PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
211. "Aku..... ZHANG WEI!! "


__ADS_3

Zhang Wei duduk dengan santai di sebelah kasur ayah nya dan memegang tangan ayah nya.


Dahi nya mengerut saat melihat racun yang bersarang di tubuh Zhang Xiulang.


"Ibu, selain ibu, siapa yang merawat ayah ?" tanya nya.


"Ehm, bibi yang sudah merawat ibu dan ayah dari kecil. Bibi Yu selalu memberikan makanan atau pun minuman ke pada ayah mu, karena ia salah satu tabib dalam klan juga. "kata Ibu nya, tiba tiba pintu di buka dan masuk lah wanita tua yang membawa makanan serta minuman.


"Ibu, apa kah aku boleh menyuapi ayah ?" tanya nya.


"Tentu saja boleh, bibi Yu ini tinggal kan saja, anak ku yang akan menyuapi suami ku. " kata Zhang Li tanpa menaruh rasa curiga.


Mata Bibi Yu berkilat tidak senang sebelum berubah lagi. Ia tersenyum lebar saat Bibi Yu pergi keluar.


"Ayah, sebaik nya jangan makan lagi. Ini ada racun, ini akan membuat darah tersumbat dan memakan energi kehidupan dengan sangat perlahan. Jika kalian tidak percaya maka kalian boleh mengambil satu burung. " Kata Zhang Wei dengan percaya diri.


Wajah Zhang Li dan Zhang Xiulang langsung berubah muram dan tidak percaya.


"Apa kah benar begitu ?" tanya Zhang Li.


"Kalau ibu tidak percaya, ibu bisa mengambil hewan apa saja. " Jawab nya sambil mengaduk ngaduk bubur yang sangat harum.


Ibu nya langsung mengambil burung dari luar, burung pipit. Ia menyuapi burung itu bubur yang harum ini.


Tidak lama kemudian , burung itu langsung jatuh ke tanah tak bernyawa.


"Ibu dan ayah sudah lihat kan ? Ini untuk ku saja ya ?" Ucap nya.


"Kata mu ada racun, jangan di makan !" Kata ibu nya khawatir.


"Tidak perlu khawatir, racun rendahan ini tidak akan dapat melukai ku. Aku hanya tergoda dengan bubur ini."Tanpa banyak bicara ia langsung meminum bubur itu.


"Hmm enak tapi sayang nya bubur yang enak ini sudah di campur dengan racun.. sungguh di sayang kan. Bahkan air putih juga di beri racun. " Gumam nya.


"Air putih juga ?! " tanya Zhang Li terkejut.


"Ya, ibu sebaik nya kau selidiki ini diam diam. Ayah akan ku sembuh kan, tapi besok selama pertemuan, sebaik nya kalian tetap berpura pura. " kata nya menyeringai.


"Ayah duduk lah, aku akan mengobati mu. " kata Zhang Wei.


Dengan susah payah akhir nya Zhang Xiulang duduk, wajah nya di penuhi rasa bahagia melihat anak nya yang sudah tumbuh dengan baik.


Karena saat istri nya baru melahirkan, ada seorang kakek tua yang memberitahukan tentang anak mereka.


Zhang Wei mengeluar kan jarum perak nya, sebelum mulai menusuk di beberapa titik meridian. Dari 21 jarum yang di tusuk nya, keluar cairan bening namun memiliki bau yang sangat pekat.


"Ayah, tenang kan tubuh mu seolah olah tidak ada apa apa. Biar kan racun berjalan keluar, apa ayah merasa ingin muntah ?" tanya nya.


"Aku.. aku merasa sangat ingin muntah. " kata Zhang Xiulang.


Dia langsung menggunakan Qi nya menyegel penciuman ibu dan ayah nya. Baru kali ini ia melihat racun yang sangat bau.


"Racun ini begitu menjijikkan , lihat lah sudah selesai. Aku akan mencabut jarum nya, setelah itu ayah istirahat lah selama beberapa jam. Perlahan lahan Qi ayah akan kembali seperti semula. " kata Zhang Wei sambil menyimpan jarum perak nya.


Ia membawa wadah yang berisi racun itu ke dalam dimensi nya, di sana sudah ada 11 cacing yang menunggu dengan lapar.


'Tuan, kami sudah mendekati Cacing dewasa yang akan berubah menjadi ular.' kata seekor cacing di dalam pikiran nya.


