
Liu Cheng memiliki ekspresi campur aduk, mulai dari takut, terkejut, dan tidak percaya dengan ucapan nya.
"Kau tidak memiliki hak untuk menuduh ku seperti itu ?! Apa kau pikir kalau aku akan percaya dengan ucapan mu ?" tanya Liu Cheng dengan sengit.
"Tidak apa apa kalau kau tidak percaya, aku tidak keberatan. Lagi pula tidak merugikan ku sama sekali. " kata nya dengan ringan.
"Yi Yang dari Provinsi Phoenix. " kata nya dengan singkat.
"Seorang sampah yang beruntung dari Provinsi Phoenix ingin melawan Liu Cheng yang telah berada di tingkat ranah bela diri. " kata seorang penonton.
"Kau benar, dia bahkan masih berani sombong menghadapi Liu Cheng. "
"Kau tidak perlu memperkenalkan diri lagi, karena nama mu membuat ku merasa ingin muntah. " kata nya sambil bercanda.
"Ha ha ha bagus sekali !!" Teriak Tu Long.
Dia memberikan jempol pada Tu Long dan teman teman nya yang lain, sedang kan wajah Liu Cheng berubah menjadi merah entah karena malu atau pun marah.
"Kau !! Bersiap lah untuk serangan ku !!" kata Liu Cheng.
"Biasa nya yang menyerang terlebih dahulu adalah orang yang lebih lemah , jadi aku akan memberikan mu kesempatan untuk menyerang terlebih dahulu. " kata nya dengan penuh kebanggaan.
Kepala Kuil Api Surgawi, ayah Liu Cheng, merasa sangat marah melihat anak nya di perlakukan seperti itu.
Ia juga sudah bertekad untuk menyelesaikan Zhang Wei dan teman nya nanti setelah kompetisi di selenggarakan.
"Api Pembakaran Surgawi !!" Raung Liu Cheng dengan marah.
Sebuah bola api yang besar menuju ke arah nya, ia tidak berniat untuk menghindari bola api tersebut.
"Wah, Liu Cheng memang jenius sejati, ia bahkan bisa meng kultivasi kan Api Pembakaran Surgawi di umur nya yang baru saja menginjak 30 tahun. " kata Kaisar.
"Terima kasih atas pujian mu Kaisar, Cheng'er memang sangat berbakat meskipun masih belum bisa di banding kan dengan kultivasi pangeran ke 1." kata ayah Liu Cheng dengan rendah hati di hadapan Kaisar.
"Kau tidak perlu merendah Tuan Liu, Liu Cheng memang berbakat, dan kemungkinan besar untuk mendapat posisi ke 2." kata Kaisar.
"Ah terima kasih Kaisar atas pujian mu. " kata ayah Liu Cheng dengan berat hati.
'Lihat saja , anak ku akan mengalahkan pangeran ke 1 dan merebut artefak istana. ' gumam ayah Liu Cheng dengan penuh ambisi.
Di sisi lain Zhang Wei tidak mundur sedikit pun meskipun dada nya terkena oleh bola api. Hanya baju nya saja yang sedikit menghitam karena terkena api.
" Sungguh buruk sekali serangan mu itu, aku tebak kau pasti baru naik tingkat 1 minggu ini. Kau naik tingkat karena di bantu oleh berbagai sumber daya dan kau naik tingkat tanpa pengetahuan sedikit pun. " kata nya dan kata kata itu berhasil menyerang setiap titik sakit milik Liu Cheng.
"Kau, jangan berpura pura tahu tentang ku !!" Seru Liu Cheng gemetar sambil menunjuk nya.
" Jangan menunjuk ku, aku tidak suka ditunjuk tunjuk. Pergi lah kau tidak layak untuk menjadi lawan ku. " kata nya lalu menggunakan Tinju Naga Api.
"Tinju Naga Api !!" Api yang berbentuk Naga keluar dari tubuh nya dan dengan kuat membelit tubuh Liu Cheng.
__ADS_1
"Perisai Jiwa Harimau !!" Raung Liu Cheng. Wajah harimau terbentuk di belakang Liu Cheng dan maju ke depan untuk menghadang Naga Pai nya.
