PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
166. Sadar


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian lakukan ?" tanya Zhang Wei yang baru bangun dari tidur nya dengan lemah.


Kedua orang tua itu segera menatap Zhang Wei dan melepas kan cengkraman satu sama lain.


"Kami tidak melakukan apa pun. " kata Han Long.


"Apa kau sudah merasa lebih baik ?" tanya Qian Bei.


"Hm, tubuh ku menjadi jauh lebih baik. Hanya saja aku menjadi terbangun saat mendengar suara yang kalian timbul kan. " kata nya.


"He he maaf kan kami, aku yang merawat mu sehingga sekarang kau sembuh lebih cepat. " kata Han Long dengan bangga.


"Apa nya yang karena mu ?! Itu semua karena daya tahan tubuh nya yang baik !" Teriak Qian Bei tidak terima.


"Bilang saja kau iri dengan kemampuan spesial ku!"balas Han Long.


"Iri iri, kepala mu ! Iri sudah mati !" Umpat Qian Bei dengan kesal.


Sebenar nya kedua orang ini tidak salah, memang benar berkat bantuan Han Long tubuh Zhang Wei menjadi lebih baik.


Lalu Qian Bei juga tidak salah karena ini semua juga di dukung oleh daya tahan tubuh nya yang baik.


"Hentikan ! Apa yang kalian lakukan ?! Kalian akan menghancurkan bangunan ini jika terus bertengkar !" Bentak nya.


Dia sungguh merasa pusing dengan keributan yang di buat oleh kedua orang ini, mereka ini sudah hidup lebih dari 1 juta tahun.


Tapi kelakuan mereka bahkan lebih kekanakan dan aneh di banding kan dengan anak umur 5 tahun.


Kedua orang yang mendengar bentakan nya langsung diam dan menatap nya dengan tajam yang ia balas dengan tatap tajam juga.


"Apa kalian lihat lihat ?! " kata nya dengan dingin.


"Dasar anak kecil kurang ajar ! " kata Han Long.


"Lebih baik anak kecil dari pada seperti mu sudah sangat tua bahkan aku tidak tahan dengan aura kematian yang terus terusan mengejar mu. "balas nya lagi.


"Kau juga ! Kata mu kau adalah Dewa yang Agung tapi kerjaan nya bertengkar seperti ini, bukan kah ini memalukan ?" tanya nya pada Qian Bei.


"Memang nya kenapa ? Kenapa kalau memalukan ? Memang nya kau siapa ? Kau tidak berhak mengatur ku. " balas Qian Bei dengan ketus.

__ADS_1


"Aku jadi meragukan identitas mu, apa jiwa mu tertukar ?" tanya nya sambil melempar kan sepatu ke arah Qian Bei.


"Dasar kurang ajar ! Sini kau anak nakal !" teriak Qian Bei marah.


Dia segera berdiri dan berlari, ia langsung melompat lewat jendela dan berlari ke tengah kerumunan.


Saat sudah jauh baru lah ia menghela nafas lega, dia menatap ke arah tanduk Envy yang masih ada di saku celana nya.


' Tanduk ini memiliki ketahanan yang baik, aku ingin menempa nya menjadi kan sebagai anak panah atau pisau pisau kecil. Atau bisa juga menjadi kan nya perisai yang kokoh. ' Kata nya dalam hati.


Dia berjalan lagi menuju hutan dan bertemu dengan sebuah gua yang cukup luas.


"Ini cukup baik, aku akan membuat nya sebagai tempat persembunyian. Aku ingin mencari keributan di luar sana. " Gumam nya sebelum membuat sebuah segel dan tanda kepemilikan di gua tersebut.


Tanda itu seperti gabungan antara huruf Z dan W di tambah dengan lingkaran.


"Nah dengan begini aku bisa mencari keributan, aku yakin dengan menarik perhatian beberapa wanita dari sekte sekte besar cukup untuk membuat keributan besar. Dengan begitu mereka akan melupakan untuk sejenak tentang perang darah. " kata nya dengan ide cemerlang.


Di dimensi ini hanya ada 12 ahli Qi surgawi. Dan yang memiliki kekuatan tingkat 3 Qi Surgawi hanya lah Sekte Qilin Api.


Mereka memiliki 2 Ahli Qi Surgawi lain nya, ini adalah salah satu penyebab kenapa meski sekte lain menekan nya mereka masih sanggup bertahan hingga sekarang.


Dia menggunakan baju hijau di temani oleh sebuah seruling.


