
"Apa kau baik baik saja tuan ?" tanya Zhang Li.
"Aku... baik baik saja. Terima kasih atas bantuan mu, senior. " Ucap nya dengan penuh hormat.
' Belum saat nya untuk menunjuk kan diri yang sebenar nya. ' Pikir nya.
Zhang Wei menggenggam pedang nya dengan sangat erat. Aura membunuh yang tebal keluar dari tubuh nya.
"Pasukan yang kalian tunggu tidak akan datang, ehmm sekitar 3.000 orang kan ?" Pancing nya.
"Kau !! Bagai mana kau bisa tahu ?!" Teriak Qiu Yin dengan waspada.
"Karena.... Aku sudah membunuh mereka semua. Bisa di pastikan tidak ada yang hidup, jadi kalau kalian menunggu mereka maka sudah pasti yang datang bukan dalam bentuk manusia melainkan roh. " Ejek nya.
Zhang Li dan Bing Yan terkejut soal pasukan bantuan, tapi segera menghela nafas lega saat mendengar nya sudah menyelesaikan nya.
"Tunggu apa lagi, ayo !"kata Bing Yan dengan niat bertarung yang kuat.
Bing Yan melawan Jing Long dan Qiu Yin, sedang kan ibu nya melawan Ma Xiu dengan si tua Yu Mian. Wang Liu sendiri masih ragu ragu untuk menyerang.
Kultivasi Wang Liu sangat rendah karena keluarga Wang di kenal sebagai keluarga yang memproduksi obat bukan bela diri.
"Woah, bukan kah ini si pengkhianat yang memilih untuk memihak musuh nya ? Padahal, aku dengar, keluarga Wang hidup dengan bantuan keluarga Zhang. Aku ingin melihat bagaiman reaksi leluhur mu saat melihat mu di neraka. " Ejek nya pada Wang Liu.
Wajah Wang Liu memerah dan langsung menyerang nya, dia tersenyum senang.
"Aku mungkin memang tidak bisa mengalah kan si tua itu, tapi untuk mengalah kan mu ? Aku bisa membunuh 100 orang seperti mu. " Ucap nya.
"Pedang Angin Barat : Tahap 5 !" Raung nya, sebelum ada badai pasir kecil yang menghantam wajah Wang Liu.
Wang Liu terlihat segera memakan obat untuk memulihkan luka nya.
"Aku ingin melihat, siapa yang lebih kuat ? Racun ku atau obat penawar mu. " Ucap nya sebelum menggunakan racun nya.
Wang Liu langsung menahan nafas dan memakan pil lain nya, dia tersenyum dan tanpa di sadari oleh Wang Liu, ia sudah melepas kan 1 ulat ajaib nya.
"Semakin banyak bergerak semakin buruk, keadaan mu sudah memburuk di lihat dari bibir mu yang agak pucat, ah atau mungkin kau memiliki luka dalam !" Ucap nya yang membuat Wang Liu melotot.
"Racun yang ku berikan sudah menuju jantung mu, bahkan jika kau menggunakan berbagai macam pil, itu masih tidak berpengaruh. "Dia duduk di tanah dan melihat kalau Wang Liu terduduk sambil memegang dada nya.
"Jing Long, kau beruntung ibu ku yang melawan nya tadi, jika tidak kondisi nya akan jauh lebih parah dari Si bodoh Wang Liu ini. " Desis nya tidak senang, jika tadi melawan Jing Long maka, bukan hanya 1 cacing yang di lepas kan nya, melainkan 11 cacing.
"Wang Liu, selamat bersenang senang dengan racun yang ku berikan. " Teriak nya sebelum membantu para tetua dari keluarga Zhang dan Bing.
"Para tetua, biar aku bantu kalian !" Teriak nya.
"Kalian semua mundur dulu, aku ingin melakukan sesuatu. "Teriak nya.
Tetua dari keluarga Zhang dan Bing langsung mundur karena sudah melihat kemampuan nya saat bertarung dengan Wang Liu.
