PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
274. Penaklukkan IV


__ADS_3

Zhang Wei menaklukkan satu persatu monster yang ada di dimensi nya sampai mengosong kan lebih dari setengah hutan.


Beberapa ada yang di bunuh nya karena tidak mau tunduk kepada nya, tujuan akhir nya hanya lah Ular Kayu Hijau, Beruang Mata Merah, dan Naga Tanah.


Dia sedang berjalan menuju Ular Kayu Hijau, monster ini sangat kuat dan tak mudah untuk di tunduk kan. Ular Kayu Hijau juga memiliki harga diri yang tinggi.


Ular Kayu Hijau memiliki tubuh sepanjang 10 meter dan memiliki corak seperti kayu dan berwarna hijau, oleh karena itulah di namakan Ular Kayu Hijau.


Dia mengernyit kan dahi karena tidak melihat keberadaan Ular Kayu Hijau sama sekali. Sampai akhir nya, pandangan nya mengarah menuju pohon yang berwarna hijau.


"Ular Kayu Hijau memang hebat dalam keahlian menyamar nya." Ucap nya sambil bertepuk tangan.


Perlahan lahan tubuh pohon itu langsung turun dan saling melingkar dan membentuk ular yang sangat panjang.


"Shhh apa yang kau lakukan di sini anak muda ?" Tanya Ular itu dengan desisan nya yang mengintimidasi musuh.


"Aku ingin mengajak mu untuk tinggal di tempat yang jauh lebih indah dari pada ini, tapi dengan dua syarat." Ucap nya dengan tenang.


"Satu, kau harus melakukan kontrak tuan-pelayan dengan ku dan kedua, kau tidak boleh melukai orang lain yang berada di dalam dimensi. " Ucap nya dengan nada tegas.


"Hm aku akan pikir kan dulu, apa kah ini sebuah dimensi pribadi ?"Tanya Ular Kayu Hijau dengan tatapan menyelidik.


"Ya, itu memang dimensi pribadi ku. Oleh karena itu aku mengatakan kalau dimensi tersebut memiliki sumber daya yang berlimpah. "


"Apa kau ingin bertarung ? Kau tahu sendiri, apa bila kita bertarung siapa pemenang nya ? Di tambah lagi kau sudah tidak latihan selama bertahun-tahun , di lihat dari perut mu. " Ucap nya tepat sasaran.


Ular Kayu Hijau mulai bimbang, dia tahu jika mereka bertarung maka itu tidak akan menjadi akhir yang baik.


Apa lagi, dia hanya perlu menjadi bawahan dan bisa mendapat tempat tinggal yang lebih baik. Dia sudah lama ingin pergi dari tempat panas ini, tapi tidak memiliki kekuatan untuk itu.


"Aku setuju, dengan syarat kau tidak boleh membunuh ku nanti. " Kata Ular Kayu Hijau.


"Untuk apa aku membunuh mu ? Tidak ada untung nya bagi ku. " Kata nya dengan tatapan kesal, sungguh dia tidak habis pikir dengan Ular Kayu Hijau ini.


Jika dia ingin membunuh nya maka dia sudah membunuh ular ini sedari tadi, bahkan sebelum ular ini kembali ke bentuk awal.


Mereka melakukan ritual untuk melakukan kontrak antara tuan dan pelayan, dan setelah terjadi lambang Naga terbentuk di bagian kepala Ular Kayu Hijau.


Naga Biru adalah lambang diri nya sedang kan kalau tidak salah lambang milik kekasih nya, Wang Xirong adalah kura kura hitam.


(Ini berkaitan dengan 4 Hewan mitologi Cina, Naga Biru, Kura kura Hitam, Harimau Putih, Phoenix Api. Foto nya akan author post di instagram @kc.pjn_writter)


Dia langsung memasuk kan Ular Kayu Hijau ke dalam dimensi nya tanpa aba aba. Tapi sebelum nya dia sudah menyuruh He Tianhu untuk mengawasi ular ini, yang di bantu oleh ayah nya Harimau Betina itu.


Sudah hampir seminggu berada di hutan ini, sebenar nya agak sulit untuk memutus kan waktu di tempat ini.


Karena bahkan ketika malam, tempat ini masih terang dan panas meski pun panas nya tidak seperti saat siang.


