PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
266. Harimau Emas II


__ADS_3

Dia mengikuti langkah He Tianhu yang mengelilingi kastil kecil Zhang Binghua dengan antusias tingkat tinggi.


"Bagai mana caramu membuat ini ?" tanya nya pada Zhang Binghua yang berada di belakang nya.


"Aku ?" tanya Zhang Binghua bingung.


"Ya, ini buatan mu kan ?" Tanya nya ikut bingung juga.


Zhang Binghua terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaan.


"Ini bukan buatan ku, apa kau gila ? Aku tidak mempunyai tangan dan kau berharap aku bisa membuat banyak pola rumit seperti ini ?" tanya Zhang Binghua dengan sinis.


"Terus, ini buatan siapa ? Aku tidak yakin akan ada orang yang bisa membuat hal seindah ini di dalam dimensi. "Tanya nya, rasa penasaran nya meningkat ke batas maksimal.


"Ini.... ini di buat oleh peri hutan. Aku bisa menunjuk kan nya pada mu, tapi yang pasti ini di buat oleh mereka. " Kata Zhang Binghua.


"Peri hutan ? Aku mendengar kalau mereka sangat jarang berinteraksi dengan manusia karena di katakan kalau darah mereka bisa menyembuh kan semua penyakit. Aku bisa memahami kenapa mereka hidup bersembunyi, tapi yang membuat ku bingung adalah..... " Dia mengambil jeda sejenak dan melompat ke belakang.


Ini membuat Zhang Binghua terkejut dan menatap nya dengan kesal.


"Aku tidak tahu kalau mereka ada di dimensi ini, aku dengar nyanyian peri hutan sangat indah dan mertua. Aku harap aku bisa bertemu dengan mereka suatu saat nanti. " Gumam nya.


"Yang perlu kau lakukan adalah meyakinkan mereka kalau kau bukan orang jahat. Aku juga yakin kalau kau tidak akan mengambil darah mereka untuk pengobatan. " kata Zhang Binghua.


"Zhang Wei adalah orang dengan kemampuan pengobatan paling hebat yang pernah aku temui !" kata He Tianhu dari depan dengan semangat.


"Seumur hidup, aku belum pernah bertemu dengan tabib sehebat Zhang Wei. Aku berhutang banyak pada nya. " kata He Tianhu, dia merasa malu karena telah di puji berlebihan oleh Harimau Betina itu.


"Dia.... Tuanku, tidak sehebat yang kau kira. Dia memiliki banyak wanita di samping nya. " Bisik Zhang Binghua yang masih bisa di dengar nya.


Pletak


Sebuah pukulan di kepala di Qilin Es yang imut itu pun berhasil ia darat kan. Ini membuat yang di pukul mengeluh dan mengumpat.


Tapi sangat tak di sangka sangka, reaksi He Tianhu sangat bertentangan dengan perkiraan nya.


"Banyak wanita ya ? Itu sangat hebat !" Kata He Tianhu dengan antusias.


"Kenapa begitu ?" tanya Zhang Binghua si Qilin Es merasa ada yang bermasalah dengan otak harimau betina itu.


Sedang kan dia hanya tertawa ringan melihat reaksi yang di beri kan oleh He Tianhu, harimau betina ini benar benar tak bisa di tebak oleh nya.


"Punya banyak wanita sama dengan banyak pengikut. Itu arti nya, menunjuk kan berapa kuat nya dan bijaksana Zhang Wei. " kata He Tianhu tanpa rasa bersalah.


Wajah Zhang Binghua berubah muram dan tawa yang di tahan nya sedari tadi tak terkendali lagi.


"Kenapa ? Apa kah aku salah menjawab ?" tanya He Tianhu dengan polos.


"Tidak, tidak apa apa. Hanya saja, binatang sok imut ini tidak mau mengakui kekalahannya. " Ucap nya sambil tertawa.