"Pedang Angin Barat :Tahap 6 !" Raung nya dan kali ini bukan badai pasir kecil melainkan badai pasir besar yang menghantam musuh.
Penglihatan musuh menjadi kurang baik bahkan ada yang berguling guling kesakitan saat di hantam pasir.
"Tetua, sekarang !"Teriak nya.
__ADS_1
Tetua keluarga Zhang dan Bing langsung maju lagi dan mengambil kesempatan dari kondisi musuh yang kurang baik.
"Tetua, aku akan membantu para murid yang sedang bertarung di sana. " Pamit nya.
"Baik, terima kasih banyak atas bantuan mu. Jika bukan karena bantuan mu maka, kami tetua juga akan banyak memakan korban. " Kata kakek kakek di dekat nya.
Zhang Wei hanya tersenyum dan mengangguk, dia langsung pergi ke arah murid yang sedang bertarung.
Keadaan mereka sangat ramai dan tidak memungkinkan nya untuk menggunakan pedang.
Dia duduk di bawah pohon dan mengeluar kan kecapi dari dalam cincin ruang nya, ini adalah kecapi yang di berikan oleh Kakek Qian saat ulang tahun nya.
Dia memetik kecapi dengan pelan hingga menjadi penyemangat bagi murid murid yang sedang bertarung, berbeda dengan pihak musuh yang mendengar lagu yang menyedih kan.
Tidak sedikit pihak musuh yang menangis di antar murid murid, karena para tetua dan ketua tidak akan terpengaruh dengan musik nya, mental mereka terlalu kuat.
Dalam sekejap, pihak keluarga Zhang dan Bing dalam pertarungan antara murid berada di atas angin berkat bantuan nya.
Dia menyimpan kecapi nya saat melihat ada seseorang yang tak di undang telah datang. Zhang Wei langsung melesat ke tempat para tetua bertarung, di belakang nya, ada seseorang wanita yang menggunakan cadar merah.
"Ketua Qiu ke 2 ! Qiu Ling ! " Teriak Para tetua.
" Kau mengejar ku kan ? Ayo bertarung di sini !" Pancing nya.
"Baik, tidak masalah. " kata Qiu Ling dengan anggi sebelum mengeluar kan cambuk nya.
Dia tidak bisa menggunakan racun nya pada Qiu Ling karena menurut penglihatan nya, Qiu Ling memiliki tubuh yang kenal dengan racun juga.
"Kau memiliki tubuh khusus. " Ucap nya dengan suara rendah.
"Ha ha ha, mungkin. " Jawab nya.
Dia langsung menyerang dengan teratur, Ilmu kaki Serigala angin sangat membantu nya untuk melawan Cambuk Qiu Ling.
"Naga Menghancur kan Bumi ! "
"Pedang Angin Barat :Tahap 5 !" Raung nya, ia menghindar bagaikan monyet Yang meloncat dari satu pohon ke pohon yang lain nya.
Mereka terus bertarung hingga akhir nya,
Crekk
Cambuk Qiu Ling mengenai topeng nya dan pedang nya membelah cadar Qiu Ling.
Wajah mereka berdua terlihat membuat nya tertawa begitu lantang.
"Kau masih muda ?!" Teriak Qiu Ling dengan terkejut.
"Ya, 18 tahun hampir 19. Kenapa kau terkejut ?" tanya nya.
Di sisi lain, Zhang Li yang mendengar itu menjadi terkejut dan ingat kalau. umur putra nya juga akan 19 dalam waktu 1 bulan lebih.
"Kau adalah pemuda yang berbakat, jika di bawa ke Kekaisaran maka mungkin akan di jadikan jenderal. Kenapa memilih untuk membahayakan nyawa mu di sini untuk membantu keluarga Zhang ? Menyerah lah dan ikut lah dengan kami. " kata Qiu Ling.
"Menurut mu, apakah aku akan hidup jika keluarga Zhang musnah ? Ingat baik baik nama ku adalah ZHANG WEI !" Teriak nya di depan muka Qiu Ling.
