
Zhang Wei melangkah kan kaki nya menuju kedai yang bernama Kedai Keindahan. Dia melihat kertas yang di tempel di depan pintu Kedai Keindahan.
Peraturan:
1.Jika ingin duduk di tempat gratis, maka bisa duduk di lantai 1 dan lantai 2 kedai.
Jika ingin tempat yang lebih sepi , bisa naik ke lantai 3 , tapi harus membayar 1 Kristal Roh tingkat tinggi.
Jika ingin tempat yang tenang dan pemandangan yang indah, bisa naik ke lantai 4 dengan bayaran 3 kristal roh tingkat tinggi setiap orang
Lantai 5 hanya orang khusus yang di undang oleh tetua Kedai Keindahan.
Dia mengangguk ngangguk kan kepala nya tanda mengerti. Dia memilih untuk duduk di lantai 4 , karena dia tidak terlalu menyukai keramaian.
Zhang Wei melangkah kan kaki nya sampai ke lantai 1 , di pintu masuk ada pria bertubuh kekar yang menanyai setiap orang.
Antrian yang cukup panjang untuk memasuki sebuah kedai makan, dari seluruh orang yang ada di depan nya , tidak ada yang mengeluarkan uang sedikit pun. Hingga akhir nya giliran nya telah tiba.
"Anda ingin duduk di lantai berapa ? Lantai 1 sudah penuh dan lantai 2 masih ada beberapa meja kosong." Tidak sesuai dengan penampilan pria ini yang kekar dan garang.
Tapi nyata nya pria ini sangat ramah dan menggunakan nada bicara yang halus.
"Aku ingin duduk di lantai 4." Dia mebgeluar kan 3 keping Kristal roh kepada pria kekar itu sebelum berjalan masuk.
Wanita pelayan yang berada di samping pria kekar itu langsung membawa Zhang Wei untuk naik ke lantai 4.
Sesampai nya di lantai 4 , hanya ada dua meja yang terisi dari 10 meja. Sesuai dengan nama nya , kedai ini benar benar indah.
Seluruh ruangan di penuhi dengan harum bunga yang bercampur di tambah sedikit bubuk obat obatan penenang.
Membuat siapa pun yang duduk di sini akan merasa sangat nyaman dan untuk sejenak melupakan berbagai masalah.
Zhang Wei mengambil tempat duduk sudut ruangan , jauh dari kedua pelanggan lain nya. Di bagian depan ruangan, ada banyak wanita cantik yang memainkan Guqin serta sitar.
(Foto Guqin dan sitar akan di lampirkan di instagram author @kc.pjn_writter)
Suara alat musik yang juga menenang kan membuat tempat ini menjadi seindah Surga.
Tidak lama kemudian, seorang wanita cantik yang berpakaian rapi datang membawa guci berisi kan arak.
"Tuan ini kami memiliki arak, setiap pelanggan lantai 4 kami selalu mendapat kan arak gratis. Kami memiliki menu baru untuk hari ini , yaitu Udang Besar yang di masak dengan berbagai rasa. Lalu ada beberapa macam sayur hidangan." kata Pelayan itu.
"Pesan saja semua nya masing masing satu , aku ingin mencicipi nya." kata nya dengan tatapan semangat.
Dia selalu bersemangat jika sudah berhubungan dengan makanan. Dia menunggu dengan antusias sebelum akhir nya , 3 pelayan membawa nampan besar yang berisi banyak makanan.
__ADS_1
Kedua pelanggan lain nya , yang satu tampak seperti biksu muda yang botak sedang kan yang satu lagi tampak seperti pria kasar dengan tanda matahari di tangan kanan nya.
Mereka memberi perhatian pada meja Zhang Wei saat melihat Zhang Wei memesan makanan sangat banyak.
Dia hanya tersenyum ringan dan memberikan beberapa kristal roh untuk pelayan yang membawakan makanan nya.
Dia diam diam mengirimkan makanan ke dimensi milik nya, kalau kata Xi Rong, lebih baik makan dalam dimensi.
Selain lebih murah dan hemat ,juga lebih nyaman dan luas.
Hingga akhir nya hanya menyisakan 1 piring mi kepiting, juga ada sup ayam, dan menu khusus yang mereka katakan, Udang Besar.
