
"Kau akan masuk ke sini ,aku akan menemani mu." kata Qiu Lin.
"Baik lah." Jawab nya sebelum mengetuk pintu.
"Masuk." kata Suara lembut dari dalam ,tubuh nya gemetaran.
Dia membuka pintu dan sesuai dengan hal yang paling di takut oleh nya adalah di dalam ada guru nya , dan kedua teman guru nya.
"Tetua tetua sekalian, ini adalah pendongeng Zhu Tianjin."kata Qiu Lin , tahapan mata nya bertumbuh dengan Ju Jiangniang.
"Salam kenal semua nya." kata nya dengan tenang.
"A- wei ?" Gumam Ju Jiangniang dengan pelan pelan.
Dia tersenyum tipis sebelum melepas kan topeng nya. Qiu Lin tampak terpanah dengan keindahan wajah Zhang Wei yang lebih mirip seperti lukisan.
"Tianjin , kenapa kau melepas topeng mu ?" tanya Qiu Lin sedikit kebingungan.
"Karena......menyamar pun tak berguna , bukan begitu shifu ?" Tanya nya sambil berjalan ke tempat duduk nya.
"Aku akan menceritakan satu cerita yang merupakan mahakarya ku kepada kalian sebagai perayaan ku menjadi murid pengadilan dalam." Ucap nya, Qiu Lin terpanah dengan kata kata nya.
"Kau murid tetua Jiangniang ?" Bisik Qiu Lin.
"Hm."
"Pada suatu hari , ada seorang wanita yang bertemu dengan pria yang lebih muda dari nya. Wanita itu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria itu. Tapi , pria itu sudah memiliki kekasih lain nya yang membuat wanita itu memilih untuk menjadikan pria itu menjadi murid nya."
" Wanita itu begitu menyukai murid nya sampai sampai menerima seluruh benda yang di berikan murid nya. Tapi itu lah , hubungan mereka selalu terbatas oleh status guru dan murid mereka."
"Wanita itu hanya bisa mencintai dalam diam dan melepas kan nya saat malam hari di bawah cahaya bulan. Wanita itu tidak menyadari kalau murid nya ini sudah menyadari hal itu dari awal. Murid nya sendiri tidak mengetahui perasaan nya sendiri."
"Bagaimana menurut kalian ? Apa kah cinta antara guru dan murid ini akan berjalan dengan lancar ? Apa kah kekasih milik murid nya ini setuju ?" Tanya nya sambil menyeringai.
"Tentu saja tidak ! Guru dan murid tidak boleh melakukan hubungan !" kata Ju Lixing tanpa berpikir lebih lanjut.
Plak
Bahu Ju Lixin langsung di tampar oleh Ju Lingling.
"Berpikir lah sebelum berbicara." Kata Ju Lingling memperingatkan Ju Lixing.
Lalu Ju Lixing baru menyadari kalau dia telah salah bicara apa lagi menghadapi tahapan dingin dan membunuh milik Ju Jiangniang.
__ADS_1
"Akhir nya wanita itu setelah melakukan banyak perjuangan berhasil mendapat kan hati milik murid nya dan menjadi istri murid nya itu. Wanita itu pernah mengatakan kalau dia bersedia untuk menjadi istri yang keberapa pun , alhasil dia bukan menjadi istri pertama." kata nya menutup cerita.
"Apa kah hasil nya kurang memuaskan ? Aku mengarang cerita ini sendirian." kata nya sambil tersenyum penuh makna.
"Tidak cerita ini sangat memuaskan, kemari lah dan duduk lah kemari." Ajak Ju Jiangniang dengan wajah bersinar.
Mereka pun berbincang bintang sedang kan Qiu Lin hanya mengamati dengan tenang , seolah olah dia tidak ada di dalam ruangan itu.
Hingga setelah matahari sepenuh nya tenggelam dan gelap telah menutupi langit, mereka memutuskan untuk menyelesaikan acara mereka.
"Shifu , kalian duluan saja. Aku masih ada hal yang ingin ku bicara kan dengan Qiu Lin." kata Zhang Wei.
"Apa kau yakin untuk pulang sendirian ? Shifu bisa menunggu mu untuk pulang bersama ?" Tanya Ju Jiangniang dengan khawatir.
"Tidak apa apa , lagi pula aku sudah biasa." kata nya meyakin kan.
Setelah beberapa waktu meyakin kan Ju Jiangniang dia menyuruh Qiu Lin untuk duduk , Qiu Lin ini adalah pemilik atau pengelola Keindahan Musim Semi.
Qiu Lin adalah salah satu anak dari ketua Asosiasi Matahari Bintang, jadi kekuasaan nya di Asosiasi Matahari Bintang cukup besar.
"Apa yang ingin kau bicara kan dengan ku ?" tanya Qiu Lin dengan bingung.
"Jangan kata kan wajah ku pada siapa pun atau pun status ku sebagai murid Ju Jiangniang, biar kan ini berjalan seperti semestinya." kata nya dengan wajah datar.
