PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
286. Khawatir


__ADS_3

"Zhang Wei, apa yang di kata kan oleh Ling'er benar. Kau harus lebih berhati hati di kemudian hari. " Kata Zhang Luo yang baru muncul dengan ekspresi khawatir.


"Tenang, aku pasti akan lebih berhati hati. Lagi pula, aku kan ingin melihat pertumbuhan Yunqi. Jika tidak, aku pasti akan sangat menyesal. " Kata nya dengan senyum tipis.


Dia memeluk Yunqi yang sedari tadi berada di atas tubuh nya dengan penuh kasih sayang. Tapi segera saja mata nya membulat saja menyadari sesuatu.


"Ini adalah keajaiban yang di beri langit. " Ucap nya sambil tertawa lantang yang di ikuti oleh tatapan bingung oleh yang lain.


"Selamat untuk kalian berdua, Yunqi memiliki tubuh Yin Yang Surgawi seperti milik mu, Nangong Ling. " Ucap nya dengan senang.


Kedua orang tua Zhang Yunqi langsung membulat kan mata dan menangis bahagia setelah mendengar itu, selama di latih dengan baik maka masa depan Yunqi bisa di pasti kan cerah.


"Sungguh kebetulan yang indah, sangat sulit untuk menemukan satu Tubuh Yin Yang Surgawi dan aku menemukan dua. " Ucap nya dengan senang.


"Nangong Ling, beri kan Kitab Yin Yang yang kau pelajari. Itu adalah salah satu Kitab paling baik untuk pemilik Tubuh Yin Yang Surgawi. " Kata nya pada Nangong Ling.


"Hm , aku pasti akan memberikan nya. Dia pasti bisa melampaui ku dengan mudah. " Kata Nangong Ling dengan mata memerah karena senang.


Sebenar nya potensi Tubuh Yin Yang Surgawi milik Nangong Ling tidak terlalu di optimalkan karena umur nya yang sudah terlalu tua.


Tapi jika Zhang Yunqi di latih dari kecil maka tidak bisa di bayang kan betapa hebat nya dia di masa depan.


Dia menurun kan Yunqi dari tubuh nya dengan hati hati, bayi perempuan itu tampak cemberut ketika dia menurunkan nya.


"Turun dulu sebentar ya. " Ucap nya sambil menyenggol hidung Yunqi yang masih kecil.


Bayi perempuan itu tertawa, Zhang Wei menemani nya bermain sebentar sebelum akhir nya tertidur di pelukan Zhang Wei.


"Dia seperti nya menyukai mu, pemilik tubuh Yin Yang Surgawi memiliki kecerdasan yang tinggi di banding kan bayi biasa. " Kata Nangong Ling dengan tatapan tajam.


"Itu tidak mungkin, lagi pula dia hanya lah bayi. " kata nya sambil mengelus kepala Yunqi dengan pelan.


"Bagai mana kalau dia memang benar benar menyukai mu nanti ketika di dewasa ?" Tanya Zhang Luo.


"Aku tidak akan menerima nya, aku sudah menganggap nya sebagai keponakan ku sendiri. Bukan kah itu akan canggung ?" Tanya nya.


"Kau tahu, jika kau melakukan itu maka dia akan sedih. Apa kau mau dia menjadi sedih ?" Tanya Zhang Luo lagi.


"Tentu saja tidak, lagi pula umur kami berbeda jauh. " Kata nya mencari alasan lain.


"Umur tidak bisa menjadi alasan, lagi pula kita tidak memiliki hubungan darah sehingga tidak akan menjadi masalah jika dia menikah dengan mu. " Kata Nangong Ling dengan ringan.


"Apa kah tidak ada pembahasan lain ?" Tanya nya dengan canggung.

__ADS_1


"Tidak ada, kau harus berjanji satu hal pada kami. Kau tidak boleh menolak Yunqi apa bila dia memang menyukai mu. " Kata Zhang Luo tanpa ingin mendengar penolakan.


"Lebih baik itu di bahas nanti saja, biar kan Zhang Wei memikir kan nya terlebih dahulu. " Kata Nangong Ling dengan bijak sambil mengelus tangan suami nya.


"Baik lah, ayo kita kembali ke rumah. " kata Zhang Luo sambil menggandeng Nangong Ling yang telah memerah.


Sepasang suami istri itu langsung berjalan ke rumah mereka dengan semangat.


"Hei ! Tunggu ! Bagai mana dengan Yunqi ?!" Tanya nya.


"Kau jaga saja dulu untuk sementara !" Balas Zhang Luo, dia mendengus ketika mendengar jawaban itu.


"Hmph, apa apaan itu. " Dengus nya dengan dingin, tapi segera berubah ketika tatapan nya beralih ke wajah Yunqi yang sedang tertidur dengan tenang.


Bayi kecil itu tampak sedikit terganggu dengan suara nya tadi, jadi segera saja dia kembali menenangkan nya.


Meski pun dia terlihat tidak memiliki masalah apa pun tapi sebenar nya dia memikir kan perkataan Zhang Luo dan Nangong Ling tadi.


Zhang Yunqi baru berumur 4 bulan dan dia sudah bisa berjalan, bukan kah itu sebuah keajaiban ? Bahkan setaunya, dia bisa berjalan saat berumur 1 tahun lebih sama seperti anak lain nya.


Dan jika jenius maka mungkin bisa lebih cepat 1 sampai 3 bulan. Tapi belum ada yang bisa seperti Zhang Yunqi.