Dia mulai makan dari mi kepiting, dia memejam kan mata nya guna untuk menikmati cita rasa dari mi yang di pesan nya ini.
Setelah selesai menghabis kan makanan nya, dia duduk santai dan menikmati suasana damai di tempat ini.
3 hari kemudian
Sudah akhir pekan, yang tidak lain tidak bukan adalah hari untuk tes masuk ke dalam Sekte Embun Salju.
Setelah 3 hari membiasa kan diri dengan cuaca yang ada di kota Chang Xue , dia menyadari kalau Sekte Embun Salju yang akan di masuki nya ini adalah sekte cabang.
Karena Sekte pusat berada di ibukota, yang merupakan pasukan pribadi milik Kaisar. Informasi ini membuat nya sadar kalau dunia yang di lihat nya selama ini hanya lah separuh nya.
Zhang Wei melangkah kan kaki nya menuju gerbang Sekte Embun Salju, sudah sangat banyak orang yang mengantri untuk masuk.
Setelah menunggu lebih dari 1 jam , seorang wanita dengan jubah putih yang halus keluar sambil membawa tongkat kayu kecil.
"Karena semua nya sudah disini. Seperti biasa , Sekte Embun Salju selalu membuka pendaftaran setiap 3 tahun sekali. Kali ini , kami akan menerima 10 murid dan yang mengeluarkan hasil paling baik akan di terima sebagai murid oleh Tetua Jingniang." kata Wanita itu yang membuat semua orang berteriak antusias.
"Itu tetua Jiangniang !!"
"Semua nya tenang, kami akan membagi tiga latihan. Pertama, kalian akan masuk ke menara es Abadi yang berada di dalan sekte. Siapa pun yang berhasil bertahan paling lama dengan tingkatan paling tinggi akan masuk ke babak selanjut nya." kata Wanita itu sebelum mengisyarat kan untuk berjalan masuk.
Beberapa orang terpental keluar , wanita itu tidak terkejut.
"Untuk yang melebihi ketentuan maka tidak bisa masuk." Tatapan orang orang langsung menghina orang yang terpental keluar.
Itu arti nya kekuatan nya tidak cukup atau umur nya yang terlalu tua tapi berusaha untuk masuk.
Zhang Wei tersenyum ringan sebelum melanjut kan langkah nya, mereka ajak untuk melihat menara putih salju yang sangat indah.
"Ini adalah menara es Abadi, jika kalian bisa masuk ke lantai 8 maka sudah bisa di pastikan kemenangan kalian. Dari semua nya hanya 100 orang yang terpilih untuk masuk ke babak selanjut nya. Waktu hanya di berikan 3 hari." kata wanita itu sebelum membuka pintu menara.
Dia yang berada di belakang barisan tidak terburu buru untuk masuk , dia merasa kalau energi Qi dalam menara ini sangat kuat.
Orang orang kebanyakan berhenti di lantai 1 , dia yang baru masuk langsung melangkah ke lantai 2. Beberapa orang mengikuti langkah nya untuk naik ke langkah dua.
Chinngg
Tekanan besar menghantam tubuh nya saat berada di lantai 2 , di lihat nya hanya ada 7 orang yang berada di lantai 2.
Tapi bagi nya tekanan di lantai 2 ini belum apa apa, dia bertemu dengan seseorang yang berkali kali terpental saat ingin naik ke lantai 3.
Dia menghiraukan itu dan langsung naik ke lantai 3, sesuai dugaan nya , lantai ini kosong dan mengandung banyak Qi.
Zhang Wei tidak menyerah dan memilih untuk kembali naik , hingga akhir nya di sini lah dia terhenti. Tangga dari lantai 4 ke lantai 5.
Dia sudah berada di pertengahan tangga dan kaki nya telah gemetaran, Zhang Wei terus menerus berusaha melangkah demi langkah dengan sangat hati hati.
Hingga akhir nya dia berhasil memasuki lantai 5 , tanpa dia sadari ada seseorang yang mengawasi kecepatan nya naik dari satu lantai ke lantai lain nya.
__ADS_1
Zhang Wei memilih untuk duduk di tepi ruangan dan mulai berkultivasi.
Karena elemen Qi yang ada di sini adalah es jadi elemen berwarna biru muda terus menerus terserap ke tubuh nya.