"Sungguh bodoh, dimana mana orang juga tahu kalau harimau kalah dengan naga. " Ejek nya dengan bodoh.
"Lihat saja, Perisai Harimau ku adalah jurus tingkat tinggi, sesuatu yang bahkan tidak bisa kau lihat dalam seumur hidup. " kata Liu Cheng dengan percaya diri.
Tapi hal selanjut nya membuat Liu Cheng menutup mulut nya karena tubuh Harimau itu hancur menjadi abu.
Naga Api yang tidak kehilangan sedikit pun terhadap kecepatan nya meskipun telah melawan Harimau itu langsung melilit tubuh Liu Cheng.
Pakaian Liu Cheng terbakar, alis nya, rambut nya juga mengalami hal yang sama. Baru lah setelah itu naga itu sepenuh nya melilit tubuh Liu Cheng.
"Ayah tolong aku !! Ah, panas !! Ayah... Ibu tolong aku !!" Teriak Liu Cheng putus asa saat merasakan panas api nya.
"Cepat lepaskan anak ku !!" Teriak ayah Liu Cheng.
"Apa yang ingin kau berikan pada ku sebagai ganti nya jika aku melepaskan anak mu ?" tanya nya sambil menaik kan salah satu alis nya.
"Dasar tidak tahu malu !! Kau tidak boleh membunuh orang secara sengaja !! Kaisar , aku harap kau dapat memberikan keadilan pada ku !!" kata Ayah Liu Cheng geram.
"Atas dasar apa kau berpikir kalau anak mu akan mati dengan jurus ini ? Jurus ini tidak akan membunuh nya, hanya membuat nya merasakan sensasi di neraka untuk sesaat. Jadi setidak nya dia bisa membiasakan diri untuk tinggal di nerakan nanti nya. " kata nya dengan lantang.
"Lagi pula, dia lah yang ingin diri nya di siksa di api itu. Dia tidak mengatakan menyerah atau apa pun. Jadi ini bukan salah ku, apa kah itu benar Kaisar Wei ?" tanya nya sambil menyeringai.
"Itu benar. " kata Kaisar Wei dengan wajah masam.
Kaisar Wei sebenar nya ingin membela Liu Cheng, tapi jika ia melakukan itu maka reputasi nya akan jatuh.
"Cheng ' er , sebaik nya kau segera menyerah !!" teriak seorang wanita dari tempat penonton, wanita itu menangis terisak isak menatap ke arah Liu Cheng.
"Tidak... Ah..Ibu tolong aku !! Aku tidak mau kalah dengan sampah ini ibu !!" Tangis Liu Cheng.
Dia yang kesal di bilang sampah pun membuat api menjadi lebih membara dan jauh lebih panas dari sebelum nya.
"Ah... Tolong aku ibu, ayah.... Api ini semakin panas !!" Tangis Liu Cheng.
"Kau lepaskan anak ku !!" Teriak ibu Liu Cheng bersiap untuk menyerang nya.
"Seorang wanita tua seperti nya sedang berbicara pada ku, tidak ada orang yang meminta untuk pengampunan dengan cara berteriak. Sungguh tidak sopan. " kata nya dengan bijak.
"Kau, aku akan membakar mu !!! Liu Yan, lepaskan aku !!!" Teriak ibu Liu Cheng saat tangan nya di tahan oleh suami nya.
"Jika kau kemari maka aku bisa pastikan anak mu akan menyesal kalau pun berhasil untuk hidup. Anak mu akan menyesal dan mencoba untuk bunuh diri setiap saat nya tapi tidak berhasil, dia berada di ambang kematian dengan rasa putus asa yang sangat besar. " kata nya dengan dingin.
"Liu Ming, duduk di tempat mu. " kata Kaisar Wei dengan tegas.
"Tapi kaisar -" ucapan ibu Liu Cheng terpotong oleh kata kata Kaisar.
"Diam !! Apa kau tidak mau mendengar perintah ku ?! Anak mu lah yang tidak mau menyerah !!" Teriak Kaisar marah.
__ADS_1
Nyali Liu Ming langsung menciut saat menghadapi kemarahan Kaisar Wei.
"Aku.... Menyerah !!" Raung Liu Cheng dengan lemas.
