PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
296. Ketua Aliansi


__ADS_3

"Tuan Muda Zhang, mohon maaf kan sikap putri ku yang mungkin telah menyinggung mu. " Kata Rong Yan langsung menunduk lagi.


"Paman Rong, berhenti lah bersikap formal atau aku akan merasa marah. " Ucap nya dengan tenang.


Rong Yan dengan patuh mengikuti perintah nya dan duduk di sebelah nya bersama dengan gadis tidak beretika itu, Rong Shu.


Qian Xun mengajak Rong Yan membahas sesuatu untuk menghilang kan udara canggung yang ada di antara mereka.


Sedang kan dia hanya menanggapi sesekali, seperti ya atau tidak.


"Tuan Qian, perang beberapa hari lagi mungkin benar benar tak terelak kan, aku takut ini akan memakan banyak korban. " Kata Rong Yan dengan wajah sedih.


Sangat jarang untuk Rong Yan merasa kan kesedihan, bagi pria tua itu, tidak ada perang yang menguntungkan.


Mungkin menguntungkan bagi beberapa pihak tapi penduduk yang berada di sana, penduduk yang tidak bersalah adalah orang yang paling merasa kan akibat nya.


Rong Yan tahu, Qian Xun dan mendiang Qian Bei telah melakukan yang terbaik untuk menghindari perang antara iblis dan Dewa.


"Aku tahu, tapi aku sadar ini adalah takdir. Tidak ada guna nya melawan takdir. Meski pun kau kuat dan perkasa, itu masih tidak bisa menentang takdir. " Kata Qian Xun dengan helaan nafas lelah.


"Kau benar, kita semua telah berjuang dalam waktu yang lama bahkan aku tidak bisa mengingat dengan benar berapa banyak jumlah rekan kita yang dengan cepat meninggal kan kita. " Kata Rong Yan dengan sedih.


Udara terasa turun beberapa derajat dan semua terasa dingin.


"Tidak terlalu baik untuk terus terusan mengenang hal sedih. Itu akan menjadi pembelajaran baik untuk kita berdua, karena aku yakin sebentar lagi generasi muda akan segera menggantikan kita. " Kata Qian Xun dengan senyum lebar nya sambil memandang diri nya.


"Senior Qian, jika aku di banding kan dengan engkau maka aku masih perlu banyak belajar. " Ucap nya dengan buru buru.


"Zhang Wei, kau sudah lebih dari cukup untuk memerintah perang kali ini. Aku akan mengajari mu dan membantu mu dari belakang. Kau harus tahu tentang ini, kau akan di pilih menjadi ketua. " Kata Qian Xun dengan tatapan tajam yang seolah olah menembus diri nya.


Tidak pernah dia mendapat kan tatapan tegas itu dari Qian Xun, yang di ketahui nya adalah pria tua itu adalah seseorang yang baik hati dan penuh belas kasih.


"Aku akan tegas jika itu menyangkut masa depan rakyat rakyat ku. " Kata Qian Xun sambil terkekeh.


"Senior Qian, kau menakuti aku. " Canda nya ikut terkekeh juga.


"Saudara Qian dan saudara Zhang, aku dan anak ku pamit terlebih dahulu. " Kata Rong Yan undur diri setelah bercanda beberapa waktu.


Rong Shu tampak diam saja selama itu dan segera pamit dan berjalan keluar dengan terburu buru. Seolah olah gadis itu sudah menahan diri sedari tadi untuk keluar.


"Bagai mana menurut mu tentang Rong Yan ?" Tanya Qian Xun dengan senyum tipis pada nya.


"Senior Rong harus lah seseorang yang tegas dan berambisi, jika tidak dia tidak akan mendapat kan posisi nya yang sekarang. " Ucap nya dengan tenang.