"Memang benar tapi ini bukan waktu nya , aku masih belum cukup kuat untuk melindungi diri atau melindungi Shifu." kata nya.
"Apa kalian sedang di incar oleh seseorang ? Kenapa kau memilih cerita itu ? Kau tidak pernah menceritakan soal ini sebelum nya."
"Bukan di incar tapi berselisih dengan seseorang , soal cerita itu adalah rahasia ku. Oh ya, tolong aku untuk mencari informasi tentang Shifu ku. Aku takut ini tidak akan sesederhana seperti kelihatan nya."
"Tenang aku akan membayar banyak untuk ini." Canda nya .
"He he tentu saja , aku tidak akan menyia nyiakan kesempatan untuk membuat kosong kantung mu." kata Qiu Lin sambil tertawa lebar.
"Jangan begitu, dengan pertemanan kita apa kau tega untuk menghabiskan uang ku ?" Kata nya dengan memelas.
"Aiyah ,sudah lah . Sana pulang, aku tidak tahan dengan wajah memelas mu. Sana sana pulang !" Kata Qiu Lin sambil berpura-pura mengusir nya.
"Hu hu kau terlalu tega pada ku yang imut ini, aku akan melapor kan nya pada Shifu ku." kata nya dengan pura pura.
Buk
Tendangan pelan mendarat di punggung nya, dia mengelus punggung nya sambil menatap wanita bar- bar di belakang nya ini dengan kesal.
__ADS_1
"Sudah lah aku ingin pulang dan mengadukan mu pada shifu ku karena sudah menendang ku." kata nya dengan merujuk sebelum memilih pergi.
Selama satu bulan belakangan ini ,hubungan nya dengan Qiu Lin menjadi baik. Qiu Lin adalah wanita yang cerdas da baik hati , juga jujur sehingga mudah untuk berteman dengan nya.
Dia berjalan pulang dengan langkah pelan untuk menikmati udara malam serta bermandikan cahaya bulan yang indah.
Suara burung hantu serta jangkrik pun terdengar memenuhi lorong sepi yang di lewati nya ini. Sesampai nya di Paviliun Murong.
Pluk
Pelukan erat mendarat di tubuh bagian belakang nya. Betapa terkejut nya ia saat melihat siapa yang memeluk nya.
Flashback
Saat Ju Jiangniang baru pulang , dia meminum air sangat banyak , seluruh tubuh nya memerah bahkan tubuh nya sangat kepanasan meski pun telah meminum air.
Tidak biasa nya seperti ini, Ju Lingling dan Ju Lixing telah pulang ke paviliun masing masing. Sebagai pemilik elemen es yang sangat kuat ,mustahil untuk nya merasa kepanasan.
Tapi kali ini seluruh tubuh nya panas bahkan beberapa bagian tubuh nya berkedut. Dia melepas kan pakaian luar nya yang menyisakan kain tipis yang biasa nya di gunakan nya untuk pakaian tidur.
"Apa yang terjadi pada ku ?" Gumam nya dengan pelan.
Dia memilih untuk keluar dan mendingin kan tubuh nya , tapi setelah melihat Zhang Wei pikiran nya langsung menggila.
Dan tanpa sadar memeluk tubuh Zhang Wei dengan erat , lalu secara otomatis desahan keluar dri bibir tipis nya.
"Shifu, apa yang terjadi pada mu ?" tanya Zhang Wei dengan panik.
Bagai mana pun dia adalah laki laki normal , di peluk oleh guru nya yang cantik bahkan menggunakan pakaian tipis begini membuat nya benar benar bingung.
"Entah lah tapi tubuh ku sangat panas , ah A-Wei." kata Ju Jiangniang dengan desahan.
Dia lalu menghirup nafas yang sudah di keluar kan oleh guru nya dan menyadari apa yang terjadi pada guru nya.
"Afrodisiak ?? Oh ya ada yang menggunakan afrodisiak tadi saat di Keindahan Musim Semi . Apa kah guru juga terkena itu ?" tanya nya.
"Mungkin , tapi tolong aku Zhang Wei. Seluruh tubuh ku kepanasan ,rasa nya aku ingin membuka seluruh pakaian ku." kata Ju Jiangniang.
"Aku memiliki obat penyembuh nya tapi guru jangan mengganggu ku dulu. Aku perlu membuat nya dulu ." kata nya dengan perasaan kalut.
"Tidak mau, aku mau nya dengan mu. Kau tahu Zhang Wei aku sudah menyukai mu dari dulu." kata Ju Jiangniang sambil mengelus rahang Zhang Wei.
Bonus like : 2 / 2
__ADS_1
note : Nanggung ya endingnya ?? He he he tunggu kelanjutan nya mungkin chapter selanjutnya akan sedikit mengandung hal hal dewasa. Mau di bikin lengkap atau cuma sekilas aja ?? He he he. Terima kasih jangan lupa untuk vote ya !!