PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
75. Kerajaan Tanah


__ADS_3

Setelah jiwa orang itu telah keluar, dia memasuk kan nya ke dimensi hukuman milik nya dan menatap dia yang tersisa dan membunuh mereka dengan mudah.


Dia membakar mayat mereka semua dan pergi dari tempat itu. Dia bertujuan untuk mengajak Zhu Hong dan Long Nie ke sini untuk menjelajah tempat aneh ini nanti.


Dia Pergi dari tempat itu tanpa menyadari kalau binatang mimpi buruk mengikuti nya dari tadi dan menatap nya dengan senyuman.


Dia terus berjalan keluar hingga akhir nya keluar dari hutan dan kembali ke tempat awal ia datang tadi.


Dia menepuk tangan dengan sangat keras hingga menarik seluruh perhatian orang yang berada di sana.


"Perhatian semua nya ! Aku akan mengatakan kalau mulai sekarang Kerajaan Tanah akan berada di bawah Kerajaan Vermilion. Siapa yang memberontak akan di bunuh !!" Teriak nya dengan dingin.


"Siapa kau ? Sangat arogan !! mencari kematian !" seseorang berpakaian rapih mendekati dan menunjuk nya.


"Putra Mahkota !!" Teriak orang orang bersujud di hadapan pria di depan nya ini.


"Oh Jadi aku tidak boleh sombong, Kau hanya putra Mahkota tapi berani sombong?Humph." Dia mendengus dingin di hadapan putra Mahkota.


"Tentu saja kau tidak boleh, Jika ayah ku telah pulang maka ia akan menggantung mu !!" kata putra mahkota menakut nakuti nya.


"Ha ha ha sungguh lucu sekali !!" Dia tertawa terbahak bahak mendengar penuturan dari Putra Mahkota.


"Apa yang lucu ? kenapa kau tertawa? Pengawal tangkap dia, dia merendah kan aku sebagai putra mahkota !!"Teriak nya pada pengawal di belakang nya.


Zhang Wei masih tertawa tapi tawa nya berubah menjadi dingin dan udara berubah menjadi sangat dingin meskipun sekarang lagi musim panas.


"Jika kalian maju satu langkah lagi maka kepala kalian akan terlepas. " kata nya dengan dingin pada pengawal putra mahkota.


Dia mengeluar kan aura kematian yang sangat pekat dari tubuh nya dan menekan tubuh para pengawal Putra Mahkota.


"Dan untuk mu putra mahkota, kau sangat berani sekali. Bahkan ayah mu tidak berani untuk menunjuk ku. " kata nya dengan dingin pada putra mahkota.

__ADS_1


Putra mahkota pun mengigil ketakutan saat Aura Kematian di arah kan kepada nya oleh Zhang Wei, tidak lama terdengar lah sebuah teriakan wanita dari belakang mereka.


"Berhenti ! Lepas kan anak ku !!" teriak seorang wanita muda.


"Ibu !!" Putra mahkota langsung berlari memeluk ibu nya dengan erat.


"Ratu Xiang !!" Para rakyat biasa bersujud dan memuji Ratu Xiang meski pun mereka tidak mau melakukan nya.


" Oh jadi ini istri dari raja bodoh dan ibu dari anak yang manja, he he he. " Zhang Wei tertawa dengan santai.


"Apa urusan mu di sini ?! Jika suami ku pulang aku akan menyuruh nya menghukum mu dan ayah ku juga tidak akan tinggal diam !!" Ancam ratu Xiang pada nya.


Meskipun di ancam oleh Ratu Kerajaan itu , dia malah menyeringai pada Ratu Xiang karena menemukan hal yang unik.


"Pantas saja aku mencium aura mu tampak seperti orang yang baru saja ku bunuh, ternyata kau anak nya. " Kata nya dengan santai.


"Dan berhenti lah bermain sandiwara, kau bahkan lebih kuat dari Xiang Yi. Xiang Yi hanya lah boneka bagi mu dan ayah mu kan ?" Lanjut nya tanpa memberi kan Ratu Xiang Berbicara.