"Kau menebak nya dengan benar, dulu dia adalah seorang pemuda yang penuh dengan ambisi untuk menjadi Dewa. Dia bahkan beberapa kali mengambil langkah tercela untuk mendapat kan posisi nya sekarang, tapi perlahan lahan dia menyadari kalau posisi yang di usaha kan nya dengan berbagai cara ternyata hanya lah jabatan yang membosankan. Dia berkali kali mengatakan kalau dia menyesal karena telah mengambil jabatan itu, seandainya dia hidup dengan normal maka dia pasti akan bahagia. Paling tidak itu lah kata kata nya. "Qian Xun tersenyum tipis ketika menceritakan itu.


"Hidup dengan normal ?" Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mengernyit kan dahi ketika mendengar kata kata ini.


"Ya, dia dulu rela meninggal kan istri yang sangat di cintai nya untuk mengejar jabatan nya yang sekarang. Saat itu istri nya sedang mengandung dan dia meninggal kan nya. Istri nya meninggal tidak lama dengan bayi yang berada di kandungan nya karena sakit keras di tinggal kan oleh Rong Yan. Itu adalah pukulan telak untuk nya, sejak saat itu dia berhenti mengejar ambisi nya dan sibuk untuk mengurus anak satu satu nya, Rong Shu. "


"Rong Shu adalah anak satu satu nya dan sejak saat itu dia juga tidak berniat untuk mencari istri baru. Jadi wajar saja jika Rong Shu sering berbuat onar karena dia terlalu di manja oleh Rong Yan, tapi di sisi lain kasihan juga Rong Shu karena tumbuh tidak di dalam kasih sayang ibu, jadi aku harap kau memaafkan sikap nya. " Kata Qian Xun.


"Aku tentu saja tidak mengambil hati sikap nya, hanya saja menurut ku tidak tumbuh dalam kasih sayang ibu juga bukan alasan untuk menindas orang lain. Dia menindas orang lain yang lebih lemah dari nya, jika di biar kan maka berapa banyak orang yang akan menderita karena nya ?" Tanya nya dengan tenang dan tenang.

__ADS_1


"Aku lupa kalau kau juga tumbuh tanpa kasih sayang ibu. Maaf kan aku karena melupakan itu. " Kata Qian Xun dengan sedih.


"Tidak apa apa, lagi pula jika kau tidak mengatakan nya maka aku tidak akan ingat kalau aku tidak tumbuh dalam kasih sayang ibu. Lagi pula ayah ku sudah lebih dari cukup. " Ucap nya dengan tenang dan tanpa emosi yang berlebihan. Sejak dia memutus kan hubungan dengan kedua orang tua asli nya, dia sudah berpikir kalau kedua orang tua nya telah meninggal.


Tidak ada yang perlu di sayang kan lagi, tidak ada yang perlu di kenang atau di sedih kan lagi atas hal itu.


"Zhang Wei, menurut mu apa yang akan di dapat oleh gadis naif itu, Rong Shu ?" Tanya Qian Xun mengalihkan topik pembicaraan.


"Kemungkinan besar dia akan di hukum. Jika di lihat dari ekspresi nya yang ketakutan tadi, aku takut itu tidak akan menjadi hal yang ringan. Mungkin bukan hukuman secara fisik tapi lebih ke arah mental. "


"Jika seseorang yang ceria seperti Rong Shu di kurung untuk melakukan sesuatu yang tidak dia sukai selama beberapa waktu maka dia pasti akan merasa sangat tertekan dengan hukuman yang di berikan. " Ucap nya dengan seringai di bibir nya.


Dan benar saja, di kediaman Dewa Kebahagiaan Rong Shu sedang duduk di hadapan ayah nya dengan kepala yang di tunduk kan dalam dalam.


"Apa kau tahu kesalahan mu ?" Tanya Rong Yan dengan suara dingin.


"Aku tahu ayah. " Kata Rong Shu dengan lesu.


Sudah tidak dapat pujaan hati justru mendapat hukuman dari ayah nya. Ini bagai kan sudah jatuh tertimpa tangga.


"Apa kesalahan mu ?" Tanya Rong Yan pada putri nya sambil menghela nafas.


"Aku sudah berbuat onar di ruang kerja Dewa Agung Qian dan tidak mengenali Dewa Keindahan, Zhang Wei. "Kata Rong Shu dengan senyum pahit.