Dia terus tertawa meski pun telah mendapat delikan dari Zhang Binghua. Tapi seketika, wajah nya kembali berubah menjadi bijaksana dan berwibawa.


"Tianhu, lebih baik kau tinggal di sini. Aku akan membawa mu kembali jika aku sudah menyelesaikan urusan ku di dunia luar. "


"Baik lah tidak masalah, aku akan menjelajah tempat ini jika kau tak keberatan. " kata He Tianhu.


"Tentu, kalau sudah menemukan sesuatu pemandangan menarik kau harus memberi tahu ku. Karena aku sendiri belum pernah mengelilingi dimensi ini, selamat tinggal Tianhu, Binghua. Jangan nakal selama di. dalam dimensi ini. " kata nya sebelum menghilang.


Zhang Wei bangun dan di kejut kan dengan keberadaan dua Harimau Emas yang terlihat sangat ganas.


Tapi dia menghela nafas untuk tidak terlihat panik dan menenangkan diri nya sebelum bertanya apa tujuan kedua hewan buas itu.


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu ?" tanya nya.


"Kemana anak ku ?" tanya Harimau Emas yang pertama.


"Apa kalian orang tua He Tianhu ? Dia sedang bersenang senang di dalam dimensi ku. Aku yakin, aku tidak perlu menjelaskan lagi bukan ?" Tanya nya sambil menaik kan alis nya.


Kedua harimau itu mengangguk sebelum kembali berpandangan satu sama lain.


"Kau tidak membunuh anak kami kan ?" tanya Harimau Emas yang kedua.


"Anak kalian adalah penolong ku, lagi pula di adalah orang yang menyenangkan. Dia bilang ingin menjelajahi dimensi ku, jika dia sudah maka dia pasti akan kembali kepada kalian. " Kata nya dengan dingin.


"Memang nya dimensi mu seluas apa, sampai memerlukan waktu berhari hari untuk menjelajahinya ?" tanya Harimau Emas Pertama, masih kurang yakin.


"Ralat, bukan nya berhari hari tapi berbulan bulan. Untuk luas, aku sendiri belum tahu mungkin lebih luas dari hutan ini ? Kemungkinan besar setara dengan dimensi biasa yang di tinggali manusia. " Jawab nya dengan santai.


Sepasang Harimau Emas itu menatap nya dengan kaget karena waktu yang ia sebut kan.


"Kalian tidak perlu takut, 1 bulan di sana sama dengan 1 hari di sini. " Ucap nya yang membuat sepasang harimau Emas itu menghela nafas lega.


"Boleh kalian ceritakan pada ku keadaan tempat ini ?" Tanya nya.


"Tentu, ayo pergi ke rumah kami. " Kata Harimau pertama.


Dia mengangguk dan berterima kasih sebelum mengikuti langkah kedua harimau Emas dewasa itu.


Sesampai nya di dalam hutan, ada rumah sederhana yang terbuat kayu. Dia duduk di lantai bagian dalam rumah yang di ikuti oleh yang lain.


"Kami dulu adalah sekelompok yang banyak, tapi karena kami terlalu berkuasa. Datang lah seekor monster naga yang membunuh seluruh keluarga kami karena kami tidak ingin tunduk kepada nya. Belum lagi dengan keluarga kami yang di bunuh oleh manusia karena ingin menggunakan darah kami untuk obat dan kuku kami untuk senjata. " kata Harimau yang pertama sambil mengamati Zhang Wei dengan erat.


"Huft, hidup di hutan sangat sulit. Yang kuat bertahan hidup, berbeda dengan di dunia luar yang persaingan tidak terlalu ketat. Atau karena di sini, sumber daya yang sangat terbatas ? Sebaik nya jangan memberi tahu orang lain soal kegunaan tubuh kalian atau kalian akan berada dalam bahaya. "


"Meski pun kekuatan kalian terbilang sangat tinggi, tapi aku takut orang orang dari dimensi agung akan ikut campur tangan dan menyerang kalian. Jika saat itu tiba, maka kalian akan sangat kesulitan. " Nasehat nya pada Harimau Emas itu.

