PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )

PEDANG JIWA NAGA ( Series 1 )
312. Boneka Tanpa Jiwa


__ADS_3

Wajah Kaisar Chen menjadi sangat muram dan mengepal kan tangan dengan marah, dia terkekeh di dalam hati.


"Panggil Ketua sekte Hantu Tengkorak ! Aku butuh penjelasan dari nya. " Kata Kaisar Chen.


"Baik tuan. " Kasim Kekaisaran tidak berani untuk menunda.


"Tabib Sakti, sebut kan saja keinginan mu. Aku pasti akan sekuat tenaga untuk memenuhi nya. " Kata Kaisar Chen.


"Kaisar, aku tidak tahu apa kah ini kelewatan atau tidak. Tapi aku pernah mendengar soal senjata sihir yang memiliki kemampuan baik dalam penyembuhan, Mutiara Penawar Racun. " Kata nya.


Itu adalah salah satu benda milik Han Feng yang di curi oleh Kaisar di depan nya ini, karena dia adalah reinkarnasi Han Feng, itu tentu saja sama dengan benda nya.


"Ini..... " Kaisar Chen tampak terdiam.


Dia segera berlutut di depan Kaisar Chen.


"Kalau di kira agak sulit maka aku akan mengubah permintaan ku. " Ucap nya seolah olah sangat menyesal.


Wajah Kaisar Chen menjadi lebih buruk dan lebih buruk.


"Bagai mana mungkin aku mengingkari janji ku ?! Kasim, bawa Mutiara Penawar Racun untuk ku !" Kata Kaisar Chen dengan suara tegas.


"Tapi, Yang Mulia itu adalah harta Kekaisaran. " Kata Kasim dengan gugup.


"Cepat lakukan yang ku kata kan !" Kata Kaisar Chen.


Kasim segera berlari dan tidak lama kembali membawa kotak mewah di dalam nya ada sebuah mutiara dengan warna merah yang sangat menarik perhatian.


'Apa kah itu asli ?' Tanya nya pada Han Long Chun yang berada di dalam dimensi nya lewat pesan mental.


'Ya, itu asli. Aku bisa merasa kan roh nya, tapi itu dalam keadaan yang sangat lemah. ' Kata Han Long Chun.

__ADS_1


'Tenang saja, kita urus itu nanti. ' Balas nya dengan semangat.


Kasim memberikan kotak itu kepada nya, dia menerima nya dengan hati hati.


"Terima kasih Yang Mulia Kaisar, aku benar benar tidak menyangka kalau aku bisa memegang harta berharga seperti ini. Aku pamit dulu Yang Mulia Kaisar. " Ucap nya sambil bersujud di depan Kaisar Chen.


Kaisar Chen hanya tersenyum pahit, dia berjalan pergi keluar dengan kecepatan angin. Benar benar mengejut kan.


Lalu dia mencabut topeng nya dan kembali seperti diri nya yang asli, masih ada beberapa hari sebelum pertarungan nya dengan Sekte Tengkorak Hantu.


Dia tahu kalau Kaisar Chen tidak akan melepas kan nya dengan mudah, tapi bagai mana dengan itu ? Pria tua itu tidak akan menemukan nya lagi.


Malam telah tiba, dia berjalan ke Kekaisaran Chen yang terlihat sepi karena seluruh orang sedang berkumpul di ruang rapat untuk meminta kesaksian dari Sekte Tengkorak Hantu.


Dia diam diam masuk ke penjara dan membunuh seluruh penjaga rendahan itu.


"Kalian semua, dengar kan aku. Berjalan lah keluar dengan tenang, kalau tidak itu akan menarik perhatian yang tidak di perlu kan. Apa kalian mengerti ?"Tanya nya.


Dia melepas kan gembok penjara dengan perlahan lahan, sebelum semua nya terlepas. Dia menghela nafas berat, para orang ini jika pergi ke dimensi rendah maka akan di anggap sebagai Dewa.


Mereka semua rata rata memiliki kekuatan setara dengan Ranah Jiwa, kurang apa lagi coba ?


