
Di mimpi nya, ia bertemu dengan pria seumuran dengan diri nya. Ia tidak mengetahui pria ini dan menurut nya wajah mereka berdua memiliki kemiripan hampir 50 persen.
"Apa kau menikmati hadiah kecil dari ku ? " tanya pria itu.
"Tentu saja, terima kasih ini memberi ku semangat tambahan. Siapa kau ? Kenapa aku merasa kalau kita sedikit mirip ?" tanya nya.
"Kau nanti akan tahu aku, aku memberi mu sedikit hadiah, jangan mudah menyerah, sayangi nyawa mu. Kau akan mendapat kan banyak pelajaran berharga selama di Dimensi Api Hitam. Selamat Tinggal !" kata pria itu dan kepala nya menjadi pusing.
Dia kembali ke dunia nyata dan melihat kalau hari sudah gelap, ia berlatih tanpa tidur karena ia sudah tertidur lebih dari 6 jam.
1 Bulan kemudian
Sekarang wajah Zhang Wei sudah sedikit berubah dengan wajah yang lebih tegas dan anggun. Kultivasi nya juga berkembang sangat pesat.
Melebihi apa yang di perkira kan nya, ia sudah berhasil mencapai tingkat 1 Qi Surgawi dan Pukulan Bintang Hitam sudah mencapai tahap 3.
Dia bersiap siap untuk segera berangkat menuju ibu kota. Dia mengikuti peta yang di berikan oleh kepala desa.
"Huh, ini akan menjadi hari yang melelahkan. " gumam nya.
Ia merasa kalau uang nya terkuras dengan cukup cepat saat berada di dimensi Api Hitam , tapi untung lah kalau sumber daya yang ia beli memiliki harga yang murah.
Bahkan toko obat yang berada di seberang rumah kepala desa sengaja membeli Apel Kristal Jiwa dari petani dengan harga yang sangat murah.
Harga nya hanya 100 kristal roh tingkat rendah untuk 50 kilogram Apel Kristal Jiwa. Saat ini ia masih memiliki lebih dari 10 kilogram Apel Kristal Jiwa di dalam cincin ruang nya.
Ia berniat memberikan nya pada Xi Rong, menurut nya, gadis itu sudah pasti bisa juga mengolah Apel Kristal Jiwa.
Kata petani yang tinggal di dekat penginapan nya, Apel Kristal Jiwa hanya tumbuh di Dimensi Api Hitam.
Apel Kristal Jiwa adalah buah yang paling tidak di ingin kan karena sifat nya yang memberontak. Apel Kristal Jiwa juga tumbuh bukan karena para petani sengaja menanam nya , melain kna ia tumbuh liar.
Dia pergi dan terbang dengan kecepatan yang paling tinggi. Jika orang orang dari bawah melihat nya maka ia akan terlihat seperti burung elang yang mengejar mangsa nya.
6 Jam kemudian
Seharus nya ia sudah dekat dengan ibu kota dan masih ada sisa 3 hari lagi sebelum pertandingan di mulai.
__ADS_1
Ia mulai melihat orang orang yang terbang juga atau menggunakan hewan untuk terbang, ada beberapa hewan yang memiliki sayap untuk terbang.
Seperti Singa Sayap Abadi, Elang Cakar Besi, dan yang lain nya. Ia tidak berniat untuk memiliki hewan seperti itu kecuali di berikan oleh orang.
Cukup Beruang Angin yang merupakan hewan biasa, karena hewan biasa makan nya sedikit pemilih.
Seperti beruang Angin hanya ingin memakan daging ikan yang sulit di cari karena kelincahan nya, dan beruang Angin juga memakan jiwa orang.
Pernah ia hari itu terpeleset beberapa kali karena ingin mengejar ikan kesayangan Beruang Angin. Jika bukan karena anak nya yang lucu maka sudah sejak lama Zhang Wei meninggal kan nya di hutan.
Tidak lama ia bertemu dengan gerbang yang sangat mewah dan di kelilingi oleh Api Hitam. Semua orang yang terbang bersama nya dan menggunakan hewan juga perlahan lahan mendarat.
Mereka juga menggunakan tanda pengenal seperti milik nya. Ia mengantri dan menutup mata nya, antrian ini cukup panjang dan akan memakan waktu yang tidak sebentar.