'kalian bisa berevolusi ?' tanya nya.


'Ya, jika beruntung maka kami akan mendapat kan hukuman petir minggu depan paling lambat bulan depan. Setelah itu, kami juga bisa berevolusi menjadi naga. '


...'Kemungkinan, beberapa dari kami akan mati karena hukuman petir kali ini. ' kata yang lain dengan sedih....


'Biar lah, aku akan membantu kalian. Aku akan menanggung setengah dari milik kalian semua. ' kata nya dengan berani.


'Jangan tuan, ini berbeda dengan petir milik mu. Ini lebih kuat, aku takut tuan akan terluka. ' kata yang lain dengan khawatir.


'Jangan khawatir, aku bisa menjaga diri. Aku akan menyelesaikan urusan ku ini. setelah itu membantu kalian, nikmati makan kali ini. '


'Terima kasih banyak tuan. ' kata cacing cacing itu dengan penuh rasa syukur.


Dia hanya tersenyum santai sebelum tidur karena hari sudah mulai gelap, di sebelah nya ada ibu nya yang sedang menatap nya dengan tatapan lembut.


Keesokan hari nya, ini adalah hari pertandingan antara Zhang Long dan Zhang Wei. Setelah itu akan di lakukan rapat tetua yang menyangkut atas kepulangan nya.


Zhang Long sudah membawa pedang nya yang besar, kultivasi nya saat ini berada di tingkat puncak ranah bumi salah satu dari yang paling baik di keluarga Zhang.

__ADS_1


Tapi sayang sekali harus bertemu Zhang Wei yang memiliki bakat yang di berkati oleh Surga secara langsung.


"Zhang Wei, keluar kan senjata mu. Aku tidak ingin kau menderita. " kata Zhang Long dengan angkuh.


"Kau tidak layak untuk membuat ku mengeluar kan pedang. "Jawab nya dengan jijik.


Di sisi lain para tetua sedang melakukan taruhan, seluruh tetua yang ikut berperang tidak ingin memberitahukan kehebatan Zhang Wei di medan perang.


Agar pendukung Zhang Ming merasa di atas angin dan mereka memasang taruhan besar, dengan begini mereka akan untung banyak.


Di arena pertandingan, Zhang Long sedang bersiap siap untuk menyerang Zhang Wei dengan kekuatan penuh.


"Mulai !!"Teriak Zhang Li.


Ia hanya tertawa ringan dan berdiri diam di tempat nya.


"Pedang Bermata Dua : Tahap 1!" Teriak Zhang Long.


"Wah itu Pedang Bermata Dua ! Jurus rahasia keluarga Zhang !" Seru salah satu murid keluarga Zhang.


"Serangan yang mematikan, ia pasti ingin membuat ku cacat. " Gumam Zhang Wei dengan sangat pelan hingga hanya ia yang bisa mendengar nya.


Dia mengangkat tangan nya dan menangkan serangan itu dengan santai sebelum menghancur kan nya.


"Sekarang giliran ku. " Ucap nya yang membuat Zhang Long marah.


"Tinju Naga Api !" Naga Api melilit tubuh Zhang Long hingga Zhang Long jatuh ke tanah.


"Si.. siapa kau ? Kenapa kau begitu kuat !" Teriak Zhang Long.


"Aku... Zhang Wei !!!" jawab nya dengan penuh penekanan dan akhir nya si bodoh Zhang Long jatuh pingsan.


"Kau ! Bagaimana kau bisa begitu kejam dengan keluarga mu sendiri !" Teriak Zhang Ming marah.


"Jika tidak kejam harus apa ? Harus di biar kan ? Dia ingin menyerang dengan kejam maka aku membalas nya, ia menuai apa yang ia tanam. " Kata nya dengan tajam.


"Dia sendiri yang memasang wajah angkuh jadi aku kira ia memiliki kemampuan, sudah baik aku menggunakan jurus paling lemah ku. Jika tidak, apa kau pikir ia hanya akan pingsan seperti sekarang ? Tidak ! Ia akan di neraka. " Lanjut nya.


"Kau ! Zhang Xiulang, bagaimana mungkin kau mendidik anak mu hingga memiliki perilaku sebaik ini ? Bagaimana semua nya, apa kalian setuju dengan pendapat ku ?" tanya Zhang Ming pada kerumunan.


Tiba tiba keluar lah pria yang memiliki wajah dingin dan angkuh. Sebuah nama terlintas di benak nya saat melihat pria ini.


