
"Aish, sempat sempat nya kau bermain main. Cepat lah pergi, aku takut terjadi sesuatu pada Dewi Patience. " kata nya dengan khawatir.
"Tidak perlu khawatir, meski pun patience selalu berakting sebagai orang lemah. Ia merupakan salah satu yang terkuat di antara 7 Dewa besar. "kata Qian Bei.
"Jadi selama ini hanya palsu ? Huh, aku sudah salah kira. Aku takut setengah mati dengan keadaan nya tapi ternyata... " Ia tidak melanjut kan pembicaraan dan menghela nafas lega.
"Kau saja bisa lepas dari 3 iblis itu, apa lagi Patience. Aku yakin Envy akan memilih kabur, tapi ada kemungkinan kalau Zhang Wei akan bertemu dengan nya. " kata Qian Bei.
"Kalau begitu, Zhang Wei kemungkinan besar akan dalam masalah. " kata nya dengan panik.
"Tidak menjadi masalah, anak itu bahkan jauh lebih licik lagi. Lagi pula ia sudah pernah bertemu dengan Envy, jadi aku yakin dengan nya. " kata Qian Bei tanpa beban.
Di sisi lain, Zhang Wei yang menggunakan tudung sehingga orang orang tidak dapat melihat wajah nya.
Ia meloncat dari 1 pohon ke 1 pohon yang lain dan duduk di sebuah kedai, di hadapan nya sudah ada pria tua yang tampak sangat biasa saja.
"Apa kau adalah mencari ku ?" tanya pria tua itu.
"Hm, beri kan aku informasi penting di ibu kota dan informasi yang lebih mendalam tentang Sekte Harimau Petir. " kata nya dengan dingin, ia membuat suara nya tampak menjadi lebih berat.
"Baik, aku menyanggupi permintaan mu tapi ada harga nya. " kata Pria Tua itu sambil memutar mutar cangkir arak nya.
"Baik, harga tidak masalah. Tinggal kau sebut kan saja harga nya. "
"10 kristal roh tingkat rendah. " ia tidak banyak bicara dan mengeluar kan 10 kristal roh dari cincin ruang nya.
"Ini adalah gulungan gulungan informasi yang kau ingin kan. Aku akan pergi dulu, kau bisa mencari ku untuk informasi yang lain. " kata pria tua itu menghabis kan arak yang ada di cangkir nya dan pergi keluar kedai.
Dia membuka satu persatu gulungan yang di beri kan oleh pria tua itu. Informasi informasi tentang Sekte Harimau Petir pun di jelas kan.
Mulai dari pendiri nya, kapan itu di dirikan, seberapa luas tanah mereka. Kendala yang sedang mereka hadapi.
Ia tersenyum senang melihat kendala yang di miliki oleh Sekte Harimau Petir hampir di miliki oleh sekte sekte yang lain juga.
Itu tidak lain adalah banyak nya murid sekte yang mati atau cacat karena gagal menghadapi ujian petir.
' Ini adalah kesempatan ku, jika biasa nya kemungkinan selamat adalah 30 persen dan dengan bantuan pil ku menjadi bertambah 20 persen, yang arti nya adalah menjadi 50 persen . ' kata nya dalam hati dengan senang sekali.
__ADS_1
Ini adalah waktu yang tepat untuk menemui Kuo Li Ming, Kepala Sekte Harimau Petir. Hari ini di katakan kalau Kuo Li Ming berniat untuk pergi ke gunung di belakang sekte nya.
Entah untuk apa, sehingga ia harus pergi ke sana terlebih dahulu. Di katakan juga kalau Kuo Li Ming ini berada di tingkat 1 Qi Surgawi.
"Aku hanya berharap kalau keberuntungan ku saat ini berada di tingkat maksimal. " gumam nya.
Dia menghilang dari hadapan semua orang dan meloncat dari satu pohon hingga ke pohon yang lain nya.
Perang Darah ini memperebutkan sebuah daerah yang di katakan menyimpan peninggalan seorang Dewa.
Jadi daerah yang awal nya adalah milik Sekte Qilin Api, menjadi perebutan semua orang. Awal nya yang menentang Sekte Qilin Api hanya lah Sekte Pedang Surgawi.
Tapi Sekte Pedang Surgawi memaksa Sekte Qilin Api hingga ke pojok, sebenar nya sekte lain tidak ingin membantu.
Karena mereka tahu, jika Sekte Pedang Surgawi berhasil mendapat kan lahan tersebut maka mereka tidak akan mendapat kan bagian sedikit pun.
Tapi karena Sekte Pedang Surgawi menekan mereka, akhir nya mereka memilih untuk membantu Sekte Qilin Api dengan iming iming beberapa pil yang berharga.
Dia duduk dan memantau semua orang yang berlalu lalang di kaki gunung, dia masih mengingat bagai mana bentuk wajah milik Kuo Li Ming.