__ADS_1
Zhang Li langsung mundur dan menuju tempat Zhang Wei. Dia melepas kan jubah hitam yang membuat nya kepanasan sedari tadi.
"Kau, Zhang Wei. " Ibu nya mengelus pipi nya.
"Ya, nanti saja baru membahas hal ini. Aku ingin menyelesaikan sampah sampah yang telah menganggu keluarga ku ini. " Ucap nya dengan dingin.
"Mari kita lanjut kan pertandingan tadi. " Ucap nya dengan datar pada Qiu Ling.
"Wajah mu sangat tampan, dengan wajah mu ini kau akan mendapat kan posisi yang baik di dalam Kekaisaran apa kau tidak akan menyesal ?" Tawar Qiu Ling.
"Aku bukan pasar yang bisa tawar menawar , keputusan ku sudah bulat. Lagi pula menjadi jenderal bukan lah impian ku apa lagi hanya di dimensi tingkat tinggi seperti ini, tujuan ku adalah Dimensi Agung. " Ucap nya dengan angkuh.
"Kau ! Di beri muka malah menginjak ! Kau berani berani nya, lihat lah kau akan menyesal !" Teriak Qiu Ling marah dan menyerang nya.
"Memang nya siapa yang bilang kalau aku membutuh kan muka dari mu ? Memang nya muka ku hilang kemana ? Dasar bodoh. " Ejek nya yang membuat Qiu Ling murka.
"Kenapa kau tidak terima di ejek bodoh ?" Tanya nya lagi.
"Kau ! Terima ini !" Serang Qiu Ling yang dengan mudah ia hindari.
Tubuh nya bungkuk ke belakang posisi terbalik dan tepat di atas nya ada serangan pedang yang di beri kan oleh Qiu Ling.
Serangan yang di berikan Qiu Ling meleset dan mengenai Wang Liu yang sedang sekarat hingga mati.
Ia hanya tertawa pelan melihat nasib Wang Liu yang tidak baik.
"Tidak tahu terima kasih. " Gumam nya.
Keluarga Wang hidup di bawah lindungan Keluarga Zhang agar bisa membuat obat dengan tenang tanpa di intimidasi oleh orang lain.
Keluarga Zhang selalu membantu setiap kali keluarga Wang kesulitan dan sekarang saat keluarga Zhang sedang kesulitan, bukan nya membantu malah menjadi pengkhianat.
"Kau hanya menghindar dari tadi, mau sampai kapan kau begitu ?" tanya Qiu Ling.
"Kau benar, kalau begitu aku akan mulai menyerang. " Ucap nya, ia mengaktifkan garis darah nya.
Ini hanya bertahan setengah sampai 1 jam , lebih dari itu akan memakan umur nya.
"Pukulan Bintang Hitam : Tahap 4 !" Dia maju dan menendang dada Qiu Ling sebelum menggores lengan wanita itu.
Saat ini kekuatan nya menjadi dua kali lipat.
"Kau !! Bagai mana kau bisa menjadi sangat kuat ?! "
"Itu lah sudah ku bilang, Jing Long itu beruntung, ibu ku langsung mengambil alih, jika tidak maka sudah dari tadi ia terguling di tanah tanpa nyawa. " Kata nya dengan suara keras.
Luka terbuka dari tangan Qiu Ling mengalir kan darah dengan deras.
"Di dalam nya ada racun mematikan yang pernah ku buat, aku tidak tahu kau bisa menahan nya atau tidak. " Ucap nya tanpa peduli.
Saat menghindari serangan serangan dari Qiu Ling, ia mencium bau obat. Itu arti nya, bukan Qiu Ling yang memiliki tubuh Kebal racun.
Melainkan menggunakan obat terlarang untuk melawan nya.
"Kau menggunakan obat terlarang untuk menahan racun, kau tidak tahu kalau obat itu hanya bertahan selama 1 jam. Kau kira untuk apa aku terus menerus menghindari serangan mu ?" tanya nya yang membuat wajah Qiu Ling pucat pasi.
__ADS_1
Bonus like : 1 / 2