__ADS_1


"Apa kau tidak tertarik dengan kegunaan tubuh kami ?" tanya Harimau Emas yang pertama tak percaya dengan kata kata yang di ucap kan Zhang Wei.


"Aku tidak memiliki ambisi untuk menguasai itu, lagi pula aku memiliki kemampuan medis yang mantap dan kokoh. " kata nya dengan acuh tak acuh.


"Lalu untuk senjata..... " Tatapan nya beralih pada Pedang Jiwa Naga yang berada di tangan nya.


"Ini sudah lebih dari cukup untuk aku melindungi diri ku sendiri dan orang orang terdekat ku. " Ucap nya dengan datar.


Kedua Harimau Emas itu tampak tercengang dan tak dapat berkata kata lagi dengan sikap Zhang Wei yang tak peduli dengan kegunaan tubuh Harimau Emas.


"Tadi..... He Tianhu kaki nya terluka karena melawan Raja Laba laba, jadi aku menyembuh kan nya. Sperti nya dia memiliki luka dalam, karena tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh nya. Aku khawatir, itu akan berdampak pada masa depan nya. " Kata nya dengan raut wajah khawatir.


"Itu semua karena kenakalan nya saat masih kecil, dia tak sengaja bertemu dengan Serigala Petir yang setingkat seperti kami. Dia di pukul mundur dan kami terlambat untuk menolong nya, kamu membawa nya ke banyak tabib tapi tidak ada yang bisa menolong nya. " Wajah Harimau Emas kedua tampak menjadi lebih sedih dan murung.


"Dia menjalani hidup yang sulit, kami hanya bisa memberikan darah kami setiap bulan nya pada nya agar tetap menjaga vitalitas tubuh nya. " kata Harimau Emas pertama.


"Kesehatan nya semakin lama semakin menurun, ini membuat kami putus asa. " Lanjut Harimau Emas pertama dengan sedih.


"Jangan khawatir, aku akan belajar untuk menyembuhkan nya, karena sekarang dia adalah teman ku juga. " Ucap nya dengan semangat.


Kedua harimau Emas dewasa itu mengangguk, dia duduk di bagian luar rumah yang merupakan titik pusat matahari yang mengenai tempat ini.


Dia duduk bersila di tanah yang kering dan retak retak ini, diri nya biasa sudah terbiasa dengan api tapi kali ini dia merasa diri nya sangat kepanasan.


Sehingga dia melepas kan pakaian atas nya, yang menunjuk kan perut rata nya yang indah. Rasa panas menjalar ke seluruh tubuh nya, ini membuat tangan nya sedikit gemetar.


Dia mengolah dengan perlahan lahan, dari panas cahaya matahari menjadi Qi Api untuk diri nya. Qi Api langsung mengalir dengan deras ke arah dantian nya.


Dantian nya yang sebelum nya terasa sangat dingin, sampai sampai hampir membeku langsung berubah menjadi sedikit lebih hangat.


Perlahan lahan Qi Api nya mulai melawan balik ke arah Qi Es milik nya. Semakin lama, semakin cahaya matahari menjadi lebih dan lebih panas.


Bahkan tidak jarang ada percikan api di antara ranting ranting kayu yang sudah kering. Dia mengeluarkan arak nya dan meminum nya hingga tandas.


Dia berdiri dan mulai menutup mata, tubuh nya bergerak membentuk sebuah jurus baru untuk serangan pedang nya.


Tangan nya berputar putar dengan cepat dan tidak membuat celah sedikit pun, gerakan nya begitu indah dan sulit di pelajari.


Hingga akhir nya setelah beberapa saat, dia membuka mata nya dan menatap tubuh nya yang sudah sedikit berubah.


Jika sebelum nya diri nya sangat kurus dan kering dan tidak memiliki otot. Maka sekarang tubuh nya menjadi lebih berotot di bagian tangan dan perut.