Hal itu terjadi karena Kuo Li Ming tidak memiliki pilihan lain, belakangan ini sumber daya berupa pil pil, menjadi sangat langka.
Karena di dominasi oleh Sekte Pedang Surgawi, di Sekte Pedang Surgawi juga terdapat banyak sekali Grandmaster Alkemis.
Setidak nya itu lah yang ia ketahui dari gulungan informasi yang di beri kan oleh pria tua itu.
Ia duduk di atas pohon dan ber kultivasi, ia merasa kan akan menerobos ke tingkat 2 kemurkaan Langit.
Waktu berjalan dengan cepat hingga akhir nya ia menerobos, ia membuka mata nya dan menatap ke arah pria tua yang ia cari.
Itu tidak lain adalah Kuo Li Ming, meski pun tidak terlalu tua tapi setidak nya ia menebak kalau Kuo Li Ming sudah hidup 431 tahun atau sekitar angka angka itu.
Ia melihat Kuo Li Ming baru saja berniat pergi, ia menyembunyikan kultivasi nya dan meloncat di hadapan Kuo Li Ming.
Kuo Li Ming tampak terkejut kehadiran nya, Kuo Li Ming tampak waspada dengan kehadiran nya yang tiba tiba.
"Siapa kau ?!" Tanya Kuo Li Ming sambil mengeluar kan pedang nya.
__ADS_1
"Ha ha ha, seorang anak ketika seperti mu ingin menyakiti ku ? Jika bukan karena tugas ku maka sudah dapat di pasti kan kau tidak dapat melihat langit lagi esok hari. " kata nya dengan dingin.
"Apa maksud mu ?!" Kata Kuo Li Ming berjalan mundur perlahan lahan.
"Aku tidak ingin menyakiti mu, aku bertugas untuk menghentikan perang darah yang terjadi di dimensi ini oleh tuan ku. Aku ingin kau mencabut diri dari perang ini, tentu saja tidak gratis. " kata nya dengan dingin dan kokoh.
Pertahanan Kuo Li Ming tampak melemah tapi masih menatap nya dengan tidak percaya.
"Kau tidak percaya dengan ku ? Kalau begitu aku akan pergi dan mengajak orang lain untuk bekerja sama. " kata nya bersiap pergi, Kuo Li Ming terlihat sedang mengalami perang batin.
"Tunggu senior ! Baik lah, ayo kita bicara. Jika aku puas dengan yang kau tawar kan maka aku akan mencabut diri dari perang ini. " kata Kuo Li Ming.
"Baik, apa kau ingin membahas nya di sini ? Atau di tempat lain yang lebih nyaman ?" tanya nya, dia dengan susah payah menahan kegugupan yang ada di dalam hati nya.
"Silakan ikut ke sekte ku senior, aku akan menjamu mu sekalian membahas ini. " kata Kuo Li Ming.
"Tidak perlu menjamu ku, karena waktu ku tidak terlalu banyak. Jadi langsung saja. " kata nya.
"Baik." Kuo Li Ming pun terbang dan ia mengikuti nya.
Menurut nya yang membuat Kuo Li Ming menjadi luluh adalah aura kematian yang tampak jelas di mata seorang ahli seperti nya.
Aura kematian nya saat ini bahkan melebihi aura kematian yang di miliki oleh Kuo Li Ming. Hal ini lah yang membuat Kuo Li Ming mengambil keputusan ini.
Mereka sampai di sebuah bangunan yang megah, ia di suruh duduk di kursi panjang terbuat dari kayu.
"Aku ingin menawar kan ini sebagai imbalan kau ingin menarik diri dari perang. " kata nya mengeluarkan 5 botol pil.
1 botol berisi 20 Pil Kemurkaan Dunia, 3 botol berisi masing masing 50 Pil Rubah Laut, 1 botol sebuah obat penangkal racun yang dia buat untuk Wang Xi Rong hari itu, 30 pil.
"Bagai mana menurut mu ? Ini berisi 20 pil yang dapat membuat kenaikan ke kemurkaan dunia menjadi 50 persen. " kata nya dengan tenang.
"Jangan coba coba untuk berpikiran jahat terhadap Yang Mulia ini atau aku akan mematah kan leher mu." Gertak nya.
"Jika kau berani berbuat begitu maka jangan harap kau dan sekte mu dapat hidup dengan tenang. Jadi bagai mana ? Apa kau tertarik ? Jika tidak aku bisa mencari sekte lain. " kata nya dengan dingin sambil mengeluar kan aura kematian yang selama ini ia kumpul kan.
Kuo Li Ming tampak agak gugup menghadapi aura kematian yang ia miliki, ini kebanyakan berasal dari Kuil Api Surgawi dan Ning Yang.
__ADS_1