"Karena kau sudah mengetahui seluruh kesalahan mu maka aku akan memberi mu hukuman yang lebih ringan, kau akan di kurung di perpustakaan selama 3 hari. Belajar lah dan renung kan kesalahan mu agar kau tidak mengulangi nya lagi !" Kata Rong Yan.


"Baik ayah, aku berjanji akan belajar dari kesalahan ku dan tidak akan mengulangi nya lagi. " Kata Rong Shu dengan patuh dan berdiri setelah memberi kan hormat pada ayah nya.


"Jangan pernah terlalu dekat dengan 4 orang pilihan meski pun wajah mereka seindah malaikat, tapi mereka semua adalah pembunuh yang kejam. Terutama, Dewi Kematian. "


"Dewi Kematian ?" Tanya Rong Shu bingung dan langsung membalik kan tubuh.


"Dewi Kematian memiliki wajah indah bagai kan lukisan, memiliki temperamen yang terlihat anggun dan lemah lembut. Tapi nyata nya, dia adalah yang paling kejam di banding kan 4 orang pilihan yang lain. Dia sudah memusnahkan banyak keluarga sampai ke akar akar nya. " Kata Rong Yan memperingati.


"Baik ayah, aku akan mengingat kata kata mu dengan baik. " Kata Rong Shu dengan patuh.


Rong Shu pergi menuju perpustakaan tanpa memberikan perlawanan.


keesokan hari nya


Zhang Wei yang sedang berada di ruang pertemuan dan duduk di tengah tengah. Semua Dewa Dewi tertinggi perlahan lahan mulai masuk, di sebelah nya adalah Qian Xun yang memegang tangan nya.


Dia merasa sedikit gugup, lalu kegugupan itu hilang sepenuh nya ketika melihat dua orang yang sangat di tunggu oleh nya.


Itu adalah Qing Yu dan Xi Rong, mereka tampak memberikan senyum tipis pada nya. Dia merasa sedikit kecewa ketika mengetahui kalau tempat duduk kedua wanita itu cukup jauh dari nya.


Lalu tidak lama di susul oleh Feng Taoran dan Xue Fenghuang yang di temani oleh Yuanzheng Yuwen dan Lan Tianjin.


"Baik lah karena semua nya sudah hadir. Aku akan memulai rapat kali ini. " Kata Qian Xun dengan tenang.


"Mulai saat ini, Zhang Wei adalah ketua aliansi untuk perang kali ini ! Kalian semua harus mengikuti perintah yang di beri kan oleh nya ! " Kata Qian Xun.


"Hormat kepada Ketua Aliansi yang baru !" Kata mereka langsung berlutut sebelum kembali berdiri dengan perintah nya.

__ADS_1


"Mari kita bahas tentang perang yang akan di laksanakan sebentar lagi. " Ucap nya dengan berwibawa.


"Kemungkinan besar mereka akan menyerang di Utara karena pertahanan di sana yang paling rentan, aku akan melakukan sesuatu. Feng Taoran, kau memiliki kemampuan memanah yang baik. Akan lebih baik mengendalikan pintu bagian utara dengan taktik kota kosong. Sembunyi di balik tumpukan es dan kepung mereka semua. " Kata nya.


"Xue Fenghuang, kau memiliki kemampuan cambuk yang hebat yang arti nya jika berhadapan langsung kemampuan mu sangat baik, akan ada baik nya jika kau menjaga pintu Selatan. Xi Rong, kau memiliki kemampuan elemen bumi yang sangat baik dan ada baik nya jika kau memimpin bagian Pintu Barat yang merupakan tempat hutan rimbun, sedang kan aku akan menjaga pintu gerbang utama. " Kata nya dengan wajah serius.


"Kami mengerti !" Kata ketiga orang yang di sebut nya dengan serempak.


"Feng Taoran kau gunakan taktik kota kosong, sedang kan kau Xue Fenghuang, gunakan Perdaya langit untuk melewati samudera. Xi Rong , siap siap untuk menggunakan taktik Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao. " Ucap nya dengan tatapan tegas.


