
Dia tersenyum miring setelah melihat penawaran nya berhasil, meski pun uang nya sangat banyak tapi apa salah nya menghemat 5.000 koin emas. Lagi pula itu hanya tanah belum biaya untuk membangun bangunan yang kokoh dan elegan agar menarik perhatian banyak orang.
An Xi terlihat mengeluar kan surat perjanjian antara dia dan An Xi. Dengan surat ini bisa menjadi bukti kalau dia adalah pemilik sah dari tanah tersebut. Surat ini biasa di sebut surat perjanjian.
Surat perjanjian sendiri memiliki banyak jenis, bisa dari per jual-beli an tanah seperti ini atau kontrak jiwa atau surat perjanjian yang lain. Di surat perjanjian terlihat ada 3 kotak untuk tanda tangan.
Salah satu kotak telah ada tanda tangan, itu adalah tanda tangan dari pemilik tanah yang asli. Sedang kan kota kedua adalah untuk An Xi dan kotak ke tiga untuk nya.
Melihat An Xi sedang tanda tangan dia mengeluar kan tas kulit berisi 5.000 koin emas.
"Ini tuan, silakan tanda tangan di sini dan anda akan sah menjadi pemilik tanah. "
"Ya, ini adalah uang tanah tersebut. Silakan kau hitung sendiri jumlah nya. " kata Zhang Wei sambil menanda tangani surat perjanjian lalu menyimpan nya di dalam cincin ruang nya.
Akhir nya Zhang Wei pun keluar dari kedai Zhang Xin dan melihat tempat tanah yang di jual dengan di temani ke dua teman nya. Sebenar nya tanah yang ia beli tidak lah jauh jadi hanya membutuhkan waktu yang sebentar untuk melihat tanah tersebut.
Setelah sampai akhir nya mereka bisa melihat lapangan luas. Lalu dia melihat ke arah Fang Lin Dan Fang Lin pun langsung mengangguk.
Fang Lin pun pergi untuk mencari tukang bangunan, sedang kan dia duduk di tanah dan mengambil kertas dan kuas. Lalu mulai menggambar desain kasar dari bangunan yang akan dia buat.
Tidak lama kemudian Fang Lin pun pulang sambil membawa 51 orang di belakang nya, dia mengangguk dan tersenyum tipis.
"Apa kah kalian semua tukang bangunan ? Aku akan memberikan sketsa pada kalian dan sebut kan gaji yang biasa kau terima. " kata nya.
"Ya kami semua adalaha tukang bangunan, biasa nya gaji kami 50 sampai 70 koin perak pernah hari nya, " kata salah satu nya.
"Baik lah aku akan menggaji kalian 1 koin emas, untuk pekerjaan kalian sampai bangunan selesai. sedang kan nanti biaya bahan bangunan kalian akan dapat memberi kan rincian nya pada ku. "
"kami setuju !! kami setuju !!" jawab mereka semangat, bagai mana pun satu koin emas sama dengan 1.000 koin perak. Itu akan sangat menguntungkan mereka.
"Ini adalah sketsa yang aku buat. Siapa yang menjadi kapten di sini ? "
"Aku kapten semua tukang bangunan di sini, nama ku Li Zhu. " kata orang yang paling depan.
"Baik lah Li Zhu, ini ada 51 koin emas. Bagi kan seluruh nya, masing masing satu. Lalu ambil sketsa ini dan tugas mu selanjut nya adalah mengumpul kan atau membuat rincian bahan yang di butuh kan. Lalu berapa waktu yang kira kira kalian butuh kan untuk membangun ini ? " tanya Zhang Wei.
"tunggu sebentar tuan, aku akan menanyakan ini pada anggota ku. " kata Li Zhu lalu berbalik dan mendiskusi kan hal ini dengan anggota nya.
__ADS_1
"Kami membutuh kan waktu kira kira 2 sampai 3 bulan. " kata Li Zhu.
"Hmm baik lah, tapi beri kan aku rincian bahan yang akan di beli dalam waktu 3 hari. Karena dalam 3 hari aku akan pergi dan setiap minggu nya aku akan datang untuk melihat hasil kinerja kalian. Aku memberi kan kalian waktu jam makan siang dari jam 12 sampai jam 2 siang dan lanjut kan kerjaan kalian. " jelas nya.
"Ya, baik lah. Terima kasih tuan. " Para tukang bangunan tersebut cukup gembira karena di beri kan waktu jam makan siang.
Karena biasa nya orang yang membayar mereka, tidak ingin memberi mereka waktu istirahat agar pekerjaan mereka lebih cepat selesai sehingga mereka biasa nya tidak makan siang.
Setelah mengurus seluruh bagian pembangunan toko obat Purnama, dia kembali ke sekte pedang putih. Jika Toko obat Purnama telah di bangun dengan sempurna.
Maka bangunan itu akan memiliki 5 lantai bangunan. Setiap lantai akan di urut kan sesuai dengan kualitas pil spritual dan tanaman spiritual yang di jual.
Rencana nya, lantai ke lima merupakan lantai pribadi nya. Dia akan menggunakan tempat itu untuk tempat tinggal nya di Provinsi Phoenix.
Karena itu lah desain dari lantai ke lima sedikit lebih spesial dari lantai lantai lain nya, dia juga bermaksud untuk mencari tanah Luas di Provinsi Vermilion.
Tanah tersebut untuk Toko Obat Purnama dan Kedai Zhang Xin. Dia akan membuat kedua tempat itu bersebelahan sehingga mudah di kelola oleh nya.
Tapi itu nanti, dia akan memfokuskan perkembangan dari Toko Obat Purnama yang ini dulu dan melihat bagai mana penjualan nya.