Zhang Liu


Jenius nomor 1 klan yang berada di tingkat 4 ranah langit.


"Saudara Wei, aku ingin menantang mu. " kata Zhang Liu.


Zhang Liu adalah cucu Zhang Ming juga, dia sudah mengira kalau Zhang Liu akan memasang badan karena adik nya di kalah kan.


"Tentu saja, aku mohon bimbingan nya, saudara Liu. " Ucap nya.


"Ketua Xiulang, aku ingin melakukan pertarungan hidup dan mati antara Zhang Wei. Apa kah boleh ?" tanya Zhang Liu.


"Apa kau yakin ? Bagaimana dengan mu Zhang Wei ?" tanya Zhang Xiulang pada putra nya.


"Aku boleh boleh saja. " Jawab nya singkat yang mendapat ejekan dari penonton.


"Dia kira Zhang Liu dan adik nya sama. Mereka orang yang berbeda, aku jamin ia pasti mati kali ini. " kata salah satu penonton.


Di sisi lain, Bing Yan hanya menatap sambil tertawa ringan melihat kebodohan orang orang Keluarga Zhang.


"Pria itu sudah dapat di pastikan mati. " kata tetua yang berada di samping Bing Yan.


"Ya, kekuatan anak Zhang Li dan Zhang Xiulang sama dengan kekuatan si bodoh Wang Liu. Jadi kau bisa bayang kan bakat nya sebesar apa. " kata Bing Yan.


Sebenar nya dari awal pertarungan Bing Yan sudah sangat memperhatikan Zhang Wei.


"Aku rasa, pria keluarga Zhang itu bisa di bunuh oleh nya dalam satu kibasan tangan. " kata tetua Keluarga Bing.


"Kau benar, kekuatan nya sudah sampai di tingkat Petir Surgawi. Di umur nya yang baru 18 tahun, ia bisa berkembang lebih baik dari ini. "kata Bing Yan dengan kagum.


Di tempat arena Zhang Wei dan Zhang Liu, mereka sudah siap untuk bertarung satu sama lain hingga mati.


"Pedang Bermata Dua : Tahap 2 !" Teriak Zhang Liu yang setengah dari tubuh nya berubah menjadi singa.


Dia dengan mudah menghindar. Dia mengeluar kan pedang nya.

__ADS_1


"Naga Menghancur kan Bumi !"Raung nya.


Dia menggores bagian dada Zhang Liu dengan cukup kuat hingga darah mengalir deras.


"Jangan bilang aku tidak memberi mu muka, kau bahkan tidak layak. Jika aku ingin membunuh mu, maka dengan tatapan ku pun kau sudah mati. Aku menghormati mu karena kita masih dari satu klan. Jangan pikir aku tidak tahu maksud tersembunyi mu, ingat itu baik baik. Siapa pun yang menyinggung ku tidak ada yang hidup, bahkan jika itu adalah Iblis. " Kata nya sebelum memasuk kan pedang nya, meninggal kan Zhang Liu yang sedang dalam keadaan sekarat.


"Zhang Wei !! Zhang Wei ini sungguh harus di bunuh atau dia akan semena mena ! Lihat lah, dia melukai kedua cucu ku dengan parah. " Kali ini tidak ada yang mendukung Zhang Ming karena takut dengan kekuatan Zhang Wei.


"Paman Ming, aku sungguh merasa jijik melihat mu atau pun mendengar suara mu. Sudah jelas ini adalah ajang bela diri, yang kuat bertahan. Kau kira dengan lemah lembut kau bisa hidup di dunia yang kejam ini ?"


"Mereka ini hanya bisa meningkat kan kultivasi menggunakan sumber daya bukan dari pengalaman, bahkan mungkin dia ini pergi berburu selalu di ikuti oleh pengawal. Sampai sampai tidak bisa melindungi diri sendiri. " Lanjut nya.


"Kultivasi nya tinggi tapi pengalaman tidak ada, apa kah bisa menang ? Kekuatan nya bahkan lebih lemah di banding kan saat aku berada di puncak Ranah Bumi, jadi hentikan omong kosong mu yang tak berguna itu."


"Kau ! Terima ini Zhang Wei !" Dari belakang nya, Zhang Liu memakan obat terlarang yang menaik kan kultivasi nya ke Qi Surgawi hanya dalam waktu yang singkat.