( Taktik Kota Kosong adalah membuat penjagaan tampak lemah dan langsung menyerbu ketika musuh telah memasuki jebakan. Perdaya Langit untuk melewati samudera adalah bertindak di tempat terbuka dengan aktivitas biasa yang membuat musuh menjadi menurunkan kewaspadaan, Kepung Wei untuk Menyelamatkan Zhao adalah taktik yang di gunakan untuk melawan musuh kuat, menggunakan sandera untuk menahan musuh. )


Dia pun kembali membahas berbagai taktik yang sudah di rencanakan sedemikian rupa, para Dewa Dewi juga setuju bahkan terkagum kagum dengan pemikiran nya.


Dia sendiri merasa sedikit gugup karena perang akan berlangsung dalam waktu 3 hari lagi, waktu semakin cepat berlalu.


Zhang Wei yang sedang berjalan keluar di temani oleh Qian Xun bertemu dengan penjaga yang di tugas kan nya untuk mencabut sumber daya yang berada di lapangan.


"Tuan ini adalah semua yang anda minta. " Kata penjaga itu.


"Baik terima kasih. " Ucap nya.


"Sama sama tuan muda, aku akan segera undur diri. " Kata penjaga itu menunduk sebelum menghilang dari pandangan nya.


"Apa yang kau minta ?" Tanya Qian Xun dengan penasaran.


"Hanya beberapa rumput liar di halaman istana yang akan berguna banyak untuk orang orang. " Ucap nya sambil melempar cincin ruang itu ke udara dan dalam sekejap menghilang.


Itu sudah di bagi menjadi dua, satu untuk yang berada di dimensi Furong dan yang satu lagi untuk yang berada di dalam dimensi Keabadian.


"Senior Qian, sekarang para iblis pasti menyerang bagian utara. Sayang nya bagian utara adalah yang paling kuat sekarang dan pintu utama yang melemah. Aku yakin itu akan baik baik saja selama pihak lain tidak mengetahui nya. " Ucap nya dengan suara yang cukup 'besar'


Dia melirik ke arah belakang nya di mana penjaga yang di suruh oleh nya segera pergi setelah mendengar kata kata nya.


"Apa kau melakukan itu dengan sengaja?" Tanya Qian Xun.


Senyum miring terbentuk di wajah nya, dia akan menyelesaikan sendiri di pintu utama. Kali ini dia benar benar akan bersenang senang.


"Senior Qian, aku pamit terlebih dahulu. " Ucap nya dengan sopan dan langsung menghilang.


Dia masuk ke dalam kamar nya dan ber kultivasi dengan tenang di dalam dimensi Keabadian.


Di sisi lain, Di istana pasa Iblis orang yang merupakan penjaga gerbang istana Dewa tadi langsung berlari ke dalam istana iblis.


"Apa kau membawa informasi penting tentang perang ?" Tanya Xu Rong yang sedang menyesap anggur nya.


"Ya tuan ! Mereka memiliki pertahanan yang lemah di pintu utama dan memperkuat pintu bagian utara. " Kata orang itu dengan semangat.


"Bagus, itu sangat bagus. Kita akan mengubah rencana nya, terima kasih atas kerja sama mu tapi kau sudah tak di butuh kan lagi. " Cahaya biru dengan cepat melintas dan memotong leher penjaga itu.


Penjaga itu mati dengan wajah terkejut dan ingin protes, Xu Rong yang melihat itu hanya tertawa dingin karena kenaifan penjaga itu.


"Qian Xun, kali ini aku akan benar benar menangkap ekor mu. Kau memang kuat dan cerdas tapi dari dulu kau terlalu percaya dengan orang orang mu sampai sampai tidak sadar jika aku memasang mata mata. Bahkan jika kau sadar, kau masih tidak akan mempercayai nya bukan ? Kau memang bodoh, sama seperti adik mu. " Kata Xu Rong dengan wajah kejam milik nya.

__ADS_1


__ADS_2