"Baik lah. " kata nya.
Lalu dia mencabut api nya dan Liu Cheng pingsan, tubuh Liu Cheng tidak di tutupi oleh sehelai benang sedikit pun.
Tubuh Liu Cheng tidak terluka sedikit pun, orang tua Liu Cheng langsung naik ke arena dan berusaha menyadarkan Liu Cheng.
"Percuma saja, dia tidak akan sadar untuk 2 jam ke depan !!" kata nya lalu meninggal kan arena saat kemenangan nya telah di tentukan.
"Apa yang kau lakukan pada anak ku ?!!" Raung ibu Liu Cheng sambil menunjuk nunjuk nya.
Dia hanya diam dan malas menanggapi monyet liar di belakang nya ini dan terus berjalan hingga ke kursi penonton.
"Kau dasar baji*ngan !! Apa guru mu tidak mengajari mu sopan santun ?! Atau orang tua mu tidak pernah mengajari mu !! Apa kah ibu mu sibuk melayani laki laki kaya dan ayah mu pergi mabuk mabukan?!!" tanya ibu Liu Cheng.
Dia menghentikan langkah kaki nya, mata nya berubah menjadi warna merah darah, Wei Ling yang melihat ini langsung panik tapi tidak ada yang bisa di lakukan nya.
" Aku sudah membiarkan mu untuk menunjuk nunjuk ku. Tapi kau masih menghina orang tua ku dan guru ku. " kata nya dengan pela tapi setajam es.
Dia membalik kan tubuh nya dan berjalan mendekati ibu Liu Cheng.
Plak... Plak
"Ini untuk kau menghina guru ku. "
Plak.. Plak... Plak.... Plak
"Ini untuk kau menghina orang tua ku. " dia menampar 6 kali pipi ibu Liu Cheng lalu mencekik wanita itu.
"Apa kau berpikir kau adalah wanita, maka kau bisa bertindak sepuas nya di hadapan ku ? Maka kau salah besar ! Kau bukan lah orang suci yang tidak akan memukul wanita tidak membunuh orang lain !! Aku telah membunuh lebih dari 10 juta orang. " kata nya sambil menabrak kan kepala ibu Liu Cheng pada tembok.
"Kau! Lepas kan istri ku !!" kata Ayah Liu Cheng.
"Tu Long , urus dia. Aku ingin bermain main dulu terhadap wanita ini. " kata nya menyeringai.
"Tunggu, kalian tidak bisa menyelesaikan dendam pribadi di sini !!" Kata Kaisar berusaha untuk menekan nya.
"Diam ! Kau tidak berhak untuk menekan ku !!" kata nya mengeluarkan aura yang membuat Kaisar memuntah kan seteguk darah segar.
"Ayah, sebaik nya kau jangan menyinggung dia. Dia bukan lah orang yang dapat kita singgung. Karena bahkan jika kita ingin melawan nya bersamaan dia tidak akan terkalahkan. Dia awal nya hanya ingin ikut kompetisi dengan tenang dan mendapat kan hadiah, tapi nyata nya orang orang dari Kuil Api Surgawi malah menghina orang tua nya. Jika orang tua nya mendengar apa yang mereka katakan, maka dalam satu kibasan tangan orang tua nya seluruh dimensi tempat kita tinggal ini akan hancur. " kata Wei Ling menenang kan ayah nya.
"Bagaimana kau tahu semua nya ?" tanya Kaisar dengan lemah.
"Maaf kan aku ayah, aku tidak dapat memberitahu nya. Tapi aku lah yang membawa dia untuk tinggal di provinsi phoenix. Maaf kan aku ayah, aku tidak bisa menolak permintaan orang tua nya." kata Wei Ling sambil bersujud di hadapan Kaisar dengan sedih.
Note : Hari ini up 2 chp dan besok juga up 2 chp sebagai ganti yang minta crazy up. Maaf ya semua nya karena author kemungkinan besar enggak bisa buat crazy up lansung 10 chp atau lebih. Karena author mempunyai tugas dari guru dan belum lagi hal hal lain nya. Maka dari itu author besok akan up 2 chp lagi sebagai ganti nya Terima kasih.
__ADS_1
Bonus Like : 1 / 2