PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
110. Berkumpul


__ADS_3

Dia sangat lelah tapi berusaha untuk tetap menjaga kesadaran nya supaya tidak tertidur. Dia harus menyembuh kan terlebih dahulu luka nya baru tidur.


Kalau tidak luka nya akan berbahaya dan luka nya akan terinfeksi, jika sudah begitu maka lebih sulit untuk membersihkan nya.


Dia mengambil obat oles yang di beri oleh Yao Xin, kata guru nya ini bisa berguna untuk menyembuh kan luka tapi sebelum menggunakan nya dia harus membersihkan luka dengan air bersih.


Dia berjalan dengan tertatih-tatih menuju kamar mandi nya, lalu mengambil air dan membasuh luka nya dengan lembut.


"Shhh." Dia meringis kecil saat luka terbuka nya terkena air.


Setelah selesai membasuh luka nya hingga selesai, dia langsung berjalan kembali ke kasur nya. Dia membuka wadah obat oles yang di berikan oleh guru nya.


"Aww shh. " Dia meringis karena merasa kulit nya seperti terbakar dan memerah.


Dia menggigit bibir nya untuk menahan rasa sakit nya. Akhir nya setelah beberapa saat dia sudah selesai merawat luka nya sendiri.


Dia mengambil perban dari dalam cincin ruang nya dan berdiri di atas kolam untuk melihat pantulan diri nya.


Dia mulai membalut luka nya dan akhir nya tubuh nya tidak berbentuk manusia lagi karena dari ujung kaki hingga ujung kepala ditutupi oleh perban.


"Shh sungguh menyedihkan. " ringis nya pelan melihat pantulan tubuh nya..


"hah ya sudah lah, dengan begini aku bisa tidur dengan nyenyak tanpa takut luka terbuka ku akan terinfeksi. " gumam nya pelan.


Dia membaringkan tubuh nya dengan tidak nyaman karena perban yang sangat tebal menutupi tubuh nya.


Tapi pada akhir nya dia tetap tertidur dengan pulas karena kelelahan. Keesokan hari nya dia bangun dengan semangat.


"Hah, aku sudah sembuh. Aku harus melepas perban perban ini dan mengganti nya dengan yang baru. Sekarang luka luka ku mulai menutup jadi aku tidak perlu menutupi luka ku setebal kemarin." kata nya riang.


Setelah berganti pakaian dan mengganti perban nya dia bisa melihat ada satu wadah makanan di dekat pintu nya.


Dia mengambil selembar kertas yang ada di samping wadah makanan.


Ini aku Li Xiu,


aku ingin merawatmu tapi kata guru mu aku tidak di boleh kan untuk masuk. Jadi aku hanya akan mengantar makanan ini. Makanan ini aku sendiri yang memasakkan nya jadi coba lah paling tidak satu sendok.


^^^-Li Xiu^^^


Dia tersenyum tipis dan mengambil wadah makanan itu. Saat dia membuka wadah makanan itu, wangi dari makanan buatan Li Xiu mulai menyebar.


Dia mengambil sendok dan memotong daging ayam yang telah di bakar oleh Li Xiu di tambah lagi dengan nasi dan ubi bakar.


"Hmm enak. Enak sekali, aku akan meminta tolong kepada nya untuk memasakkan aku lagi. " gumam nya dengan mulut penuh.


Dalam sekejap makanan yang di berikan oleh Li Xiu habis di makan oleh Zhang Wei. Dia berjalan membuka pintu setelah merapihkan wadah makanan nya.


Saat di jalan dia bertemu dengan seorang pelayan yang tampak berlari dengan sangat ketakutan, pelayan itu juga tidak sengaja menabrak nya.


"Ma.. maafkan aku tuan. " kata pelayan itu panik.


"Tidak apa apa, lain kali hati hati. Kenapa kau berlari lari seperti itu ?" tanya nya bingung.


"Ehmm, itu.. aku tidak apa apa. " kata pelayan itu berbohong.


"Benarkah ? Jika kau tidak apa apa , kenapa kau berlari lari ? jika yang kau tabrak adalah orang lain belum tentu mereka akan melepaskan mu dengan mudah. " kata nya sambil. mengernyit kan dahi.

