
Keesokan hari nya, Zhang Wei meregang kan tubuh nya ketika matahari sudah mulai menunjuk kan diri dan memancar kan cahaya yang indah.
"Emmhhh, huahhh ! Aku masih sangat mengantuk, tapi apa boleh buat. Aku masih harus membantu mengurus rumah rumah warga yang terkena serangan kemarin. " Ucap nya dengan malas.
Ketika dia selesai berganti pakaian, dia berjalan keluar dengan mata yang masih setengah terpejam. Sesampai nya di ruang tengah, dia melihat banyak sekali pelayan yang bersiap siap untuk makanan mereka.
"Selamat pagi Tuan Muda Zhang. " Ucap Yuanzheng Yuwen yang sudah duduk di meja makan terlebih dahulu bersama dengan Xue Fenghuang.
"Selamat pagi Nona Xue dan Tuan Muda Yuanzheng. "Balas nya dengan sopan.
Xue Fenghuang tersenyum tipis pada nya dan mengangguk.
"Zhang Wei ! Kau datang pagi sekali !" Teriak Xi Rong dengan suara melengking nya.
"Xi Rong, kalau kau ingat, ini masih di istana bukan berada di rumah. " Ucap nya sambil meringis.
"Ah iya, aku melupakan hal itu. " Kata Xi Rong sambil terkekeh kecil.
"Sudah lah, di mana, Qing Yu dan Ju Jiangniang ?" Tanya nya.
Ju Jiangniang ikut tidur di kamar Xi Rong dan Qing Yu setelah perang karena dia menyambut beberapa tamu kemarin.
"Itu mereka !" Kata Xi Rong sambil menunjuk dua wanita cantik yang berjalan menuju tempat mereka saat ini.
Senyum nya merekah dan membiar kan mereka duduk dengan susunan seperti ini, dia di tengah tengah, di sebelah kiri nya ada Xi Rong sedang kan di sebelah kanan ada Qing Yu dan di hadapan nya ada Ju Jiangniang.
Ju Jiangniang duduk bersebelahan dengan Xue Fenghuang, tidak lama datang lah Feng Taoran dengan Lan Tianjin.
Di ikuti oleh Qian Xun dan yang lain nya, meja terisi setengah dan semua nya adalah orang yang di kenal nya.
"Karena semua nya sudah berada di sini, maka selamat makan !" Kata Qian Xun dengan gembira.
"Selamat makan semua nya !" Ucap nya.
"Selamat makan !" Jawab yang lain dengan kompak.
Mereka memakan makanan mereka dengan tenang tanpa ada yang membuka suara karena jika sambil berbicara maka kemungkinan untuk tersedak oleh makanan lebih besar.
Xi Rong mengambil kan nya beberapa macam sayur sedang kan Qing Yu memberikan nya nasi, Ju Jiangniang menyiapkan arak untuk nya.
"Bukan nya seharus nya aku yang melakukan ini ya ?" Tanya nya dengan suara pelan.
__ADS_1
"Tidak apa apa. " Balas Xi Rong dengan nada yang tak ingin di bantah.
"Baik baik, aku ikut saja dengan kemauan kalian. " Jawab nya pasrah.
Dia dengan patuh menerima semua perlakuan yang di beri kan ketiga wanita itu, acara makan itu berlangsung dengan lancar.
Tiba tiba, mereka mendengar pintu di buka dengan paksa dan menampakkan seorang pelayan istana yang terlihat sedang lelah berlari.
"Ada apa ? " Tanya Qian Xun masih berusaha untuk tetap tenang.
Tapi kata kata yang di kata kan oleh Pelayan Istana itu membuat mereka tidak dapat mempertahan kan rasa tenang mereka lagi.
"Mayat milik 7 Iblis Besar semua nya menghilang !Mohon maaf kan kelalaian kami, kami mohon !" Pelayan itu bersujud di depan kaki Qian Xun berkali kali.
"Bagai mana cara mereka menghilang ?" Tanya Qian Xun dengan wajah muram.
"Kami sudah bersiap siap untuk membakar mayat mereka dengan api hitam, tapi saat kami sedang menyiapkan itu semua, tiba tiba mayat mereka hilang." Kata Pelayan itu dengan wajah yang menyedihkan.
"Apa kau tidak berbohong ? Meski pun ada orang yang mengambil nya, mana mungkin kalian tidak merasa kan nya ?" Tanya nya dengan tatapan tajam.
"Tuan Yang Agung, aku akan jujur, aku akan jujur ! Kami berpikir kalau ini tugas yang mudah sehingga aku pulang ke rumah terlebih dahulu bersama dengan yang lain. Mohon pengampunan kalian !" Kata pelayan itu sambil menangis deras, dahi pelayan itu sudah berdarah.