"Jurus yang secara tidak langsung ku buat tadi benar benar indah. Aku akan menamai nya sebagai Pedang Tanpa Tanding. Ini akan memiliki 24 bagian untuk menjadi sempurna. " Gumam nya.


Dia membuka cincin ruang nya dan mengambil gulungan kertas kosong, kuas dan tinta hitam untuk mulai menulis.


Dia mulai menggambar gerakan setiap bagian dengan judul Pedang Tanpa Tanding. Goresan demi goresan terbentuk di gulungan kertas.


Dia tidak takut orang mencuri nya, karena tidak ada yang tahu makna di dalam nya kecuali memiliki pemahaman yang begitu tinggi.


Pedang Tanpa Tanding


Sudah 1 Minggu Zhang Wei berada di dalam hutan atau yang lebih sering di panggil sebagai Gua Kematian.


Meski pun dia yang menciptakan jurus tersebut tapi dia masih belum bisa memahami bagian 1 dengan sempurna.


Dia tidak menemukan jalan keluar untuk masalah He Tianhu dan hanya menemukan jalan dengan cara secara bertahap memberikan Qi Api pada He Tianhu.


Itu biasa nya di lakukan selama 2 bulan sekali atau 2 hari sekali di dunia nyata. Keadaan He Tianhu juga menjadi lebih dan lebih baik karena di dukung oleh kebahagiaan nya karena bisa tinggal di dalam dimensi Furong.


He Tianhu juga sudah dekat dengan penduduk lain dan sering membantu banyak hal. Kekuatan Zhang Wei sudah naik ke tingkat 6 Petir Kaisar.


Dia bahkan tidak percaya karena bisa menaik kan kekuatan nya dengan begitu cepat. Dia berniat untuk membuat dimensi khusus untuk nya dengan Qi yang sangat tebal untuk berlatih Pedang Tanpa Tanding.


Dia duduk berkonsentrasi di bawah sinar matahari dan kebetulan ini adalah hari paling panas yang pernah ia rasa kan selama tinggal di tempat ini.


Tinggal di keluarga He Tianhu juga bukan pilihan yang buruk. Dia membentuk ruangan kedua dengan iklim panas sepanjang tahun.


Setelah 6 Jam


Dahi nya di penuhi keringat, tubuh nya gemetar, dahi nya mengerut seolah olah menahan sakit.


Zhang Wei merasakan sedikit sakit dari dalam dantian nya sebelum berhasil membuat dimensi. Pandangan nya sekarang berubah menjadi tempat hitam gelap dan di depan nya ada kertas yang berisi kan nama dan waktu yang harus di isi.


Dia berniat untuk memberikan nama Taiyang atau yang arti nya adalah matahari. Lalu waktu nya 1 minggu di dalam Dimensi Taiyang sama dengan 1 hari di dunia nyata.


Selesai


Pandangan nya kembali menggelap dan berubah menjadi ke tempat yang sangat terik, tapi masih ada pohon dengan buah buahan.


Aneh nya, pohon pohon ini memiliki api yang mengelilingi batang pohon nya. Buah nya pun juga begitu.


Ini membuat nya mengerut kan dahi, tapi tidak memerdulikan itu. Ia mengeluarkan 100.000 kristal roh tingkat tinggi untuk membuat Qi dalam dimensi.


Dimensi yang awal nya hanya panas dan terik, berubah menjadi dimensi yang penuh dengan Qi.


Dia mengeluarkan Pedang Jiwa Naga dan mulai melatih gerakan pedang tanpa tanding, waktu mengalir dengan cepat dan tak terasa waktu di luar Gua Kematian sudah 6 bulan atau yang arti nya Zhang Wei sudah berlatih selama 2 bulan.


Nama Zhang Wei pun perlahan lahan memudar dan di ganti kan oleh pahlawan pahlawan lain yang baru bermunculan.