Meski pun ini tidak membuat kultivasi nya naik tapi cukup untuk membuat nya meningkat kan pemahaman garis darah nya.
6 Jam kemudian
Seseorang dengan wajah yang di penuhi bekas darah naik dengan cara merangkak ke lantai 5. Ini membuat Zhang Wei mau tidak mau membuka mata dan melihat pria ini.
"Kau , kau sudah ada di sini sejak tadi ?" tanya pria itu dengan lemah.
"Tentu saja." kata nya tanpa pikir panjang.
Tiba tiba pria itu langsung menerkam diri nya dan mengcengkram pakaian nya.
"Tidak boleh ada yang lebih baik dari ku." kata pria itu dengan tatapan kosong.
Zhang Wei hanya menatap aneh sebelum menendang pria itu menjauh. Dia memilih untuk naik, Qi di sini sudah tak berguna lagi untuk nya.
Dia naik tangga, gigi nya saling bertumburan untuk menahan hawa dingin yang menusuk tulang serta aura menindas.
Kaki nya sudah gemetar parah sebelum akhir nya memuntah kan darah segar. Dia memilih untuk melanjut kan langkah nya.
Setelah berjuang lebih dari 1 jam , dia akhir nya berhasil masuk ke lantai 6 dengan kondisi yang kurang baik.
Tanpa dia sadari, ada 3 orang lain nya yang baru berhasil masuk ke lantai 5. Zhang Wei duduk di tengah tengah yang merupakan pusat dari Qi tebal.
Pemahaman nya meningkat jauh, menurut apa yang di lihat nya. Tetua Jingniang ini pasti bukan lah orang sembarangan.
Bisa menjadi murid orang seperti itu mungkin adalah bantuan untuk nya di masa depan.Pemahaman bertambah kultivasi lumayan meningkat meski pun tidak naik tingkat.
Setelah beberapa jam di lalui,dia kembali berjalan naik dengan hati hati. Kali ini dia menggunakan kekuatan garis darah nya.
Di suatu tempat yang ada di Sekte Embun Salju
Dua wanita , yang satu cantik seperti Dewi dan terlihat dewasa yang satu lagi terlihat biasa saja.
"Kau, perhatikan pria yang menggunakan pedang merah itu." kata Dewi itu.
"Tapi tetua Jiangniang, kenapa harus sampai mengambil murid ?" tanya wanita yang satu lagi dengan bingung.
"Karena.....aku pergi ke peramal dan dia mengatakan akan ada bakat yang di berkati surga. Kita harus mengambil nya , jangan sampai menyesal karena di ambil oleh Sekte lain. Jika tidak , bagaimana mungkin aku menyuruh mu untuk memasang hadiah sebesar itu." kata tetua Jiangniang sambil tertawa dengan anggun.
"Tapi, bagai mana jika ternyata dia bukan bakat yang di berkati surga ?" tanya wanita satu lagi.
"Tidak apa apa , lagi pula bisa menjadi juara satu di setiap kontes adalah bakat yang sangat baik. Dan juga jika setiap kontes pemenang nya berbeda beda maka kita memiliki alasan untuk tidak mengangkat murid." kata Tetua Jiangniang.
"Baik lah akh akan mengikuti perintah tetua Jiangniang."kata wanita yang satu lagi dengan pelan.
"Bagus, perhatikan setiap gerak gerik nya. Lihat lah dia sudah sampai lantai 7 dan kemungkinan besar akan naik ke lantai 8." kata tetua Jiangniang dengan antusias.
"Selama 10 tahun terakhir, belum ada yabg berhasil naik ke lantai 8 kecuali tetua Jiangniang." kata wanita itu.
"Ha ha jangan memuji ku berlebihan, aku tidak sehebat yang kau kata kan." kata Ju Jiangniang merendah.
Mereka pun melanjut kan obrolan mereka sedang kan Zhang Wei , sedang dalam kesulitan. Tubuh nya di penuhi darah dan terlihat kelelahan.
Dengan nafas nya yang terputus putus , serta tubuh nya yang lemah.
"Aih ini adalah pengalaman paling buruk bagi ku. Semangat, jika menang maka akan mendapat banyak sumber daya untuk elemen es yang ku miliki." Gumam nya dengan pelan.
__ADS_1