"Monster apa sebenar nya kamu ?" Tanya nya dengan pelan.


"Selamat Tinggal Yunqi, aku akan segera pulang kau tenang saja. " Ucap nya dengan senyum yang di balas senyuman oleh bayi itu.


Dia tertawa ringan sebelum menghilang dan kembali ke dunia nyata, di sana Tu Long sedang duduk sambil memegang seguci arak.


"Terima kasih , jika kau tidak membantu ku maka mungkin aku akan dalam keadaan yang berbahaya. " Ucap nya pada Tu Long.


"Ya, lagi pula ini semua karena aku tidak bisa membantu banyak. " Kata Tu Long dengan wajah sedih.


"Tenang saja, setelah ini kita akan pergi ke tempat iblis. Aku dengar yang memimpin di sini adalah iblis Kesedihan. " Kata nya.


"Siapa itu ? Kenapa aku belum pernah mendengar nya ?" Tanya Tu Long sambil mengerut kan dahi.


"Iblis Kesedihan adalah iblis yang cukup kuat tapi tidak masuk ke 7 iblis besar. Tapi kekuatan nya tidak bisa di remeh kan, dia adalah bawahan Xuan Mu. " Kata Zhang Wei menjelaskan.


"Hmph, Xuan Mu saja sudah kau kalah kan. Apa lagi ini hanya bawahan nya. " Kata Tu Long dengan percaya diri.


"Jangan salah, dulu aku menggunakan kekuatan terlarang sehingga bisa meningkatkan kekuatan ku sedemikian rupa. Iblis Kesedihan ini, jika ada satu tempat di antara 7 iblis besar yang kosong maka sudah bisa di pasti kan dia yang akan mengisi nya. " Ucap nya menjelaskan.


Tu Long mengangguk mengerti dan mereka mulai menyusun rencana. Dia mengeluarkan papan catur dari dalam cincin ruang nya.

__ADS_1


"Apa kah kau ingin bermain bersama ?" Tanya nya.


"Hm sudah lama tidak bermain catur. Meski pun aku tahu kalau aku akan kalah, aku juga tidak akan memberi kan mu kemenangan yang mudah. " Kata Tu Long dengan penuh semangat.


Dia tertawa ringan mendengar kata kata yang di lontar kan oleh Tu Long .


"Itu belum tentu aku yang menang, mana tahu kau yang menang kali ini. " Ucap nya dengan santai.


"Ini bukan hanya soal keberuntungan melainkan tentang taktik. " Kata Tu Long sambil mendengus.


"Ya ya aku tahu itu. " Balas nya dengan tenang sebelum fokus pada buah nya.


Dia memajukan salah satu pion nya, jebakan demi jebakan ia buat. Ketika Tu Long terkena salah satu perangkap nya maka permainan itu sudah menjadi kemenangan telak untuk nya.


Tu Long tersenyum percaya diri saat melihat nya tidak memiliki penjagaan dan secara langsung masuk ke dalam jebakan yang ia buat.


Tawa nya tak bisa di tahan lagi, dia memajukan pion nya dan berakhir dengan wajah pucat milik Tu Long.


"Jangan sedih, ini hanya permainan pertama. Ayo bermain lagi. " Ajak nya sambil tertawa.


"Aih berkali kali aku jatuh ke dalam jebakan mu. " Kata Tu Long dengan kesal.


"Jika memainkan ini kau harus memikir kan beberapa langkah selanjutnya. Dan kau harus mempertimbangkan semua nya agar sempurna. " Saran nya pada Tu Long yang di angguki oleh Naga itu.


Zhang Luo dan yang lain nya yang berada di dalam dimensi Furong sudah menyerah untuk bermain catur dengan Zhang Wei.


Pemuda di depan nya ini terlalu pandai dalam bermain catur dan menjebak orang lain. Di dimensi hanya dia yang gigih untuk tetap melawan Zhang Wei.


Di sisi lain, Xi Rong sedang melatih murid baru nya dengan keras dan kejam. Gadis kecil itu tampak terluka di beberapa bagian karena tergores batu.


Tapi karena tekad nya yang kuat, dia bisa berhasil melewati serangkaian latihan keras yang di buat oleh Xi Rong.


Xi Rong melakukan ini bukan semata mata untuk menyiksa gadis kecil itu melainkan untuk menumbuhkan kekuatan mental nya , tekad nya dan kekuatan fisik tentu saja.


Itu lah yang terjadi pada nya sedari kecil, penyiksaan. Tentu saja dia tidak separah itu, paling paling dia hanya menyuruh gadis kecil itu untuk mengangkat air ke atas gunung.


Lalu berlari jauh, dan banyak kegiatan fisik lain nya. Tidak separah keadaan nya saat dulu, tapi ini sudah lebih dari cukup.


Dia tidak ingin meninggal kan trauma yang berlebihan pada gadis kecil itu seperti diri nya ini. Dia yang dulu terlalu takut untuk mengenal orang baru.


Sampai akhir nya menemukan Qian Bei dan Zhang Wei yang bagai kan malaikat penyelamat serta matahari nya.


Zhang Wei menarik nya dari gua yang gelap, dingin dan hampa menuju tempat yang terang, di penuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan.

__ADS_1


Senyum tipis nya mengembang kalau mengingat Zhang Wei, sebentar lagi dia akan bisa bertemu dengan pria tampan itu.


__ADS_2