Zhang Wei memejam kan mata nya dan menjulur kan tangan ke arah depan.


Cressh


Darah muncrat ke wajah nya, Zhang Liu tampak terkejut sebelum jatuh ke tanah tanpa nyawa.


"Aku sudah memberi mu kesempatan tapi kau tidak menggunakan nya dengan baik. " Gumam nya dengan pelan tapi jelas.


Darah Zhang Liu menetes di tangan nya yang menembus jantung Zhang Liu.


"Ini lah akibat nya dari orang yang berani menyinggung ku. Kata kan pada ku, apa masih ada yang keberatan dengan kepulangan ku ?!"tanya nya dengan lantang.


"Tidak tidak !" Kata semua nya dengan buru buru.


"Selamat atas kemenangan mu Zhang Wei, kau bisa berkunjung ke tempat ku kalau kau memiliki waktu luang. " Kata Bing Yan yang membawa pasukan nya pulang.


Ia menerima tanda pengenal yang di berikan oleh Bing Yan.


"Terima kasih banyak senior Bing. "


"Tentu, jangan terlalu sungkan. " kata Bing Yan sebelum pamit pergi.


"Zhang Wei, ayo ikut ibu ke aula tetua. " Panggil ibu nya dengan lembut sambil mengelus kepala putra nya.


"Ibu, biar aku yang mendorong ayah ke dalam aula tetua. " Izin nya.


"Tentu saja. "kata Zhang Li dengan ekspresi bahagia.


Dia mendorong kursi roda ayah nya dengan perlahan dan menikmati pemandangan yang sangat bagus.


Sesampai nya di aula tetua,


"Zhang Wei, kau akan mendapat kan hukuman karena membunuh sesama keluarga. " kata salah satu tetua di bawah Zhang Ming.


"Bagaimana bisa begitu ? Sudah di biarkan hidup adalah suatu keajaiban tapi si bodoh Zhang Liu itu yang mencari kematian nya sendiri. " kata tetua yang lain tidak senang.


Akhir nya mereka pun terbelah menjadi dua kubu, satu memihak ketua dan yang satu nya lagi adalah pihak Zhang Ming.


"Hentikan ! Apa kah pendapat ku sudah tak di butuh kan lagi ?! "Tanya Zhang Xiulang dengan suara lantang.


Semua nya langsung diam dan mendengar kan pendapat Zhang Xiulang.


"Aku akan membawa Zhang Wei untuk tinggal di sini dan masalah Zhang Liu, ia akan di beri pemakaman yang baik, lagi pula bukan kah kau harus nya sudah mempersiapkan diri saat cucu mu menantang untuk melakukan Pertandingan hidup dan mati ? Lalu Zhang Long akan di berikan obat oleh tabib yang baik. " kata Zhang Xiulang.


Kata kata ini semua nya berasal dari Zhang Wei.


'Aku akan melihat, bagaiman perasaan mu Zhang Ming saat melihat anak laki laki mu di racuni setiap hari. Bukan kah aku harus balas dendam atas nama ayah ?'Gumam nya dalam hati.


"Aku tidak ingin mendengar kan keluhan lagi, Keluarga Zhang Kita akan mencapai kejayaan lagi. " kata Zhang Xiulang sebelum berdiri dan berjalan dengan tegap di ikuti oleh Zhang Li dan Zhang Wei.


"Hidup Ketua ! Hidup Ketua ! Hidup Ketua !" Teriak tetua tetua yang mendukung Zhang Wei dengan suara yang lantang dan di penuhi dengan kebahagiaan yang terpapar jelas dari suara mereka.


Zhang Xiulang merangkul bahu nya dengan erat.


"Apa yang ingin kau lakukan ?" tanya ayah nya.


"Aku akan menyamar jadi tabib yang mengobati Zhang Long. Dia harus mendapat kan balasan dari meracuni ayah setiap hari. Aku ingin membalas nya !" Ucap nya dengan penuh tekad.


"Maaf kan ayah Zhang Wei, karena tidak dapat melihat mu tumbuh. Aku seharus nya tidak layak kau lindungi sampai seperti ini. " kata Zhang Xiulang dengan sedih.


"Ayah tak perlu sedih, aku sendiri tahu kalau ayah dan ibu terpaksa. Lagi pula kita tidak bisa melawan takdir yang sudah di tentu kan oleh langit. " Gumam nya sambil menghela nafas berat.

__ADS_1


__ADS_2