Setelah menunggu 1 jam lebih, akhir nya baru lah sampai giliran nya. Penjaga gerbang menatap nya dengan tajam sebelum memperbolehkan nya masuk.
Dia juga bingung kenapa tidak di mintai bayaran, mungkin karena tanda pengenal yang ia gunakan. Ia menggeleng kan kepala nya pelan sebelum melanjut kan perjalanan.
Dia mencari penginapan yang dalam kondisi cukup baik, jika ini di banding kan dengan yang berada di desa maka ini jauh lebih baik.
"Tidak ada, kau sebaik nya segera pergi !" Perintah pegawai wanita itu dengan tidak senang.
Ia lupa memberitahu kalau , ia sebenar nya menggunakan topeng yang benar benar menutupi seluruh wajah nya.
Sehingga wajah nya tidak terlihat dan juga pakaian nya yang terlihat biasa saja mungkin membuat wanita itu ragu dengan nya.
Saat ia ingin keluar, sebuah pasangan dengan baju mewah dan memasang wajah angkuh masuk.
"Apa kah masih ada kamar kosong ?" tanya pasangan itu.
"Tentu saja, mari aku antar. " kata pegawai wanita itu dengan ramah.
Dia tertawa kecil membuat ketiga orang itu menoleh kepada nya, ia keluar dari penginapan itu dan masuk ke penginapan sebelah nya.
Penginapan sebelah jauh lebih baik dan mewah hampir sama dengan rumah nya yang berada di dimensi Qilin Api.
Ketiga orang itu terkejut setengah mati saat ia masuk ke dalam penginapan sebelah dan ia hanya menyeringai di balik topeng.
__ADS_1
"Menyedih kan, jika bukan karena di dimensi orang maka aku sudah pasti akan memberikan sedikit pelajaran untuk wanita itu. " gumam nya dengan kesal.
"Di kira aku gelandangan ? Aish. "
"Ada yang bisa saya bantu ?" tanya pegawai itu dengan ramah.
"Aku ingin kamar paling baik di sini. " balas nya.
"Baik, setiap malam nya memiliki harga 100 kristal roh tingkat rendah. " Ia membayar dan menerima kunci dan kartu spesial yang hanya di miliki oleh orang orang yang menginap di penginapan ini.
Ini juga tidak sembarang orang mendapat kan nya, harus tinggal di kamar yang paling baik dan tinggal lebih dari 1 minggu.
Ia memilih untuk tinggal 10 hari karena masih 3 hari lagi pertandingan akan di laksanakan, sedang kan pertandingan itu sendiri berjalan selama 7 hari.
Jadi kira kira membutuh kan 10 hari untuk menginap di ibu kota. Jika berhasil memenangkan ini maka ia akan mendapat kan sangat banyak uang.
3 Hari kemudian, ini merupakan hari yang cukup menegangkan bagi nya.
Ini baru jam 4 pagi tapi ia sudah bangun atau lebih tepat nya ia tidak tidur sama sekali semalam. Ia mandi dan ternyata air sangat sangat dingin, tubuh nya sedikit bergetar sebelum ia memutuskan untuk mandi dengan cepat.
sudah selesai mandi , ia menggunakan baju dan membawa berbagai macam senjata nya. Ia memutuskan untuk datang jauh lebih pagi dari pada yang di tentu kan.
Tidak seperti bayangan nya, ada beberapa orang yang mengantri untuk masuk ke dalam lapangan pertandingan.
"Taruh tangan mu di batu ini. " kata penjaga nya dengan wajah yang masih mengantuk.
Dia tidak banyak bicara dan langsung menaruh tangan nya, sama seperti yang di tempat kepala desa, umur 18 muncul di sisi batu yang lain.
"Silakan masuk. "
"Terima kasih. " jawab nya.
Dia takjub melihat tempat duduk yang cukup untuk menampung 10.000 orang dan tempat duduk yang di bagi 3 bagian.
Satu bertulisan Manusia, kursi nya berwarna merah. Sedang kan yang lain bertulisan Iblis, kursi nya berwarna Hitam dan sisa nya adalah untuk penonton dengan kursi yang berwarna putih.
Di pihak manusia sudah ada 7 orang yang datang dan di pihak iblis sudah ada 3 orang. Dia duduk di sudut, di mana posisi paling depan dan juga dekat dengan tempat pertandingan.
__ADS_1