" Kenapa tidak ? Apa kau pikir ayah mu adalah manusia paling kuat di dunia ini ? ah aku lupa kalau ayah mu bukan lagi manusia. " kata nya mengejek Ratu Xiang Dengan kejam.


"Tidak mungkin. Ayah tidak akan mati secepat itu, ayah !! hik hiks !!" Ratu Xiang menangis tersedu sedu dan terduduk di lantai.


"Apa kau ingin menemui ayah mu ? aku bisa mengajak mu untuk pergi menemui nya. " tawar Zhang Wei.


"Benar kah ?!! Ayo cepat aku ingin bertemu dengan ayah ku !!" kata Ratu Xiang Semangat namun tindakan selanjut nya yang dilakukan oleh Zhang Wei membuat nya terkejut


Zhang Wei mengeluar kan pedang nya dan menebas Ratu Xiang yang sangat tidak siap dan kepala nya pun terlepas.


Wajah Ratu Xiang terlihat sangat terkejut dan jiwa nya masih hidup, ia ingin melarikan diri dari Zhang Wei.


Namun Zhang Wei telah menangkap nya terlebih dahulu dan melempar kan jiwa nya ke dalam dimensi hukuman milik Zhang Wei.

__ADS_1


Zhang Wei hanya menatap sinis pada putra mahkota yang saat ini terduduk lemas di lantai melihat kematian ibu nya.


Dia menusuk Putra Mahkota dan pergi dari sana, dia pergi ke istana dan membunuh siapa pun yang di temui nya.


Akhir nya setelah 30 menit dia berhasil mengalah kan semua dan mengubah istana menjadi sungai darah.


Dia sudah mendapat pengakuan dan akhir nya tugas nya telah selesai. Dia pergi ke provinsi Phoenix dengan kecepatan penuh.


Tapi butuh waktu 7 jam bahkan setelah menggunakan kecepatan penuh karena jarak yang sangat jauh dari Kerajaan Tanah.


Menurut perjanjian waktu dengan Fang Lin, masih ada kira kira 2 hari satu malam lagi sebelum waktu nya tiba.


Dia tidak menyesal meski pun telah membunuh sangat banyak orang di Kerajaan Tanah. Dia hanya merasa kesepian di dalam hati nya yang paling dalam.


Dia melamun sebentar sebelum kembali sadar dan melanjut kan acara terbang nya yang sempat tertunda sebentar. Dia memikir kan untuk istirahat selama 3 hari tanpa di ganggu dan tanpa berlatih untuk menenangkan jiwa nya dengan tenang.


Lalu dia tiba tiba teringat dengan hewan yang mengantar nya ke Kerajaan angin dan memutus kan untuk bertemu dengan hewan itu terlebih dahulu.


Note : Terima kasih buat semua nya yang telah mendukung cerita ini sepenuh hati, dengan cara like dan comment tiap Chapter.


Saya sendiri meminta maaf karena kemarin tidak memenuhi janji saya untuk 3 Chapter karena kehabisan ide, karena takut cerita nya aneh jadi saya tidak melanjut kan nya, mohon pengertian nya 🙏🙏


Saya juga minta maaf kalau hari ini terlambat up cerita karena ada beberapa masalah.


***Jangan lupa buat like, comment dan share cerita Pedang Jiwa Naga. Mohon mengingat kan kalau ada kesalahan nama, jurus, umur atau pun tempat.


Kalau kalian penasaran dengan visual atau cast yang di miliki oleh tokoh tokoh di cerita Pedang Jiwa Naga kalian bisa lihat di instagram saya yang bernama @PJW_KC.


Saya mohon doa untuk semua nya supaya saya bisa menang lomba menulis novel fiksi pria yang saya ikuti.


Kalian bisa dukung cerita ini dengan cara kasih bintang lima dan Vote menggunakan poin untuk cerita Pedang Jiwa Naga, Terima Kasih***.

__ADS_1


__ADS_2