
Di tempat Zhang Li dan Zhang Xiulang ,
Mereka berdua memimpin 200 pasukan terkuat milik keluarga Zhang atas perintah Zhang Wei.
"Qiu Pei ! Keluar lah !" Teriak Zhang Xiulang.
Di dalam istana, Qiu Pei yang sedang duduk santai di temani selir selir nya yang cantik langsung terkejut.
"Kau, cepat perintah kan pada tetua untuk segera melindungi ku ! Aku tahu kalau yang datang adalah Zhang Xiulang. " kata Qiu Pei dengan cepat.
"Baik tuan. " kata bawahan nya dengan penuh hormat.
Tidak lama kemudian sudah ada sekitar 17 tetua yang berdiri di hadapan Zhang Xiulang dan Zhang Li.
"Kalian datang kemari ? Bahkan membawa pasukan ! Apa kah tidak takut kalau kalian pulang rumah kalian sudah hancur ? Ha ha ha !" Ejek salah satu tetua.
"Itu ? Itu hanya lalat kecil yang berusaha mengganggu singa. " Jawab tetua yang lain.
"Sudah lah jangan banyak bicara, aku ingin melihat kekuatan mu nyonya Zhang !" Kata salah seorang tetua yang langsung menyerang Zhang Li.
Tetua wanita ini dari dulu sangat iri dengan ketenaran dan bakat Zhang Li yang sangat besar.
Zhang Li memainkan pedang nya dengan indah tapi lincah serta tajam dan tak mudah di tembus.
Zhang Li mengangkat kaki nya dan menendang tetua yang ada di depan nya ini. Tetua yang menantang nya tadi jatuh dan memuntah kan darah.
"Kalian ! Karena sudah begini, maka tidak ada jalan pulang !!" Teriak tetua itu dengan marah.
"Qiu Fei, dari dulu kau sudah merasa sangat iri dengan bakat ku, ketenaran ku, kekuatan ku, keluarga ku, serta kecantikan ku. Tapi apa ? Aku masih bersedia untuk berteman dengan mu. " Ucap nya dengan sinis.
"Kau mengkhianati ku dan berpura pura kalau kau lah yang korban nya. Lihat lah diri mu yang sekarang ini, rambut putih, wajah keriput, luka dalam. Apa kah sebanding dengan ketenaran yang sesaat ?" Kata kata nya kali ini benar benar menusuk Qiu Fei.
"Kau menyukai apa yang aku sukai dengan harapan kalau kau bisa se terkenal diri ku juga. Dulu saat aku hampir menikah dengan si bajingan Qiu itu, kau merebut nya dari ku. Oleh karena itu aku ingin berterima kasih pada mu karena sekarang aku sudah mendapat kan suami yang lebih baik. " Kata kata nya membuat Qiu Fei kalah telak.
"Kau ! Kau !" Kata Qiu Fei dengan terputus putus.
"Aku kenapa ? Kau tidak pernah puas dengan apa yang kau miliki. " Ucap nya.
"A.. aku, aku sangat iri pada mu ! Aku benci karena aku lahir di keluarga yang miskin ! Aku benci karena wajah ku tidak secantik milik mu !! " kata Qiu Fei melampiaskan seluruh nya.
"Kau selalu merebut apa yang ku mau ! Kau ingin perhiasan, kau tinggal bilang pada orang tua mu ! Aku selalu makan makanan yang kau berikan ! Baju baju ku semua nya bekas dari mu !" Teriak Qiu Fei.
__ADS_1
Plakk
Plakk
Ia menampar pipi Qiu Fei kanan dan kiri untuk menyadar kan Qiu Fei.
"Aku memberi mu itu karena aku tulus berteman dengan mu ! " Teriak Zhang Li.
"Aku tidak perlu ketulusan mu !! Bahkan sampai akhir pun aku masih tidak mengalah kan mu sama sekali. " kata Qiu Fei tertawa miris sebelum memutus kan untuk bunuh diri.
"Qiu Fei !!" Teriak nya.
Dia merasa sedikit kehilangan karena bagaimana pun ia sangat tulus untuk berteman dengan Qiu Fei.
Di sisi lain, Zhang Wei sedang membunuh semua nya tanpa merasa lelah. Tubuh nya di penuhi oleh luka dan darah.
Tentu saja itu bukan darah milik nya melainkan darah musuh nya, pasukan musuh hanya tersisa separuh tapi ada yang jadi masalah.
Kebanyakan, jarum sudah habis dan pisau patah serta anak panah yang mulai habis. Sehingga orang orang hanya bisa berjuang dengan kemampuan masing masing.