__ADS_1


"Ehh, itu semua karena tuan muda Zhang Liu. Dia adalah anak salah satu tetua tertinggi di sini. Dia menginginkan tubuh ku sehingga aku berlari ketakutan. " kata pelayan itu gemetar ketakutan.


"Zhang Liu ? Bukan kah memang reputasi nya sangat buruk di kota Yang Guang ? Dia adalah anak tetua tertinggi ? Kenapa aku baru tahu ya ?" tanya nya bingung.


"Sebaik nya tuan tidak perlu membantu ku, tetua tertinggi akan selalu membantu anak nya. Meski pun anak nya berkelakuan seperti binatang. " kata pelayan itu mendorong dorong tubuh nya untuk pergi.


"Oh, apa kah banyak yang memiliki kasus seperti mu ? " tanya nya memastikan.


"Iya, hampir seluruh pelayan sudah pernah di sentuh oleh tuan muda Zhang Liu. Oleh karena itu juga, tetua tertinggi meminta kalau pelayan hanya boleh wanita muda dan tidak memiliki suami. Tetua tertinggi selalu mengancam kami jika kami memberi tahu ini ke publik. " kata pelayan itu ketakutan.


"Oh, jadi begitu. Hanya tetua tertinggi belaka berani untuk berbuat seenak nya. " kata nya kesal.


Dia yakin dengan perkataan pelayan ini karena dia sendiri tahu reputasi Zhang Liu sangat lah buruk, mulai dari suka mabuk mabukan, suka mempermainkan wanita , dan yang paling parah adalah tidak pernah ber kultivasi sehingga hanya mengandalkan status yang di miliki ayah nya.


Contoh nya saja, saat ini Zhang Liu hanya lebih tua 5 tahun dari nya. Tapi Zhang Liu telah memiliki 23 selir.


"Tunjuk kan pada ku di mana kamar si gila itu. " kata nya dingin.


"Jangan tuan, aku tidak apa apa. Tuan muda Zhang Liu adalah anak tetua tertinggi, jika tuan melukai nya maka tuan akan mendapat masalah besar. " kata pelayan itu khawatir.


"Tidak perlu khawatir . Aku akan melihat seperti apa dia akan bereaksi dengan ku. " kata nya.


Dia tidak suka kalau ada orang yang semena mena menggunakan status nya untuk menekan orang lain yang lebih lemah dari nya.


Setelah di bujuk beberapa kali, si pelayan akhir nya setuju untuk menunjuk kan ruangan milik Zhang Liu kepada Zhang Wei.


"Oh ya tuan, aku tidak pernah melihat mu di klan. Apa kah kau baru pulang dari suatu tugas ?" tanya pelayan itu dengan gugup.


"Tidak perlu gugup, aku memang sudah lama tidak kembali. Apa kau adalah pelayan baru ?"


"Iya, aku adalah pelayan baru. Aku baru saja menjadi pelayan 1 bulan lalu. Jadi mungkin karena itu aku tidak mengenal tuan. " kata pelayan.


Tidak terasa mereka berdua telah sampai di depan pintu kamar Zhang Liu.


tok tok


Dia membuka pintu dan cukup terperangah melihat ruangan itu. Kamar Zhang Liu ini, sangat luas hanya sedikit lebih kecil dari kamar nya.


Dia bisa melihat seorang pria gendut tidak memakai atasan di temani banyak wanita cantik di sekitar nya yang hanya menggunakan pakaian yang sangat minim.


Di ujung ruangan dia melihat seorang pria kekar dan pria kurus sedang menatap nya dengan tatapan kesal. Kedua pria itu adalah kultivator Penempaan Qi tingkat 5.


Untuk di kota Yang Guang itu sudah lumayan tinggi, apa lagi hanya untuk melayani pria malas yang seperti **** ini.


Bukan nya mengejek hanya saja wajah Zhang Liu ini, memang mirip dengan wajah **** dan di tambah lagi dengan kaki dan tangan nya yang di penuhi lemak. Serta perut nya yang lebih besar di banding kan orang hamil.


"Siapa kau ?! Berani berani nya menganggu kesenangan ku !!" teriak Zhang Liu marah sambil menunjuk nunjuk wajah nya.


"Bukankah itu Ke YI ? Hei, tangkap wanita itu !!" kata Zhang Liu sambil meneteskan air liur nya.