Seperti Zhu Hong, Long Nie dan yang lain nya, kekuatan mereka meningkat dengan pesat. Mereka juga banyak membantu masyarakat dan menentang dengan keras terhadap kejahatan.


Wanita bercadar merah juga di anggap sebagai pahlawan karena sudah menolong banyak orang, itu tidak lain adalah Wang Xirong.


Saat ini wanita itu sedang duduk termenung di rumah nya.

__ADS_1


"Di mana kau Zhang Wei ?" tanya Xirong dengan pelan.


Wang Xirong mencari Zhang Wei ke Dimensi tempat Zhang Wei terakhir dan tak menemukan apa pun. Dia sadar , dia harus nya tidak secepat itu mencari Zhang Wei.


Tapi bayangan kalau lelaki tampan itu di dekati banyak wanita membuat nya kesal dan ingin mencari pria itu.


Tanpa ia ketahui, sekarang penggemar Zhang Wei bukan lagi manusia melainkan Harimau.


Jika Xirong mengetahui itu maka dia akan bingung harus tertawa atau merasa sedih. Tertawa karena itu adalah hal yang tak pernah terjadi dalam sejarah.


Sedih, karena arti nya semakin banyak pula saingan nya termasuk Harimau.


Dia mendapat informasi dari penjaga rumah nya kalau Zhang Wei mendatangi tempat ini 6 bulan lalu, yang berarti tidak lama dari kepergian nya.


"Apa aku harus menerima yang di tawar kan oleh Dewi ?" Gumam nya dengan rasa bingung.


Dewi Kesabaran menyuruh nya untuk berlatih latihan tertutup di tempat terpencil yang jauh dari dunia fana. Dia hanya di beri waktu untuk bebas 1 bulan lagi dan dia berharap bisa bertemu Zhang Wei dalam waktu 1 bulan itu.


Dia tidak mengetahui kalau sebenar nya Zhang Wei juga sedang berlatih di tempat yang terpencil dan jauh dari dunia fana.


Di istana Iblis


Xu Rong, atau iblis kesombongan sedang duduk di sebelah Xuan Mu atau iblis yang penuh dengan iri dan dengki.


"Bangun lah sayang, apa kau tidak lelah untuk tidur terus ?" tanya Xu Rong sambil sesekali mengecup tangan Xuan Mu.


Mata Xuan Mu tampak berkedip, jari nya juga mulai. bergerak, ini membuat Xu Rong menatap wanita itu dengan bahagia.


Xuan Mu tampak melihat sekitar sebelum akhir nya sadar dengan keberadaan Xu Rong.


"Tuan." Panggil Xuan Mu lemah.


"Kau sudah sadar ? Untung lah sudah sadar. Kau tidak tahu betapa khawatir nya aku. " kata Xu Rong.


"Maaf kan aku tuan karena gagal menjalan kan misi yang telah kau percaya kan pada ku. " kata Xuan Mu dengan rasa bersalah.


"Tidak apa apa, misi itu tidak lagi penting. Yang penting adalah kesetiaan mu. Adik mu, Qing Yu sudah kembali mengikuti guru nya dan Abbadon juga sudah kembali mengikuti guru nya juga. Kekuatan kita berkurang banyak kau tahu itu ? Meski pun aku tidak terlihat menunjuk kan apa pun, tapi sebenar nya aku panik. " kata Xu Rong sambil menghela nafas pelan.


"Adik ku ? Adik ku kembali mengikuti guru ?" tanya Xuan Mu tidak percaya.


"Ya, dan guru nya telah meninggal entah karena apa. Tapi karena pergi nya dua orang andalan kita, ini membuat kekuatan kita mungkin seimbang. Tidak ada jaminan pasti untuk menang, belum lagi dengan 4 orang yang mereka latih secara pribadi. " kata Xu Rong.