Dia berjongkok sebentar dan memungut anak panah yang belum patah sembari melawan orang yang ada di depan nya.
Perlahan tapi pasti, dengan bantuan orang orang klan nya yang lain juga, anak panah mereka mau pun milik musuh sudah terkumpul.
"Ayo bunuh mereka yang sudah menganggu rumah kita !" Teriak anak tetua Ling dengan semangat.
"Ayo !" Jawab mereka dengan serempak.
Mereka dengan serempak memukul mundur musuh hingga agak jauh dari gerbang. Sebagai bentuk penjagaan, Zhang Wei memerintah kan untuk 20 orang berjaga jaga di depan gerbang.
Dia sudah membunuh lebih dari 10 . 000 orang, Pedang Jiwa Naga milik nya yang semula berwarna hitam berubah menjadi merah darah.
'Darah yang ada di pedang ini terlalu banyak sehingga pedang berubah warna. Pedang ini juga sudah meningkat kan kualitas nya menggunakan darah yang tertuang di atas nya. ' kata leluhur Tu Long.
'Benar kah, oh ya, ini memang ketajaman nya meningkat jauh. 'Gumam nya.
Dia mencoba untuk menebas pohon dan hasil nya adalah pohon itu terbelah menjadi dua dan menimpa musuh.
"Sebaik nya kita mundur !" Kata salah satu jenderal pihak lawan yang tak di kenal oleh nya.
"Karena kalian sudah datang maka jangan berpikir untuk pergi , lagi pula apa kalian sanggup menahan penghinaan orang orang karena tidak dapat melenyapkan kami yang jumlah nya 10 kali lebih sedikit dari pasukan milik mu ?" Pancing nya.
__ADS_1
"Ya, kau benar ! Tidak ada jalan untuk kembali ! Apa kata orang kalau melihat kami kembali dengan tangan kosong." kata jenderal itu.
"Bagus, karena sudah seperti itu maka ini akan menjadi pertarungan yang panjang. " Ucap nya.
Seluruh tetua yang memiliki kekuatan lebih tinggi dari pada ia, mengikuti orang tua nya semua. Tak lama kemudian mendarat lah seorang pria tua yang sangat di kenal oleh nya.
Pria tua itu membawa 5 orang bersama nya.
"Zhang Wei !" Panggil pria tua itu.
"Senior Bing !" Sambut nya dengan sopan.
"Kau seperti nya bisa mengendalikan pertarungan ini. Ya bisa di bilang begitu, senior tolong bantu orang tua ku yang menyerang istana. Biar lah di sini menjadi tugas ku. " Ucap nya.
"Orang tua mu menyerang istana ?!" Tanya Bing Yan terkejut.
"Ya, mereka pergi karena istana dalam keadaan kosong. " kata nya dan Bing Yan langsung memerintah kan orang orang nya untuk menyusul Zhang Li.
Sesampai nya di istana, Bing Yan sudah melihat kalau semua orang istana sudah mati dan istana sudah du bakar.
Berpuluh puluh gerobak harta terpampang jelas di hadapan mereka.
"Senior Bing. " Zhang Li memberi salam pada Bing Yan.
"Saudara Bing. " Kata Zhang Xiulang
"Apa kah anak ku baik baik saja ?" tanya Zhang Xiulang dengan khawatir.
"Ia baik baik saja bahkan mendominasi pertarungan, hanya saja sekujur tubuh nya di penuhi luka goresan dan tubuh nya berlumuran darah. Aku tebak, ia lah yang paling banyak membunuh orang. "kata Bing Yan.
Di sisi lain, sesuai dengan tebakan Zhang Wei, pihak musuh menyuruh beberapa orang untuk menyusup ke dalam keluarga Zhang.
"Semua mundur kembali ke gerbang. " Perintah nya.
"Apa kau sudah menyerah ?" tanya jenderal yang tadi itu.
"Tentu saja tidak, aku ingin memberikan sesuatu yang lebih menarik di banding kan semua nya. " Ucap nya sebelum memainkan kecapi nya dengan nada yang buruk.
"Hentikan ! Hentikan itu !" Teriak Pasukan musuh sambil menutup telinga mereka.
Beberapa yang tidak kuat tumbang ke tanah dengan telinga dan hidung yang mengeluar kan darah.
__ADS_1
"Kalian yang memaksa ku untuk menggunakan cara ini !" Geram nya, sebelum kembali melanjut kab permainan kecapi nya.
Tak lama kemudian, datang lah ibu dan ayah nya serta Bing Yan dan yang lain nya. Ia mundur dan menghentikan permainan kecapi yang sangat menguras mental nya.