"Jangan kata kan identitas ku pada siapa pun, atau nyawa kalian akan melayang. Apa kalian mengerti ?" Tanya nya dengan dingin.


"Ya Tuan, kami mengerti. Terima kasih karena sudah melepas kan kami. " Kata para tahanan ini sambil menunduk kan kepala sebelum berlari dan menghilang di tengah gelap nya malam.


Dia juga menghilang dari tempat nya, di sisi lain rapat sudah selesai dan hanya menyisakan Kaisar dan Pangeran ke tujuh.


Kabar di bebas kan nya para tahanan juga baru sampai di telinga Kaisar.


"Siapa yang benar benar berani ?!" Teriak Kaisar Chen dengan marah.

__ADS_1


"Ayahanda, aku lah yang melakukan nya. Mereka tidak bersalah, untuk apa lagi menahan mereka ?" Kata Chen Yuan yang pikiran nya sudah di kendali kan oleh Zhang Wei.


"Tapi..... Ini akan menampar wajah ku. Kenapa kau tidak mendiskusikan ini terlebih dahulu dengan ku ?" Tanya Kaisar Chen dengan nada yang lebih baik.


"Jika aku mendiskusikan nya maka ayah tidak akan setuju. Aku hanya bisa melakukan ini , dengan begini pandangan masyarakat terhadap kita akan menjadi lebih baik. " Kata Pangeran Ke Tujuh, Chen Yuan.


Bulan depan adalah waktu untuk pengangkatan Kaisar baru, tentu saja Zhang Wei harus membuat Chen Yuan memiliki nilai lebih di mata Kaisar.


Dengan begitu jika Chen Yuan di naik kan menjadi Kaisar, maka dia bisa dengan mudah mengendalikan nya dan mengambil alih tahta Kekaisaran.


Sekte Hantu Tengkorak sedang berada dalam masalah besar karena bersinggungan dengan Kaisar.


Chen Yuan yang pergi ke dapur, menabur kan racun tak berwarna dan tak memiliki rasa di gelas milik Putra Mahkota.


Itu yang melakukan nya adalah Zhang Wei karena jiwa Chen Yuan yang sebelum nya sudah mati. Racun Mayat tidak di keluar kan nya melain kan dia membantu Chen Yuan menyerap nya.


Dengan begitu, Chen Yuan tidak lebih dari boneka yang akan dia buang kala itu sudah tidak berguna lagi.


Beberapa mungkin berpikir kalau cara nya terlalu kejam karena membuat boneka dari manusia, tapi bagi nya itu biasa saja.


Sudah banyak orang yang di jadi kan boneka oleh orang lain, pikiran nya kembali kepada saat dia di usir oleh orang tua nya.


"Jika kalian bukan orang tua ku maka aku bisa pasti kan kematian kalian. Ternyata kami memang tidak berjodoh. " Kata Zhang Wei yang sedang duduk di atas atap penginapan.


Rambut panjang nya yang berwarna hitam mengkilat berkibar dengan kencang menjadi sangat indah, itu benar benar menarik perhatian.


"Seandai nya ada kehidupan di masa depan, maka aku harap tidak bertemu dengan kalian lagi. Karena kalian, di takdir kan hanya untuk menjadi titik sakit bagi ku. Jika aku bisa memilih maka aku lebih memilih menjadi anak kandung ayah angkat. " Gumam nya .


"Aku melakukan semua nya, aku mengorbankan semua nya, aku berjuang sekuat tenaga hanya untuk membantu kalian selamat dari kematian. Tapi apa balasan yang kalian berikan ?" Tatapan nya menjadi berair.


"Bagai mana dengan putra yang kalian bangga bangga kan itu ? Apa kah bisa lebih membanggakan dari ku ? Aku, tidak ingin menjadi boneka kalian lagi. Aku ingat di mana aku membunuh sangat banyak orang hanya untuk kalian berdua dan klan yang tidak berguna itu. " Dia bergumam sambil terkekeh, ternyata dia sudah setengah mabuk.

__ADS_1


Wajah nya memerah sambil memeluk guci arak yang sangat besar. Entah dari mana dia mendapat kan guci arak itu.


__ADS_2