"Yang menidurkan mu kemarin adalah salah satu orang yang terpilih, kalau tidak salah nama nya adalah Zhang Wei. Dia melakukan pemusnahan besar besaran terhadap bawahan kita yang berada di dimensi Api Hitam. " Lanjut Xu Rong.


"Zhang Wei ya ? Aku akan membunuh nya kali ini. " kata Xuan Mu dengan penuh dendam.


"Kau tenang saja, dia pasti akan paling depan dalam memimpin perang ini. " kata Xu Rong menenangkan wanita itu.


"Aku akan membunuh nya kali ini, bahkan mencabik cabik daging nya. " kata Xuan Mu dengan penuh dendam.


"Kau hanya perlu menunggu, saat ini keberadaan nya sedang tidak di ketahui. Seperti nya, gerak gerik kita yang mencurigakan telah di rasa kan oleh Qian Xun. " kata Xu Rong sambil menyeringai.


"Qian Xun ?" Tanya Xuan Mu bingung.


"Oh ya aku lupa memberi tahu mu, Qian Xun telah di bawa keluar oleh salah satu orang pilihan. " kata Xu Rong.


Mereka pun saling menatap dan menyusun berbagai macam rencana jahat, karena mereka sama sama memiliki kejahatan yang setara.


Maka sangat mudah untuk merasa cocok, bahkan banyak rencana keji yang mereka susun untuk melawan para Dewa.


Di sisi lain Zhang Wei yang sedang berlatih dengan giat di dalam dimensi nya, Ketiga Harimau Emas itu memilih untuk tunduk di bawah Zhang Wei.


"Apa kalian yakin untuk melakukan ini ?" tanya nya pada 3 hewan buas di depan nya ini dengan ragu ragu.


"Sangat yakin, dengan begini kami tidak perlu khawatir akan saling membunuh satu sama lain. " kata Ayah He Tianhu, He Yihou.


"Tapi, aku harap kalian akan membantu ku untuk berperang nanti nya. " kata nya dengan tegas.


"Baik lah, kami akan tunduk di bawah mu. " kata mereka bertiga dengan serempak.


Dia mengangguk sebelum pergi mencari Zhang Lu, pemuda itu sedang melatih Pasukan Lotus yang di bentuk nya dari awal.


"Kakak Luo, dimana kedua guru ku dan Fang Lin ?" Tanya nya.


"Mereka sedang melakukan latihan tertutup, mereka merasa kalau kekuatan mereka terlalu lemah dan tak bisa membantu mu. Jadi agar tidak membebani mu mereka pergi berlatih dengan giat. " Kata Zhang Luo yang membuat nya merasa bersalah.


Harus nya, di umur guru nya, Yao Xin yang sudah mendekati akhir hidupnya harus nya bersantai dan menikmati hari tua.


Tapi dia sebagai murid malah membeban kan kedua guru nya.


Puk puk


Zhang Luo menepuk pelan bahu adik nya untuk menenangkan adik nya.


"Jangan sedih atau merasa bersalah , ini adalah keputusan mereka sendiri. Pasukan lotus yang kau kembang kan ini masing masing memiliki bakat yang baik. " kata Zhang Luo merubah topik pembicaraan.


"Ya mereka semua aku beri pengembangan terhadap bakat mereka di bidang tertentu. "Kata nya sambil mengangguk.


"Kedua murid ku juga berlatih dengan keras. " kata nya sambil memandang Nangong Ling dan gadis kecil nya, Hu Yin yang bermandikan keringat karena habis latih tanding menggunakan cambuk.


Dia tidak melarang mereka untuk latih tanding, yang penting jangan melukai dengan sengaja. Karena terluka sudah menjadi hal umum, mereka harus terbiasa.


Untuk apa memiliki kultivasi tinggi tapi tidak bisa terluka, tidak usah jauh contoh nya Tu Long.


Dia adalah ras naga yang Agung tapi bukti nya berteriak dengan histeris karena luka kecil yang bahkan tidak membuat anak anak menangis kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2