dingin , sangat dingin dan haus darah.


"Kalau begitu, aku akan bertanya juga. Kenapa kalian menganggu manusia ? " tanya nya yang membuat para iblis itu terdiam.


Iblis Pria itu berbisik pada salah satu rekan nya dan setelah mendengar bisikan itu, rekan nya langsung berlari pergi.


"Apa kah kalian akan meminta bantuan ? Apa kalian tahu kalau itu adalah hal yang percuma ?" tanya nya sambil melangkah ke depan dengan pelan.


Senyuman tidak menghilang dari wajah nya sedikit pun, bahkan menjadi lebih lebar dari satu waktu ke waktu yang lain nya.


Tapi senyuman nya tidak mencairkan suasana sedikit pun malah membuat suasana menjadi lebih mencekam.


"Apa kalian berpikir kalau hari ini akan datang menghampiri kalian ?" tanya nya.


"Menurut kalian , kematian bagai mana yang pantas untuk kalian ?" tanya nya sambil menyeringai.


"Kau tidak layak untuk membicarakan itu dengan kami ! Jangan banyak bicara, langsung bertarung saja !" Kata Iblis gendut yang berada di belakang.


"Apa kau anak buah iblis rakus ? Lihat lah tubuh mu. Dengan tubuh sebesar itu, apa kau yakin bisa bergerak menyerang ku ?" tanya nya sambil mengejek.


Bukan nya mau merendahkan tapi iblis ini benar benar gendut, dari tangan , kaki , wajah, perut semua nya seperti di isi angin.


Dia mendengus melihat serangan rendahan yang di lakukan oleh iblis pria ini. Dia melompat ke atas dan berputar untuk menghindari serangan iblis pria itu.


Setelah beberapa waktu menghindari , diri nya mulai bosan.


"Kau sungguh membosankan, ini membuat ku kesal." kata nya sebelum menusuk tubuh pria itu.


Iblis pria itu terkejut sebelum berubah menjadi abu, teman nya yang lain hanya terdiam dan tak bisa berkata kata.


"Ayo, siapa lagi yang mau melawan ku ?" tanya nya menantang.


"Kau ! Semua nya , serang dia secara bersamaan !" kata iblis pria yang pertama sambil menggerakkan gigi nya dan menyerang nya dengan kekuatan penuh.


Dia terbang mundur ke belakang sebelum naik ke ranting pohon, dia mengelabui musuh nya dengan membuat mereka saling menyerang.


"Kalian tidak akan dapat melukai ku." kata nya dengan dingin melihat perjuangan sia sia yang di buat oleh para iblis muda ini.

__ADS_1


Zhang Wei menyimpan pedang nya dan terbang ke tengah tengah kerumunan sebelum mengcengkram leher seorang iblis.


Krek


Suara leher patah, tanpa terasa semua iblis sudah di kalah kan oleh nya dengan keadaan leher yang patah. Tangan nya yang putih dan halus berlumuran dengan darah berwarna hitam.


Tidak ada mayat sedikit pun di sekitar nya, dari arah belakang terdengar suara langkah orang.


"Kenapa kau membunuh anggota anggota kami ?" tanya orang yang di belakang nya dengan aura menindas.


"Karena...... aku suka. " kata nya dengan nada rendah yang membuat nya terkesan sangat mengerikan dan menggoda dalam satu peristiwa.


"Kau suka ? Apa maksud mu ?" tanya orang itu lagi dengan waspada.


"Kenapa kau begitu banyak bertanya ? Apa yang sebenar nya ingin kau ketahui dari ku ?" tanya nya.


"Aku hanya penasaran, seseorang yang belum pernah ku lihat tiba tiba menyerang bangsa iblis ku yang tidak menganggu mu." kata iblis yang di belakang nya.


"Apa kah penyiksaan terhadap manusia di sini tidak termasuk menyinggung ku ?" tanya nya.


"Itu..... ini adalah wilayah kekuasaan kami jadi kami bebas untuk mendisplin kan warga kami." kata iblis itu merasa tidak sabar dengan sikap nya yang sangat perlahan lahan.


"Bebas ? Mendisiplin kan ? Ini lebih mirip ke arah penyiksaan." kata nya sebelum membalik kan tubuh nya.


"Kalian terlihat ketakutan, kenapa kalian takut sampai sampai membawa lebih dari 100 orang ? Apa kah aku terlihat semenakutkan itu ? Bukan kah wajah ku tidak cocok sebagai pria yang kejam ?" tanya nya dengan senyum manis.


Iblis itu mengumpat dalam hati mendengar kata kata Zhang Wei yang penuh dengan percaya diri atau lebih ke arah tidak tahu malu.


'Sialan, pria ini terlalu tidak tahu malu. Jika bukan karena pesan atasan untuk selalu berhati hati maka aku sudah membunuh pria tidak tahu malu ini dari tadi.'Umpat iblis itu dalam hati.


Zhang Wei tertawa ringan mendengar isi umpatan untuk nya yang berada di dalam hati si iblis pria.


"Apa yang kau tertawa kan ?" tanya Iblis pria itu tersinggung.


"Jangan tersinggung setelah mengumpat orang." kata nya sambil tersenyum penuh makna.


"Kau ! Bagai mana kau bisa tahu kalau aku mengumpat mu ?!" Tanya iblis pria itu dengan ketakutan.

__ADS_1


"Hanya menebak saja." kata nya dengan misterius sebelum maju untuk menyerang.


__ADS_2