(Bisa di lihat di instagram author, @Kc.pjn_writter , di sana sudah di kasih gambaran yang sesuai menurut author tapi kalau kalian memiliki gambaran masing masing maka tidak masalah. Terima kasih)


Dia berjalan keluar dari hutan dan saat ia melewati pasar, hampir seluruh perhatian di tujukan ke arah nya.


Ia pernah mendengar sebuah hal dari Qian Bei, kata Qian Bei karena kebiasaan nya yang suka memainkan seruling.


Maka ia bisa menggunakan seruling untuk menyerang dengan memasukkan Qi ke dalam alunan lagu nya.


Karena ia belum pernah mencoba nya jadi ia akan mencoba nya kali ini, Ia berniat membuat semua orang menjadi tertarik dengan nya.


Dia mulai menempel kan bibir nya di seruling bambu nya dan meniup nya dengan perlahan.


Alunan alunan indah mulai terdengar saat ia meniup seruling bambu nya, orang orang yang sebelum nya telah memperhatikan nya menjadi memejam kan mata.


Tampak sangat menikmati alunan musik nya yang indah, beberapa wanita muda memiliki wajah yang telah memerah dengan senyum bahagia.

__ADS_1


Ia sengaja menampilkan kultivasi nya , tapi bukan kultivasi yang asli melainkan hanya lah samaran. Ia membuat kultivasi nya hanya berada di tingkat 7 ranah langit.


Semua nya menikmati suara seruling nya hingga terdengar suara kaki kuda yang sangat kencang, suara itu berasal dari belakang mereka semua.


Ia berhenti memain kan seruling nya dan banyak sekali orang yang kecewa karena permainan seruling nya di henti kan.


"Minggir ! Beri jalan untuk Tuan Muda !!" Seseorang dengan kuda berteriak.


Para pedagang yang sebelum nya tampak senang segera mendorong barang dagangan mereka ke samping dengan ketakutan.


Seorang anak kecil juga menarik tangan nya supaya pindah ke pinggir.


"Kakak, kau sebaik nya segera ke pinggir jika mendapat peringatan begitu. Karena beberapa orang yang melawan akan di injak oleh kuda dan mati di tempat. Ngomong ngomong permainan seruling kakak sangat lah indah. " kata anak laku laki itu dengan wajah serius.


"Iya, terima kasih karena sudah menarik ku ke samping. Kalau tidak mungkin saja aku sudah di injak oleh kuda kuda itu hingga mati. " kata nya sambil menunjuk kuda kuda yang berlarian dengan kencang.


Dia mengingat dengan jelas wajah pria yang di sebut Tuan Muda dan berniat untuk mencari masalah dengan pria itu.


Berani menyuruh nya untuk berjalan di pinggir adalah bentuk penghinaan besar bagi nya, padahal jalan sangat lah luas sehingga seharus nya mereka bisa lewat tanpa mengusir orang lain.


Buah buahan dan sayur sayuran yang berjatuhan sengaja di injak hingga hancur yang membuat beberapa pedagang menangis.


"Dia berani menyinggung ku untuk menunjuk kan dominasi nya maka aku harus menyinggung nya balik untuk menunjuk kan dominasi ku. " gumam nya dengan pelan.


"Apa yang kakak katakan ? Aku tidak mendengar nya. " kata anak laki laki itu.


"Ah tidak, kakak penasaran dengan siapa yang di sebut Tuan Muda itu ? Kakak baru pertama kali pergi ke sini hingga sedikit bingung. " kata nya dengan lembut.


"Oh itu Tuan Muda An Hao, Tuan muda dari Sekte Awan Ungu. Dia selalu seperti itu terhadap orang yang lebih lemah dari nya, karena Sekte Awan Ungu berada di peringkat 5 di antara 10 sekte terbesar. Ia juga suka bermain wanita dan juga menindas orang lain, jika aku besar aku ingin memusnah kan nya. " kata anak itu sambil mengepal kan tangan dan tekad di mata nya.


"Oh? apa yang membuat mu begitu membenci nya ?" tanya nya dengan penasaran.


"Salah satu korban yang di injak nya dengan kuda adalah ayah ku, ibu ku di jual nya ke rumah bordil. Saat itu ayah ku tidak terima karena dagangan nya di injak seluruh nya, sehingga ia menghalangi jalan si An Hao itu, tapi ternyata ia tidak berhenti dan membiar kan ayah ku di injak hingga mati. " kata anak itu dengan wajah yang memerah.


Dendam tampak nya membuat anak itu memiliki tekad yang sangat kuat.


bonus : 1 / 2


Author akan mengambil waktu istirahat dari tanggal 31 s/d 4 tanggal 5 akan kembali up seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2