Tapi ini masih bisa di bilang panas jika di banding kan dengan dunia luar, memikir kan dunia luar membuat nya rindu dengan dunia luar.


Nangong Ling telah hamil besar, dan akan melahir kan sebentar lagi. Karena terbatas nya tabib di tempat ini, dia akan turun tangan untuk ini.


Zhang Wei menghela nafas sambil memakan roti daging yang di buat kakak nya, kebetulan Nangong Ling sedang ingin di buat kan roti daging oleh kakak nya.

__ADS_1


Jadi dia ikut menitip beberapa roti daging. Dia memejam kan mata nya merasa kan rasa nikmat yang tak dapat di gambar kan dari roti daging yang di makan nya ini.


Dia jadi ingat saat kecil, sering di buat kan roti daging oleh ayah nya. Dia jadi merindu kan saat saat itu, seandai nya dia tidak di segel oleh kedua orang tua nya.


Maka sudah dari kecil dia bisa melindungi keluarga kecil nya, tidak membiar kan diri nya tertindas oleh si bajingan Zhang Rui.


Dia menghela nafas berat sebelum memilih untuk segera menghabis kan roti daging nya dan mulai melanjut kan perjalanan nya.


Semakin cepat maka semakin baik, dia tak ingin menunda waktu lagi. Waktu di sini berjalan 3 kali lebih lambat di banding kan dunia nyata.


Beruang Mata Merah adalah target selanjut nya, seperti nya ini akan terjadi pertarungan karena beruang terkenal akan sikap buas mereka.


Lagi pula, berbeda dengan Ular Kayu Hijau yang sendirian. Beruang Mata Merah ini bertiga, sama dengan kuda Gigi Emas.


Tidak lama kemudian, dia sampai ke tempat Beruang Mata Merah. Dengan penciuman mereka, mereka langsung menyadari kehadiran Zhang Wei di sana.


Mereka langsung menatap Zhang Wei dengan lapar dan tatapan ganas mereka, mereka bertiga memiliki kekuatan tahap Ilahi yang merupakan tahapan di atas tahap Suci.


Tahapan Kultivasi :


- Tahap Suci


- Tahap Ilahi


- Tahap Maharaja


- Tahap Tertinggi


- Dewa Sejati


- Dewa Petarung


- Dewa Langit


Dan berbagai tahapan lain nya, jadi bisa di bilang dia baru setengah jalan dari sesuatu yang di sebut 'Puncak Kultivasi '


"Seperti nya langit memberkati kami, belakangan ini beberapa pohon di sini mati karena terlalu panas. Ini membuat kami harus menghemat makanan yang kami miliki. " Kata Beruang Mata Merah.


"Ha ha ha jika kalian berpikir aku tersesat dan berjalan kemari maka kalian salah besar. Aku berkeliling untuk mencari pengikut. " Kata nya dengan jujur.


"Pengikut ? Jangan bercanda bocah !" Ejek salah satu beruang Mata Merah.


"Bagai mana kalau aku bilang aku tidak bercanda ?" Tanya nya dengan satu alis yang terangkat, membuat nya tampak sangat menantang beruang ini.


"Kau seperti nya sangat tak takut mati, mari kita lihat sejauh mana kekuatan mu. Jika kekuatan mu memuaskan kami, maka kami tidak akan keberatan untuk menjadi bawahan mu. " Kata Beruang Mata Merah yang lain.


"Baiklah, jika kalian ingin bertarung. Aku hanya ingin memberi tahu saja kalau aku sudah menunduk kan semua monster yang ada di sini kecuali kalian dan Naga penguasan tempat ini, jika yang lain sudah semua termasuk Ular Kayu Hijau. " Kata nya memberi kebimbangan sedikit pada hati beruang beruang ini.


"Kami tidak peduli bagai mana cara mu menunduk kan Ular Kayu Hijau, tapi yang pasti kau harus melawan kami. Aku lihat umur mu terlihat masih sangat muda dan menawan. " Kata Beruang Mata Merah yang terakhir.


"Terima kasih atas pujian mu. " Jawab nya dengan senyum andalan nya.


Tangan nya mulai bergerak dan melakukan serangan kepada Beruang Beruang Mata Merah ini, meski pun senyum dan wajah santai tidak lepas dari wajah nya.