Paviliun Obat Phoenix juga telah memberi kan peringatan kalau mereka akan tutup dalam waktu 3 bulan ke depan dan di ganti kan oleh Toko Obat Purnama.
Keesokan hari nya
Hari ini adalah waktu nya bertemu dengan seluruh alkemis dan tabib di Paviliun Obat Phoenix, dia melakukan ini juga di temani ke dua guru nya.
Pagi ini dia akan menyiap kan sejumlah surat perjanjian yang tentu nya di bantu oleh Fang Lin, Total semua pegawai yang ada di Paviliun Obat Phoenix ada 143 orang.
Dia menyiap kan seluruh surat perjanjian dengan gaji yang berbeda beda tergantung dengan tingkat yang mereka miliki.
Gaji paling tinggi adalah milik Xue Yun, dia adalah seorang Alkemis tingkat tinggi dan hanya di bawah Yao Xin dan diri nya.
Dia memberi kan 25 koin emas di bulan pertama sedang kan di bulan kedua akan naik ke 45 koin emas , lalu bulan bulan selanjut nya akan di 45 koin emas.
Harga itu cukup tinggi mengingat guru nya, Yap Xin hanya memberi gaji 40 koin emas setiap bulan nya pada Xue Yun.
Xue Yun adalah satu satu nya alkemis wanita di Paviliun Obat Phoenix, Xue Yun sendiri telah mengikuti guru nya sejak dia masih kecil.
__ADS_1
Xue Yun mengikuti Yao Xin dari umur 7 tahun dan mulai tertarik menjadi alkemis, lalu sekarang Xue Yun telah berumur 30 tahun.
Xue Yun juga lah yang telah melihat bagai mana perkembangan Paviliun Obat Phoenix setiap tahun nya. Xue Yun sendiri memiliki sifat yang baik, seperti sangat bekerja keras dan bertanggung jawab. Zhang Wei sendiri pernah beberapa kali berbincang dan bertemu dengan Xue Yun.
"Tuan !!! ayo mandi dan ganti baju mu !! Sudah jam 9 dan nanti jam 10 kita akan ke Paviliun Obat Phoenix !!" panggil Fang Lin sambil mendorong dorong bahu nya.
"Oh ya , aku akan segera bersiap. Sebaik nya kau juga ikut bersiap. " kata nya lalu bangkit dan pergi ke kamar mandi nya.
Dia hanya membutuh kan waktu 10 menit untuk mandi dan mengganti baju, Dia menatap ke arah pantulan nya di air. Lalu merapihkan rambut nya yang sedikit berantakan.
Dia menggunakan baju berwarna biru laut dan Celana berwarna biru tua. Lalu tidak lupa menggunakan topeng kesayangan nya. Tadi saat dia mandi, dia juga membawa topeng kesayangan nya dan membersihkan nya.
Lalu saat dia berjalan ke kamar nya dia bisa melihat kalau Fang Lin masih belum selesai mandi, dia mendengus pelan sambil mengerut kan alis nya.
'Hmm lama sekali !! Aku saja mandi hanya 10 menit, dan dengan berjalan ke sini kira kira jadi 15 menit tapi Fang Lin masih belum selesai ? hah' gumam nya dalam hati.
Sebenar nya dia cukup kesal karena kamar mandi untuk laki laki sangat jauh, sedang kan kamar mandi wanita hanya perlu beberapa puluh meter dari kamar nya.
Dia duduk sambil menghirup udara segar dari jendela kamar nya yang terbuka, dia bisa mendengar kicauan burung yang sangat merdu dan indah.
"Cuit cuit!! kemari lah. " panggil nya dengan pelan lalu menjulur kan tangan nya pada burung burung itu.
Langsung saja burung burung itu hinggap di tangan nya, lalu mematuk matuk tangan nya dengan pelan. Dia tertawa kecil karena merasa geli dan lucu.
Dia melepas kan topeng nya dan menunjuk kan wajah nya yang sangat indah. Wajah nya lebih halus dari bulu angsa, putih dan bersinar bagai kan bulan. Dia tertawa manis, melihat senyuman nya yang sangat indah dan menawan. Semakin banyak burung yang menghampiri nya dan bernyanyi sambil mengelilingi tubuh nya.
Tanpa dia sadari ada wanita yang sangat cantik dengan gaun oranye sedang terpaku melihat ketampanan dan wajah nya. Ya benar, orang itu adalah Fang Lin. Fang Lin langsung memegang dada nya yang berdebar dengan sangat kencang melihat senyuman Zhang Wei yang sedang bermain dengan burung burung itu.
Fang Lin membayang kan bagai mana rasa nya kalau ia menyentuh wajah Zhang Wei dan kulit Zhang Wei yang halus bagai kan giok. Sungguh tidak bisa di bayang kan kalau laki laki se menawan Zhang Wei telah membunuh puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang.
Dia terus membayang kan wajah tampan Zhang Wei sambil tersenyum seakan akan gila dengan ketampanan yang di miliki Zhang Wei. Bahkan tanpa menyadari kalau orang yang ia pikir kan sudah berada di depan nya. Sedang menatap nya sambil menaik kan salah satu alis, karena mengira diri nya gila.
"Apa kah kau baik baik saja ? atau perlu ku panggil kan tabib atau aku panggil Jiu Zhi saja ?" panggil Zhang Wei sambil melambai kan tangan di depan wajah nya dengan ekspresi khawatir dan bingung.
...****************...
JANGAN LUPA BUAT LIKE, COMMENT DAN VOTE CERITA PEDANG JIWA NAGA. TERIMA KASIH 🙏💕
__ADS_1
Bonus : 2 / 2