"Apa kah memang benar begitu ?" Tanya nya lagi dengan nada lembut sambil berjongkok dan mengelus dagu pelayan itu.
"Kata kan dengan jujur atau seluruh keluarga mu akan mati bersama mu. Bukan hanya diri mu, tapi orang orang yang berada di sekitar mu akan aku bersih kan. " Bisik nya dengan pelan sambil menyeringai.
Pelayan itu segera bersujud dengan ketakutan tapi tidak mengatakan apa pun. Dia menepuk tangan nya, dan beberapa orang masuk sambil menyeret satu pria dengan 2 anak anak.
Lalu ada seorang wanita tua dan pria tua yang di seret dengan paksa.
"Lihat, ini adalah kerjaan mu. Karena kau tidak ingin mengatakan yang sebenar nya, maka kau bisa mati. Tapi sebelum nya aku ingin kau melihat mereka tersiksa secara perlahan lahan. " Bisik nya dengan senyum tipis.
"Kau ! Kau Iblis !" Teriak pelayan istana itu sambil terisak.
"Terima kasih atas pujian mu. " Ucap nya.
"Biar kan aku yang menangani ini. " Ucap Xue Fenghuang sambil berdiri dan membawa cambuk nya.
Dia mengangguk, dan mempersilakan Xue Fenghuang untuk memberi pelajaran.
Pah, pah !
__ADS_1
Pria yang pertama kali di bawa di cambuk beberapa kali yang membuat pria itu jatuh ke tanah dalam posisi telungkup.
"Suami ku ! Jangan lakukan apa pun pada mereka !" Teriak pelayan itu dengan ketakutan.
Dia menahan tangan pelayan itu yang berniat untuk menghentikan Xue Fenghuang.
"Kau tahu, jalan keluar untuk ini hanya ada satu. Kau lebih takut melihat satu persatu keluarga mu di bunuh di depan mata mu atau kau lebih takut dengan ancaman orang itu. " Bisik nya.
Bisikan nya sangat lembut dan menyegar kan telinga, tapi entah kenapa pelayan itu merasa seluruh tubuh nya membeku.
Jika dia memberi tahu apa yang terjadi maka dia akan di bunuh dan jika dia tidak memberi tahu maka seluruh keluarga nya akan di bunuh.
"Kalian tetap akan di bunuh meski pun mengatakan yang sebenar nya, tapi tidak akan di siksa. Bagai mana ?Bukan kah itu tawaran yang bagus ?" Tanya nya.
"Tampak nya, siksaan ku kurang menarik. " Ucap Xue Fenghuang sambil tersenyum bagai kan malaikat dan menuang kan bubuk ke dalam mulut pria itu dengan paksa.
Kulit pria itu tampak berubah menjadi sisik ular dan pria itu terus menerus meraung raung kesakitan, di dalam hati dia berdecak kagum pada wanita di depan nya ini.
Pantas saja Xue Fenghuang di juluki sebagai Dewi Kematian, kekejaman nya memang berada di level tertinggi.
Bahkan dia sendiri tidak memiliki bubuk seperti itu, di tambah lagi tatapan Xue Fenghuang tidak berubah bahkan ketika menghadapi anak kecil.
Sepasang anak kecil itu pun meraung raung kesakitan dan memegang kepala mereka dengan erat.
"Lepaskan, lepas kan mereka. Aku akan memberi tahu,aku akan memberi tahu ! "Teriak Pelayan itu.
"Bubuk ini..... tidak memiliki penawar. " Ucap Xue Fenghuang.
"Ibu, tolong aku ! Ini sangat sakit !" Teriak anak laki laki sambil meraung raung.
"Aku akan kata kan yang sebenar nya, kemarin malam, seorang wanita tua mendatangi aku dan menyuruh ku untuk menyerah kan mayat 7 Iblis besar dengan bayaran besar, aku langsung setuju dan dia mengancam ku untuk tidak memberi tahu ini pada banyak orang. " Kata pelayan itu sambil menangis.
"Ternyata begitu lah yang terjadi, ini ambil. " Ucap nya sambil memberikan sebuah belati.
"Nak, ibu akan menolong mu. Tolong jangan salah kan ibu. " Kata pelayan itu sambil berjalan tertatih tatih.
Grepp
Belati itu menembus jantung anak laki laki itu, anak laki laki itu tidak mengatakan apa pun dan hanya bisa tersenyum untuk terakhir kali nya.
Pelayan itu tidak berhenti hanya di sana saja dan berjalan menuju anak yang satu lagi serta suami nya dan kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Aku akan menyusul kalian. " Gumam pelayan itu dengan tatapan kosong dan akhir nya menusuk kan pisau ke dada kiri nya sendiri.