__ADS_1


Tapi sebenar nya dia bahkan sangat tegang dan serius di dalam hati, karena kekuatan ketiga binatang ini semua nya berada di atas nya.


"Pedang Tanpa Tanding : Bagian 1 !" Dia mengubah arah serang pedang nya, gerakan yang ia buat terlihat sangat anggun.


Bahkan membentuk sebuah bayangan yang berbentuk burung merak. Benar benar indah untuk menciptakan jurus ini adalah kebanggaan besar bagi nya.


"Pedang Angin Barat : Tahap 10 !" Angin besar menyapu ketiga Beruang Mata Merah itu dengan kuat.


Mereka terdorong mundur tapi tidak terlalu jauh, mereka terlihat sangat marah dan serius.


Untung lah tubuh nya memiliki keringanan yang luar biasa, membuat nya lebih mudah menghindari satu persatu serangan yang di berikan oleh Beruang Mata Merah.


Cakaran beruang sangat berbahaya, bahkan ada beberapa yang beracun contoh nya Beruang Mata Merah ini.


"Kalian tidak akan bisa menyentuh ku, lebih baik langsung menyerah saja. Dengan begitu, tidak ada yang terluka. " Bujuk nya pada ketiga beruang yang keras kepala ini.


"Belum tentu kami kalah. " Kata beruang pertama dengan keras kepala.


"Kami tidak akan menyerah sampai kau berhasil membuat kami tidak bisa bergerak lagi. " Kata Berdua yang ketiga dengan suara nyaring.


Dia menghela nafas berat melihat ke keras kepalaan ketiga beruang ini yang harus di acungi jempol.


"Kalian yang memaksa ku untuk melakukan ini. " Ucap nya dengan nada dingin, aura kematian merembes keluar dari tubuh nya.


Aura kematian ini sangat pekat dan menindas, dia berusaha untuk memasang wajah seseram mungkin agar bisa menakut nakuti ketiga beruang ini.


Karena hanya ini lah satu satu nya harapan terakhir , dia sudah tidak memiliki trik lain di balik saku pakaian nya jika ini tidak berhasil.


Dia hanya bisa di paksa mundur jika ketiga beruang ini tidak tunduk saat ini juga dan memilih bertarung lagi.


Ketiga beruang itu langsung mundur dan memasang wajah waspada sekaligus ketakutan, mereka belum pernah bertemu dengan orang yang memiliki aura kematian setebal ini.


Ini membuat mereka gugup sebelum akhir nya jatuh ke tanah dengan lemah dan tak beradaya.


"Apa kalian sudah menyerah ? Kalian setuju untuk menjadi bawahan ku ? Aku akan memberi kalian tempat tinggal yang jauh lebih baik dari pada ini jika kalian setuju. " Ucap nya dengan nada dingin.


Ketiga beruang itu saling berpandangan, tampak saling mendiskusikan satu sama lain.


"Baik lah kami setuju untuk menjadi bawahan mu selama kau bisa membawa kami keluar dari sini. " Kata beruang Mata Merah Pertama dengan pasrah.


Dia senang bukan main karena akhir nya berhasil, tanpa banyak bicara lagi dia langsung melakukan kontrak antara tuan dan pelayan.


Setelah itu dia menghela nafas lega dan memeluk tubuh ketiga beruang ini dengan senang.


"Terima kasih karena telah menyerah, karena jika tidak aku yang akan menyerah. "Kata nya dengan jujur.


"Ja jadi, tadi adalah trik terakhir mu ?" Tanya Beruang ketiga dengan terkejut.


"Kau benar, itu adalah langkah terakhir ku karena jika tak berhasil maka aku akan kabur. " Ucap nya sambil meringis.


"Ya sudah lah, kami juga sudah menjadi bawahan mu. Lagi pula umur mu masih sangat muda, kami juga berjumlah lebih banyak dari mu. Jadi bisa di bilang kau yang memenangkan pertandingan ini. " Kata Beruang Mata Merah kedua dengan bijak.


Kata kata beruang kedua di setujui oleh beruang pertama yang akhir nya di ikuti oleh beruang ketiga.

__ADS_1


__ADS_2