Zhang Wei membuang wajah nya jijik, melihat tubuh Zhang Liu saja sudah membuat nya ingin muntah apa lagi dengan ekspresi menjijikan yang di miliki oleh Zhang Liu.


"Aku akan melihat siapa yang berani menganggu dia ?!" kata nya dingin.


Di tatap dengan dingin seperti itu membuat nyali penjaga Zhang Liu menciut dan tidak berani melangkah maju.


"Cepat maju ! Apa lagi yang kalian tunggu ?!! Aku akan melaporkan ini pada ayah ku. " kata Zhang Liu marah.

__ADS_1


"Terima serangan ku !!" kata penjaga Zhang Liu.


Mereka terpaksa harus mengikuti kata kata Zhang Liu kalau tidak mau terkena hukuman dari tetua tertinggi.


Zhang Wei tidak bergerak dan seketika kedua penjaga itu terbaring tak berdaya. Zhang Liu yang terkejut langsung saja berdiri.


"Apa yang kau lakukan pada penjaga ku ?!!" teriak Zhang Liu gugup.


"Kau tidak perlu tahu, tapi kau adalah yang selanjut nya. Pasti seru kan kalau bermain bola. " kata nya sambil menyeringai di balik topeng nya.


"Ber... bermain bola ? tentu saja. Aku akan memberikan mu bola yang banyak dan juga selir selir ku kalau kau mau. " kata Zhang Liu panik.


"Tidak perlu, kita memang akan bermain bola. Tapi ada yang unik dari permainan bola kali ini, karena kau akan menjadi bola nya. " kata nya tertawa.


"A... apa ?!!"


Zhang Wei dengan paksa menyeret Zhang Liu ke tengah lapangan dan menendang nendang nya di halaman lapangan.


Orang orang di pinggir lapangan berbisik bisik mengenai Zhang Wei. Karena dia menggunakan topeng, tidak ada yang bisa mengenali nya.


"Siapa orang itu sungguh berani memperlakukan Zhang Liu seperti bola ?"


"Sungguh berani, aku bahkan tidak pernah melihat pria bertopeng itu. "


Di sisi lain, di tempat ayah Zhang Liu, Zhang Lou.


"Tuan !! tuan muda sedang di siksa di tengah lapangan. " kata salah satu asisten Zhang Lou.


"Apa ?!!" Zhang Lou yang sedang sibuk langsung meninggal kan selurung pekerjaan nya untuk melihat anak semata wayang nya.


Di tempat kepala klan, Zhang Ming juga langsung bergegas keluar untuk melihat siapa yang berani menendang nendang Zhang Liu.


"Hentikan !! " teriak Zhang Lou melihat tubuh anak nya yang telah terluka parah.


Sedang kan Zhang Wei hanya diam dan pura pura tidak mendengar kata kata Zhang Lou dan terus menendang Zhang Liu bahkan lebih kuat dari sebelum nya.


"Hentikan !! Apa kau tuli ?!!" teriak Zhang Lou sambil menyerang Zhang Wei.


Orang orang langsung menunjuk kan rasa iba pada Zhang Wei karena berfikir tamat lah riwayat nya saat di serang Zhang Lou.


Tapi sayang nya dia hanya mengibas kan tangan nya dan serangan dari Zhang Lou hilang bagai kan di telan bumi.


"Seorang tingkat 1 penempaan tulang belakang ingin menyerang ku ? sungguh lucu sekali ! sebelum nya anak mu ingin menyerang ku dengan tingkat 5 penempaan Qi tapi sekarang ayah nya yang hanya tingkat 1 penempaan tulang ingin menyerang ku juga ? ha ha ha. " Dia tertawa lantang.


Tawa nya membuat semua orang menjadi menggigil karena dingin dan ketakutan yang mendalam.


Tidak lama Zhang Ming datang dengan asisten nya.


"Ada apa ini ? Zhang Wei ? kau sudah sembuh ?" tanya Zhang Ming semangat.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...JANGAN LUPA BUAT LIKE COMMENT DAN VOTE CERITA PEDANG JIWA NAGA YA TEMAN TEMAN !!...


^^^^^^1.622 kata^^^^^^


__ADS_2